Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
87. Ha?


__ADS_3

Tea mencoba mencari asal suara, sepertinya itu dari salah satu ruangan kosong yang ada di sana.


"Ya sayang? Aku akan berusaha keras, memanfaatkan Noel dan menghancurkan mereka sesuai keinginan mu. Setelah itu kita akan bahagia bersama, dan melakukan pernikahan yang lebih megaj dari kedua orang itu."


Deg


Tea marah, badannya bergetar seolah darahnya mendidih seluruh tubuh menjadi panas, dia yang hanya bisa menatap punggung wanita itu, ingin sekali menarik rambutnya yang panjang dan tergerai disana.


Berani-beraninya dia bilang dia akan memanfaatkan Noel? Tea tau dia sangat menyayangi  Noel seperti keluarganya sendiri. Mana bisa dia menerima begitu saja, kalau Noel nya akan di hina dan di manfaatkan.


Siapa sih perempuan yang berani-beraninya mau manfaatkan Noel? Awas aja, bakal aku pijak!


Tea yang jarang membenci orang, kini merasakan benci yang kesumat pada perempuan ini.


"Ya sayang, aku paham. Aku bakal usaha lebih keras, kamu juga ya. Kita sama-sama usaha buat dapatin Anumertha." Perempuan itu tersenyum, kecupan versi suara terdengar begitu menjijikan di telinga Tea.


Perempuan itu membalikkan badan, bersiap ingin segera keluar dari ruangan kecil yang kosong itu. Dia memang memilih tempat yang bagus, dia tau saja kalau di belakang ada ruangan kecil yant jarang di gunakan, dan area dekat situ juga selalu sepi pegawai.


Tea sudah amat sangat kesal karna mendengar nama Noel di sebutkan dengan niat dan tujuan yang kotor. Dan apa yang Tea dengar sekarang? Seolah sebuah kebetulan, dia juga mendengar soal Anumertha. Anumertha yang adalah keluarga pebisnis paling sukses di negara ini. Anumertha yang juga merupakan nama belakang suaminya, dan kini juga ada di nama belakangnya? Anumertha yang itu, kan?


Mereka mau nguasain keluarga Anumertha? Mau memiliki Anumertha sepenuhnya? Siapa mereka? Siapa perempuan itu? Dan yang lebih penting lagi, dengan siapa perempuan itu berbicara sampai berani membahas Anumertha dan percobaan menguasainya?


Elise? Artis hari itu kan? Artis terkenal yang kemarin-kemarin  kerja sama, bareng Asher? Dia! Dia yang itu, sekarang ini sedang mencoba mamanfaatkan Noel, dan merebut kekuasaan Amumertha? Aku gak salah lihat kan? Dia memang Elise? Dan siapa orang yang Elise  hubungi?


Tea segera bersembunyi saat Elise akan keluar dari pintu.

__ADS_1


"Loh? Pintunya gak ke kunci ya? Padahal seingat ku udah ku tutup deh? Hmm?" Elise berhenti sebentar, dia melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar sana.


"Hmm? Sepi kok? Gak apa-apa dong. Ya udah, aku masih harus foto lagi, rapat hari ini sudah selesai dan aku jadi model bajunya brand anumertha. Hah! Bosan banget cuma jadi modelnya Anumertha, aku juga mau menjadi Nyonya Anumertha! Huh!"


Elise menghentakkan kakinya, dia memang artis yang berbakat, dan bakatnya memang harus di akui.


Elise segera pergi dari sana.


Saat tak melihat lagi Elise di depannya, atau bahkan punggung gadis itu. Tea keluar dari tempat persembunyian nya. Dia tampak berpikir sebentar, badannya dia sandaran ke dinding berwarn putih polos itu.


"Sebentar-sebentar, ayo susun fakta dulu. Sekarang fakta yang aku tau kalau Elise artis berbakat, tapi dia gak baik. Dia punya niat jahat dan buruk sama Noel, dia mau manfaatin Noel. Tapi, kenapa dia mau manfaatin Noel ya? buat apa gitu? apa tujuannya? Cara pencegahannya, aku harus selametin Noel dengan menjauhkan Elise dari Noel."


