
Deg
Jantung Tea tidak bekerja dengan baik, ada yang salah, jantung itu kali ini memacu lebih cepat.
"Sudah cukup kau mencuri hatiku, tolong jangan rampas kewarasan ku juga. Aku nyaris gila, sungguh ...." Asher berdiri, dia memeluk istrinya dengan sangat erat.
Asher menempelkan wajah istrinya di dalam dada bidangnya. Tea bisa merasakan detakan tidak normal yang Asher rasakan. Mungkin saja dua-duanya sama-sama merasakan yang sama.
"Tapi Ash, aku tidak pernah merampas kewarasan mu. Tapi kalau itu kewarasan Noel mungkin saja" Tea tidak salah kan, siapa yang paling sering mengganggu Noel sejak dulu?
"Kau? Kenapa bisa-bisanya membahas supir itu, di tengah-tengah kita. Bahkan dalam posisi yang seperti ini." Kesal! Asher sangat kesal. Ya wajar, suami mana yang tidak kesal saat istrinya membahas suami lain di tengah-tengah keromantisan mereka.
"Aku hanya mengatakannya, apakah salah?"
"Lupakan itu, katakan pada ku di bagian mana sakitnya? Apa ini sakit sekali?" Asher sedikit membuka kancing atas piama Tea. Dia menggeser ke bawah kedua lengan istrinya, menampakkan dua bahu yang kini sudah di perban.
"Sekarang sudah lebih baik, tadi itu perih sekali. Rasanya aku ingin menangis setiap saat." Tea menarik napasnya, mengingatnya saja menambah rasa sakitnya.
"Maafkan aku, ini semua salah ku. Jika aku lebih hati-hati dan bisa diandalkan. Bahu istri ku tidak akan terluka." Asher mengecup lembut bahu Tea, satu persatu. Dia yakin bahwa itu sakit. Dan dia berharap rasa sakitnya bisa berkurang dengan begitu.
Tapi, apa yang Asher pikirkan? Dia tidak hidup di dunia dongeng, dimana ciuman dan cinta sejati mampu menghidupkan orang yang nyaris mati.
"Maaf? Kau mengatakan maaf lagi? Apa kau sungguh-sungguy Asher?"
Tea menatap Asher tidak percaya. Dia memang pernah menerima permintaan maaf Asher sebelumnya, tapi dia pikir itu adalah permintaan sekali seumur hidup. Tea tidak pernah menyangka bahwa Asher akan mengucapkannya lagi. Dan saat kondisi seperti ini.
"Apa yang salah? Aku meminta maaf pada mu, saat aku merasa tidak bisa menjadi suami yang bertanggung jawab dan bisa diandalkan."
"Kalau soal itu kan kau memang sudah menjadi suami kejam sejak awal kita menikah. Kau bahkan nyaris mengusir ku."
Tiba-tiba suasana hati Tea memburuk jika mengingat hari itu.
"Lupakan itu, aku tau aku salah. Aku minta maaf untuk yang dimasa lalu, masa ini. Asher menggeser sebagian rambut Tea ke belakang telingannya.
"Tidak sekalian minta maaf untuk dimasa depan?" Tea menaikkan sebelah alisnya.
"Aku tidak akan melakukan kesalahan dimasa depan, karna aku sudah mendapatkan pencerahan di masa ini. Selama kau hidup, aku berjanji tidak akan membuat kesalahan atas dirimu. Jadi, jangan sakit, jangan terluka, atau meninggalkan ku lagi. Aku sungguh-sungguh ingin gila."
*Cup
Asher mengecup pelipis Tea, dilanjutkan menuju kening istrinya, kecupan manis yang hangat.
Deg
Yang tadi saja belum normal, ditambah begini membuat jantung Tea semakin tidak baik-baik saja, bisa saja dia kena serangan jantung nantinya.
__ADS_1
Tea sadar, ada banyak sekali perbedaan dalam diri Asher saat ini.
'Dia manis sekali hari ini? Apa aku boleh manja?'
"Ash, seluruh tubuh ku sakit sekali." Wajah Tea sangat sendu, matanya memelas kasihan.
"Shtt, tidak apa-apa, aku pasti akan membuat dalang dari tragedi ini, mendekam di penjara seumur hidup. Jangan khawatir, tidak akan ada kejadian kedua kali."
"Kau ingin membuat desainer itu masuk penjara? Jangan Ash! Mungkin saja in--"
"Iya benar, mungkin saja ini bukan ulahnya dan ulah orang lain. Aku masih menahannya dan menyelidikinya."
