Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
28. Hari H Pesta!


__ADS_3

Hari ini adalah harinya, hari pesta Anumertha Grub, yang diadakan di hotel kedua terbaik milik Anumertha Family. Dan hari ini Tea datang dengan gaun biru, belahan selutut. Dia sangat cantik, rambutnya dihiasa sedemikian rupa hingga terlihat elegan.


Dan saat ini Tea sedang menuju ke hotel itu bersama dengan Noel. Hanya dengan Noel karna Asher bilang dia ada urusan penting jadi mereka akan bertemu disana saja.


"Non mending selama pesta diem aja deh." Ujar supir tampan yang saat ini sudah memakai kemeja berwarna silver dengan bunga mawar merah tiruan yang menghiasin saku di dadanya. Supir mana yang sekeren ini coba?


"Kenapa? Kau takut aku memaki para tamu? Ya ampun, Noel sangat pengertian~"


"Bukan Non, Non kalo buka suara, fix kalemnya ilang. Non tau gak? Penampilan Non sekarang bener-bener menutupi kepribadian asli Non itu. Sempurna buat pura-pura kalem." Noel mengapresiasi penampilan memukau Tea dengan ucapan 'itu' dan jempol yang bagus.


"Kau tau Noel? Posisi ku saat ini juga sempurna dari sisi manapun, untuk melempar kepala mu dari belakang. Kebetulan sepatu ku keras kayaknya."


"Non saya masih muda, mana belum nikah." Noel memberhentikan mobilnya di parkiran. Dia bergaya seolah seperti ksatria yang membukakan pintu untuk lady nya.


"Silahkan turun, my lady?" Noel mengulurkan tangannya.


"Kalau kau sedang berimajinasi menjadi kstaria, batalkan itu, karna kau lebih cocok jadi kusir kereta kuda." Tea menerima uluran tangan itu dan turun dari mobilnya.


"Astaga, bahkan kini kebebasan saraf imanjinasi saya sudah direnggut."


Tiba-tiba sudah ada Barant-Asisten Asher mendatangi mereka.


"Nona Tea, Tuan muda Asher sudah menunggu anda. Tolong ikuti saya."


Barant jalan lebih dulu, Tea ingin langsung mengikutinya namun ditahan oleh Noel. "Jaga jarak Non, dia itu normal."


Tea hanya bisa menatap datar tingkah laku abnormal supirnya. Setelah ada jarak kira-kira tiga meter. Noel baru mengajak Tea untuk mengikutinya.


"Hey Noel, biasanya kau menyimpan urat saraf malu mu dimana? Saat sedang berbuat ulah?" Bisik Tea saat dia cukup gugup atas prediksi harga dirinya akan dilukai. Dia ingin sekali meng-uninstall rasa malu untuk saat ini.


"Tolong jangan berkata seolah saya gak punya rasa malu Non, saya normal."


"Ya ampun, kau serius kau berpikir dirimu itu normal? Padahal beberapa menit yang lalu, kau--"


"Palunya Thor Marvel buat mukul kepala orang sakit loh Non, Da--"


Tiba-tiba Noel menghentikann ucapannya karna saat ini Barant sudah berbalik dan menatap mereka berdua yang bisik-bisik menyebalkan.

__ADS_1


"Nona Tea! Tolong ajak saya bicara juga!" Pinta Barant dengan wajah memelasnya, ah itu sangat imut. Seperti ada ekor yang bergoyan-goyang.


"Kau itu normal, jadi gak bakal mengerti!" Sahut Noel angkuh. Astaga, orang gila mana yang se-songong Noel?


"Kalau gitu, apa kalau saya unik dan spesial? Nona Tea mau menerima saya?"


"Uhuk!" Tea nyaris tersedak ludahnya sendiri. Barant itu polos sekali, Tea tidak sanggup lagi.


"Non gak apa-apa? No--"


"Bahkan bernapas saja masih gagal, sebenarnya bagaimana kau bertahan hidup." Dari pintu itu, sudah keluar Asher dan membawa botol air mineral. Dia langsung memberikannya pada Tea.


"Bajunya jelek sekali." Itu adalah tiga kata komentar Asher untuk istrinya yang sudah berdandan dari sore dan memilih gaun dari pagi.


"Baju mu juga, itu jelek sekali, modelnya dan warnanya juga sangat norak!" Jawab Tea langsung, tentu saja, siapa yang tidak kesal dikatai terang-terangan begitu.


"Kalau kau lupa, aku ingatkan bahwa kita memakai warna yang sama dan model yang sama, karna ini memang baju yang senada."


Tea diam membatu, itu benar. Dasar Tea payah, sepertinya dia lupa bahwa dia memakai pakaian couple dengan Asher. Bukan hanya mereka, para pasangan pewaris lainnya juga memakai pakaian couple dengan pasangan.