Tea diam sebentar, sepertinya dia yakin bahwa dia sudah mengambil kesimpulan pertama yang benar, kan?


"Yang kedua, Elise gak sendiri, dia punya partner, dan tujuannya adalah keluarga Anumertha, dan kekuasaan yang keluarga ku miliki. Dan yang kedua, Elise bilang kalau mereka berhasil, mereka akan menikah dan menguasai Anumertha, dengan begitu dia bisa jadi Nyonya Anumertha? Hmm? Gitu ya?"


"Oke, kemungkinan besar berarti keluarga Anumertha itu sendiri kan? Kalau nikah dam jadi Nyonya Anumertha, hanya ada dua, Vallen atau Morgan. Kalau Asher? Heh, itu gak mungkin. Itu sih mustahil. Tapi, kalau memang antara Vallen dan Morgan siapa ya? Vallen memang punya istri yang cantik dan dari keluarga yang ternama dan berlatar belakang, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa dia selingkuh dengan Elise. Entahlah, aku tidak ingin fitnah, tapi wajahnya dan juga sifatnya, sepertinya memingkinkan kok. Kalau Morgan? Karna dia sudah pernah ku lihat selingkuh di depan Eve, dan Eve tidak marah. Dan aku tau seberapa buruknya hubungan mereka berdua, mungkin saja itu adalah Morgan kan? Bisa jadi. Jadi, tersangka yang aku punya hanya yang dua ini? Hanya ini yang ku punya sampai sini."


Woah, akhirnya Tea bisa menyimpulkannya dan menjabarkan nya satu-satu, luar biasa. Luar biasa memeras otak. Tolong jangan terlalu dipaksakan Tea, kasihani otak mu yang nyaris terbakar.


"Sekarang, mesti ngawasin Noel dulu. Oke sekarang cari Noel. Tadi perasaan pas ke kantor dia ada, hilang kemana itu anak."


Tea melanjutkan jalannya, dia melirik kesana kemari, wah jelas tentunya dia sedang mencari sumber gosip pastinya, hobi Noel kan emang begitu.


"Tapi tetap aja kesel! Kenapa sih dia sangat serakah, padahal kalau dia gak serakah, aku kan bisa jadi temennya, dan dia juga udah menyandang status artis ternama, dan pembawa trand artis lain. Dia juga model utama keluarga Anumertha, jadi apa yang kurang saat ini? Apa segitu saja masih belum cukup? Sampai dia berniat mengkhianati Asher dan Kakek? Dasar!"

__ADS_1


-


-


-


Tea lelah, dia saat ini sedang duduk di luar kantor, di sebuah kursi panjang tak jauh dari sana. Kepalanya sakit memikirkan soal Elise dan segala rencana busuknya. Tea paling benci kalau harus adu pikiran begini, bukannya dia tidak mau, kapasitas otaknya tidak memadai.


Gara-gara itu Tea bahkan gak jadi buat kopi. Dan gara-gara itu, rasa bosannya juga hilang dan terganti dengan rasa khawatir yang meresahkan.


"Non?"


Ada satu suara yang berasal dari arah belakang. Namun, Tea yang masih fokus tenggelam dalam pikirannya sendiri tidak bisa di ganggu, kesadaran nya telah di renggut.


"Non?"


Suara itu berpindah ke arah samping sebelah kanan.


"Non Tea!!"


"Astaghfirullah!" Tea langsung kaget, saat supir tengilnya, menganggetkan nya dari depan, dan secara mendadak begitu.


"Apaan sih Noel? Kau tau kalau itu gak sopan kan! Gimana bisa kamu teriak gitu di hadapan majikan mu?! Kamu madi di pecat lagi, hah?"


"Gak lah Non jangan pecat saya, saya udah trauma." Noel menghela napasnya, di pecat adalah mimpi buruk baginya. Karna pekerjaannya yang sekarang, bagian dari hidup nya.

__ADS_1


***


info bentar hehe, niatnya hari ini aku mau crazy up sampai 10 eps, kalau bisa. Jadi jangan lupa like dan komen nya ya^^ biar Author nya makin semangat.


__ADS_2