
Aku selalu menerima ajakan dansa pertama darinya, agar dia dan Morgan tetap berselisih.
Sudah kuduga Asher itu bajingan, bisa-bisanya dia merusak kehormatan Tea dengan mengajakku berdansa di dansa pertama. Aku menerimanya, dan kami berdansa di aula. Kali ini Asher tidak lagi membisikkan permintaan balikan, dia hanya diam saja sambil merenung. Aku tidak peduli, mungkin dia ada masalah lain.
Ah, aku melihatnya dari bawah sini, Tea anggun sekali duduk di sebelah presdir Anumertha sang penguasa, dia benar-benar tampak seperti putri dari kerajaan, dan yah ada satu yang merusak pemandangan, supir pas-pasannya yang selalu berdiri dengannya. Aku iri sekali, bagaimana bisa dia menempel pada Tea begitu, aku juga ingin tau.
Aku sibuk mengatur agar aku tidak bertabrakan dengan yang lain, saat aku kembali melirik Tea. Dia sudah hilang entah kemana, ah semangat dansa ku hilang.
Bagaimana ya rasanya berdansa dengan Tea?
Setelah itu aku terus-terusan bertemu dengan Tea, bahkan saat di luar sekalipun.
Saat itu aku baru saja membeli kue, malam ini aku berniat menginap di Mansion Morgan karna ada beberapa hal yang harus aku kerjakan.
Aku terjebak hujan sialan yang datang tanpa peringatan, di musim ini, ini adalah hujan pertama yang katanya bisa membuat orang demam. Aku ingin jauh-jauh dari tetesan ini, karna aku tidak ingin sakit.
Hujan yang lebat membawa ku kembali dalam masa-masa kelam ku. Aku ingin berhenti memikirkannya, tapi sialnya otak ku terus membayanginya.
Aku lagi-lagi merasa ingin menangis, padahal aku tidak yakin apa aku punya sisa air mata yang bisa aku keluarkan.
"Hey, kau mau pulang kan?"
Aku terkejut menatap wanita itu.
Dia? Dia Tea kan?
Tea datang membawa payung dengan bajunya yang basah kuyup. Loh? Bukannya dia pakai payung? Kenapa basah? Aku tidak berani bertanya.
Dia datang seolah mengusir rasa kelam yang sempat kurasakan tadi. Dia..., terlalu baik.
"Kenapa anda begitu baik pada saya?"
"Entahlah, karna aku ingin berbuat baik? Dan yah, lagipula kau tidak akan tau betapa menyebalkannya melihat matamu yang kehilangan cahayanya. Dan seolah ingin mati kapan saja. Aku kasih tau ya, itu menyebalkan sekali."
Lagi dan lagi, hati ku berdesir merdu, aku suka perasaan ini, bibir ku tergerak sendiri untuk tersenyum. Mungkin Tea baru saja menyadarinya. Dia sangat teliti dalam menilai ku, aku suka.
__ADS_1
"Hey, kau tersenyum kan?"
Pfffttt, liat wajahnya yang bertanya itu, dia lucu sekali, sangat menggemaskan.
"Tidak tuh."
Tidak ku sangka akan hadir hari dimana aku satu mobil dengan Tea. Namun yang merusak pemandangan dan suasana bagus ini adalah supir sialannya ini, entah kenapa aku tidak menyukainya. Jika bisa aku ingin menendangnya dari mobil.
Dan senangnya aku, aku memberikan makanan yang aku beli untuk Tea. Dan yang menyebalkan, aku diantar ke Mansion oleh supir sialan ini.
"Tolong jauhi Non saya, kalau anda ingin baik-baik saja." Dia berkata begitu dengan ekspresi serius yang belum pernah ku lihat, atmosfernya berbeda.
"Kalau aku tidak mau?" Aku tidak takut. Enak saja dia mau memonopoli Tea untuk dirinya sendiri.
"Aku kenal dengan baik, wanita jenis apa kau ini. Mantan yang pura-pura tidak tertarik, tapi diam-diam melirik. Kau ingin menyakiti Non Tea kan?" Dia semakin menyeramkan. Ini berbeda saat dia berada di depan Tea.
