Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
48. Asher POV 4


__ADS_3

Bosan!


Kesimpulan hari ini adalah membosankan, nanti malam ada pesta perayaan, dan berkat bawahan payah aku tidak bisa menjemput putri rata.


Dia pasti pergi bersama supir menyebalkannya. Supir itu pasti bukan supir biasa, mengingat dia langsung dipekerjakan oleh kakek tua itu, dia pasti salah satu anggota organisasinya. Terserahlah, yang penting aku harus mendapatkan celah nantinya untuk menyingkirkan supir sialan itu.


"Lihat ke parkiran, jika istri ku sudah datang, minta dia langsung kemari."


Barant tampak mengangguk lalu berjalan keluar. Hari ini benar-benar melelahkan. Aku bahkan harus menyelesaikan ini sendiri. Ingin rasanya aku melempar laptop sialan ini.


Tidak berapa lama, aku mendengar keributan di luar pintu, memang benar. Dimana ada Putri rata, mustahil ada kedamaian.


Aku melihat penampilannya malam ini, dia sangat cantik. Tapi, sejak kapan dia menjadi sekalem dan se-elegan ini? Ini semua karna baju sialan itu.


"Bajunya jelek sekali."


Aku membenci baju itu, karna model dan warnanya tidak mencerminkan kepribadian putri rata ku, ini tidak seru.


"Kau juga, baju mu jelek sekali!"


Ppfttt, lihat wajahnya yang marah dan perkataannya yang tidak sadar bahwa kami memakai baju couple, dia memang bodoh, entah kenapa aku suka melihat dia yang seperti ini.


Sudah kuduga, baju itu sama sekali tidak cocok dengannya, aku akan merobeknya saat pulang nanti.


Kami langsung berjalan ke aula. Semuanya bagus, sampai aku sadar supir sialan itu tampan juga, pakaiannya juga bagus dan mahal. Ck! Sejak kapan supir bisa menikmati kemewahan macam itu! Aku benar-benar harus memecatnya nanti.


Sesuai dugaan ku, karna gaun sialan ini, dia jadi semakin cantik dan anggun. Banyak pria muda yang mendekati dan memujinya. Aku membencinya, rasanya aku ingin merobek mulut siapa saja yang mengagumi kecantikannya, juga mata mereka yang menyapu seluruh tubuh putri rata ku. Ini perasaan kesal yang panas. Rasanya aku mual hingga ingin muntah.


Aku tidak suka melihatnya, "Kedepannya jangan pakai baju jelek itu lagi."


"Apa kau bilang?!"


Semakin lama semakin banyak kolega ku yang datang menyapanya, aku ingin menyembunyikamnya dimana saja agar dia tidak terlihat oleh satu orang pun. Semakin dia tersenyum, semakin banyak pria yang merona.


Aku memang mendapat pujian karna memiliki istri yang cantik, dan elegan! Tapi Aku tidak senang! Aku benci pujian itu, aku tidak suka! Aku ingin mematahkan tangan siapa saja yang menyalami putri rata.


Pesta semakin ramai, dan dalam sekejap aku sudah kehilangan keberadaan putri rata. Saat aku menemukan kembali, dia sudah berjalan bergandengan tangan dengan supir sialan itu.


Aku ingin mengejarnya, namun saat sadar kakek tua di atas sana melirik ke arah putri rata, aku yakin dia yang meminta supir untuk membawa putri rata kesana.


Tapi, apa? Kenapa tadi aku kesal sekali melihatnya di puji. Perasaan sesak yang menyebalkan ini sebenarnya apa? Perasaan tidak nyaman saat melihatnya berbicara dengan orang lain.


Aku tidak terbiasa dengan perasaan ini, tapi aku juga tidak membencinya.

__ADS_1


"Tuan muda, sesuai kesepakatan setiap tahun. Apa tahun ini anda juga akan berdansa dengan saya?"


Eve datang pada ku, ah ya, aku hampir melupakan keberadaan wanita ideal ini. Bagaimana bisa aku melupakan keberadaan milikku.


"Ya, ayo berdansa."


Lihat Morgan, aku berdansa dengan tunangan mu! Karna pada akhirnya Eve akan menjadi millikku.


-


-


-


Apa memang lagu pertama di putar selama ini? Kenapa lama sekali? Ini sangat membosankan, tidak seru. Kapan sih ini akan selesai?


