
"Bukan, di sini saya mau minta duit. Dokter itu bilang, sisa pembayarannya minta ke presdir ini." Sahut gadis itu dengan wajah yant super tidak ramah.
"Pembayaran apa?" Tea sedikit penasaran.
"Keperawanan saya, dimana Tuan muda Asher?"
Tea masih diam membeku, jantungnya sakit mengetahui suami yang dia cintai ternyata main gila dengan bocah sekolahan. Bahkan sampai merenggut keperawanan gadis itu. Padahal Tea sudah percaya, bahwa dia adalah satu-satunya perempuan yang berhubungan badan dengan Asher. Tapi apa sekarang?
"Mba? Dimana dia?" Gadis itu bertanya lagi, merasa tak mendapat jawaban dari perempuan di depannya.
"Siapa sih? Kenapa kau lama sekali?" Asher juga ikut penasaran, kenapa putri rata miliknya malah diam tanpa suara disana.
"Oh? Anda ada di sana? Saya datang ke sini atas arahan Dokter Albert, dia bilang setengah pembayaran minta ke anda." Gadis itu berjalan melewati Tea yang seperti patung. Dia melirik Tea iba, melihat reaksi Tea, gadis itu yakin bahwa dia mencintai tuan muda bajingan ini.
"Kau? Siapa?" Asher merasa pernah melihatnya, tapi dia juga agak lupa.
"Perempuan yang di bawa Dokter muda Albert untuk memberikan keperawanannya kepada anda. Jadi, tolong sisa uangnya, saya sangat membutuhkannya."
"Oh? Kau? Barant berikan sisa uangnya padanya. Dan segera keluar dari sini, mengganggu saja."
"Kenapa dia yang keluar? Biar aku saja yang keluar? Kau ingin bermain bersama gadis cantik ini kan? Biar aku yang keluar!"
Hati Tea sudah sangat perih, dia cukup tersakiti. Tea tau bahwa dia jarang cemburu dengan Eve karna perlakuan Asher pada Eve berbeda. Tapi, kalau sampai merenggut keperawanan seorang gadis? Bisakah Tea masih baik-baik saja.
Itu perih sekali, sangat sakit seolah tersengat oleh listrik di setiap denyutnya.
"Apa maksud mu? Mana mungkin aku melakukan itu dengan papan dua seperti ini." Asher bahkan tidak berselera melirik gadis itu.
"Lalu kenapa kau membayarnya?!"
"Karna dia menyentuh ku."
Bukan Asher, tapi gadis itu yang menjawabnya tanpa dosa.
"Apa itu benar? Kau menyentuhnya?!" Tea tidak ingin percaya perkataan wanita lain, dia ingin mendengar jawaban itu dari mulut suaminya sendiri. "Jawab aku Ash!" Tea menarik dasi Asher, yang semula rapi menjadi acak-acakan.
"Y-a ... Aku memang menyentuhnya sih, tapi cuma dadanya." Asher juga tidak berbohong kan?
"Kau menyentuh dadanya?!"
"Ya, dia meremas dada kiri ku." Timpal sang gadis masih terlihat santai dan enjoy, baginya persetan pertengkaran kekasih, yang penting duitnya aja kasihin ke dia.
Gemuruh hebat menyerang dada Tea, badai topan menerpa jiwanya, itu lebih sakit dari yang dia perkirakan.
Ternyata aku mencintai Asher, lebih dari yang ku bayangkan.
Semakin sakit yang Tea rasakan, semakin dia sadar seberapa besar cinta yang dia punya untuk bajingan sialan ini.
__ADS_1
"Gimana kalau kita cerai aja? Aku rasa aku udah cape, aku gak bisa."
"Aku sudah bilang kan, satu-satunya hal yang tidak bisa kau lakukan adalah meninggalkan ku. Sampai mati pun, aku tidak akan bercerai dengan mu."
"Tapi kau kejam!" Tea berlari keluar dari ruangan itu. Dadanya sesak jika harus menghirup dan berbagi oksigen dengan gadis yang berbagi suami dengannya.
"Tunggu! Putri Rata! Hati-hati! Jangan larian!" Asher juga meninggalkan segala pekerjaan pentingnya.
"Aw!" gadis itu berteriak, tentu saja itu semua karna ulah Barant yang sudah melemparnya dengan segepok uang di dalam amplop.
"Ambil itu dan enyah dari sini. Dan sebelum itu, kau harus menjelaskan pada Nona Tea bahwa ini kesalahpahaman, dan Tuan muda Asher tidak pernah melakukan hubungan badan dengan mu." Barant sudah sangat mengerikan sekarang, jika dilihat kilas balik, ini adalah ekspresi paling menyeramkan yang pernah dia keluarkan.
