
Sudah hampir dua tahun lebih, Rena berada di negeri Sakura, tapi pernikahannya dengan Niko semakin hari terasa semakin hambar saja, selain jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, kini tabiat buruk seorang Niko perlahan mulai terlihat, dia sering sekali berkeluyuran ke diskotik-diskotik dan pulang sampai dini hari.
Meski dia menikah dengannya tanpa di dasari rasa cinta, karena Rena yang cukup mengerti kewajiban seorang istri, dia berusaha menjadi seorang istri yang baik dengan sabar menunggu ke pulangan Niko dan sampai tertidur disofa, tapi ketika dia membukakan pintu, ternyata Niko yang pulang dalam keadaan mabuk.
"Mas kamu mabuk lagi, janganlah dibiasakan itu akan merusak kesehatanmu, tak baik," ucap Rena mengingatkan setelah menutup kembali dan melihat suaminya jalan sempoyongan.
"Arrgh... Brisikkk, uang, uang gue ngapain loe ngelarang, urus aja tuch pabrik loe dan kewajiban loe sebagai bini gue, ngerti?" seru Niko yang meluapkan emosi pada istrinya itu.
"Dan gue urus bagian gue," ucapnya kembali, seraya mengelus pipi Rena dan langsung menjatuhkannya ke tempat dimana dia tertidur tadi, Rena yang kaget tubuhnya langsung didorong sampai terjatuh ke sofa.
"Hey Nicholas, apa begini cara kamu melakukan seorang istri? sungguh tidak ada kelembutan sama sekali," teriak Rena mencoba bangkit, tapi dia langsung menubruk dan menindih tubuhnya.
"Bukankah sudah terbiasa?" cibir Niko dengan nafas yang masih bau alkohol.
"Papa inikah orang yang kau pandang baik itu?" gumam Rena menangis dalam hati dan dia pun hanya pasrah apa yang dilakukan oleh suaminya terhadap tubuhnya.
~
__ADS_1
Pada pertengahan tahun kandungan Rena semakin hari semakin membesar, yang biasanya dia selalu selakukan aktivitas ke kantor meski setengah hari, dan terpaksa membuatnya harus berhenti mengurusi segala pekerja di kantor, lalu dengan terpaksa dia menyerahkan tanggung jawab tersebut pada suaminya itu.
"Rena sayang, di negara ini sangat sulit mencari seorang pembantu, dan kalau ada juga akan sangat mahal, jadi lebih baik kau fokus sama jabang bayi kita dan mulai belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik, dan soal kantor biar aku yang handel" ucap Niko waktu itu, memang di negeri sakura ini sangat jarang sekali pembantu rumah tangga, karena semua wanita yang telah bersuami lebih fokus menjadi ibu rumah tangga.
Dengan senyum licik dan penuh kemenangan Niko mengambil alih pabrik yang dipercayakan oleh Papa Rena untuk putrinya itu, dan sepertinya Niko belum tau sebenarnya di pabrik tersebut keluarga Wijaya hanya punya 50% saham, meski begitu tetap saja menjadi pemegang saham terbesar.
Mimpi buruk itu mulai terlihat nampak nyata, ketika badai krisis melanda dunia, bursa saham-saham milik perusahan besar mulai terkena dampak, dan parahnya lagi ternyata Niko hanya ijazahnya aja yang sampai S2 tapi kemampuannya tidak mumpuni.
Karena dari pada fokus menjalankan bisnis, dia malah kebanyakan keluyuran dan bermain wanita, hingga membuat perusahaan yang dipercayakan ayahnya mulai mengalami kemunduran, karena kerugian yang tidak bisa lagi ditutupi.
Karyawan mulai demo karena gaji mereka tak kunjung dibayar, hingga Pesaing bisnisnya yang melihat kelemahan tersebut terus mendekati untuk menghasutnya, agar menjual saham yang dia miliki kepada mereka, dengan alasan perusahaan ini tidak bisa lagi diselamatkan.
"Mas Niko, apa-apaan kau, menjual aset perusahaan tanpa persetujuanku?" seru Rena marah, karena sewaktu dia pergi ke kantornya dia terkejut ternyata sahamnya diperusahan tersebut tinggal sepuluh persen saja.
"PLAKK"
"Diaaaamm... Aku yang cape mengurus semuanya, apa loe tau ini adalah dampak krisis yang melanda di beberapa negara, hingga perusahaan tersebut pun kena dampaknya," teriak Niko yang marah sambil mendaratkan tamparannya pada pipi Rena, karena tidak terima dengan tuduhan dari istrinya.
__ADS_1
Keadaan semakin memburuk, ketika Niko berurusan dengan Yakuza setempat, karena dia hampir membunuh seorang gadis yang dia perkosa ketika dalam keadaan mabuk parah, yang ternyata gadis tersebut adalah anak kesayangan dari pimpinan Yakuza tersebut.
Dan pada pagi harinya dengan cepat kelompok krimanal terkejam di negeri tersebut mulai mengepung apartemen Rena, dan menghancurkan segala apa yang ada bahkan Rena yang tengah menyusui anaknya baru umur dua bulan tak luput dari amukan gerombolan tersebut.
"Ampuni nyawa saya tuan, saya tidak mengetahui bahwa gadis tersebut adalah anak tuan, saya akan menanggung biaya pengobatannya dengan ini," ucap Niko telah babak belur dan menyerahkan beberapa berkas yang ada ditangannya.
"Sialan kau bocah asing, berani sekali membuat putri kesayanganku, menjadi seperti ini, kau itu hanya cari makan disini, jangan sok dan cari gara-gara dengan kami" bentak Bos Yakuza sambil menarik rambut Niko secara paksa, terlihat bentuk wajahnya sekarang sangat tidak karuan dan memperlihatkan foto putrinya terbaring di ruang rawat.
"Kalau begini kau harus ganti rugi dengan seluruh yang kau punya pun tidak akan cukup," ucapnya lagi meski ditangannya sudah ada berkas-berkas saham milik Rena tapi itu belum memuaskan kekesalannya.
"Tidaaakkkk... Anakku, siapa kalian? kenapa kalian begitu tega membunuh anak yang tidak berdosa " teriak histeris Rena ketika mengetahui bahwa bayi mungilnya tidak lagi bernyawa, akibat serangan brutal kelompok tersebut.
"Heh.. Ja/ang salahkan suami kau yang brengsek itu, karena dia telah memperkosa dan membuat adik tercinta saya sampai tidak sadarkan diri hingga sekarang," ucap seorang pria yang penuh dengan Tatto disekujur tubuhnya, yang tidak lain adalah putra tertua dari Bos Yakuza tersebut.
"Hey kalian bawa ja/ang ini dan jual dia ke rumah bordir, sebelum mati biar, suaminya menyesal karena berurusan dengan kita," serunya yang menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyeret Rena pergi keluar apartemen.
"Tuan muda bolehkah, kami mencicipinya terlebih dahulu?" tanya anak buahnya yang terlihat mulai tidak bisa menahan barahi, karena melihat bajunya Rena tersingkap yang menyuguhkan pemandangan gunung kembarnya yang indah.
__ADS_1
"Terserah kalian," jawab singkat Sang tuan muda, dan semua anak buahnya langsung tertawa kegirangan.
Semua penghuni apartement tidak ada yang berani keluar, bahkan untuk melaporkan pada pihak berwajib pun mereka tidak berani, karena mereka tau gerombolan tersebut adalah Yakuza yang terkenal sangat kejam.