Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
50. Asher POV (End)


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu sejak putri rata sakit, hari-hari ku berjalan dengan seru seperti biasanya, mengganggunya lalu dia yang marah dan memasang wajah yang menggemaskan, ini asik sekali.


Tidak ku sangka, akan tiba hari dimana semua berjalan dengan cepat.


Tapi, hanya ada satu masalah pagi ini.


"Tentu saja gadis baik ramah dan tamah seperti ku memiliki banyak teman."


Apa kata wanita yang ada di dalam pelukan ku saat ini? Dia? Gadis? Padahal kami sudah menikah lebih dari tiga bulan. Aku bahkan merasa sepuluh tahun lebih tua karna sudah menikah.


Ck! Sialnya aku tidak bisa menghukumnya, lagi-lagi hari ini dia terlihat cantik. Kenapa dia semakin hari semakin cantik?


"Akan aku sadarkan soal posisi mu saat ini."


Aku menatap matanya yang jernih, menindihnya di bawah ku.


"Posisi ku di bawah Eve?"


Kenapa dia membahas Eve? Ya, Eve? Aku bahkan nyaris lupa dengannya.


Sebenarnya, kenapa semua jadi seperti ini? Kenapa aku tidak dalam kendali diri ku sendiri lagi? Sejak kapan aku jadi melupakan Eve dan hanya fokus pada putri rata? Sejak kapan kau menempati posisi yang istimewa dalam hidup ku?


"Entahlah, mungkin menyadarkan diri ku arti kau dalam hidup ku."


Aku tidak lagi bisa menahannya, perasaan menggebu-gebu yang terpacu setiap kali aku melihatnya. Aku langsung menciumya, dan akan kusadarkan dia bahwa dia bukan lagi seorang gadis.


Apa dada yang kecil memang biasanya semenarik ini? Aku bahkan tidak ingin melepaskan tangan ku dari sana, seluruh kulitnya tampak berkilau dan lembut, aku ingin menenggelamkan wajahku di dadanya, setiap inci kulitnya sangat lembut dan menggoda, apalagi di bagian pa---


...<🍥🍥🍥>...


"Hey putri rata, kau benar-benar tidur? Kita belum selesai? Hey...!"


Aku masih menikmatinya, dan dia sudah tidur karna lelah? Cepat sekali lelahnya?


Sudahlah, ini pengalaman pertamanya mungkin dia jadi cepat lelah.


-


-


Apa? Apa lagi yang diocehkan putri rata ini? Bukannya tadi dia tampak sangat lemah. Kalau kau masih memiliki tenaga, ayo lakukan lagi.


Suara berisiknya membangunkan ku.


"Kau pernah melakukan ini dengan Eve?"


Aku? Dan Eve? Aku bahkan tidak pernah melakukannya dengan perempuan manapun.


"Bagaimana kau bisa seahli itu? Kau punya banyak pengalaman?"


"Aku menontonnya!"


Itu bohong, aku hanya bergerak sesuai insting, dan hal ya---


...***...


"Hey, apa perempuan seperti ini yang kau cari?"

__ADS_1


Albert datang dengan perempuan bertubuh mungil dan dada kecil, wajahnya biasa aja. Ya, dia mencari wanita seperti itu karna aku memintanya. Karna aku penasaran.


Aku berjalan ke arah wanita itu, dan memegang salah satu daging di dadanya. Tidak seru. Tidak enak. Membosankan.


Sangat berbeda dengan putri rata.


"Bawa dia keluar."


"Hey Asher! Aku mencarinya susah payah, kau tau? Dia perawan! Aku membayarnya mahal dan kau hanya menyentuh dadanya?!"


Berisik sekali dokter sampah ini.


"Dia tidak seru, aku akan ganti dua kali lipat, jadi keluar."


"Oh, diganti dua kali lipat, baiklah, aku keluar."


Memang uang tidak bisa melakukan segalanya, tapi dia bisa melakukan banyak hal, contohnya membungkam mulut berisik seseorang.


"Ada apa tuan muda? Anda memanggil saya?"


Eve masuk sesuai perintah ku, dia datang tepat waktu, itu juga kelebihannya. Tapi ada yang aneh, sejak kapan dia jelek? Wajahnya serata batu.