Tentu saja dia marah, baginya gadis murahan antah berantah ini sudah merusak mood Nona yang dikaguminya, dan membuat Nonanya sedih.
"Wah, banyak juga. Tambahkan sepuluh juta, aku pastikan menjelaskan sampai kekasihnya percaya."
"Dua puluh juta kalau mereka berhasil berdamai hari ini."
"Sepakat, kerjaannya seru sekali. Tapi, kalau Tuan muda itu memang sangat mencintai kekasihnya, kenapa dia malah mencari gadis perawan?"
"Bukan urusan mu." Barant benar-benar dingin saat ini, jika Tea melihat Barant sekarang dia tidak akan percaya, Barant-nya yang imut dan penurut bisa sedingin dan sekasar ini.
"Memang bukan, hanya saja-"
Gadis itu mengingat perkataan Albert saat dia di beli hari itu.
"Dia pria kasar dan arogan, angkuh dan tanpa perasaan, tidak peduli seberapa sakitnya dan kasarnya dia dalam berhubungan, kau harus menerimanya. Dan dia juga pemaksa."
-
-
Noel masih melihat-lihat kantor itu, dia sudah berkeliling dan berbicara dengan cukup banyak pegawai, untuk mencari tau pendapat mereka soal Tea. Hasilnya mereka ternyata sudah tau bahwa Tea adalah istrinya Asher. Mereka hanya terkejut bahwa Asher dan Tea datang bersama.
Apa berita ini cukup menyenangkan buat di bawa ke Non? Kayaknya kurang, cari gosip lagi ah.
Noel sudah ceria dengan berita yang dia punya, namun keceriaannya hilang saat ada satu tangan yang menarik lengannya.
"Hey Kau...! Menikahlah dengan ku!"
Apa katanya? Dia melamar Noel?
"Kau? Artis yang ketemu di depan kan?" Noel memang agak terkejut saat melihat gadis yang mengajaknya menikah tiba-tiba, gadis itu bukanlah gadis biasa, melainkan Elise, artis cantik yang sangat terkenal dan di gandrungi banyak fans pria.
"Iya, makanya, menikahlah dengan ku? Ya...?"
"Maaf Nona, anda terlalu baik buat saya." Noel tidak tertarik, dia tidak menaruh rasa pada artis cantik ini.
__ADS_1
"Kalau gitu, aku doakan kau mendapat yang kriminal!" Wah, Elise ternyata bisa berkata begitu.
"Anda tau kan kalau itu tidak sopan?"
"Makanya menikahlah dengan ku."
"Gak dulu, dan selamat tinggal." Noel berbalik, dia tidak mood mencari gosip lagi, karna gosip yang dia punya lebih dari cukup untuk bahan berdebat dengan Tea.
Elise ingin mengejar Noel, namun sudah ada Tea yang berlari dan menarik Noel.
"Ayo kita pulang Noel!"
"Non?! Non gak akan percaya kalau bilang Artis Elise melamar saya."
Tea yang sesak dan sakit menjadi kesal karna candaan tidak masuk akal supirnya.
"Aku bahkan lebih percaya kalau kau bilang bulan ada dua."
"Tapi Non, itu beneran loh, coba aja tanya sama yang bersangkutan."
"Berhenti halusinasi dan ayo pulang. Sudah ku bilang, segeralah menikah sebelum kau jadi gila."
Tea menarik lengan Noel, namun langkahnya terhenti seketika saat sudah Asher yang menariknya kuat, hingga membuatnya melepas Noel dan terjatuh dalam pelukan Asher.
"Dengarkan ak--"
"Apa?!" Tea mendongak kasar menatap pria itu.
Deg.
Badan Asher rasanya panas, dia nyaris gila saat ini, ketika melihat wajah putri rata kesayangannya sudah banjir air mata.
"Tutup mata kalian semua."
*Cup
Asher mencium tepat di bibir Tea. Semua orang yang ada di sana menutup matanya, kecuali Noel dan Elise yang kaget dan tidak sempat memejamkan matanya, itu terlalu dadakan dan luar biasa untuk mereka.
Asher melepas tautan bibirnya, dia mengelap sudut bibir Tea dengan lembut.
"Sudah ku perintahkan untuk menutup mata kan? Kau supir di pecat, dan kau artis, kontrak di batalkan."
"Tunggu Tuan muda! Ini hanya dalih agar bisa memecat saya kan?!" Tentu saja Noel protes, dia tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
"Kontrak di batalkan hanya karna saya tidak menutup mata?! Anda bercanda kan?!"
Note:
__ADS_1
Author mau ganti judul, tapi apa ya?
ada saran? atau tetap ini aja?