Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
8. Supir baru...! (Yang ganteng)


__ADS_3

"Apaan gak ada apa-apanya di rumah itu, dua kali keliling lantai atas, tiga kali keliling lantai bawah, dan bolak balik cek loteng. Gak ada apa-apanya tuh, gak ada ruangan rahasia! Kalau gini aku kan jadi semakin penasaran sama mantannya."


Tea berdiri dari halaman depan menatap rumah itu dari atas hingga pintu utama, menyapu bersih jaga-jaga kalau ada tempat yang belum dia kunjungi.


Saat dia yakin dia tidak melewatkan apapun, dia berjalan ke garasi. Tidak menemukan apapun setelah lelah mencari dan berharap membuat Tea tidak semangat. Tidak peduli yang dicarinya penting atau tidak, tapi Tea mau menemukannya.


Dia masuk ke dalam mobil yang dia pakai kemarin.


"Non, saya aja yang nyupir. Kalau ketahuan Tuan besar Non nyupir sendiri, ada juga saya yang dipecat."


Tea melihat pria berseragam hitam yang berbicara padanya dari jendela mobil. Tampak raut wajahnya tegang dan ketakukan.


Tuan besar? Maksudnya Kakek ya? Ya iya sih, gak ada kekuasaan yang lebih besar dari punya Kakek. Ngomong-ngomong dia siapa? Ganteng banget, supir baru ya?


"Bapak supir ya? Kok beda dari yang kemarin? Yang kemarin mana?" Tea menghiraukan permintaan pria usia 30an ke atas itu. Wajahnya juga manis dengan kulit coklatnya, lebih dari standar orang ganteng indonesia, ya pokoknya masih enak dilihat deh, ah bahkan nagih buat dilihat.


"Yang kemarin dipecat Non, karna ketahuan gak nganter Non."


"Oh gitu...," Tea menutup jendelanya. Namun sepersekian detik kemudian dia sadar dan langsung membuka pintunya, keluar dari mobil itu.


"Ha? Apa? Dipecat? Karna gak nganterin saya?"


"Iya Non,"


Jantung Tea berdegub kencang.


Berdosalah kau Tea! Bagaimana bisa kau memutus rezeki orang?! Berapa banyak orang yang gak makan karna dia dipecat?! Dia pasti tulang punggung keluarga.


Tea memijit pelipisnya, memegang pintu mobil, menarik napasnya yang sudah tidak baik-baik saja. Sungguh, Tea merasa menjadi seorang pendosa. Meskipun ilmu Agamanya tidak setinggi itu tapi kemanusiannya tinggi loh.


"Jadi kalau Bapak gak anterin saya? Bapak bakal dipecat?"


Pria itu mengangguk. "Iya Non, makanya biar saya aja yang anterin. Dan tolong jangan bicara formal pada saya, Non kan majikan."


"Oke deh, Bapak anterin saya." Tea masuk kedalam mobil, dia duduk dibelakang. Tea sang gadis baik tidak ingin membuat seseorang kehilangan pekerjaan dan membuat keluarganya kelaparan.


"Baik, makasih Non." Pak Supir segera naik ke mobil.


"Eh tunggu Pak, kita ganti mobil. Saya mau naik yang warna biru." Tea keluar dari mobil berwarna putih itu. Dia berjalan menuju mobil berwarna biru tua, dia tidak tau jenisnya dan berapa harganya, yang penting kelihatan keren, jadi naiki saja.


Seru juga kalo pamer ke Ely. Gimana ya reaksinya liat aku gonta-gonti mobil?

__ADS_1


"Pftt, pasti seru." Tea tertawa sendiri, membuat supir disebelahnya begidik ngeri.


Akhirnya Tea dan Supir menaiki mobil berwarna biru itu.


"Kemana Non?"


"Keluar aja dulu Pak."


Setelah lima belas menit keluar dari gerbang dan berpacu dijalanan. Pak Supir yang tidak tau arah dan tujuan, melirik ke arah Tea.


"Jalan aja dulu Pak." Kata Tea yang sadar akan gerak-gerik orang ini.


"Iya Non."


"Kayaknya aneh deh kalau saya manggil kamu Bapak, kamu umur berapa? Terus namanya siapa? Kayaknya gak tua-tua amat."


"Saya Noel non, umur tiga puluh satu."


"Udah nikah?"


"Belum Non, masih nyari-nyari calon."


Tea mengacungi jempol pada pria itu. "Bagus, cari yang bener. Jangan kayak saya, gak nyari dapet sendiri tapi modelannya ya begitulah."


