Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
7. Kau Sangat Menyebalkan....!


__ADS_3

Asher meletakkan alat makannya, dia menatap mata Tea lekat-lekat. "Kau serius bertanya soal itu? Aku ini Asher Vinchete Anumertha, apa yang aku inginkan harus aku dapatkan tidak perduli bagaimanapun caranya. Dan soal Eve? Itu mudah, aku kan tinggal merampasnya saja. Kalau masih gak bisa juga, aku kan tinggal menghilangkan pria yang dia cintai dari hadapannya."


Tea diam sebentar, mencoba mencerna kata-kata tidak masuk akal yang baru dia dengar.


Aku tarik kata-kata ku yang mengatakan mantannya gila, ternyata pria dihadapan ku jauh lebih gila.


"Hey Ash, kau tau perbedaan antara obsesi dan cinta?"


"Entahlah, bukannya itu sama aja? Sama-sama hasrat ingin memiliki?"


Tolong siapa saja kenalkan Tea pada seorang filosofis handal, biar dia bisa menjelaskan kedua hal yang sangat berbeda itu pada pria psikopat satu ini.


"Sekarang aku tau, kenapa dia putus dengan mu. Aku malah kasihan kalau dia sampai menikah dengan mu."


Prang!!!


Asher melemparkan piringnya tepat setelah Tea menyelesaikan kata-katanya.


Tea melirik Asher aneh, bukan karna Tea takut, hanya saja dia yakin Asher itu gila.


"Tutup mulut mu, aku gak akan mengampuni mu kalau sampai kau terlibat rencana Kakek menghalangi aku mendapatkan Eve." Asher berdiri, dia meninggalkan meja makan begitu saja. Dari raut mukanya Tea tau Asher sedang kesal sekali.


Asher berhenti, dia melirik Tea dengan ekor matanya.


"Jangan coba-coba ikut campur. Diamlah kalau kau masih ingin bernafas."


"Ayo berhenti waras! Dan tetaplah gila! Semangat! Tetaplah hidup Asher walau kau menjadi gila! Ayo terus bodohi diri sendiri, karna itu keren!" Tea mengepalkan tangannya, memberi semangat pada Asher dengan senyuman yang sangat bersahabat. Tapi, sejak kapan membodohi diri menjadi tindakan yang keren?


Wajah Asher yang mulanya ketat dan tampak ingin selalu marah, mendadak tersenyum tipis, sangat tipis.


Dia tersenyum? Itu senyuman menghina kan? Wah kurang ajar sekali orang ganteng ini! Dia pikir karna dia ganteng dia bisa menghina orang gitu?


Dan luar biasa hebatnya, Tea mampu menyadari senyuman setipis kertas itu? Tingkat kepekaan yang luar biasa.


"Aku pikir di rumah ini hanya ada satu orang gila, ternyata bertambah satu lagi." Asher melanjutkan jalannya.

__ADS_1


"Fix, kau gila! Mana ada orang waras yang mengakui dirinya gila! Seperti yang seseorang katakan barusan."


"Sepertinya kau juga lupa, tidak ada orang gila yang mengatakan dirinya gila."


Jadi sebenarnya siapa yang gila? Tea memijit keningnya, dia menatap punggung Asher yang perlahan menghilang dari pandangan.


"Orang gila itu, ngeri banget. Gimana bisa Eve itu jadi pacarnya? Kasihan banget kamu nak, terjebak dengan orang gila seperti itu."


-


-


Sejak makan malam itu, Tea tidak lagi melihat wajah Asher, bahkan sampai saat ini, di tengah malam Asher belum juga kembali ke kemar.


Tea menutup majalah yang baru selesai dibacanya. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba dia berpikir aneh.


"Kalau memang Asher benar-benar terobsesi pada mantannya? Kenapa gak ada satupun foto mantannya disini? Bukannya psikopat biasanya menempel foto perempuan incarannya di sepanjang dinding?" Tea mengedarkan pandangannya, menajamkan pandangan ke setiap sudut.


"Beneran gak ada foto perempuan itu. Dan gak ada foto Asher dan dia, bukannya harusnya foto mereka terpajang indah di nakas ini?" Tea turun dari kasurnya, dia membuka beberapa laci yang bisa dibuka.


