
Elise menarik Noel ke sebuah ruangan, hanya ada dirinya dan Noel disana. Elise harus melakukan ini, persetan dengan gosip di kantor Asher, yang penting dia harus berakhir dengan menikah dengan Noel.
"Menikahlah dengan ku, ayo menikah!" Elise tidak lagi basa-basi, dia langsung ke intinya saja.
Noel menghela napasnya. "Saya menolak, Nona sangat cantik, anda kaya dan anda juga artis, anda bisa kan mencari calon lain selain saya?" Noel benar-benar tidak ingin terikat hubungan apapun dengan artis cantik ini. Dia tidak tertarik, meskipun Elise cantik.
"Karna itu, karna kau tidak akan mencintai ku, makanya menikahlah dengan ku."
Noel hanya menatap Elise datar. "Gak dulu, saya malas ribet, malas tampil di depan media, malas berhubungan dengan anda."
"Aku mohon! Aku akan membayar mu mahal, satu bulan satu miliyar!"
"Gaji saya aja jadi supirnya Non Tea dan pengawalnya 2 miliyar, belum lagi bonus dan lain-lain, asuransi saya juga di tanggung, jadi saya gak kekurangan duit." Noel tidak bohong, dia memang di gaji segitu oleh Kakek, bahkan lebih. Yah maklum saja, kerjaan sampingannya juga banyak, dia harus menjadi mata-mata di malam hari, dan siang hari menjaga putri rata.
Tentu saja Tea kita yang kalem tidak tau nominal sebesar ini menjadi gaji supir pembangkangnya, jika dia tau dia pasti akan terus menerus memarahi Noel karna kesal. Gaji supir bisa sebesar itu? Hanya Noel yang bisa.
Elise diam membeku, dia tau Anumertha memang luar biasa, bahkan mengembangkan sayapnya di mancanegara, perusahaannya tidak boleh di anggap remeh. Hanya saja? Bukankah berlebihan seorang supir digaji segitu? Jika Barant tau, dia akan menangis mendengar ini.
"Kau bohong kan?" Elise masih tidak percaya, dia masih berpikir bahwa ini adalah dalih Noel untuk menolaknya.
"Ck!" Noel mengeluarkan ponselnya, dia memaparkan saldo dengan nominal yang jangan disebutkan bisa bikin iri, nol nya bahkan terlalu banyak untum di hitung.
"Mana mungkin! Mana mungkin seorang supir punya uang sebanyak ini!"
"Ya, terserah sih kalau gak percaya. Saya permisi Nona Elise." Noel dengan santainya keluar dari ruangan, meninggalkan Elise yang sudah kecewa, putus asa. Apa Noel iba? Oh mana mungkin, dia bisa saja akan iba kalau posisi itu adalah Tea.
Noel berjalan sudah menjauh dari Elise, dia ingin kembali ke ruangan Asher demi mengganggu Non kesayangannya. Namun, perjalanannya menyebalkan karna dia melihat Barant dan gadis aneh itu.
Noel ingin diam saja dan melewatinya, namun Barant malah membuka mulutnya.
"Aku di pe-rin-tah-kan Nona Tea buat bawa perempuan ini keluar, aku di kasih tu-gas sebagai ba-wa-han." Entah bagaimana cara kerja otak Barant, bisa-bisanya dia bangga begitu.
__ADS_1
"Apa? Kau jadi bawahan Non Tea?" Tentu saja Noel menolaknya, hanya dia yang boleh jadi bawahan Tea.
"Iya." Barant dengan bangganya membusungkan dadanya.
"Pasti ada kesalahan. Non gak mungkin khianatin saya."
"Agak sakit kayaknya abang-abang ini." Celetuk Sang gadis yang sudah menatap aneh kedua pria dewasa ini.
...***...
Pagi ini semuanya berjalan baik-baik saja, setelah semalaman ribut dengan Asher, akhirnya Tea mendapatkan pagi yang tenang.
Dia duduk di meja makan, menikmati sarapan sebagai Nona keluarga kaya. Ya, awalnya semua baik-baik saja, sampai supir itu datang, berisik dan membawa bencana.
