Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
69. Jarum


__ADS_3

Yelena membuka sebuah kotak kecil yang dia bawa. Tampak banyak jarum-jarum kecil berwarna perak di kotak itu.


"Fufu, seru juga kalau ada darah dimana-mana."


Yelena secara perlahan meletakkan jarum di beberapa tempat, mulai dari bahu, punggung dan banyak tempat lainnya.


"Oke sempurna, pasti akan banyak darah-darah. Syukur-syukur dia tidak bisa hadir, jadi Kak Asher akan butuh pendamping, dan yang akan menjadi pendampingnya tentunya adalah aku."


Yelena mundur beberapa langkah, sekali lagi memperhatikan gaun itu dengan seksama. Meskipun sudah tau banyak jarum di sana, Yelena ingin sekali memakainya karna sangking cantiknya gaun itu. Namun, dia menurunkan niatnya lagi.


"Dia benaran gak layak makai gaun itu! Apalagi sampai jadi pengantinnya Kak Asher! Apa sih yang di pikirin Kakek tua sialan itu! Padahal sudah jelas ada aku yang bisa berada di sisi Kak Asher. Kenapa dia berisik dan malah mencari gadis lain. Apa dia tidak lihat keberadaan ku yang sempurna."


Selagi mengumpat, mengeluarkan unek-unek kekesalannya, Yele mengelilingi gaun itu, menatap lekat dan seksama segala detail kecil yang ada di sisi-sisi tertentu di baju itu. Yang membuatnya semakin menarik dan unik.


"Dasar Kakek tua sialan! Aku benar-benar tidak akan memaafkan mu! Padahal kau hanya tinggal mati dengan tenang! Kenapa malah berisik soal keputusan Asher! Lihat saja, setelah Kak Asher menguasai Anumertha, dan aku menjadi istrinya. Aku akan menendang mu keluar ke jalanan."


Yelena dengan bangganya dan tanpa hati ingin melempar orang tua itu ke jalanan? Dia bahkan tidak memudarkan senyumannya saat membayangkan punggung, bahu, dan dada Tea akan tertusuk-tusuk oleh jarum kecil.


"Aku sebenarnya tidak ingin membuat baju yang sangat indah ini menjadi kotor, tapi kalau kotornya baju ini bisa mempermalukan mu, tidak apa-apa Tea. Aku bisa mengikhlaskannya. Toh aku juga nantinya akan membuat gaun yang lebih cantik, modern, dan lebih mahal pastinya dari gaun mu saat ini. Yah, toh ini memang bukan untuk ku, nikmatilah Tea! Nikmatilah kakak ipar! Gaun pengantin yang kau idam-idamkan dan sangat kau tunggu! Pakailah dengan semangat!"


Yelena dengan senyuman mengembang ingin keluar dari sana, namun langkahnya terhenti saat dia masih di pintu.


Yelena berbalik dan kembali ke area set gaun pengantin nya Tea. Dia membuka sisa jarum yang tersisa. Jarum tipis dan kecil itu, ia patahkan menjadi dua bagian. Lalu dia masukkan potongan jarum ke dalam sepatu yang akan Tea pakai nantinya.


"Semoga saat menuruni tangga, dia jatuh karna tidak bisa menahan rasa sakit. Dan semoga dia segera mati! Ini bukan salah ku Kak Tea, ini salah mu yang merenggut Kak Asher!"

__ADS_1


Kali ini Yelena benar-benar pergi ke luar dengan perlahan. Dia memakai kembali maskernya, menemui salah satu pelayan yang ia sewa untuk membuka akses jalan terbaik menuju kamar Asher dan Tea.


Penjagaan di Mansion sangat kurang, karena tidak ada Noel sang mata-mata di sana, dia sudah di pecat kan? Mata-mata hebat kita sudah di buang. Harusnya masih ada Sheila di rumah ini, namun sayangnya dia di tarik oleh Kakek demi mengamankan sekitaran Hotel Hyunan. Agar tidak terjadi kekacauan atau masalah apapun saat acara perayaan itu.


Namun, siapa sangka, saat Sheila sedang memgamankan konflik luar, konflik intrik sudah bermain di sini.


