
"Lima puluh dua persen? Untuk Non Galatea?!"
Lima puluh dua persen! Apa pak tua itu serius? Dia akan memberikan saham sebanyak itu pada cucu orang lain? Di banding cucunya sendiri, jadi karna itu dia sangat menyayangi Galatea. Sampai memberikannya saham yang bukan kira-kira harganya.
Morgan hampir saja tersedak ludahnya sendiri sangking tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengannya, saham sebanyak itu dengan gampang nya mau di berikan pada Tea.
Sedangkan saham pada kami hanya sepuluh persen, itu pun sering di potong, bukan hanya itu. Sepuluh persen itu, rasanya Kakek sangat berat memberikannya. Tapi, dengan entengnya bibirnya bilang lima puluh dua persen untuk Galatea? Gila!
Morgan mencoba mengatur napas dan detak jantung nya yang tak lagi beraturan. Kuping nya hampir lepas karna mendengar itu. Cerita masa lalu ini terlalu mendatangkan banyak dampak tampaknya.
Noel juga terkejut bukan main, sepuluh persen saja bisa seterkenal Morgan, apalagi jika lima Puluh dua persen?
"Tentu saja, karna sejujurnya, seluruh harta ini bukan hanya milikku, tapi juga milik Kakeknya Galatea. Keturunan Floyena, dan aku berncana menyerahkannya kala itu." Sahut Kakek, wajah nya ringan, tak tampak dia akan keberatan untuk membagikan saham sebanyak itu untuk Floyena.
"Lalu, apa yang terjadi hingga membuat anda tidak jadi memberikan saham itu pada keluarga Floyena?"
Selain jadi mata-mata, dan sslain jadi supirnya Tea. Yah, inilah kerjaan sampingan nya Noel, mendengarkan orang yang sudah tua ini bercerita.
Asik, 100 juta buat jadi pendengar yang baik.
Batin Noel tersenyum bahagia, dia hanya perlu mengobrol, dan seratus juta sudah di tanga. Kerjaan mana lagi yang lebih mudah dari ini? Yah, meskipun kerjaannya kadang sebulan sekali atau dua kali.
"Itu dia masalahnya, karna ada Asher, Vallen dan Morgan yang gila akan saham. Kau tau kan, kecintaan mereka akan saham sangat mengerikan. Aku takut, saat aku memberikan nya pada Tea. Mereka akan mengincar Tea dan melukai dirinya. Aku tidak akan bisa, aku akan selalu merasa bersalah."
Oh, tentu saja prediksi Kakek benar, jika kala itu Asher dan Tea bukan di pertemukan sebagai sepasang pengantin, dan malah menjadi saingan saham? Apa yang akan terjadi selanjut nya, agak menarik untuk di ulik, kan?
__ADS_1
"Benar juga, seorang berengsek saham kalah dalam jumlah saham. Ah, entah kekerasan apa yang akan dilakukan orang itu. Tapi, kenapa anda malah memilih jalur pernikahan?" Ini juga salah satu yang membuat Noel penasaran.
"Yah, bukan mudah untuk memilih jalur pernikahan itu, aku juga berat untuk memutuskan itu, dimana karna pernikahan itu, Tea cucu ku bisa terluka nantinya. Tapi aku harus melakukannya. Aku bahkan sampai memberikan anak itu sepuluh persen saham, agar dia tidak menolak dan mau menerima Tea. Dan dengan saham sebanyak itu, dia harus berjanji agar tidak menyakiti Tea, walau hanya seujung jari saja."
Kakek jujur, dia harus mengambil resiko bahwa Galatea akan terluka karna Asher.
Deg
Morgan terdiam di tempatnya, Dia tidak tau kalau pernikahan Asher dan Tea berhadiahkan sepuluh persen saham?
Sialan! Sudah ku duga, sahamnya bertambah banyak bukan karna kemampuannya, tapi karna Galatea di sisinya.
"Ah yang itu, saya ingat. Saat di awal dulu saya heran, bagaimana bisa Tuan muda Asher selembut itu pada Non Tea, dia yang dikenal kejam kasar dan dingin, mustahil bercanda malah setiap pagi ribut dengan Non Tea saat sarapan. Apalagi keduanya sampai memiliki nama panggilan sendiri, itu lucu saat melihat keduanya bertengkar."