"Non! Saya mau protes!" Noel mencoba mengatur napasnya yang tersengal, setelah dia berlari entah darimana sampai kesini.
"Napas dulu lah, minum dulu." Tea memberikan jus mangga yang harusnya menjadi miliknya. Entah hubungan apa yang mereka punya, supir dan majikan, atau teman seperjuangan?
Akhirnya dia bisa bertemu dengan Tea pagi ini. Soalnya kemarin saat dia ribut-ribut di depan ruangan Asher karna ingin bertemu dengan Tea, akhirnya dia di usir, karena saat itu Asher dan Tea sedang menikmati waktu sebagai suami istri. Pada saat pengusiran Noel pun, Tea tidak membelanya, soalnya Noel mengganggu sih.
"Non saya protes, kok Non jadiin Barant bawahan tanpa izin saya?"
Tea menghentikan kegiatan tangannya mengolah makanan di depan, dia menatap supirnya datar. "Sejak kapan majikan butuh izin supir?"
"Ayolah Non, perhatikan perasaan saya juga, masa Non tega jadiin dia bawahan, saya ga setuju Non! Dia itu normal! Dia gak bisa masuk circle kita." Circle apa yang Noel maksud? Circle kegesrekan?
"Berisik, aku tidak menjadikannya bawahan loh, siapa yang bilang gitu?"
"Si Barant kemarin, katanya dia Non perintahin buat bawa gadis itu keluar. Dan dia resmi jadi bawahan Non."
"Aku cuma memberinya perintah, aku tidak menjadikannya bawahan. Apa sih berisik banget."
__ADS_1
"Beneran Non? Sialan emang manusia normal itu! Beraninya nipuin saya! Tapi Non, jangan terima dia jadi bawahan ya Non! Jangan pernah, ja--"
"Iya! Iya! Berisik banget sih, puas? Udah ah, aku mau makan, aku harus ke tempat Will sama Viocha nanti, terus ke butik lagi. Aku sibuk, jangan buat sakit kepala deh."
"Sip, tapi hari ini Non sensian amat deh." Noel benar, ada yang berbeda dari Tea. Dia jadi lebih mudah marah hari ini.
Noel tersenyum puas, posisinya aman, gaji dua miliyarnya juga terjaga.
"Hari ini ayah tiri mu akan disidang, kau akan datang?" Entah dari mana, Asher sudah ada di sebelah Tea. Dia tidak lagi duduk di kursi biasanya, dia duduk tepat di sebelah Tea.
"Entahlah, aku akan bertanya pada Viocha dan Will dulu."
"Oh, baiklah."
Mendadak perut tea merasa mual saat dia mencium parfum Asher. "Kau ganti parfum ya? Bau banget, bikin mual, mau muntah, hwe--" Tea langsung berlari ke kamar mandi. Dia benar-benar mual.
"Kau sakit? Ayo ke rumah sakit, Panggil Albert kesini cepat!"
Asher dan Noel juga beberapa pelayan lainnya sudah menunggu Tea di luar kamar mandi, masing-masing pelayan sudab membawa air hangat, jus, sapu tangan dan semacamnya. Jika mereka lelet dan terlambat begitu saja, mereka pasti akan di pecat oleh Asher langsung.
Tea keluar dari kamar mandi, dia langsung meminum air hangat yang pelayan berikan.
"Ayo ke rumah sakit? Kau sakit apa? Kita harus periksakan."
"Menjauh dari ku Asher, parfum mu menyebalkan. Rasanya aku mual dan ingin muntah."
"Mual dan ingin muntah karna alasan aroma, mungkin saja Non Tea hamil kan?" Celetuk Sheila-Pelayannya masuk akal juga.
"Non Tea hamil? Yes! Akhirnya saya punya calon istri!" Bukan Asher, malah Noel yang kelihatan bahagia dan berseri.
...***...
__ADS_1
...Btw lebih suka Elise Noel? Viocha-Noel? Atau sama kayak author aja, Noelnya lajang tua milik kita bersama wkwk...