
Jika ingin mengikuti kata hati, Noel ingin segera mematahkan rahangnya sekarang juga. Tapi, Noel harus menahannya, ini semua demi hasil akhir yang lebih baik.
"Apa maksud mu?! Kesalahan apa? Aku tidak melakukan kesalahan dan kejahatan apapun hari ini!"
"Ya tidak hari ini, Karna beberapa hari yang lalu, kau merusak gaun Nyonya Galatea! Dan kau juga membuatnya terluka bersimbah darah dengan menusukkan banyak jarum di gaunnya!!"
Gemuruh hebat terdengar dari para hadirin, bisikan-bisikan beriringan dengan tatapan benci jatuh pada Yelena. Yelena diam membeku, dia sudah bertanya-tanya bagaimana bisa Noel tau semuanya, saat dia menyelesaikannya dengan rapi, dan tanpa bukti.
"Omong kosong apa yang kau ucapkan?! Untuk apa kau melakukan itu?! Kau tau? Kau sedang berhadapan dengan putri Anumertha! Kau sedang menghina darah keluarga Anumertha! Kakek, lihat supir Kakak ipar Tea! Dia menuduh ku yang tidak-tidak!"
Luar biasa, sepertinya Yelena salah jurusan. Bisa-bisanya dia berbohong dengan begitu sempurna saat ini. Dia bahkan tidak tampak gugup atau merasa bersalah, seolah perbuatan menyiksa Tea, bukan di dalangi olehnya.
"Noel, apa kau punya bukti? Katakan kau bisa membuktikannya, kalau dia memang dalang di balik terlukanya Tea, aku akan adil." Kakek menatap Noel penuh keyakinan. Beliau melirik Tea dan Asher dengan ekor matanya, Tea tampak terkejut, dan Asher tampak jijik menatap Yelena.
"Kakek! Apa yang Kakek katakan! Mana mungkin aku melakukan hal sekeji itu!! Apa lagi dengan Kakak ipar Tea! Yang sudah aku anggap sebagai kakak ipar ku sendiri!"
"Akui saja, kalau aku yang menjabarkannya, aku ragu bisa menghalangi tangan ku untuk kasar pada mu." Noel sudah menggeram menyeramkan. Sejauh yang Tea tau, Noel tidak pernah semenyeramkan ini sebelumnya.
"Kenapa? Kau ingin memukul ku bahkan jika aku tidak bersalah? Kau dengan kepecundangan mu itu mau memukul ku yang seorang wanita?!"
Noel setuju bahwa apapun masalahnya, jangan kasar pada wanita, apalagi sampai main tangan, kan?
"Kau benar, tidak etis bermain tangan dengan wanita. Tapi sayangnya kau bukan wanita, ah tidak, kau bahkan tidak layak di sebut manusia dengan sikap mu itu. Icha!" Noel memberikan aba-aba, Icha langsung datang membawa salah seorang pelayan.
__ADS_1
Dan saat itu, wajah Yelena yang tadinya santai dan tenang, kini berubah menjadi tegang dan lumayan ketakutan. Dia tidak percaya, akan melihat pelayan yang dikenalnya dan dibayarnya untuk membantunya, malah berakhir di sini.
Perempuan yang Icha bawa adalah pelayan mansion yang sebelumnya Yelena sogok untuk membantunya. Sepertinya bukan omong kosong belaka bahwa Noel adalah mata-mata yang berbakat.
"Siapa dia? Ada hubungan apa dengan ku?! Aku tidak mengenalnya! Aku tidak mengenal pelayan dari rumah Kak Asher!" Yelena berteriak, menyangkal dengan sekuat tenaga. Dia berteriak sekeras-keras nya, seolah menarik minat hadirin bahwa Dia sedang di intimidasi dan di paksa mengakui apa yang tidak dia lakukan.
"Eh~ Kau tau dia pelayan dari mansion Kakak ipar Asher? Seingat ku, aku tidak ada mengatakannya deh." Icha maju selangka demi langkah, langkah yang pelan mendekat ke arab Yelena.
Deg
Yelena kau payah! Bagaimana bisa kau seceroboh ini!
