Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
66. di balik


__ADS_3

Kedua tautan itu baru saja terlepas, tapi tangan Elise masih menggantung di leher Morgan.


"Bagaimana sayang? Kamu udah bisa dapat informasi siapa sebenarnya Tea itu? Dan bagaimana bisa dia memenangkan hati kakek dan begitu menyayanginya?" Morgang mengusap pipi Elise lembut, dia dengan leluasa menguasai tubuh artis yang kini sudah duduk di pangkuannya.


"Belum sayang, supir itu nolak aku terus. Jadi aku gak tau gimana bisa dekat dengan Tea, aku gak bisa mencuri informasi apapun darinya soal Tea." Elise kembali memperbaiki dasi Morgan yang sudah acak karna dia dan Morgan habis melakukan hal yang hanya orang dewasa lakukan.


"Kamu harus lebih berani sayang, kamu harus coba banyak hal buat supir payah itu bertekuk lutut padamu, buat dia mabuk kepayang, hingga dia gak bisa melupakan mu."


"Kamu tau gak betapa menjijikan dan menyebalkannya dia?! Dia hanya supir tapi belagu banget! Cuma supir sok jual mahal, supir doang rasa majikan. Bener-bener nyebelin!"


Elise mengungkapkan isi hati yang sebenarnya, pasalnya dia juga kesal sekali karna sering di tolak Noel mentah-mentah. Padahal dirinya yang seorang artis luar biasa digandrungi banyak pria, bahkan banyak pengusaha muda yang juga ingin dekat dengan dirinya. Banyak Pria mengantre untuk mencintainya, tapi apa sekarang? Dia di tolak mentah-mentah oleh Noel. Harga dirinya terasa sangat terluka.


"Kamu harus sabar sayang, kamu tau kan? Asher yang menikah dengannya memiliku saham tambahan sebesar lima belas persen. Ini pencapaian yang luar biasa, dan ini semua terjadi semenjak dia menikahi Tea. Kita harus mencari tau, siapa itu Tea, sehebat apa, sepintar apa wanita itu sampai bisa membantu Asher memenangkan hati kakek tua itu."


"Tapi supir itu sangat nyebelin sayang! Harga diri ku terluka karna dia! Di nolak aku aja itu sebuah penghinaan! Dia supir tapi belagu banget! Apa dia gak tau aku artis besar!"


"Shutt sayang, tenang, jangan marah-marah, nanti cepat tua. Sayang tau kan? Kita harus manfaatin dia buat koleksi banyak informasi. Setelah kita dapatkan Tea dan seluruh kemampuannya, juga keuntungan darinya. Kita bakal beri pelajaran supir jelek dan menyebalkan itu. Kita akan buat dia menjadi pengangguran melarat."


"Oke, aku bakal sabar semua demi sayang. Tapi sayang, kamu gak mau nikahin Tea kan? Kamu gak mau jadiin dia sebagai istri kamu kan? Sayang, aki butuh status yanh resmi."


"Tenang aja, setelah aku mendapatkannya, akan aku perlakukan dia sama seperti Eve. Kau tau kan bagaimana aku memperlakukan Eve? Aku hanya mengambil keuntungan dan kemampuannya saja, dia pintar. Pertama-tama, cari tau seperti apa Tea itu, dan bagaimana hubungannya dengan Asher. Aku perlu merebutnya secepatnya agar aku mendapatkan banyak saham, dan segera menikahi mu."

__ADS_1


"Setelah mendapatkannya kau akan memperlakukan dia sama seperti Eve kan? Benar-benar seperti Eve kan? Kau tidak akan jatuh cinta padanya kan?"


"Mana mungkin aku menyukai perempuan jelek dan rata seperti itu, bodynya sangat buruk, dia yang terburuk. Untuk apa aku memilihnya saat ada kamu yang cantik dan sempurna."


Elise mengembangkan senyuman simpul, dia percaya sekali dengan seluruh perkataan Morgan.


"Makasih sayang! Aku bakal bekerja lebih keras dan menurunkan harga diri ku sedikit, buat cari tau informasi keseluruhan soal Tea, agar kita bisa cepat menikah."


