Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
95. Mengerikan


__ADS_3

"Pas banget, ayo sama Kakak, biar kakak anterin."


"Eh, gak usah Kak, ntar malah ngerepotin loh?"


Itu artinya  Viocha tidak ingin di dekati oleh mu, dan tidak ingin di antar juga oleh mu.


"Gak kok, gak sama sekali kalau buat perempuan secantik Viocha. Bahaya loh Vio, kalau kamu sampai pulang sendirian begini, cantik lagi, udah sore hampir mabghrib. Pulang sama aku aja? Ya?" Wah kekeuh sekali usaha fakeboy yang satu ini.


"Gak usah Kak, kan kita beda arah, kan?" Viocha masih menolaknya dengan ramah. Dia tersenyum tipis-tipis.


"Enggak, Kakak anterin loh. Mau ke Merauke juga Kakak anterin kalau buat Viocha."


"Haha, Kakak bisa aja. Oke deh, gak enak juga kalau terus dipaksa gini."


Lebih baik Viocha ikut, soalnya dia tidak mau lebih malu dari ini. Dia sudah di lihatin oleh orang yang juga berhenti di halte yang sama dengan dirinya.


"Nah, kan ayo." Morgan dengan ramah membukakan pintu mobil untuk Viocha.


"Makasih Kak." Viocha segera masuk dan duduk di sana. Begitu juga Morgan yang segera masuk di sana.


Haha gampang banget di goda, cukup wajah tampan, senyuman manis dan berbuat ramah di sertai mobil. Semua gadis pasti langsung ikut. Viocha tidak ada bedanya dengan gadis abg lain yang sering aku temui dan aku beli. Mereka semua sama.


Batin Morgan merasa puas diri, merasa menjadi si paling ganteng, paling kaya, paling keren paling segala-galanya pokoknya. Biasa orang yang sudah di mabuk kesombongan seperti ini memang sulit di sadarkan. Apalagi kalau modelan yang tidak pernah merasa salah ini.


"Rumah kamu di kediaman Floyena kan?" Tanya Morgan membuka pembicaraan. Dia sangat ramah sekali bukan?


Sebenarnya Viocha masih tinggal di toko bunga yang dulu, tapi dia tidak ingin mengaku begitu di depan Morgan. Bisa-bisa itu menjadi bahan Morgan untuk menghina keluarga nya, terutama kakak nya.


"Iya, tolong antar saya kesana aja Kak."


"Siap, Btw Viocha kok gak pulang sama pacar nya? Pacar nya kemana?"


Wah wah, naskah buaya keluar juga.


"Oh pacar saya? Dia lagi kerja Kak, ya sibuk cari uang, katanya mau nikahin saya akhir tahun nanti." Viocha tersenyum ramah.


"Oh? Udah mau nikah aja, Kakak aja masih tunangan mulu. Belum mau di ajak nikah yang sana, niatnya sih Kakak mau ngajak kamu ke pelaminan kalau gak ada calon. Haha. "


"Hehe, Kakak telat datang nya dan telat pula ngajak nya."


Morgan tersentak halus. Dia melirik Viocha penuh maksud dengan hasrat yang aneh.

__ADS_1


Eh? Dia bilang aku terlambat? Jadi jika aku tepat waktu, maka dia akan menerima ku? Hahaha! Serius ini lucu sekali! Aku kira dia anak yang setia! Ternyata dia juga seorang pemain, haha! Tidak-tidak, dia tidak salah, dia hanya realistis. Kalau begini aku jelas lebih unggul kan dari kekasihnya.


Dia cantik juga, bisa di bayar berapa? Tubuhnya juga oke? Bahkan adik nya jauh lebih bagus daripada Tea.


"Begitu ya? Sayang sekali Kakak terlambat. Jadi, Apa pekerjaan kekasih mu itu? Hmm?"


"Oh, dia seorang supir kok. Dia cukup tampan, dia lucu dan aku menyukainya."


" Ya ampun, jangan lupakan undangan untuk ku ya?"


Pembicaraan singkat tidak bermutu dan bagi Viocha itu sangat menyebalkan, sampai kapan dia harus tersenyum, dia lelah kapan ini akan usai.


Saat masih berbicara dengan Morgan, tanpa senagaja Viocha memijak sesuatu, itu seperti sebuah botol, dan sayangnya Icha tau, botol itu biasanya berisi obat perangsang yang membuat orang lain tidak sadar dalam melakukannya. Yang efeknya sangat memabukkan. Biasanya obat itu di pakai untuk menjebak gadis-gadis malang.


