
Tanpa sengaja, mata Tea malah menangkap Eve. Anehnya Eve yang berdiri tak jauh dari mereka, menatap Tea berbinar kagum. Wajahnya sangat cantik matanya sangat tulus dan murni. Dia sepertinya benar-benar mengagumi Tea.
"Dia hanya sekedar kagum kan?" Tea mencoba membalas senyuman Eve sebisanya dan sewajarnya saja. Dia tidak ingin mengeluarkan senyuman super kayaknya feelingnya gak enak.
"Menjauh lah darinya sesegera mungkin, kalau bisa sejauh-jauhnya." Asher menatap Eve benci, tak suka, dan sepertinya mata Eve memancarkan persaingan disana.
"Kenapa?"
"Kau bertanya kenapa? Saat matanya menatap mu dengan cinta?" Asher menyipitkan matanya menatap Tea.
"Ash! Eve hanya mengagumi ku. Dia tidak lebih, jangan yang aneh-aneh dan jangan fitnah anak orang begitu. Gaik baik tau!"
"Terserah, tapi ngomong-ngomong. Dekorasinya tidak sesuai selera ku, tidak tampak kesan bahwa aku kaya di sini?" Asher memperhatikan dekorasinya dari ujung ke ujung. Dia yang pernah mencetuskan dekorasi super dengan tema aneh, merasa aneh dengan dekorasi ini.
"Aku bahkan akan benar-benar kabur jika dekorasi pernikahan kita seperti yang kau inginkan."
"Apa salahnya? Aku hanya ingin menujukkan aku kaya."
"Kalau itu kau sih, tidak perlu di tunjukkan bahwa kau kaya, mereka sudah tau, berhentilah merendah untuk meninggi, itu menyebalkan."
"Baik~"
Tea melirik Asher dengan tajam. Inu pertama kalinya Asher menjawab dengan nada nyeleneh begigu. Tentu saja ini mengundang kecurigaan Tea.
"Apa yang kau rencanakan? Kenapa tiba-tiba menurut?" Tidak salah, kecurigaan Tea adalah hal yang benar.
"Apa salahnya? Apa kau tidak tau cita-cita terbaru ku?"
"Apa? Jadi orang terkaya?"
__ADS_1
"Jadi suami yang terbaik untuk mu."
"Kau...!" Tea menggeram kesal, dia langsung menatap ke depan, tidak lagi melihat wajah suaminya yang menyebalkan. Tidak ada yang bilang bahwa cinta bisa mengubah seseorang menjadi sedrastis ini. Asher yang anti candaan? Kini coba bercanda?
Asher hanya tersenyum, melihat telinga istrinya yang semakin memerah, pipinya juga merona hangat.
"Semakin aku mengatakannya, rasanya semakin aku mencintai mu." Ujar Asher menyentuh telinga menggemaskan istrinya yang sudah berubah sedikit memerah.
"Itu menggelikan tau." Meski Tea bilang begitu, tak terpungkiri jantungnya berdetak semakin kencang, debaran terus datang padanya.
"Shtt Ash, diamlah, Kakek sepertinya ingin menyampaikan suatu hal. Diamlah diam." Tea menutup mulut Asher cepat.
Kakek sudah berada di sebuah tempat khusus, agak tinggi, dengan pakaian menawan dan elegan, rambut putihnya dia biarkan putih, tanpa di cat atau apapun. Dia membiarkannya alami begitu saja.
Susunan acaranya sangat sederhana, hanya ada bagian-bagian simpel.
Kakek mengucapkan banyak kata sambutan, dan pujian untuk Asher dan Tea yang kini duduk berdua sangat serasi disana. Tapi, fokus Tea tidak pada perkataan kakek, meski matanya mengarah pada sosok tua yang kini berdiri juga di bantu oleh tongkat.
Aku sudah Menunggunya sedari tadi, tapi aku tidak melihat William dan Mama? Kemana mereka? Jangan bilang gak datang? Dan, dimana Viocha? Dia menghilang begitu saja setelah aku masuk? Dan dimana Noel?
Tea melirik ke orang yang dikenalnya di sekiranya, hanya ada Barant dan Ely, tidak ada Noel dan Icha disana.
