
Setelah mengganti gaun dan berakhir di rumah sakit, akhirnya Tea di periksa juga. Awalnya Asher tidak boleh ikut masuk, namun dia bersikeras dan sangat memaksa untuk mengawali Tea di setiap detiknya berjalan.
"Biarkan aku masuk, walau aku hanya berada di pojokan!"
Tidak ada yang berani menolak permintaan Asher. Mereka membiarkan Asher ikut masuk, walau memang agak menyalahi aturan. Tapi mau bagaimana lagi? Asher Vinchete Anumertha sang pewaris yang begitu terkenal akan kekejamannya, kini berdiri di sudut ruangan memperhatikan darah yang bercucuran.
Goresan itu, ternyata bukan sekedar goresan, dia tertusuk lebih banyak dari yang bisa dia bayangkan.
Seluruh kulit Asher rasanya terkelupas, yang terluka adalah Tea. Tapi rasanya dia yang menanggung semua sakit itu.
Aku benar-benar tidak akan mengampuni, siapapun yang membuat istri ku berakhir menyedihkan begini.
Kau harus menemukannya mata-mata sialan, siapapun dalang di balik ini.
Asher menyerahkan tanggung jawab mencari pelaku sebenarnya pada Noel. Dia tau Noel mata-mata yang hebat kan? Bukan hanya itu, argumen dan pernyataan yang Jenny-sang desainer lontarkan sangat masuk akal.
Tea sendiri juga sudah bilang bahwa dia sudah mencoba gaun itu beberapa kali. Namun tidak ada kejadian seperti ini. Kejadian ini hanya terjadi sehari sebelum pesta berlangsung.
Asher sedikit mempercayai perkataan desainer itu, tapi dia juga tidak percaya sepenuhnya. Dalam rencana percobaan mencelakai Tea, Asher akan nencurigai semuanya, bahkan kakek sekalipun. Semuanya akan dia awasi, semuanya adalah tersangka, hingga dia memerintahkan Barant untuk turun tangan mengawasi sendiri desainer itu.
Siapa orangnya? Morgan? Dia terlalu pengecut, Yelena? Bocah itu, siapa yang membiarkan nya masuk? Itu mustahil untuk bocah sialan itu masuk dan menembus keamanan Mansion.
Neila dan Vallen? Itu memungkinkan, mereka punya koneksi dan orang yang berbakat. Apa ini benar ulah mereka? Jika iya, habsilah kalian. Beraninya, menyentuh putri rata ku.
Asher sudah sangat kesal, dunianya seolah runtuh, kegelapan dan merah darah membayangi kepalanya. Memang lukanya tidak separah itu, tapi itu sangat menyiksa untuk pria dingin ini.
Dunia yang dipijiknya seolah retak, dia kehilangan arah dan jalan saat sang putri menawan tak kunjung berhenti menangis.
-
__ADS_1
-
Di luar sudah ada Viocha dan Noel. Noel sudah menerima perintah dari Asher untuk mencari orangnya, mencari pelaku sialan yang berani menyentuh Nonnya.
Badan Noel masih kaku saat pertama kali dia melihat Tea bersimbah darah. Kala Asher menggendongnya dan membawanya ke mobil, Noel tidak tau sebab musabab sang Nona begitu. Tapi, yang dia tau, dia benci sekali perasaan itu. Dia seperti kehilangan setengah jiwanya saat sang penyemangat kehidupan kini tidak baik-baik saja.
Noel akhirnya tau sebabnya kenapa Tea begitu. Karna banyak jarum sialan di gaunnya. Saat Noel tau, dia tidak mengucapkan apapun lagi. Dia hanya diam, memandangi pintu dari luar ruangan Tea. Persis seperti yang tengah dia lakukan saat ini.
Noel tidak bertanya apa-apa lagi setelah itu, dia tidak marah membabi buta, baik pada Asher, desainer, atau siapapun yang ada di dekat Tea.
Yang Noel rasakan adalah rasa sesak, takut akan kehilangan, dan rasa bersalah serta penyesalan berulang di kepalanya. Kalimat seandainya dia di sisi Tea, terus bermunculan di kepalanya.
