Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
29. Hari H Pesta (2)


__ADS_3

...***...


"Oh, begitu ya?" Asher menyunggingkan senyuman menyeringai, Dia menatap mata Satria tajam. "Awalnya aku ingin mengumumkannya saat Kakek sudah datang. Tapi karna sudah terlanjur ramai dan kau sudah membuka pembahasan. Langsung saja ku katakan, Perayaaan pernikahan kami, akan dilaksanakan bulan depan, di Hotel Hyunan, Hotel utama keluarga Anumertha."


Suara gemuruh terdengar dimana-mana. Pasalnya hotel Hyunan adalah hotel khusus yang dimiliki oleh Anumertha dengan bekerja sama pada pemimpin Negara. Karna hotel termewah itu biasanya didedikasikan hanya untuk tamu  utusan penting Negara lain yang datang ke Negara ini. Bahkan pernikahan Vallen saja tidak dilaksanakan disana.


"Jangan beromong kosong Asher? Ka--"


"Haha! Asher kami memang suka sekali bercanda, iya kan Eve?"


Vallen langsung murka, dan Morgan menyahutinya dengan tawa. Mendadak suara hening seketika.


"Untuk apa aku repot-repot berbohong? Tanyakan saja pada Kakek."


Tampak wajah kedua saudara tiri itu dipenuhi kebencian, jangan lupakan tatapan menusuk dari Yelena dan Neila. Oh ya satulagi, Satri-Ayah Neila yang diam membatu, dia tau Asher bukan orang yang suka beromong kosong apalagi bercanda.


"Sepertinya, pesta sudah meriah bahkan sebelum kehadiran ku ya? Aku harus berkata apa?" Suara yang sudah tua itu mengalihkan seluruh pandangan orang-orang ke arahnya, tertuju pada seseorang yang Tea sangat kenal.


Kakek?


Kakek Bryan duduk, di lantai atas dengan beberapa penjaga serba hitam disebelahnya. Senyuman Kakek tua itu terbitkan saat melihat Tea. Tea juga sama, hatinya yang sedari  tidak tenang dan berdegub kencang mendadak damai saat dia melihat senyuman itu. Seolah dia akan merasa terlindungi apapun yang terjadi.


"Kakek, Asher bilang dia akan merayakan pernikahan dirinya dan Tea di Hotel Hyunan." Protes Vallen, tentu saja dia tidak suka. Dia yang merupakan putra pertama selalu menganggap dirinya adalah pewaris sah dan paling layak.


"Itu benar, dan aku mengundang kalian semua yang ada di sini untuk menghadiri pesta perayaan pernikahan antara cucu ku Galatea dan Asher Anumertha, diadakan di Hotel Hyunan. Tanggal pastinya akan aku kirimkan ke kediaman kalian."


Sorak gemuruh dan ucapan selamat mereka haturkan untuk pasangan baru  yang akan menginjakkan kakinya di Hotel Hyunan. Kalau kalian berpikir ini karna Asher? Oh salah besar, ini semua karna Tea.


"Non, jangan jadi populer dong. Susah tau deket Non." Bisik Noel setelah akhirnya Tea bisa menyingkir dari kerumunan orang yang ingin menyapanya.


Sejauh ini Tea masih aman, dan ini di luar ekspetasinya.


"Hey Noel, apa aku bisa bertemu Kakek. Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih padanya, bukan hanya butik, hari ini, tapi Kakek sudah banyak sekali membantu ku, kayak peri luar biasa."


"Pas banget Non, Kakek suruh saya manggil Non. Non di suruh duduk disana, di sebelah Kakek."

__ADS_1


"Alhamdullilalh, rezeki dede gemes."


-


-


Saat Tea sudah sampai di sebelah Kakek, dia langsung menangis haru dan memeluk orang tua itu, dadanya sesak karena penuh kebahagiaan.


Tea yang duduk disebelah Presdir utama Bryan Kert Anumertha, tentu saja sudah menjadi perbincangan hangat sana sini. Tea sudah menduga kalau dia akan menjadi topik utama, tapi dia tidak menduga bahwa ini terjadi dalam artian positif.


Awalnya semua baik-baik saja, sampai Noel membawa berita petaka.


"Non, liat Non, Tuan muda Asher dansa sama Nona Eve dansa bersama di lagu pertama." bisik Noel, arah pandang Tea langsung jatuh pada Tuan muda berbaju biru tua dan nona muda bergaun putih cerah.


