Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
16. Makan malam keluarga Anumertha


__ADS_3

"Apa Viocha mau berkorban demi Will?"


Tea masih ingat dia menanyakan hal itu tadi pagi pada Viocha. Namun, Viocha bungkam, dan dia mengalihkan topiknya.


Tea memijit pelipisnya, bukan sekali dua kali dia menyalahkan Joselyn-Ibu mereka karna ketimpangan kasih sayang yang membuat Viocha membenci Will.


"Apa memang gak mungkin buat kedua adik ku itu untuk damai ya? Padahal, aku pengen banget liat mereka akur. Apa harapan ku berlebihan?" Tea menghela napasnya, dia turun dari mobil, menormalkan kembali ekspresi wajahnya demi orang itu. Orang yang sedari tadi menunggunya di Taman kota.


"Yahoooo, gimana? Berapa mangsa hari ini?" Tea memberikan kunci mobil itu pada Noel, dan Noel segera membukakan pintu mobil sebelum Tea membukanya sendiri.


"Saya dijodohin sama anak yang baru lulus SMA. Aduh, pusing banget, gara-gara Non sih." Noel masuk kedalam mobil, dia mulai menyalakan mesinnya dan menjalankan benda beroda empat berkecepatan tinggi itu.


"Terus kamu nolak lagi? Duh pantes perjaka tua."


"Non sok tau saya masih perjaka."


"Astaga~ Noel adalah seorang brengsek ternyata saudara-saudara."


"Brengsek apanya, saya perjaka! Pokoknya saya sekarang lagi kesel sama Non! Dan saya gak mau ditinggal lagi!"


"Oh kesel ya? Padahal karna aku merasa bersalah, aku niatnya mau belikan kamu baju. Soalnya aku sekarang mau ke butik langganan dan beli gaun." Tea memamerkan nafkah berupa card premium yang diserahkan oleh Asher.


"Apa yang Non Tea katakan? Siapa orang bodoh yang kesel sama Non, ngomong-ngomong Non, mentahan aja dong." Noel tentu tau betapa berharganya card premium berwarna hitam itu. Mimpinya adalah memiliki salah satu card seperti itu tertata rapi didompetnya.


"Gak ada mentahan."


-


-


Akhirnya mobil abu-abu itu berhenti di salah satu butik ternama di kota. Tea turun setelah pintu dibukakan oleh Noel. "Masuk dan pilih aja, Nona baik hati ini yang akan bayar."


"Non, gak mau pertimbangin buat kasih mentahan aja?"


"Oke, bonus dibatalin."


"Tapi kan Non, kalo dipikir-pikir, kayaknya jas hitam bagus deh buat saya."

__ADS_1


"..."


Tea diam saja, dia sama sekali tidak menggubris perkataan Noel.


"Apa warna abu-abu aja ya Non?"


"Kenapa gak ambil dua-duanya, Nona mu ini udah mendadak kaya raya." Tea tersenyum sombong.


Noel menampilkan senyuman cerianya seolah matahari sudah terbit di musim dingin.


"Nah kan, empat ya Non? Buat kencan malam minggu."


Tea melirik ke arah Noel. "Kencan malam minggu doang buat apa empat style berbeda?"


"Soalnya yang dikunjungi empat tempat. Kan Non yang suruh seleksi bagus-bagus calon istri, hebat saya kan Non?"


Tea mengacungi jempol sebagai apresiasi tindakan supirnya.


Tea masuk ke dalam butik milik Ely itu, Ely sudah menunjukkan beberapa gaun yang memang dia buat khusus untuk Tea.


"Thanks, bagus semua sih. Gak sia-sia kau punya tangan." Tea memgambil seluruh belanjaannya, bersiap-siap pulang setelah dia puas berfoya-foya dan memanjakan diri.


"Jangan racuni dia dengan kesesatan mu, tolonglah Ely."


...***...


Hari ini adalah harinya, hari dimana acara makan bersama antara keluarga inti Anumertha. Malam ini Tea akan bertemu dengan mantan sang suami, jujur saja Tea sedikit gugup malam ini. Dia bingung harus bersikap seperti apa? Apakah dia akan dipermalukan? Apakah harga dirinya akan dilucuti habis?