"Terima kasih, ini bayaran mu. Akan aku bayar lebih jika kau terus tutup mulut."


"Baik Nona Yelena."


"Pfftt, aku benar-benar tidak sabar memantikan acara perayaan pernikahan itu. Pasti seru, dan pasti pengantin wanitanya akan sangat cantik."


Dia dengan senyuman bahagia tanpa dosa, apalagi merasa bersalah melangkahkan kaki keluar dari mansion. Senandung bahagia dan penuh keceriaan dia lantunkan saat ini.


...***...


Icha akhirnya sampai di hotel Hyunan berkat permintaan Tea yang ingin adiknya juga ikut banyak terlibat. Kalau Will dan Joselyn, mereka sibuk, Will dengan sekolahnya, dan Joselyn sibuk merutuki kejahatannya pada Viocha selama ini. Makanya, mungkin mereka tidak akan bisa membantu persiapan dan hanya mampu hadir sebagai tamu undangan.


"Cha, sebelah sini, kamar yang kemarin."


Noel menuntun arah jalannya Viocha. Tentu saja Noel bersama Viocha, saat dia mendapat telepon dari Icha untuk segera menjemput dirinya, dan membawanya pada Tea.


Noel merasa sebagai hero yang menyelamatkan protagonis wanita saat dia menyelamatkan Viocha dari beberapa cowok yang menggodanya saat di kampus tadi. Kejadian itu meningkatkan kepercayaan diri Noel, dan dia yakin bahwa Icha sedang kagum padanya saat ini.


Tapi, apakah Icha benar-benar kagum? Icha bahkan terlihat sangat biasa saja saat ini. Dia berjalan dengan santai, tanpa merubah ekspresi wajahnya saat ini.

__ADS_1


Noel melepas jasnya, dia memberikannya pada Viocha. Entah apa maksudnya, padahal sudah jelas matahari sedang panas-panasnya saat ini.


"Sedang berusaha menghangatkan hati yang dingin."


"Perempatan gang encot jual kewarasan kayaknya, coba ke sana deh." Icha melirik Noel aneh.


Meskipun dia juga merasa aneh dengan tindakannya, tapi setidaknya Noel mendapatkan respon dan ucapan balasan dari Icha. Tidak seperti usahanya sedari tadi di dalam mobil, yang hanya memperoleh anggukan atau deheman dari Viocha saja. Usaha Noel yang ini, sepertinya membuahkan hasil yang cukup baik.


"Kali ini sebuah kemajuan, Icha berbicara dua sampai tiga kalimat, tanpa adanya Non Tea."


Sesulit itu kah untuk Icha ngomong tanpa Tea di sisinya? Jawabannya adalah Iya! Icha sangat dingin dan jutek, ke aktifannya ada pada tingkat negatif, dia bahkan sudah tidak peduli dengan orang lain lagi.


"Wah! Apa ini? Ada supirnya Non Tea? Bawahan paling setia dan bisa di percaya?! Tapi itu sih katanya, faktanya di pecat juga." Barant datang, dengan pedenya memblokir jalan Noel dan Viocha. Jangan lupa dadanya yang ia busungkan pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang dia banggakan.


Noel dan Viocha harus menghentikan langkahnya karna ada Barant di sana. Noel sudah kesal, dan Icha tidak peduli.


"Meskipun aku di pecat, kau kan belum resmi menjadi supirnya Non Tea." Noel tak ingin kalah, syukurlah dia mata-mata, jadi tau banyak yang terjadi.


Senyuman yang tadi hadir di wajah Barant mendadak hilang, tentu saja kan? Siapa yang tidak kesal. Faktanya meski Noel sudah di pecat, Tea tidak menerima supir manapun lagi. Termasuk Barant yang Asher kirimkan.


"Ayo Cha kita masuk." Noel ingin merangkul Icha, namun Icha melangkah menjauh.


"Jaga jarak Om."


"Apa Cha? Coba tadi Icha bilang apa?" Noel menggoyangkan telinganya, meski dia yakin yang Cha panggil adalah sebutan yang tidak menggenakkan di telinga Noel. Tapi, kali ini Noel berharap Icha mengubah jawabannya.

__ADS_1


"Jalan Om."


__ADS_2