Asher menyunggingkan senyuman menyebalkan melihat reaksi Tea saat ini.


"Hey supir, sebenarnya aku gak mau berbicara dengan mu, karna ak--"


"Ya kalau gak mau ngomong gak usah ngomong, ribet amat."


Noel langsung memotong ucapan Barant, dan berjalan cepat mengikuti Tea dan Asher. Namun tangannya di tahan oleh Barant.


"Katakan pada ku bagaimana caranya menjadi unik dan spesial, agar bisa menjadi bawahan Nona. Jelaskan pada ku syarat-syarat yang harus ku lakukan?" Tampak wajah Barant yang serius, membuat Noel nyaris ngakak.


Buang kenormalan mu, dan jadilah gila!


Noel hanya tersenyum pasrah, dia ingin sekali menjawab seperti itu. Namun, jika begitu artinya dia juga mengakui dirinya gila kan?


-


-

__ADS_1


Asher dan Tea sudah memasuki aula pesta. Tea bisa melihat pasangan Vallen dan Neila yang mengenakan pakaian merah terang, ah mereka favorite merah mungkin. Sedangkan Eve dan Morgan memakai pakaian putih yang anggun dan cantik.


Dan yang luar bisa membuat Tea tercengang adalah akting Morgan dan Eve sebagai sepasang kekasih yang sangat saling mencintai dan bersikap manis. Tea tidak kuasa menjabarkan berbagai perilaku mereka yang harmonis di tengah tawa para tamu dan kolega. Apalagi Morgan yang terlihat sangat pengertian, seolah akan gila jika Eve terluka sedikit saja.


Bingung mau seneng apa kasihan.


"Halo Tuan Asher, apa yang disebelah anda ini, istrinya anda yang sudah sering dibicarakan?"


Tiba-tiba ada empat orang yang tadinya asik berbincang menghampiri Tea dan Asher.


"Ya, dia istri ku." Sahut Asher enteng.


"Saya Havon Oliver, senang bertemu dengan anda."


"Ah, saya Galatea Floyena,-."


"Nyonya Asher Vinchete Anumertha," Asher mengeratkan pelukannya di pinggang Tea.


Tea hanya bisa menampilkan senyuman manis dan hangatnya. Dia mengingat baik-baik pesan Noel untuk irit kata. Basa-basi Tea cantik, dan perkenalan singkat sudah terjadi antata Tea dan beberapa kolega Asher.


"Ya ampun apa ini pengantin baru keluarga Anumertha? Selamat atas pernikahannya Tuan Muda Asher. Selamat Nyonya Muda Galatea."


Pria tua berambut putih itu berteriak keras, karna ingin di dengar orang satu aula. Dia dengan wine di tangannya berjalan ke arah Asher dan Tea. Dan dia kini sukses menjadi pusat perhatian.


Tea menggali kembali ingatannya saat dia sedang latihan ikutan pesta, dan menghafal nama-nama dan wajah beberapa orang penting di pesta itu, dan salah satu yang beperngaruh adalah dia, pria tua ini.


Satria Venuska? Ayah kandung dari Neila, presdir utama Venuska Grub. Wah~ dia cari ribut, haruskah aku nabur bunga lagi, wahai harga diri?


"Ya, terima kasih." Wajah Asher tidak berubah.


"Tapi sayang sekali, tidak ada pesta atau perayaan yang terjadi. Padahal saya sangat menantikan dan mengharapkan pernikahan Tuan muda Asher. Hadiah menggunung sudah saya persiapkan." Meski perkataannya begitu, tapi wajahnya seolah mengejek.


"Oh, begitu ya?" Asher menyunggingkan senyuman menyeringai, Dia menatap mata Satria tajam. "Awalnya aku ingin mengumumkannya saat Kakek sudah datang. Tapi karna sudah terlanjur ramai dan kau sudah membuka pembahasan. Langsung saja ku katakan, Perayaaan pernikahan kami, akan dilaksanakan dua bulan lagi, di Hotel Hyunan, Hotel utama keluarga Anumertha."


Suara gemuruh terdengar dimana-mana. Pasalnya hotel Hyunan adalah hotel khusus yang dimiliki oleh Anumertha dengan bekerja sama pada pemimpin Negara. Karna hotel termewah itu biasanya didedikasikan hanya untuk tamu utusan, dan orang penting Negara lain yang datang ke Negara ini. Bahkan pernikahan Vallen saja tidak dilaksanakan disana.


***

__ADS_1


Author : Karna ini cerita halu, ayo menghalu sebesar-besarnya wkwk, gapapa dong ya? Atau berlebihan? Saran dong~


__ADS_2