
Hidup terlalu singkat Untuk terus menyesali kesedihan, jadilah dirimu sendiri bebaskanlah.
Bersyukur, berterimakasih dan jadilah diri sendiri seperti apa yang kamu mau.
Berbahagialah... Karena begitu banyak alasan untukmu Bahagia. [@LoveYouMy777]
***
Akhirnya mereka tiba ditempat tujuan, bukit yang dipenuhi dengan Tanaman teh hijau yang hampir membentang seluas mata memandang ternyata sudah cukup ramai dengan para pengunjung.
"Aih... Puncak memang selalu menjadi favorit untuk melepas penat," seru Mia dengan merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas dalam-dalam, setelah dia turun dari Jok belakang suaminya.
"Bagaimana kalau lain kali kita jalan-jalannya ke Dieng Wonosobo?" Ucap Satria pacarnya Lena memberi saran.
"Boleh juga tuch, tapi kita harus ambil cuti dulu, soalnya perjalanannya juga memakan waktu seharian," timpal suaminya Mia.
__ADS_1
"Ish... Ngomongin yang jauh aja, udah kita nikmatin aja liburan hari ini," protes Lena tersinggung, karena bagaimana pun dialah yang merencanankan liburan bersama ini, sementara Rehan hanya diam menyimak percakapan dari teman-temannta Zahra.
"Hmmzz... Kalau dilihat-lihat sepertinya gue pernah melihat loe dech, tapi dimana ya?" ucap Suaminya Audy yang sejak tadi memperhatikan Rehan.
"Mungkin waktu acara ulang tahunnya Rena," timpal Rehan memastikan pertanyaan yang diarahkan padanya.
"Ouh iya, iya, pemuda yang dicaci maki habis-habisan oleh keluarganya Rena ya? nggak bisa dapetin Rena, loe coba deketin Zahra yang notabenya teman baiknya Rena ya, gak tau malu juga loe bro," ucap Suami Audy dengan nada mengejek, yang membuat Rehan merah padam menahan amarah.
"Maksud kamu apaan, bilang begitu?" timpal Rehan tak terima yang hendak menghampiri Suami temannya Zahra tersebut, tapi untungnya Zahra keburu menarik lengannya Rehan dan mencoba menenangkan mantan kekasih sahabatnya itu.
"Apa-apaan sich loe Ardy, gue gak suka ya loe bicara seperti itu pada Kang Rehan, dia sekarang adalah kekasih gue dan kelak akan menjadi suami gue, kalau memang loe gak suka dengan kehadiran Kang Rehan dan gue, kami akan berpisah dari rombongan," seru Zahra marah karena tidak suka dengan tingkah suaminya Audy tersebut.
"Sudah, sudah Zah, maafin suami gue yang sudah keterlaluan, minta kau Ardy," ucap Audy yang menenangkan sahabatnya, lalu dia meriaki dan melototi suaminya.
"Maafin gue Zah," gumam Ardy terpaksa meminta maaf karena desakan sang istri, tanpa menjawab permintaan maaf dari Ardy, Zahra langsung menarik lengan Rehan dan segera meninggalkan teman-temannya.
"Cih, Loe ini Ard, bikin suasana rusak saja, padahal gue ngumpulin kalian itu buat mempererat silaturahmi diantara kita semua," ucap Lena yang lansung mengejar Zahra dan diikuti oleh Satria dari belakang.
__ADS_1
***
"Maafin suami temen Zahra ya Kang, kalau tau gini saya juga gak bakal datang," ucap Zahra setelah mereka berada di area yang cukup tinggi dengan view yang dikelilingi bukit dan kebun teh.
"Gak apa-apa Teh, terimakasih sudah membela saya, tapi apa tak terlalu prematur Teh Zahra menganggap saya sebagai kekasih?" gumam Rehan sambil menundukan kepala, mencoba mengalihkan pandangan terhadap Zahra.
"Padahal biarlah kita saling mengenal lebih jauh dulu, dan biarkan perasaan itu mengalir dan sang waktu yang secara perlahan akan mendekatkan kita, agar Teh Zahra mengetahui kekurangan dan kelebihan saya, karena saya tidak mau setelah nampak perbedaan dari diri ini, nanti malah Teh Zahra mengajukan perpisahan dikala kita mulai saling nyaman, saya tak mau ada hati yang terluka lagi,"
"Tidak, saya sudah yakin dengan pilihan saya, memang pada awalnya Renalah yang meminta saya untuk mendekati Kang Rehan, dan dia meminta saya bersanding dengan Kang Rehan agar bisa sedikit menyembuhkan hati Akang katanya," ucap Zahra mulai mengungkap maksudnya.
"Kenapa, Teh Zahra sampai melakukan sampai sejauh itu?" tanya Rehan yang terkejut dengan pengakuan perempuan yang ada disampingnya.
"Karena Rena adalah sahabat baik saya, dan juga saya dan keluarga saya mempunyai hutang jasa yang tidak bisa terbalaskan, Tapi dalam tiga bulan terakhir ini, saya benar-benar menyukai Kang Rehan dari lubuk hati yang paling dalam," ucap Zahra.
Tanpa mereka sadari Lena yang mendengar semua percakapan tersebut, langsung menarik tangan Satria untuk menjauh agar tidak mengganggu mereka berdua, karena dia juga baru mengetahui bahwa Rena telah meminta hal demikian, pantas saja dia bersikukuh untuk resign dari RSUD, meski mereka menasehatinya untuk dipikirkan matang-matang.
Setelah matahari mulai bergeser ke arah barat, mereka pun meninggalkan tempat wisata dan kembali ke tempat masing-masing, untuk melanjutkan melakukan kegiatan masing-masing esok harinya.
__ADS_1
"Kang, kita mampir ke rumahku dulu ya di daerah Pemda, udah sebulan lebih belum melihat orang rumah," seru Zahra.
"Baik, tapi tunjukan jalannya ya, takut nyasar," timpal Rehan dan Zahra langsung mengiyakannya.