Gak mungkin kan? Ada Kakek kok, mana mungkin Kakek biarin aku dihina terang-terangan. Aku cukup percaya diri loh kalau Kakek sayang ke aku. Aku punya Kakek! Jadi aku gak bakal takut. Kakek penguasa diantara penguasa!


Tea menatap dirinya di depan cermin. Dia yakin bahwa dirinya cantik dan bersinar malam ini, dia terlihat anggun sekali. Tea memakai cincin yang ayah kandungnya hadiahkan untuknya.


Ayah! Doain Tea ya!


"Biasa dan rata, tidak ada yang berubah, hanya penampilan lebih mewah karna uang nafkah yang ku beri sebagai hadiah." Komentar Asher dengan entengnya setelah dia melihat penampilan istrinya yang sudah selesai berdandan lengkap. Dengan mengenakan gaun hitam berhiaskan sulaman perak dibagian dada.


"Gak terima komentar apapun kecuali pujian." sahut Tea sekenanya. Dia benar-benar tidak ingin mengambil pusing perkataan menohok suaminya.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo pergi." Asher mengulurkan tangannya, Tea juga menyambutnya, keduanya turun dengan anggun. Bisikan pujian terdengar dari pelayan, ada beberapa yang mengatakan mereka serasi dan harmonis. Ah, jika Tea bisa menjawabnya dia pasti bilang bahwa Asher itu pengganggu dan menyebalkan.


-


-


Baru saja mereka berdua melewati pintu utama, tapi Asher sudah diam ditempat.


"Hey putri rata, apa aku pernah bercerita soal Yelena?"


Tea menggeleng. "Kau gak pernah cerita, tapi aku dengar dari pelayan kalau dia adik mu, yang masih kuliah?"


"Apa hanya itu yang kau tau soal Yelena?"


Tea mengangguk, dia hanya tau sepotong info itu tanpa tau wajah atau suaranya.


"Bagus, memang mereka (pelayan Mansion) tidak diragukan kalau di suruh bungkam."


"Berhenti kagum dengan bawahan setia mu itu. Sekarang, sebenarnya ada apa dengan Yelena itu?"


Asher memeluk pinggang Tea dari belakang, mengajaknya berjalan perlahan selama perbincangan.


"Yelena itu sepupu jauh kami, yang diangkat menjadi adik ku. Dia perempuan ular yang ambisius dan sangat menyukai harta dan kekayaan, dia yang gak bisa menjadi pewaris mengincar posisi sebagai istri ku, karna aku calon pewaris."


"Kenapa harus kau? Apa dia gak takut?"


"Karna Vallen, anak pertama udah punya istri-Neila, Morgan punya Eve, dan-"


"Ya sudah apa masalahnya, Kau punya aku kan? Bandit payah punya putri rata? Dia pasti akan menjauhi mu."


"Entahlah, aku ragu soal itu karna berita terbarunya saat ini dia sudah menunggu mu bagai preman dan menatap mu dengan menusuk, aura disekitarnya melambangkan niat membunuh, permulaaan yang bagus untuk mengajak perang." Asher menatap lurus pada perempuan yang sudah berdiri di lorong.


Tea bisa melihat, gadis cantik dengan belahan rok yang sampai paha, dengan rambutnya yang digerai elegan. Dan menyambarkan tatapan petir untuk Tea.


"Astaga, aku bahkan belum selesai dengan Eve. Kenapa malah ada lagi? Satu-satu dong. Kenapa menikah dengan mu ribet sekali sih." Tea menghela napasnya, dia tidak takut hanya saja itu menyebalkan. Dia malas sekali ribut-ribut tidak jelas, apalagi untuk memperebutkan Asher yang tidak dia cintai, kan?


"Karna ini aku akan membantu mu, katakan 'aku rata dan aku bangga' maka aku akan membereskan Yelena untuk mu."

__ADS_1


"Buat apa mengakui seuatu hal yang gak benar? Aku tuh gak rata."


__ADS_2