Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
37. Eve POV 3


__ADS_3

Jika aku menetap menjadi tunangan Morgan, mungkin saja mereka akan terus berkelahi dan ribut kan? Ah, aku suka keributan ini, akan lebih baik kalau ini terus berlanjut seumur hidup mereka. Aku yang menetap dengan Morgan, dan Asher yang akan terus mencoba menghancurkan hidup Morgan, ini sangat menarik, layak sekali dilihat?


"Pfffttt aku suka ini."


Terima kasih kepada kedua Tuan muda Anumertha, aku menjadi seperti ini, terima kasih sudah menyadarkan ku bahwa cinta hanyalah omong kosong belaka. Terima kasih atas dua brengsek yang memperebutkan ku, tapi tak satupun dari mereka yang mencintai ku.


Aku tidak akan menetap di sisi Asher, dia hanya menggunakan untuk pamer, mengoleksinya bagai barang. Aku membencinya, sampai mati aku tak sudih berada di sisinya.


"Kembalilah, pada ku dan jadilah milikku." itu adalah kalimat yang dia ucapkan setiap kali bertemu dengan ku.


"Aku, hanya milik diri ku sendiri. Tidak akan ada yang memiliki ku." Aku juga tidak akan pernah mengubah jawaban ku.


Sejak ide itu, aku mulai merencanakan banyak pertikaian untuk mereka, menyebarkan rumor bahwa Anumertha sangat mengerikan, jika soal warisan. Dan banyak kolega yang percaya, dan mulai takut pada keduanya. Aku menikmati rumor buruk yang seolah bersenandung indah di telinga ku.


Dari kekacauan kecil hingga besar, aku menikmatinya, aku tidak peduli lagi soal diri ku, aku mau kehancuran Anumertha Family, berkat calon penerus itu sendiri. Tak jarang, aku juga menyeret Vallen dalam konflik mereka bertiga, membuat ketiganya terus berkonflik dalam hal apapun.


Ah jangan lupakan Neila dan Yelena, aku membencinya, mereka seolah bisa mengatur ku dan memperlakukan diri ku seperti boneka, tunggu dan lihat saja nanti!


Semuanya berjalan sesuai keinginan ku, keributan mereka berita baik untuk ku, yang lebih baik adalah kecelakaan Morgan berkat Asher dan menjadi topik hangat. Wah, aku suka. Berkat itu Asher cukup banyak kehilangan kolega bisnis lokal, tapi sialnya dia malah mendapat partner bisnis dari negara lain, yang lebih maju.


Namun, ada berita terbaru, katanya Asher sudah memiliki istri baru tanpa pesta atau perayaan pernikahan berkat paksaan kakeknya. Aku tidak mendengar apapun rumor tentangnya, kecuali nama lengkapnya.

__ADS_1


"Galatea Floyena."


Aku pertama kali bertemu dengannya di rumah utama keluarga Anumertha saat makan malam formalitas itu terjadi. Aku menyukai matanya, dan aku dipaksa menyambutnya, senyuman palsunya terlihat jelas.


Ah, ada yang mengejutkan malam itu, prsdir Bryan Kert Anumertha yang terkenal dingin pada siapa saja, menyambut hangat menantu baru itu. Aku cukup terkejut, tapi aku tidak begitu peduli. Aku malah suka menikmati wajah Neila dan Yelena yang kian memanas, itu seru.


Setelah itu, Asher memaksa membawa ku ke sebuah ruangan, lagi dan lagi dia memaksa ku kembali bersamanya. Aku tidak mau, bahkan jika monster itu berubah menjadi malaikat. Dia mencengkram rahang ku kuat, aku yakin itu nyaris patah jika perempuan itu tidak datang. Tea nama panggilannya, dia memaksa Asher melepaskan ku, dan mengorbankan dirinya sendiri, sudah ku duga, meski mereka sudah menjadi sepasang suami istri. Si monster itu masih kasar dan tanpa hati. Aku ingin menyelamatkan Tea juga, tapi rahang ku sakit sekali. Entah bagaimana akhirnya Asher melepaskannya, dan menyeret Tea pergi. Bahkan sampai akhir dia masih memaksa ku untuk mengubah jawaban.


"Ah ya? Dia dapat hadiah dari kakek ya? Sepertinya dia sangat-sangat disayangi oleh kakek tua itu."