Tea yang terluka, adalah salahnya. Tea yang berdarah, karna dia gagal melindunginya, Tea yang mendesis perih, karna Noel yang tidak gigih. Semua rasa bersalah dan penyesalan itu, menghantui dirinya.
Viocha juga masih diam mematung, sama seperti Noel yang merasa bersalah dan kecewa pada diri sendiri. Viocha juga merasakannya, andai dia lebih peka, atau dia yang mencobanya duluan. Pasti kakak kesayangannya tidak akan terbaring di sana.
Terdengar suara pintu yang terbuka, akhirnya Asher datang membawa kabar yang sudah di tunggu.
Asher mengatakannya dengan wajah yang super lesu, dia tidak pernah se lelah ini sebelumnya, dia tidak pernah setakut ini juga. Ini adalah perasaan mencekam yang dia rasakan pertama kali.
"Baik, saya akan mulai mencari dalangnya siapa. Tolong jaga Non Tea." Noel mengangguk mengerti, dia terlihat sangat serius. Entah kemana perginya supir kita yang humble dan berisik. Noel mendadak berubah menjadi orang yang berbeda.
Viocha sadar akan perubahan sikap Noel, baik nada suara, maupun tatapan mata yang tak ada lagi candaan di sana.
Viocha tersentak halus. Harus di akui, ada yang bergetar disalah satu sudut hatinya. Viocha kagum, pada kasih sayang Noel pada Tea. Viocha yakin, bahwa Noel sangat menyayangi Tea, bahkan mungkin sama seperti Viocha yang menyayangi wanita yang kini terbaring lemah.
-
-
__ADS_1
Hari sudah gelap, malam sudah tiba, dan Asher masih setia duduk di sebelah Tea. Menggenggam tangannya erat.
Tea mengerjap beberapa kali, saat kesadarannya sudah kembali. Ah, tepat dia membuka mata, tepat rasa sakit nya datang lagi.
"Ash ...?" Tidak perlu waktu lama bagi Tea, untuk mengenali pria yang kini menggenggam erat tangannya.
Wajah Tea memerah, jantungnya berdebar begitu kencang. Wajah Asher yang tertidur di tangannya, terlihat sangat tampan. Dia tetap terlihat dingin, bahkan saat dia tidur.
Gak salah aku jatuh cinta padanya, siapa yang gak akan jatuh cinta pada pria setampan ini? Dan perhatian begini? Ash! Aku mencintaimu, bahkan jika kamu menjadikan ku bayang-bayang Eve! Walau itu agak menyakitkan memang.
Tentu saja Tea hanya membatin, dia memang selalu ceplos. Tapi, apa bisa kalimat yang baru dia ucapkan dalam hati, di ceploskan begitu saja.
Sudah lebih dari sepuluh menit, yang Tea lakukan hanya memandangi wajah tampan suaminya, seolah itu adalah terapi alternatif dalam menghalangi rasa sakitnya.
Tea bisa melihat, mata Asher berkedip beberapa kali, perlahan matanya terbuka.
Deg
Waktu seolah terjeda saat kedua mata saling menatap, tanpa mengatakan apa-apa, keduanya jelas tau, ada makna tersirat di dalam tatapan itu, yang tidak semua orang tau.
Asher menerbitkan senyumannya. Kali ini bukan sanyuman tpis-tipis penuh gengsi, bukan senyuman smirk yang kejam, bukan pula senyuman menyebalkan saat dia mengejek.
Kali ini, dia tersenyum sangat hangat, ini adalah senyuman paling hangat yang pernah Asher tampilkan selama dia hidup. Kehangatannya bahkan mampu menyihir orang yang melihatnya, terdapat kelegaan yang sangat jelas di dalam senyuman itu.
Deg
Jantung Tea tidak bekerja dengan baik, ada yang salah, jantung itu kali ini memacu lebih cepat.
"Sudah cukup kau mencuri hatiku, tolong jangan rampas kewarasan ku juga. Aku nyaris gila, sungguh ...." Asher berdiri, dia memeluk istrinya dengan sangat erat.
__ADS_1
***
Maaf ya, kemarin gak up