"Ah kau benar, mereka berdua menggemaskan, padahal sejak awal niat ku bukan seperti ini. Aku hanya berniat menikahkan Galatea dengan Asher untuk melatihnya. Alasan aku memilih Asher juga karena kemampuan berbisnis Asher paling unggul di antara Morgan dan Vallen. Aku ingin Galatea belajar bisnis dari Asher, dan juga belajar banyak dari pengalaman ku, dan meletakkan mu di samping nya untuk menjaganya. Agar saat dia sudah paham soal bisnis, dan mahir bukan main, saat dia bisa mandiri, aku akan memberikan saham sebesar lima puluh dua persen itu padanya."
"Itu benar, Tea memiliki wajah yang mirip dengan Evan, keceriaan yang sama, namun sayang kemampuan berbisnis yang Evan kuasai tidak terrurun pada Tea. Ada kemungkinan ke Viocha, atau ke adik bungsu mereka, William."
"Gak tau deh soal itu, tapi yang jelas bukan Non Tea. Dan bagusnya emang gitu. Kalau Non Tea jago bisnis, ga seru di ganggu, haha."
"Tapi aku sangat senang melihat akhirnya Asher bisa jatuh cinta pada Tea. Rumah tangga mereka berjalan harmonis, sangat enak di pandang oleh mata. Aku tidak pernah membayangkan masa tua ku akan berjalan setenang ini."
Kakek tersenyum hangat, senyuman yang suer dah langkah banget. Baik beliau di masa muda atau di masa Tua, hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat Kakek tersenyum. "Asher mirip dengan ku, dan Galatea mirip dengan Evan. Saat melihat mereka berdua bersama, Aku seperti melihat diri ku yang dulu dan Evan yang dulu. Namun, kali ini versi mereka, versi pernikahan. Aku rasa, aku akan bahagia jika aku mati sekarang."
"Kalau Tuan Evan itu perempuan, apa anda akan menikahi nya juga?"
__ADS_1
"Mustahil aku menolaknya."
Bulu kuduk Noel berdiri. "Astaga, supir yang kere ini baru saja mendengar rahasia tersembunyi paling dalam dari presdir Anumertha yang melegenda, Bryan Kert Anumertha."
"Hah, aku merindukan Evan. Aku harap aku segera menyusulnya." Kakek menghela napasnya, tatapan dan helaan napas lega yang merasa seolah beban berat di pundaknya sudah terangkat semua.
"Jangan dulu deh Tuan besar, tungguin saya sama Viocha dulu, emang gak mau nungguin anaknya Tuan muda Asher sama Non Tea? Pasti lucu! Mereka pasti bakal punya anak, kalau sampai gak... Awas aja," Noel sudah tersenyum sangat mengerikan.
"Kau jangan dekati Viocha, kasihani anak kecil itu. Sadar umur sadari diri."
..."Tuan besar, anda kelewatan."...
...****...
...Prangggg!!! ...
"Sialan! Sialan! Sialan! Kenapa malah Asher yang di pilih?! Kenapa bukan aku?! Harusnya aku yang menikahi Galatea! Galate pemegang lima puluh dua persen saham! Artinya kalau siapapum yang menikahinya, akan mendapatkan nya! Aku harus mendapatkan Galatea apapum yang terjadi! Persetan wajah dan tubuh nya yang biasa saja! Tapi uang yang dia punya banyak sekali!"
Morgan mengamuk-amuk di mansion nya saat ini, setelah menguping pembicaraan itu, Noel berhasil keluar secara diam-diam, dan dia tidak jadi bertemu dengan Kakek.
"Tea Tea Tea Tea Tea... "
Hanya ada Nama Tea yang ada di kepala Morgan saat ini. Dia menggumamkan nama putri rata Asher seperti orang gila. Gumam-an nya terdengar sangat mengerikan.
Dia sudah gila, mungkin?
__ADS_1
...****...
...bonus huwee, Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Btw buat besok, Author gak janji up yaaa, Makasih yang udah setia baca sampai sekarang, apalagi yang komen, uh lope lope, sayang kalian banyak-banyak^^...