Asher melepas pelukannya, dia membuka kancing piama Tea lagi, hingga beberapa.
"Ash! Tubuh ku sakit! Jangan macam-macam!"
Tea memukul dada Asher, perasaan malu, mau, tapi ragu tengah Tea rasakan saat ini. Sayang sekali kondisi tubuhnya benar-benar tidak mendukung untuk dia dan suaminya melakukan penyatuan
Ctakk
Asher menjitak kepala Tea pelan, tepat di keningnya.
"Apa sih yang kau pikirkan? Bisa-bisanya saat sakit begini kau malah memikirkan itu."
"Aku membukanya untuk melihat lukanya, astaga! Istri ku sangat nakal ternyata. Jika kau ingin lebih, itu nanti setelah kau sembuh. Aku berjanji akan memberikan yang baik, dan dengan gaya yang baru."
"Asher!" Pekik Tea, dia langsung menutup wajahnya yang sudah memerah. Padahal dia yang lebih dulu berpikir seperti itu, tapi dia yang sekarang malu?
Asher menerbitkan senyumannya, dia mengancingkan kembali piama sang istri, dengan rapi dan sempurna. Tapi, yang dipakaikan malah masih malu-malu.
"Kenapa kau malu-malu, buka matamu, lihat aku, Sayang?" Asher mencoba menarik tangan yang menutupi wajah Tea.
"Jangan panggil aku sayang! Itu menggelikan tau!"
"Kenapa tidak boleh? Aku menyayangi mu."
"Tapi aku tidak menyayangi mu!"
"Aku menyayangi mu bahkan jika kau tidak menyayangi ku, jelas? Jadi buka mata mu."
"Tidak mau!"
Asher tersenyum simpul. "Kekanak-kanakan sekali. Tapi, aku suka."
Tea diam, suasana mendadak hening.
__ADS_1
"Oh ya? Aku lupa mengatakannya pada manajer hotel, bahwa kita akan membatalkan acara pernikahan kita. Oh, maaf. Bukan membatalkan, tapi menunda sampai kau sembuh."
Tea akhirnya membuka matanya, dia menatap Asher dengan lantang.
"Tidak mau! Aku sudah menunggu ini sejak lama! Bagaimana bisa kau menundanya begitu saja? Aku ingin jadi ratu walau hanya satu hari!"
Katanya, saat menjadi pengantin, wanita akan diperlakukan ratu secara penuh dalam satu hari.
"Kenapa harus satu hari? Kau bisa jadi ratu selama kau hidup. Jadi, tenanglah. Kita akan menundanya, tidak membatalkannya Tea. Hanya Me-nun-da, kau tau kan?"
"Tapi aku tidak mau itu di tunda."
"Kau sedang sakit, kondisi tubuh mu tidak baik-baik saja saat ini. Kau terluka, tidak memungkinkan untuk mu mengadakam acara pesta."
"Aku bisa Ash! Aku bisa!"
"Tidak bisa Tea, aku menolak. Ikuti saja kata-kata ku, tidak sulit kan?"
"Itu sulit! Bagaimana jika muncul gosip-gosip lain! Bagaimana kalau media mengatakan, bahwa perayaan pernikahan ini tertunda, karna kau menolak mengumumkan fakta bahwa kita suami istri."
"Kenapa aku menolaknya? Itu sangat tidak masuk akal."
"Karna kau tidak mencintai ku!"
*Cup
Asher mengecup bibir Tea dengan lembut. Tea mendorongnya kasar.
"Apa kau mengerti sekarang?"
"Aku tidak mengerti apapun! Jelaskan pada ku sekarang!"
Sepertinya cara ini tidak lagi bisa membuat Tea diam.
"Aku mencintai mu bodoh, jadi buat apa aku harus membatalkan perayaan ini. Aku juga ingin menggandeng tangan mu, mengumumkan pada dunia, bahwa kau adalah istri yang aku cintai."
***
Kadang Author punya ide percakapan gabut gitu, gak tau mau diletak dimana. Jadi di sini aja. Kalau gabut bisa mampir di chatt story author.
Menceritakan 6 orang dengan kepribadian berbeda, namun damai dengan segala celetukan absurd mereka.
Upnya gak tentu, kali aja pas ada doang, yang gabut silahkan cek percakapan absurd enam sekawan ini,
__ADS_1