Viocha diam-diam melirik benda itu.


Deg


Icha terdiam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Jantung nya berdebar kencang, bukan karna dia jatuh cinta, tidak!  Itu karna benda yang Viocha pijak adalah hal yang seperti itu.


Tentu saja Icha takut, yang di sebelahnya adalah orang yang seperti itu. Yang kapan saja bisa kehilangan kewarasannya. Dan mungkin akan mencoba melakukan apapun demi keinginan bejatnya.


Tenang Cha, kamu gak boleh panik. Kalau kamu panik, kamu pasti bakal ketahuan kalau kamu tau. Kamu harus pura-pura gak tau Cha, tetap tenang, santai dan biasa aja. Kamu pasti bisa! Dia orang gak waras.


"Ada apa Viocha?"


"Gak ada apa-apa Kok Kak, cuma deg degan saja."


"Iya tau, detak nya sampai ke sini. Pasti kamu deg degan karna mau nikah ya? Kakak gak bisa kasih saran sih, Kakak belum nikah soalnya."


-


-


Akhirnya setelah perjalanan yang penuh dengan debaran, bukan debaran biasa tapi ini versi luar baisa. Viocha dipaksa menyimpan ketakutannya di balik senyuman yang terlukis di wajahnya.


Rasa gemetar yang harus ia tahan dengan tawa yang getir. Tidak apa-apa hingga akhirnya Viocha bisa sampai di rumah dengan aman dan selamat.


Mobil morgan sudah terpakir di kediaman Floyena, dan Icha juga turun dari sana.


"Makasih ya Kak!" Viocha tersenyum dengan ramah.

__ADS_1


"Sama-sama! Kalau nanti butuh bantuan atau jemputan, kamu boleh kok hubungi Kakak, udah tukaran nomor kan?" Sahut Morgan tak kalah ramah.


Viocha melambaikan tangan nya pada mobil merah Morgan yang perlahan menjauh.


"Tch, orang gila dasar menyebalkan."


"Kak Icha? Kakak pulang sama siapa?"


Dari belakang sudah ada Will yang menyambut kedatangan Icha.


"Iblis."


Ah, ternyata Morgan di mata Icha seperti itu. Kurang lebih deskripsi nya seperti iblis.


"Kak, Kakak bakal di sini kan malam ini? Iya dong Kak? Kakak gak akan ke toko bunga kan?"


William dengan antusias menyambut Icha. Senyuman manis timbul di mata remaja berambut pirang ini.


"Berisik."


Meskipun berkata begitu, Icha tetap masuk ke dalan rumah Floyena.


"Kak Icha baik! Yang terbaik setelah Kak Tea!" Will dengan senyuman mengembang mengikuti langkah Viocha untuk masuk.


 


Viocha duduk di meha hias itu, dia menatap dirinya yang baru selesai mandi dan kini tengah menyisir rambut nya.


"Dia pakai gituan kan? Harus aku laporkan? Apa aku langsung lapor ke polisi aja? Tapi, apa bener itu obat buat dia jebak orang? aku takut itu jadi fitnah juga."


Viocha menimbang-nimbang keputusan nya, ini bukan keputusan yang mudah. Bagaimana pun Morgan yang begitu menyandang nama Anumertha. Dan pasti berita ini akan viral jelasnya.


Viocha mengambil teleponnya, dia langsung menghubungi Asher dengan cepat.


"Halo Kakak ipar, ada yang ingin aku ceritakan, ini soal---"


Akhirnya pembicaraan Asher dan Viocha sampai pada final bahwa lusa Asher akan pulang, dan saat Asher sudah kembali, dia akan mengurusnya.


"Jangan dekat-dekat dengan nya lagi jika bertemu dia, jauhi sejauh-jauh nya. Jangan sok mau jadi pahlawan cari bukti dan segala macam. Ad aku sebagai Kakak ipar mu, aku akan mengurus segalanya. Kau cukup tenang dan diam, ikuti kata-kata ku saja."


Setelah mendengar ocehan Versi Asher. Viocha memutuskan untuk tidak berhubungan apa-apa lagi dengan Morgan sampai Asher kembali, dan laporan mereka di ajukan.

__ADS_1


"Oke, aku bakal ngikutin kata-kata Kak Asher aja , ini lebih baik." Viocha menghela napasnya berharap semua akan baik-baik saja kedepannya.


__ADS_2