
Morgan saat ini sudah memarkirkan mobilnya di rumah utama, rumah kediaman tempat Kakek Bryan berada. Bukan tanpa sebab Morgan berada di sana, dia di sana karena Kakek memanggilnya, untuk memotong saham nya dua persen karna di nilai yang Morgan pegang tidak menguntungkan.
Jangan tanyakan kenapa, ini semua berkat Eve yang sudah kehilangan api dendam, dan dia tidak ingin melanjutkan bekerja bersama dengan Morgan. Bahkan beberapa kali Eve sudah minta pertunangan di batalkan, karna Eve sudah menemukan kebahagiaan sederhana yang dia punya saat ini. Hidup nya ingin dia nikmati dengan mengobrol ceria bersama Tea, manusia favoritenya.
Morgan turun dari mobilnya, membayangkan bahwa dirinya akan sakit kepala Karn penarikan dua persen saham.
"Ck sialan! Ini semua karna perempuan murahan itu! Berani-beraninya dia menyudahi hubungan kami! Lagipula kenapa mendadak pergi! Kurang ajar! Dasar perempuan tidak tau diri, sialan sekali!"
Morgan bisa mengumpat area sana karna area itu sepi. Tapi, apakah itu benar-benar sepi? Apa kabar orang berbaju serba hitam yang tersebar tanpa terlihat. Mustahil kan? Kalau rumah utama penjagaan nya biasa saja.
"Lihat saja perempuan sialan! Aku akan membalas mu nanti, setelah urusan ku dengan Tea dan Asher selesai, aku pasti akan langsung menghabisi mu, kau yang akan berakhir menyedihkan karna berani menantang ku, Morgan Lewis Anumertha."
Morgan berjalan secara perlahan, akhirnya dia sampai masuk ke dalam. Ada yang aneh, suasana sepi disana, tidak ada pelayan yang wara wiri sana sini? Kenapa mendadak sepi? Apa karna sudah malam? Biasanya juga kalau malam gak begitu sepinya.
Morgan melanjutkan jalan nya, tujuan nya adalah ruangan tidur sang bos besar.
Dasar pria tua, kenapa tidak mati saja. Mati saja sana, setidaknya kalau dia mati, tiga pulub persen saham akan berakhir di tangan ku, dan aku tidak perlu repot-repot menurut dan terus melapor pada pak tua ini. Apa sebaik nya aku bunuh saja dia? Ah tidak, nanti saja, kalau dia mati sekarang bisa-bisa harta kuasa Anumertha di bagi rata. Aku tidak mau, aku ingin memiliki semuanya.
__ADS_1
Ya, memang begitu kalau sudah di selimuti keserakahan, akal logika apalagi hati yang murni tidak akan bisa menyelamtkan pria ini. Pria tamak yang hanya ada harta di dalam kepalanya.
Morgan akhirnya sampai di depan ruangan tidur sang Kakek. Namun, terdengar sayup-sayup suara obrolan dari dalam sana. Tampak pintunya sedikit terbuka, membuat Morgan sedikit penasaran. Dia mendekat, tanpa sengaja matanya menangkap Kakek besar itu sedang mengobrol santai dengan pria yang juga Morgan kenal, namun tidak dia suka.
Dia kan supir angkuh yang arogan, milik Tea? Tch, pantas saja dia sangat angkuh dan tidak mau menunduk, itu semua karena dia sebenarnya adalah bawahan Kakek tua ini? Ck! Cukup sulit.
"Bagus, teruslah jaga Tea, dia adalah permata ku yang berharga." Kakek tersenyum sangat tulus saat mengatakan bahwa Tea adalah harta berharga milik nya.
"Ya, harus saya akui itu beliau sangat berharha, tidak bernilai, terlalu tinggi untuk di ukur." Noel, ya Noel tentu tau seberapa berharga nya Nona itu. Dan dia yakin tidak akan menemukan manusia seperti Tea di belahan dunia manapun. Tea dengan segala sifat yang dia punya telah menjadi kesayangan banyak orang.