Aku sudah tidak bertemu dengannya, tapi aku ingin bertemu dengannya lagi. Tepat sekali saat aku ke rumah utama, dia muncul disana. Aku tidak tau, tapi aku menyukai perempuan itu, tatapannya yang tulus, perkataannya yang murni membela ku. Dia, tulus berada dipihak ku. Dia berani menghalangi monster itu, mempertaruhkan dirinya demi melindungi ku, aku menyukainya, aku juga ingin melindunginya. Jadi aku memperingatkannya agar meninggalkan Tuan muda Asher. Tapi dia menolak, dan mengatakan itu urusannya, dan aku jangan ikut campur.


Aku semakin kagum padanya, dia berusaha menangani situasi buruknya seorang diri. Tea keren! Dia baik, aku ingin dia tetap murni dan baik, jangan jatuh ke jurang kegelapan seperti ku. Dan termakan menjadi iblis seperti ku. Tea terlalu baik untuk menjadi iblis.


Plak!!


Suara tamparan itu terdengar merdu di telinga ku, tatapannya gagah berani menatap Morgan. Ah, hati ku berdesir, aku berdebar, aku sangat takjub padanya. Dia lagi-lagi maju dan mengangkat tangannya untuk melindungi ku. Tidak ada satu orang pun yang pernah melakukan ini untuk ku, jujur saja aku tersentuh. Aku juga ingin melindunginya.


"Jangan ikut campur Nona Tea, ini urusan saya, urusan rumah tangga kami. Orang luar dilarang ikut campur."


Aku mengatakan itu agar dia tidak ikut campur lagi. Aku tidak ingin dia sampai terluka atau kesusahan, karna Morgan adalah iblis yang sebenarnya, aku ingin menjauhkannya dari si iblis. Tea pergi begitu saja setelah dia mendapatkan dokumennya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, aku akhirnya bisa membalaskan dendam pada Yelena, salah satu toko perhiasannya, aku buat bangkrut, tidak punya investor, dan kemalingan. Pfttt, malang sekali dia.


Oh ya, ada satu hari dimana Asher memanggil ku ke kamarnya. Itu pertama kalinya aku memasuki kamarnya, karna biasanya aku hanya tau letaknya saja. Tapi saat di pintu, lagi-lagi aku bertemu dengan Tea. Seolah takdir ingin aku memperingatkan gadis ini untuk menjauh dari monster itu, dan lari dari keluarga iblis ini.


"Kau sudah datang? Sudah kembali menerima tawaran kembali pada ku?" Itu adalah sanbutan Asher saat aku tiba dikamarnya.


"Gak."


Perdebatan diantara kami terjadi, dan lagi-lagi aku menyulut emosinya, hingga dia main tangan dan mencekik ku, hingga aku terlempar di atas kasur. Dia berhenti saat asistennya, Barant datang.


"Berikan ini pada istri ku, dia ke butik Anumertha. Aku lupa memberikannya." Asher memberikan kartu akses yang aku juga punya untuk masuk ke butik khusus itu.


"Baik Tuan." Barant segera pergi, dia meninggalkan tatapan iba pada ku. Yah tatapan yang sama yang selalu aku dapatkan darinya, bahkan saat aku masih menjadi kekasih Asher.


"Kau juga pergilah, aku mungkin akan benar-benar mematahkannya kalau kau gak merubah jawabannya."


Pfftt, si sialan itu mengancam ku lagi? Aku tidak peduli bahkan jika aku mati. Sudah ku duga, harusnya aku memperingatkan Tea lebih sering, aku harus menghasutnya sebelum kehidupan gadis baik itu hancur.


Ah, tidak berapa lama pesta tahunan berdirinya Anumertha Grub diadakan, dan Astaga! Tea cantik sekali, dia terlihat anggun dan elegan dengan gaun biru tuanya. Aku ingin berfoto dengannya sekarang juga! Setiap melihatnya, hati ku berdesir, dia keren sekali, itu mengingatkan ku pada tatapannya yang gagah berani.


Tapi lagi dan lagi, aku harus berakting menjadi pasangan harmonis dengan bajingan ini, sungguh menjijikan sekali. Dan pakaian putih seperti ini? Aku suka yang warna hitam.

__ADS_1


"Berdansa dengan ku, atau kupatahkan kaki mu." dia mengulurkan tangannya pada ku.


__ADS_2