Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
94. Saya menyukai Elise!


__ADS_3

Morgan masih memasang senyuman nya seperti biasa.


"Apa yang sangat kau sukai? Sesuatu yang kau sukai?"


"Elise! Saya menyukai Elise, dan saya berharap bisa bertemu dan mengoleksi perhiasan yang sama dengan nya. Soalnya Elise sangat cantik dan mempesona."


Ini namanya kesempatan kan? Dan dia sendiri yang datang, jadi ini namanya keberuntungan. Mari kita lihat, apakah Morgan memang ada hubungannya dengan Elise?


Batin Tea, dia senang tapi dia tidak mau menunjukkan nya. Dia masih ingin bersikap datar pada orang ini.


Morgan tersenyum diam-diam, dia merasa kemenangan dan keberuntungan sudah ada di pihaknya.


Ini pasti akan berjalan sangat  mudah kan? Semuanya akan berjalan lancar, tidak ku sangka dia malah mengidolakan Elise, ini akan menjadi lebih muda dari yang ku bayangkan. Pfftt, Asher lihat lah, bagaimana aku akan merampas wanita mu sekali lagi. Dan aku akan melihat mu yang gila sekali lagi. Ini sangat seru.


"Oh Elise! Dia adalah teman ku. Apa kamu ingin bertemu dengan nya kapan-kapan?" Morgan menawarkan nya, sepertinya dia sudah masuk ke dalam jebakan Tea.


"Seriusan? Aku juga ingin bertemu dengan nya, aku ingin minta izin Asher, tapi aku takut dia marah. Karna dia sedang di luar kota, aku ingin sekali bertemu dengan Elise. Dia sangat cantik dan menjadi idola ku sebelum aku menikah dengan Asher. Elise sangat cantik dan berbakat, suara nya juga sangat bagus."


Ahh, apakah lidah ku bakal keseleo kalau aku berbohong?  Aku sudah lelah memuji orang yang bahkan aku tidak tau nama lengkap nya, oh ya ampun.


Morgan tersenyum simpul. "Tenang saja, dalam waktu dekat aku pasti akan menghubungi mu. Dan aku akan mempertemukan mu dengan Elise, santai saja."


"Baiklah, Kakak ipar aku mengandal kan mu."


"Kalau begitu aku permisi dulu, masih banyak pekerjaan di kantor yang butuh tanda tangan ku, sampai jumpa lain kali adik ipar. Dan saat itu, akan aku pastikan kau bertemu dengan Elise. Aku janji, ini adalah janji kakak ipar yang baik." Morgan bangkit berdiri, setelah hampir setengah jam berbincang kaku akhirnya dia memutuskan untuk pergi juga.


"Hati-hati Kakak ipar!" Tea kali ini tersenyum, ya biar Morgan merasa bahwa mereka sudah lebih akrab. Tea melambaikan tangannya dengan baik, soalnya ini adalah momen yang dia tunggu-tunggu  dimana Morgan akan segera keluar.

__ADS_1


"Lain kali, kalau ada tamu, tolong hidangkan sesuatu, ya setidaknya air putih, tidak perlu mewah-mewah."


Ya ampun, ternyata sedari tadi Tea dan pelayan nya tidak menghidangkan apapun untuk sang tamu.


"Maaf Kakak ipar, aku lupa, kakak sangat seru di ajak mengobrol makanya aku sampai lupa. Lain kali saat kita mengobrol lagi, aku akan mengingat nya."


"Tidak apa-apa, lain kali tolong hidang kan ya, Teaaaa eh maksudnya adik ipar~" Morgan melambaikan tangan nya dia perlahan melangkah jauh dan akhirnya hilang dari pandangan Tea.


Tea merubah eskpresi wajah nya menjadi datar.


"Kedepan nya kalau dia datang, jangan hidangkan apapun bahkan jika itu hanya air putih. Ya, akan lebih bagus kalau dia tidak usah di kasih kursi dan meja, biarkan saja dia di lantai." Ketus Tea.