"Ya, aku memanggil mu," Aku menarik tangannya, memasuki ruang istirahat dan membaringkannya di ranjang kecil. Tentu saja dia meronta, tapi kuncian ku jauh lebih kuat.


"Lepaskan! Jangan berani-beraninya menyentuh saya!"


Dia meronta sehebat-hebatnya, dan aku tetap memaksanya berbaring di dalam pelukan ku.


Tidak seru


Tidak nyaman


Sangat risih


Membosankan


Sepertinya aku tidak akan pernah tidur dengan baik jika berada di sisinya.


Aku melepasnya.


"Keluar, dan kedepannya jangan pernah muncul dihadapan ku, itu menyebalkan."


"A-apa anda bi--"


"Aku bilang keluar!"


"Jangan bilang anda melepas saya dan ingin menahan Nona Galatea!"


"Mungkin iya."


"Tidak boleh! Anda tidak boleh melakukan itu! Anda tidak boleh menyiksa Nona Tea seperti anda memperlakukan saya!"


"Berisik. Barant, urus."


"Saya tidak akan melepaskan anda jika anda menyakiti Nona Tea! Saya pastikan anda menderita jika itu terjadi! Lepas--"


Akhirnya Barant bisa membungkam mulut wanita itu dan menyeretnya keluar.

__ADS_1


Apa dia tuli? Kenapa sulit sekali untuk melangkahkan kaki keluar dari sana. Tapi, pada akahirnya dia keluar juga.


Ini semua karna hari itu, sejak aku berhubungan badan dengannya, aku jadi ingin selalu menempel di tubuhnya. Hari-hari di kantor terasa jauh lebih lama dibandingjan di rumah.


"Tuan, anda harus menyelesaikan pekerjaan anda sebelum rapat penting satu jam lagi."


Benar, aku harus kembali ke meja itu lagi. Kapan sih hari akan gelap? Dan kapan aku akan pulang?!


"Dan ya Tuan muda, anda tidak ingin saya menjemput Nona Tea."


Apa lagi yang asisten ini katakan?


"Kenapa kau harus menjemputnya?"


"Anda harus bertemu dengan Nona Tea sebelum seluruh dokumen isinya putri rata semua."


Apa? Aku melihat dokumen itu, dan terlalu banyak kata putri rata disana! Aku pasti sudah gila!


"Aku ingin istirahat."


Drett...


Ponsel dimeja bergetar, dan yang memanggil nomor yang tidak di kenal.


"Ya ad--"


"Non Tea dalam bahaya, mending anda kesini sekarang, lokasi rumah keluarga Floyena. Anda harus cepat!"


Suara ku terpotong oleh ucapan pria itu, aku kenal suaranya, dia adalah supirnya Tea, si supir sialan itu.


Tapi, apa katanya? Tea disakiti? Dalam bahaya? Siapa yang berani menyentuh putri rata ku?


Tidak ada jeda, seluruh tubuh ku panas dan bergetar, kepala ku sudah penuh akan emosi yang memuncah.


"Ikut aku."


-


-


Aku akhirnya sampai di rumah keluarga Floyena, perasaan sesak ini sangat mengganggu ku, bayangan putri rata terluka terus menghantui ku, rasanya aku bisa gila.


Aku mendobrak paksa pintu itu. Dan yang pertama kali kulihat adalah badan putri rata yang kedua tangannya di kunci, wajahnya penuh ketakutan, dia sangat khawatir.


Bajingan mana yang berani membuatnya seperti itu. Semakin aku berjalan mendekatinya, semakin aku sadar akan satu hal.


Ah, sepertinya aku tidak akan pernah melepaskannya.


...***...


...Asher : Hey author! Kenapa episode ini banyak adegan yang terpotong!! Aku kan masih ingin menjelaskan perasaan saat bersentuhan dengan putri rata! Kulitnya yang lembut di setiap incinya sangat menggoda da--...


...Author : Harus di potong, auhtornya gak mau kasih label dewasa wwkwk...


...Asher POV End ya, kalau misalnya POV Asher nya kurang menarik atau gak sesuai ekspetasi, ya maklumin aja^^...


...Oh ya, jangan lupa buat, like, komen di setiap part kalau bisa vote nya juga dong hehe...

__ADS_1


__ADS_2