"Oh ya Noel, liat kafe didepan? Berhenti disana."


"Baik Non."


Noel dengan segera memarkirkan mobilnya.


"Nah, kamu turun beliin saya dessert, apa aja, soalnya saya suka yang manis-manis." Tea memberikan lima lembar uang seratus ribuan.


"Iya Non, dimengerti." Noel menerima uang itu, dia berjalan untuk masuk ke kafe itu. Saat didepan pintu, Noel berhenti, dia berbalik ketika dia mendengar suara mobil yang tidak asing.


Tea melambaikan tangannya dari jendela. "Tungguin disini, itu uang jajan! Saya bakal jemput kamu disini, tungguin aja! Biasanya kafe ini banyak kedatangan cewek cantik. Yang bener seleksi calon istrinya! Dadah Noel!!"


Tea dengan santainya mengendarai mobil itu pergi menjauh. Noel hanya bisa menatap mobil biru berisikan majikannya hilang terbawa arus lalu lintas.


"Pfttt, haha!! Delapan tahun aku jadi mata-mata, dan semuanya membosankan. Tapi, kayaknya kali ini enggak deh? Ya kan? Galatea Floyena?" Noel melirik uang yang diberikan Tea, dia tersenyum manis.


"Kak? Kakak selebgram ya? Boleh foto gak Kak?"

__ADS_1


Noel sudah dari tadi sadar anak Abg kinyis-kinyis yang disekitarnya sudah berbisik soal dirinya, tapi dia tidak menyangka ada yang berani menyapanya.


"Bukan, saya cuma supir."


...***...


"Apa aku kelewatan ninggalin Noel sendirian ya? Gak dong, lima ratus ribu itu banyak loh untuk ukuran Noel kan?" Tea baru saja berhenti di depan rumah lamanya. Dia masih melihat papan toko yang menunjukkan informasi bahwa tokonya tutup.


"Viocha masih marah?"


Tea barjalan, dia membunyikan bel sembari mengetuk pintu. Tea sudah duga bahwa Viocha tidak akan membukanya. Makanya Tea bersiap untuk memakai kunci cadangan.


Klekk!!


Ini diluar dugaan Tea. Viocha membukakan pintu itu. Akhirnya setelah beberapa hari Tea bisa melihat Viocha secara jelas, inilah yang Tea rindukan, Viocha dengan seragam toko bunga.


"Icha...!" Tea memeluk Viocha sangat erat. Tanpa dia bisa bendung, air matanya mengalir begitu saja.


"Maafin Kaka Cha! Ka--"


"Maafin Viocha Kak! Icha egois, dan Kakak jangan terus minta maaf. Icha gak mau jadi perempuan jahat yang membenci Kakak sebaik Kak Tea...! Maafin Viocha yang egois."


Air mata Tea mengalir lebih deras dari sebelumnya. "Kamu gak salah, kamu berhak marah."


"Karna Kakak udah disini, ayo bantuin Viocha. Viocha mau buka toko mulai besok, dan Kak Icha mutusin buat kuliah tahun ini."


Berikan sapu tangan lagi pada Tea! Dia ingin menangis karna terlalu bahagia. Dia yang selalu khawatir akan Viocha karna menutup diri dan berhenti keluar sejak dia lulus SMA, mencoba menjalani kehidupan sosial dengan berkuliah?


"Icha...! Kamu mau kuliah dimana? Jurusan apa? Mau di kampus manapun bakal Kakak turutin. Jangan hiraukan soal biayanya, Kakak bakal usaha apapun biar bisa memenuhi semua keingin Icha."


Yang mau kuliah adalah Viocha, tapi yang sangat sibuk dan bersemangat adalah Tea?


"Viocha belum tau Kak, belum Icha pikirin. Ich--"


Brakk!!


Tiba-tiba ada yang mendobrak masuk ke toko bunga itu.


"Hey Galea! Sebenarnya kau menikah dengan orang kaya jenis apa? Bagaimana kau bisa punya mobil itu dan gonta ganti mobil! Aku iri tau! Kenalin juga dong!"


Tea tersenyum mengerikan puas, suasana hatinya benar-benar bagus. Reaksi kesal Ely saat ini benar-benar layak untuk dilihat. Bahkan reaksi Ely diluar ekspetasi Tea.

__ADS_1


Gak sia-sia perjuangan ku, ada gunanya juga aku ganti mobil.


__ADS_2