Tea sudah tidak tenang, dia kesal membayangkan fantasinya.
jangan bilang kalau Noel membawa Icha kabur di hari perayaan pernikahan ku? Kurang ajar! Dasar Noel! Ini pernikahan ku, kenapa dia harus membawa Icha coba? Lihat saja aku akan mempekerjakan mu lagi, lalu akan ku pecat dengan sadis!
Tea sudah tidak semangat, karna tak kunjung melihat adik laki-lakinya, dan ibunya datang, apalagi kini Vioch ikut menghilang. Padahal orang tua yang Tea punya hanya Joselyn. Bagaimana mungkin dia setega itu untuk tidak datang ke pernikahan Tea?
Meski hubungan Tea dan Joselyn sudah renggang sejak beberapa tahun yang berlalu, tapi itu bukanlah alasan untuk Joselyn tidak hadir di perayaaan pernikahan putrinya. Bahkan jika Joselyn tidak menyayangi Tea, atau bahkan sampai Menjual Tea pada Asher. Tea memang marah, tapi Tea masih berharap, orang tua tunggalnya itu kini berdiri di sebelahnya, menemaninya di hari bahagia ini, setelah Joselyn meninggalkannya.
__ADS_1
Harusnya tidak seperti ini kan? Walau kau tidak menyukai, atau aku yang membenci mu? Harusnya kau tetap datang kan? Tampakkan batang hidung mu sebagai ibu ku, bawa adikku juga bersama mu.
Tea berusaha setengah mati menahan air matanya, padahal tadi jelas-jelas di bahagia. Namun, karna berpikir sebentar, dan tidak menemukan kedatangan dua orang yang dia tunggu, mampu mengubah suasana hati Tea.
Harusnya kan, dia ratunya hari ini, semua orang bahagiakan lah dia? Kenapa di hari seperti ini Tea harus merasa sedih, ini sangat tidak adil untuknya.
Tidak apa-apa, kau baik-baik saja Tea. Kau adalah perempuan yang kuat. Ayah bilang aku perempuan yang kuat, maka aku adalah orang yang kuat.
Asher dan Tea sudah duduk di tempatnya, dan menjadi pusat perhatian. Yang Tea katakan benar, saat ini dia adalah ratunya dan Asher adalah rajanya. Walau sejujurnya, Tea lebih cocok dengan gelar putri, dan Asher dengan gelar banditnya sendiri.
"Acaranya akan dimulai de--"
"Acaranya tidak bisa dimulai sekarang, karna masih ada satu kuman di pesta ini!" Noel dengan cepat memotong ucapan kakek. Dia datang menembus kerumunan dan berakhir di tengah-tengah aula pesta dan saat ini, dia sudah merebut posisi Tea sebagai pusat perhatian.
"Apa maksud mu Noel? Kau ingin menghancurkan acara Pernikahan cucu ku? Kau berani?" Kakek sudah menatap tidak suka ke arah Noel, dengan wajah penuh tanya. Tampaknya Kakek juga tidak mengerti apa yang Noel rencankan kali ini.
Tea juga tampak terkejut, tapi dia bingung. Sedangkan Asher memperhatikannya dengan seksama, dengan senyuman tipis-tipis yang ia keluarkan.
Noel tidak mengatakan apapun, dia hanya menarik Yelena ke tengah-tengah.
"Apa-apaan kau ini?! Dimana kesopanan mu pada keluarga Anumertha!" Yelena awalnya menolak tarik paksa yang Noel lakukan. Namun Yelena bisa apa? Noel lebih kuat, dan tentu saja Noel yang menang.
"Yelena, kau ingin mengakui kesalahan mu? Atau aku yang akan menjabarkannya?!"
Jika ingin mengikuti kata hati, Noel ingin segera mematahkan rahangnya sekarang juga. Tapi, Noel harus menahannya, ini semua demi hasil akhir yang lebih baik.
"Apa maksud mu?! Kesalahan apa? Aku tidak melakukan kesalahan dan kejahatan apapun hari ini!"
"Ya tidak hari ini, Karna beberapa hari yang lalu, kau merusak gaun Nyonya Galatea! Dan kau juga membuatnya terluka bersimbah darah dengan menusukkan banyak jarum di gaunnya!!"
__ADS_1