"Tutup mulut mu."
"Pokoknya sudah aku peringatkan, jangan menyakiti Non Tea. Baik, fisik, hati, maupun mentalnya."
Kami berpisah begitu sampai di Mansion Morgan, aku masih memikirkan soal gelagat supir itu yang aneh. Aku khawatir dengan Tea, perasaan ku tidak enak, dan benar saja aku mendengar kabar bahwa dia demam.
Astaga! Lihat Tea yang manis, dia kasihan sekali, wajahnya pucat begitu. Aku tau sedikit atau banyak ini pasti ada campur tangan Asher didalamnya.
"Ada apa dengan anda Nona? Kenapa anda tiba-tiba sakit?"
Tampak wajahnya agak ragu, dan sedikit memerah? Dia marah? Sebenarnya apa yang tuan muda Asher lakukan.
"Yah, ya begitulah."
"Saya akan katakan sekali lagi, tolong menjauh saja dari keluarga ini, karna anda tidak akan baik-baik saja. Anda akan selalu terluka." Aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh, ini demi kebaikannya, dia harus menjauh.
Dia masih bisa diselamatkan dari jurang gelap yang menakutkan ini.
"Aku tidak tertarik untuk bercerai."
__ADS_1
Apa? Apa yang Nona Tea katakan? Apakah dia bercanda? Dia tidak ingin cerai dari pria gila itu?
"Anda pasti akan menyesalinya seumur hidup."
Hah~ entah bagaimana agar memberikan gadis ini pengertian, supaya dia menjauh dari bom yang bisa meledak kapan saja tanpa tanda-tanda? Bagaimana cara memberitahunya ya?
"Hey Eve, apa Asher pernah minta maaf pada mu?"
Apa? Apa lagi yang Nona Tea katakan? Apa karna demam jadi pemahamannya agak terganggu? Mana mungkin pria gila itu minta maaf, itu adalah kemustahilan.
"Dia tidak pernah minta maaf bahkan saat dia tau dia salah, dia tidak akan minta maaf, si psikopat gila itu bahkan tidak tau kata maaf, jangankan pada saya, pada siapa saja dia akan menolak minta maaf, bahkan dengan presdir Bryan Anumertha sekalipun."
Aku sudah menjelaskan panjang lebar, semoga dia tidak membicarakan hal-hal mengerikan itu lagi.
"Apa? Apa mungkin Tuan muda Asher membuat kesalahan? Dan Nona Tea menginginkan permintaan maafnya? Jika itu terjadi, tolong jangan berharap."
"Kenapa? Apa semustahil itu untuknya minta maaf?" Astaga, wajahnya polos sekali. Apa dia tidak kenal siapa itu Asher?
"Ada tiga hal mengerikan dan agak mustahil setahu saya, pertama, lautan jadi manis, kedua dari langit hujan batu, ketiga, tuan muda Asher minta maaf. Jadi, tolong berhenti berharap hal aneh begitu."
Apa Nona Tea sudah mengerti, aku sudah berusaha untuk menjelaskan padanya dengan baik.
"Begitukah? Tapi kemarin malam Asher minta maaf loh."
Jangan bilang Nona Tea berbohong pada ku, tapi itu tidak mungkin, dan lebih tidak mungkin lagi psikopat gila itu minta maaf.
"Ya? Apa? Saya salah dengar kan Nona?" Aku mencoba tersenyum menolak kabar itu.
"Enggak kok, Asher beneran minta maaf, tapi yang menyebalkannya dia minta maaf tanpa tau kesalahannya?!"
Itu tidak mungkin! Minta maaf aja sudah mustahil, apalagi mengakui kesalahannya, dia itu Asher loh, tuan muda Asher!
...***...
Woah gegara pengen selesaiin POV Eve hari ini jadi gak nulis kisah Shiren TwT
__ADS_1
Pokoknya jangan lupa like di tiap bab ya guys, kalo lupa balik lagi gih hehe.
Jadi gimana? Yang bingung? Udah agak mudeng?