Aku melihat ke arah putri rata, dia semakin anggun seolah putri raja! Sial! Harusnya ada aku disebelahnya, kenapa malah supir sialan itu! Aku benar-benar menbencinya. Sekali saja, jika ada sekali saja kesempatan, aku akan memecatnya.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara aku dan Eve. Kami berdansa bersama, dengan pikiran yang berbeda.


Akhirnya selesai juga.


Kedepannya aku harus bilang agar memutar lagu pertama sebentar saja, cukup tiga puluh detik saja kalau bisa.


Dimana putri rata? Aku ingin berdansa dengannya. Pasti akan seru mengejeknya, dia kan tidak pernah berdansa, dan hanya latihan dengan Sheila.


Ruangan istirahat?


Aku hanya menduga dia ada disana, dan ternyata dia benar-benar ada disana.


"Kenapa kau ini suka sekali kabur-kaburan, aku lelah mencari mu. Ayo berdansa--"


Aku tidak tau kalau ajakan dansa ku berujung pada cekcok serius diantara kami. Untuk pertama kalinya, dia terlihat terluka dengan perkataan ku.


Tapi, dimana salah ku? Aku benar-benar tidak tau, aku sudah memperlakukannya dengan baik. Aku hanya ingin mengajaknya berdansa, karna pasti akan seru berdansa dengannya. Ini akan jadi dansa pertama ku yang tidak membosankan.


Tapi, dia malah marah? Dia bahkan meninggalkan ku sendirian di ruang itu. Padahal aku sudah berkeliling susah payah hanya untuk mencari dirinya.


"Putri rata..., " Aku menggumam pelan, entah dibagian mana, ada yang kosong dihati ku. Perasaan ini tidak enak, perasaan menyebalkan yang mengguncang seluruh isi perut ku, hingga aku ingin muntah.


Aku menatap punggungnya yang menjauh, sampai dia keluar pun dia tidak melihat ke belakang.


Sebenanrnya kenapa dia marah? Dia semarah itu?

__ADS_1


Sudah satu jam aku hanya diam di ruang istirahat, rasanya tidak menyenangkan untuk menggerakkan badan.


Aku tidak ada mood untuk kembali ke pesta.


Drett... Drettt


Ponsel ku berbunyi, dan bagusnya, dokter sampah ini menelpon.


"Datang ke rumah ku, aku mengadakan pesta."


-


-


-


Aku sedang tidak ingin melihat Putri rata, tidak tau kenapa, ada yang aneh.


Aku memilih bermalam dipestanya Albert. Si sialan ini, benar-benar. Padahal dia kelihatan serius dalam mengejar pelayan ku, tapi dia malah dikerubungi banyak kupu-kupu disini?


"Jangan menyentuh ku!"


Berani-beraninya para wanita yang tidak diketahui kesehatannya mau menyentuu ku, aku membenci sentuhan.


"Kenapa kau marah? Kau datang kesini untuk menikmati ini kan? Lihat! Aku menjamin semua kesehatan wanita di sini! Dan lihat, badan mereka bagus! Ini yang terbaik." Albert sialan ini dia malah sudah merangkul dua wanita di tangannya. Yah, bagus juga pelayan ku menolaknya.


Apanya yang baik? Aku bahkan tidak tertarik.


"Yang kecil lebih menarik, kau akan menemukan kebahagiaan di dada yang rata."


Aku risih, aku ingin pulang, segala sesuatu yang terjadi benar-benar bikin sakit kepala.


"Hey Asher! Kau serius mau pulang!"


Lebih baik aku tidur bersama putri rata, dibanding terkontaminasi keringat dari kulit ke kulit itu.


"Pesta mu membosankan, ini tidak seru."


Pada akhirnya aku memilih kembali ke rumah. Saat aku sampai, putri rata sudah tertidur, aku juga tidur di sebelahnya.


Ah benar, perasaan ini lebih baik dan nyaman.


Namun, aku masih enggan berbicara dengannya, sepertinya dia juga enggan berbicara dengan ku. Aku akan memberinya waktu, saat pagi hari aku sudah keluar dari kamar sebelum dia bangun.

__ADS_1


...***...


...Niatnya mau up besok pagi, eh di spam komen dong wkwk jadi up sekarang aja. ...


__ADS_2