"Noel, boleh aku berkata kasar?"


Dada Tea masih sesak, bukan karna bahagia, tapi karna rasa sakit yang menancap tiba-tiba.


"Bajingan kecil itu benar-benar kurang ajar! Berani-beraninya dia memperlakukan Tea seperti itu! Lihat saja, aku akan mencabut dua persen sahamnya!"


"Gak apa-apa Kakek, Tea juga gak terlalu pintar dansa." Tea memegang tangan Kakek yang sudah gemetar.


Gak pernah malah, tapi udah latihan sih sama Sheila. Ah, latihan ku sia-sia, sorry kaki.


"Maafkan Kakek Tea, Kakek meminta mu menikahinya bukan untuk menderita seperti ini." Tampak wajah Kakek murung, dia sendu, itu tulus! Demi apapun Tea jamin itu murni!


"Lagian kan harga diri Tea baik-baik aja berkat Kakek. Jadi gak apa-apa, Tea kan masih punya Kakek." Tea mengembangkan senyuman manisnya, kali ini lebih murni dan tulus dari sebelumnya. Tea benar-benar tulus saat ini.


"Wah silau! Jangan senyum begitu dong Non, Non gak percaya saya liat cahaya ilahi dibelakang Non."


Wah, pasti sudah tertebak siapa yang mengatakan itu barusan. Senyuman merekah Tea hilang, dia menatap tajam ke arah Noel.


"Kau berani mengataiku? Maksud mu aku sebentar lagi mati?"


"Bukan Non, maksudnya anda seperti dewi."

__ADS_1


Tea merekahkan kembali senyumannya. "Bonus akhir tahun dua kali lipat." Tea mengacungi jempol ucapan bawahan satu-satunya.


"Non beneran dewi!" Noel juga mengembangkan senyuman menawannya.


-


-


Lagu pertama belum selesai, tapi jantung Tea sudah mau meledak menatap dua orang yang statusnya mantan kekasih itu saling berdansa seolah bernostalgia. Tea tidak kuat, dia tidak tahan lagi.


Gak ada yang melucuti harga diri ku? Tapi, kenapa rasanya sakit sekali? Pengen nangis...,


"Kek, Tea permisi sebentar ya."


Kakek mengangguk, dan Noel juga tidak merengek minta ikut. Jujur saja, mereka berpikir itu hanya urusan wanita. Tidak pernah terlintas dipikiran mereka bahwa Tea tengah sakit hati saat ini.


"Jadi, siapa yang berani menghina Tea sebelum kedatangan ku?" Suara Kakek lebih serius, atmosfernya juga berbeda.


"Diana Helion, Sarah Wiyono, Ajeng Putri Agres. Dan ya, Satria Venuska nyaris menghina Non terang-terangan." Tampak Noel juga ikut serius. Wajahnya persis seperti ksatria yang bisa dipercaya. Entah hilang kemana Noel gila biasanya.


"Baiklah, aku akan mengurusnya. Aku pastikan kehancuran mereka sebelum kematian ku."


"Anda memang hebat Tuan besar. Saya selalu penasaran? Mengapa anda begitu menyayangi Non Tea? Bahkan harus menyuruh saya yang mata-mata tingkat atas menjadi supir pribadinya?" Noel masih menatap lurus aula pesta. Sangat disiplin dan keren, jika Tea melihat ini dia tidak akan percaya bahwa yang berdiri tegak itu adalah Noel.


"Aku menyayanginya karna aku menyayanginya. Oh ya? Kau tidak merengek minta ganti majikan? Biasanya saat aku menugaskan mu mengawasi atau menjaga seseorang, kau sudah protes sebelum tiga hari. Sepertinya kau menikmati pekerjaan jadi supir ya?" Kakek menyunggingkan senyuman senangnya.


"Beliau layak dilayani." Noel tersenyum senang.


"Diluar dugaan, aku tidak pernah menyangka bahwa mata-mata terhebat milikku, Noelen Von Kellan, akan menjadi seperti ini. Yang biasanya, ah-sudahlah. Jadi, kau tidak akan meninggalkannya? Dan merengek ganti misi karna bosan?"


"Beliau terlalu berharga untuk ditinggalkan."


Kakek tersentak halus, namun sepersekian detik kemudian, dia tersenyum bangga dan tertawa kecil.


***

__ADS_1


Gak tau deh besok bisa up atau gak, kan soalnya minggu, hehe


__ADS_2