Apanya yang spesial? Apanya yang berharga, dan apaa-apaaan? Manusia seperti Tea bahkan banyak aku temui di jalanan, di bar, mereka yang menjual tubuhnya dengan wajah biasa saja. Apanya yang istimewa dari wajah pas pasan, tubuh biasa saja dan otak biasa saja. Lebih baik Eve dan Elise, mereka memiliki kecantikan wajah yang nyata, dan tubuh nya mampu memberikan kenikmatan luar biasa.
Wah, sudah mengintip, sudah menguping sangat tidak sopan, apalagi saat ini dia berani-beraninya mengatai Tea di dalam hatinya. Jika Kakek mendengarnya, sudah pasti dan jelas, seluruh saham nya akan di tarik.
"Tapi Tuan besar, saya selalu penasaran. Apakah anda sudah bertemu Non Tea sebelum beliau di rencanakan menikah dengan Tuan muda Asher?"
Kakek tampak tersentak halus, lalu sepersekian detik kemudian, mucul senyum simpul di wajah nya. Senyum yang jarang sekali kakek tua ini berikan untuk siapa pun, kecuali Tea. Kakek sekarang saja sudah harus berjalan menggunakan tongkat, dia sudah sangat tua, tapi meskipun begitu. Tidak membuatnya kehilangan ingatan soal kenangan lama.
__ADS_1
"Dulu Anumertha hanyalah nama, Anumertha hanyalah perusahaan kecil yang nyaris bangkrut. Dan sialnya, waktu itu aku masih berusia 20 tahun yang yatim piatu sedang mengurus perusahaan yang ah, bisa dikatakan hanya tinggal cangkang nya saja, karna bagian dalam nya sudah hancur lebur.
Saat itu Evan Floyena datang pada ku, bukan hanya memberikan bantuan modal, dia juga memberikan semangat dan teknik yang bagus dalam mengelola perusahaan ku. Tahun demi tahun kami menjadi teman, kawan, lalu sahabat yang berbagi suka dan duka bersama.
Lalu, lima tahun kemudian dia mendadak menghilang entah kemana, dia juga memberikan perusahaan yang dia pegang saat itu. Perusahaan yang hebat dan maju, perusahaan yang kuat. Dia memberikan nya pada ku.
Aku tidak tau kenapa, bahkan sampai sekarang, aku mencarinya selama bertahun-tahun, hingga sampai kini aku tidak menemukannya, dan saat aku tau keberadaan nya, dia sudah tiada. Aku tidak tau alasan kepergiannya hari itu."
Kakek dengan suara pelan namun masih terdengar berwibawa menceritakan kisah masa lalu yang tak kan pernah dia lupakan walau sudah tua. Kisah indah pertemuan nya dengan sahabat terbaik nya di masa lalu. Tidak akan pernah dia lupakan. Kenangan itu mengukir abadi di ingatan, tersimpan manis di dalam hati.
"Tunggu, jangan-jangan Non Galate Floyena itu? Adalah cucu Evan Floyena?" Terka Noel yang sudah jelas arah ceritanya.
"Benar, wajah nya mirip dengan Evan, bukan hanya itu sifat, semangat, kepribadian, dan prinsip hidup nya juga mirip sekali dengan Evan. Mereka seperti satu orang dengan dua tubuh yang sama. Keceriaan, kelucuan, melihat nya saja sudah membuat semangat kan? Sejak dulu aku selalu memperhatikannya, sampai diam-diam aku mendapatkan informasi, bahwa dia benar-benar cucu Evan Floyena. Aku ingin memberikan nya saham sebanyak lima puluh dua persen yang sudah aku siapkan untuk nya."
"Lima puluh dua persen? Untuk Non Galate?!"
"Tapi, akan bermasalah karna ada Asher, Vallen dan Morgan yang gila akan saham. Kau tau kau, kecintaan mereka akan saham sangat mengerikan. Aku takut, saat aku memberikan nya pada Tea. Mereka akan mengincar Tea dan melukai dirinya. Aku tidak akan bisa, aku akak selalu merasa bersalah."
__ADS_1
***
Lunas dong ya^^