Elise memajukan wajahnya, menempelkan bibirnya yang merah ke bibir pria itu. Keduanya bertautan sangat panas, seolah dunia hanya milik berdua. Mereka menyatu setelah membicarakan banyak hal buruk tentang orang lain.


Ternyata keduanya sudah bersekongkol. Elise dengan segala aktingnya akan mencari tau soal Tea dan seluruh rahasianya, kenapa dia begitu di sayangi oleh kakek Anumertha yang dingin.


"Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada perempuan jelek dan rata itu, saat kau yang sangat sempurna memberikan dirimu pada ku."


"Tu-tunggu! Jangan terlalu jauh! Kita pergi dulu, ini di tengah jalan!"


Elise dengan wajahnya yang merona merah karna malu-malu, mendorong Morgan perlahan, membuat keduanya harus terpisah lagi.


Tidak akan lama lagi, aku akan menjadi seorang nyonya anumertha, nyonya yang akan diharagai di negara ini, tidak akan ada berita buruk dan netizen jahat yang akan mengatai ku lagi. Siapa yang berani melakukan itu? Saat suami Morgan nantinya akan memiliki seluruh saham Anumertha grub. Tunggu saja nantinya. Kau supir, pasti akan menerima balasannya karena berani menolak ku.


Aku pernah sih berpikir untuk mendekati Tuan muda Asher demi mengincar posisi Nyonya Anumertha. Tapi, dia pria dingin yang arogan, dia juga sulit di goda, dan dia juga sangat kasar. Aku memilih menyerah akan dirinya, dan syukurlah ada Morgan yang menyukai fisik ku.

__ADS_1


...***...


...Klek...


Suara pintu sudah terbuka, Icha yang baru masuk bisa melihat ada beberapa orang asing di dalamnya bersama dengan kakaknya. Tampak banyak contoh kain dan baju pengantin berserakan disana.


Sepertinya Tea dan Asher sedang memilih pakaian pengantin mereka. Setelah kemarin mengacaukan butik, akhirnya mereka datang lagi.


"Icha? Mau makai yang mana pas nikahan kita akhir tahun nanti? Yang ini gimana?" Noel sudah memegang sebuah gaun putih yang bersiap dia berikan pada Icha. Tapi Icha hanya diam dan melewatinya saja.


"Adik ipar, pilih gaun yang akan kau pakai saat pernikahan kami, kau harus terlihat cantik saat berfoto dengan kakak mu nanti." Ujar Asher serius.


"Aku mau baju yang belum di sentuh orang itu." Icha menunjuk Noel, yang artinya orang yang Icha maksud adalah Noel.


"Cha, itu kelewatan loh. Noel bukan virus yang bakal menyakiti kamu kalau dia sentuh kamu. Kamu udah jahat banget sama dia, minta maaf sama Noel, Cha." Tea meluruskan kesalahan adiknya. Memang Icha agak kelewatan kan?


"Apanya yang kelewatan? Itu biasa aja, Gak apa-apa adik ipar. Kau bisa mengatakan apa yang ingin kau katakan. Ucapkan sesuka hati mu saja, dan kau gak perlu minta maaf." Asher memotong dengan cepat. Bagi Asher adik iparnya tidak salah, dan tidak akan salah kedepannya.


"Tolong jangan ajari adik ku kesesatan yang angkuh dari mu itu!" Tea tau Asher arogan, tapi apa dia harus menularkan sifat itu pada Viocha? Adik yang dia didik penuh kasih sayang dan prinsip?


"Salah ya? Padahal Icha gak mau sentuhan sampai dia jadi yang halal bagi Icha."

__ADS_1


Noel membeku, apa maksud perkataan Icha barusan? Dia bahkan tidak pernah membayangkan bahwa Icha bisa mengatakan hal seperti itu. Bukan hanya Noel, Tea yang mengurus adiknya saja tidak yakin apa ucapan itu benar-benar keluar dari mulut Viocha.


__ADS_2