Tea kembali naik ke atas kasur. Dia menarik selimut dan mematikan lampunya. Belum genap lima menit sejak Tea menutup mata, tiba-tiba pintu terbuka dan Asher sudah masuk.


Asher juga langsung duduk di sebelah Tea.


"Aku tau kau belum tidur."


Berikan Tea kain bekas mengelap meja, dia ingin sekali menyumpal mulut sialan ini. Apa Asher tidak tau? Tea itu sangat sulit tidur, dan baru saja dia nyaris terlelap, tapi suara menyebalkan namun indah di dengar ini menyapa telinga Tea.


...Kenapa suara pria ganteng itu beda?! Ini terlalu indah di dengar!...


"Terus kenapa kalau aku belum tidur? Kau gak mungkin ngajak aku ngomong buat bikin anak kan? Aku memang pengen punya anak, tapi gak sekarang. Aku harus menjaga kestabilan kewarasan ku saat ini."


Asher mengambil bantal dan menekannya di muka Tea pelan. "Apa ada hanya hal-hal kotor didalam otak kecil mu itu? Sadarlah, kau rata, jangan berekspetasi lebih dalam hal itu."


Tea mendorong bantal itu, dia kembali duduk menajamkan matanya pada Asher.

__ADS_1


"Apaan sih?! Aku mau tidur tau! Jangan diganggu deh,"


"Kau pikir aku sudi berbicara dengan mu?"


"Bukannya tadi kau yang ngomong duluan?"


"Kapan?! Aku kan cuma bilang aku tau kau belum tidur. Apa itu artinya mengajak bicara?"


"Enyahlah dan mati sana! Jangan ngomong apapun dengan ku!" Tea menarik bantal, dia langsung mengambil headsetnya, menghidupkan musik dan berharap pria disebelahnya tidak mengganggunya.


Tea tidak mengerti dan tidak perduli jalan dan cara pikir pria sialan ini. Tea semakin yakin bahwa Asher itu menyebalkan kecuali wajahnya.


...***...


Pagi kedua Tea setelah menjadi istri orang, dan dia masih terjebak dalam pelukan yang sama. Sudah hampir lima belas menit Tea hanya memandangi wajah tampan dan menyentuh otot-otot yang keren itu.


Jujur saja, Tea masih sangat mengantuk saat ini.


"Berkat seseorang aku kehilangan jam tidur ku yang berharga. Tapi karna kau tampan, aku maafkan. Ingat ya Ash, aku ini orang baik yang tidak suka bertele-tele, jadi aku maafkan. Terima kasih dong karna punya istri seperti ku, aku satu-satunya di dunia ini, gak akan ada yang seperti aku bahkan jika digeledah seluruh dunia. Makanya, kau harus bersyukur aku gak merengek untuk cerai dan mau bertahan dengan pria gila seperti mu."


"Sayang sekali, aku yang akan memaksamu untuk bercerai." Asher tiba-tiba membuka matanya. Dia langsung mendorong Tea menjauh.


"Ah sakit! Dasar!"


"Apa kau begitu inginnya berhubungan badan dengan ku? Sampai memaksa masuk ke dalam pelukan ku? Kasihan sekali perempuan seperti mu, mengemis untuk hal seperti itu."


Tea memutar bola matanya jengah.


Apa-apaan pria ini?! Padahal kan karna dia aku terjebak di sini! Ya walau aku sedikit menikmatinya, tapi aku gak pernah mengharapkannya tau!


"Najis amat! Yang ada kau yang memelukku erat tau! Kau pikir kau siapa? Hey tuan Asher Vinchete Anumertha! Aku Galatea Floyena tidak pernah mengemis untuk hal seperti itu! Camkan itu!"


"Jangan mengada-ngada, aku masih terlalu waras untuk tidur memeluk mu. Apa yang bisa dinikmati dari seseorang bertubuh bi--"


Tea melempar bantalnya tepat pada wajah Asher sebelum dia menyelesaikan perkataan menyesbalkannya.

__ADS_1


__ADS_2