"Ya aku tau karna aku pernah melihatnya di Mansion Kak Asher. Jadi aku tau kalau itu pelayannya." Yelena masih mencoba berdalih, dia masih yakin bahwa dia bisa meloloskan diri.
Jangan tanyakan, bahkan aura gelapnya sampai terpancar di satu aura. Semua orang yang ada di sana, jelas tau bahwa Tuan Muda Asher Vinchete Anumertha, tengah marah semarah-marahnya, karna ada yang berani melukai istrinya.
"Kak Ash! Ini tidak begitu! Ak--"
"Apa nya yang tidak begitu, kau membayarnya, lalu masuk ke Mansion, merusak gaun kakak ku, lalu meletakkan jarum di sepatu yang akan Kakak kenakan kan?" Viocha sendiri sudah penuh dengan amarah, bagaimana tidak? Kalian tentu tau kan? Se sayang apa Icha kita pada sang Kakak? Dia yang pernah dilindungi oleh Tea, kini ingin membalas budi dan melindungi Tea juga.
"Kau melakukannya dengan jarum ini, kan?" Icha maju secara perlahan. Menunjukkan sebuah jarum perak yang di pegangnya.
"Menjauhlah dari ku, dan--Arghh!!" Yelena langsung berteriak saat dia merasa nyeri di lengannya, seperti tertusuk jarum.
__ADS_1
"Ups! Aku tidak sengaja, sungguh. Aku terpleset oleh karpet ini, padahal aku hanya ingin menunjukkan jarum ini."
Icha memang benar-benar terpleset, dan itu bisa disaksikan semua hadirin di sana. Mereka tidak melihat kesengajaan dalam tragedi itu. Mereka yakin dengan mata dan pengamatan mereka bahwa Icha tidak sengaja, makanya mereka bungkam.
Tapi? Apakah Icha memang benar-benar tidak sengaja? Mengingat Icha yang berteman dengan Noel akhir-akhir ini, kesengajaan juga masih bisa di rekayasa dengan ketidaksengajaan kan?
"Kau bicaralah!" Noel sudah melirik tajam ke arah pelayan itu. "Percuma kau bohong, kami sudah mempersiapkan segalanya. Dan kau tau? Lawan mu siapa kalau kau membangkang kan?"
"It-itu benar Tuan besar! Nona Yelena memaksa saya melakukannya dengan bayaran sejumlah uang, saya bersa--"
"Sudah hentikan, berikan kesaksian mu di depan polisi dan pengadilan. Noel, bawa mereka berdua ke kantor polisi. Pastikan untuk menghukum seberat-beratnya, jika memungkinkan selamanya saja mereka di penjara. Dan, Yelena kau bukan lagi bagian keluarga Anumertha. Aku mencoret nama mu, dan keturunan mu tidak akan menjadi bagian dari keluarga Anumertha. Kau dilarang bertemu dengan kami lagi."
Jangan tanyakan betapa kesalnya orang tua yang satu ini. Menerima fakta bahwa cucu kesayangan nya terluka saja, beliau sudah murka. Dia yang baru tau bahwa ada kejadian seperti itu yang menimpa Tea selama dua hari kemarin, merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri. Karna tidak mampu melindungi Tea, padahal dia yang membawa Tea ke keluarga Anumertha untuk memberikannya kekayaan, kekuasaan dan kebahagiaan.
"Tu-tunggu Kakek! Ini tid-arghh!"
"Kalau yang ini sih sengaja." Viocha dengan santainya menyandung kaki Yelena saat dia ingin berlari mengejar kakek.
Tiba-tiba dari pintu luar sudah ada polisi yang datang dan langsung menangkap Yelena juga pelayan itu. Tentu saja, karna semua inu sudah direncanakan oleh Noel.
"Kalian tidak bisa menangkap ku! Aku tidak bersalah! Aku putri Anumertha!"
Yelena berteriak sekeras mungkin. Dia mengingatnya ini bukanlah dosa pertama yang dia lakukan. Biasanya dia juga sering menyiksa perempuan lain, atau model baru, dia hanya mengatakan 'putri anumertha' maka semua akan takut dan langsung menuruti perintahnya, tapi sekarang? Tidak lagi kan? Di bukan bagian dari Anumertha lagi.
__ADS_1