"Nona Tea? Anda masih belum sadar ya? Anda punya kekuasaan khusus di sini? Jangankan Morgan, anda bahkan bisa mengusir Vallen jika anda mau. Anda adalah orang yang di izinkan bersikap sesuka hati, dan bahkan izin itu sudah turun dari Tuan besar Anumertha dan Tuan muda Asher. Tidak akan ada yang berani marah atau kurang ajar pada anda. Anda tidak perlu sungkan dan menjaga sikap. Anda tidak perlu baik pada orang yang tidak anda suka dan pura-pura menyenangkan di depan orang lain. Jadilah diri anda saja. itu sudah cukup, jika nanti nya ada masalah karna sikap anda, tuan muda Asher bilang, beliau lah yang akan membereskan semuanya."


Wah, luar biasa, detail sekali. Tea tidak tau bahwa Sheila-nya punya sisi yang menggemaskan begini.


"Tidak bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin ada keributan, kau bisa kembali sekarang. Aku juga masih ingin istirahat." Tea berdalih sebisa nya, dia sudah sejauh ini, dia yakin pasti bahwa usaha nya kali ini tidak akan sia-sia seperti usahanya saat melepaskan diri dari pelukan Asher.


"Iya iya aku percaya pada mu Sheila. Kalau begitu tolong buatkan aku jus ya, yang asam dan ada manis nya."


"Baiklah Nona, kalau begitu saya permisi dulu. Jus anda akan segera saya antarkan."


"Antarkan ke kamar ya soal nya aku mau minum di kamar aja, oke?"


"Sipp"


Tea menghela napasnya lega dan bahagia, sudut bibirnya tertarik, menerbitkan satu senyuman manis yang sudah sering kita lihat. Senyuman manis yang mampu mengundang senyuman orang lain juga.

__ADS_1


Hehe, aku pasti bakal tau apa sebenarnya rencana kalian? Dan aku bakal buktikan kalau kalian sekongkol mau mengambil alih Anumertha dengan cara licik. Oh ayolah, kenapa aku sangat cerdas? Ash! Liat saja, aku tidak bodoh tau. Aku cerdas, otak ku tidak pas pasan! Akan aku buktikan tidak lama lagi.


Saat kau pulang nanti aku akan bawa bukti kehadapan mu, butki persengkokolan Elise dan Morgan. Hihihi, aku sangat tidak sabar melihat reaksi mu yang sangat terkejut dan nanti akan tersenyum bangga pada ku. Hey Ash! Lihat! Aku akan membuat mu memuji ku dengan mulut yang sama yang selalu menghina ku.


Tea masih dengan senyuman andalan nya, dia ke atas ke kamar mereka. Senandung ceria dan bahagia dia dendangkan demi apresiasi dan menghibur diri.


-


-


-


Di sisi lain, Viocha sedang duduk di halte menunggu  kendaraan umum yang akan lewat dan bersedia mengantarnya pulang.


Entah apa yang terjadi hari ini, kesialan mendatangi dirinya. Dia yang mau pulang dengan tenang terpaksa berdram lagi saat mobil berwarna merah terang itu berhenti di hadapannya.


Seorang pria tampan berjas formal keluar dari mobil itu, dia dengan senyuman andalan nya menyapa Viocha.


"Viocha? Mau pulang? Udah selesai mata kuliah nya?"


"Iya Kak Morgan, baru aja pulang. Makanya lagi mingguin angkutan umum."


Jangan tanyakan betapa ini sangat menyebalkan bagi Viocha. Dia yang irit kata harus banyak mengucapkan kata demi memperhatikan pria ini.


"Pas banget, ayo sama Kakak, biar kakak anterin."


"Eh, gak usah Kak, ntar malah ngerepotin loh?"

__ADS_1


Itu artinya  Viocha tidak ingin di dekati oleh mu, dan tidak ingin di antar juga oleh mu.


"Gak kok, gak sama sekali kalau buat perempuan secantik Viocha. Bahaya loh Vio, kalau kamu sampai pulang sendirian begini, cantik lagi, udah sore hampir mabghrib. Pulang sama aku aja? Ya?"


__ADS_2