Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
91. Kau mencintai ku?


__ADS_3

"Gak boleh, Non ada urusan sama saya!" Sambung Noel seketika. Entah lah, rasanya melihat Eve mendekati Tea lebih menyebalkan daripada melihat Barant mendekati sang Non.


"Siapa kamu? Nona Tea aja mengizinkannya kok. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan." Eve masih kekeuh, dia jarang mendapatkan kesempatan begini, sekali nya mendapatkan tak kan dia lepas kan?


Hal penting ya? Aku juga punya hal penting yang dari tadi aku pikirkan. Ah! Morgan! Ya, dia adalah salah satu target tersangka ku! Mungkin saja aku bisa mengorek beberapa informasi dari Eve.


Tea mengerti, sepertinya dia sudah punya jalan untuk terus maju dan menyelidiki ini.


"Apaan sih Noel, mending kau pergi ganggu Viocha saja sana, aku dengar Viocha banyak kenalan di kampus, apalagi dia cantik, dan anak kampus lain juga pasti mudah. Kalau sudah kalah usia, tolong jangan kalah usaha, pergi sana." Tambah Tea yang kali ini dia memihak pada Eve. Bukan tulus ya gaes ya, hanya demi menyelidiki satu hal.


"Non ngusir saya secara gak langsung kan?" Noel menatap Tea tidak percaya, Non yang selama ini membelanya saat di depan Asher dan membela nya di banding Barant, kini membuang nya demi bertemu dengan Eve.


"Iya, aku ngusir secara gak langsung, daripada ku usir secara langsung dan ceplos, bagaimana?"


"Non kejam sekali." Meskipun hatinya enggan pergi dari sana, Noel akhirnya angkat kaki dari sana juga. Karna tampak nya Non nya saat ini sedang sangat serius. Ah, itu semakin menyakiti hati nya. Padahal sejauh yang Noel tau, hubungan dia dan Tea sangat dekat.


Melihat Noel yang biasanya menempel pada Tea, kini Tea usir pergi demi Eve. Eve melihat Tea dengan pandangan 'aneh'   membuat yang di pandang merasa tidak nyaman dan ada yang aneh disana. Wah, jangan tanyakan betapa hati Eve berbunga bahagia.


Wah, apa lagi ini? Jangan bilang kalau hal yang aku lakukan barusan adalah kesalahan? Gak kan? Gak dong ya? Tolong Eve, jangan biarkan apa yang Asher katakan itu benar, apa yang Asher pikirkan soal diri mu yang sekarang pasti salah kan?

__ADS_1


"Nah, silahkan duduk." Tea menyambut Eve dengan ramah.


Setelah perdebatan kedua nya, akhirnya Tea pindah ke teras belakang, yang sudah di siapkan makanan ringan dan teh, juga ada jus disana. Tea menikmati angin sepoi-sepoi dengan Eve yang ada di hadapannya.


"Nah, Eve? Apa yang ingin kau katakan? Kayak nya penting bangey ya? Sampai kau memaksa masuk." Tea membuka pembicaraan dengan langsung menanyakan inti nya. Wah Tea, kau harus belajar basa basi lagi.


"Pfttt, seperti biasanya ya, anda tidak berubah. Masih sama seperti itu, langsung ke inti tanpa basa basi, ceplos dan polos. Lucu sekali, saya menyukai anda yang seperti ini." Sahut Eve dengan senyum tipis-tipis yang dia kibarkan. Ah, jangan tanyakan betapa cantik nya dia saat ini. Dia sangat cantik, dan Tea harus mengakui itu.


Tea hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


Mending aku diam aja kan? Kalau aku jawab aku juga menyukai nya? Aku tidak tau kenapa, tapi perasaan ku tidak enak, lebih baik tidak usah di katakan saja. Semoga keputusan ku tidak salah.


"Saya di sini untuk menanyakan pada anda, apakah anda benar-benar bahagia menikahi Tuan Muda Asher? Saya bertanya serius, dan mohon anda menjawab nya dengan serius juga. Dan jangan berbohong, saya harap anda jujur karena ini penting untuk saya.". Mendadak Eve menjadi lebih serius.


"Atas dasar apa anda bertanya begini pada saya? Bukankah anda merasa kalau ini tidak sopan?" Tea sudah menatap Eve penuh selidik, astaga tidak nyaman sekali memang.


"Bukan,  bukan seperti itu. Ah, kalau saya bertanya begitu harus ada argumen yang mendukung ya? Saya membenci Tuan muda Asher, membenci Morgan dan seluruh keluarga Anumertha, saya ingin menghancurkan keluarga ini apapun yang terjadi."


Eve mulai membuka suara. Entah atas dasar apa dia bisa begitu santai menceritakan rahasia nya pada Tea, yang menurut Tea mereka bukan teman karib sampai bisa berbagi rahasia, kan?

__ADS_1


Eh tunggu bentar, kan Elise bilang mau menguasai Anumertha Grub? Dan Eve bilang dia benci Anumertha dan ingin menghancurkan nya? Tunggu, kok kayak ada yang janggal? Tapi, Elise bilang dia akan menikah dan menjadi Nyonya Anumertha. Gak mungkin kan dia nikah sama Eve? Gak lah, gak mungkin. Pasti bukan Eve orang yang bekerja sama dengan Elise.


Tea begidik ngeri sendiri, jari-jari kakinya bergerak tak karuan, dia merasa merinding, dia sih ingin menepis pikiran seperti itu. Tapi entah kenapa pemikiran itu selalu mampir di kepalanya. Apalagi saat ini dunia sudah tidak baik-baik saja, keanehan terjadi dimana-mana kan?


"Nona Galatea?"


"Ah!!"


Saat Eve mencoba menggenggam tangan Tea, entah kenapa Tea merasa merinding dan refleks dia berteriak. Sensasi sentuhan nya benaran buat ngeri, hingga bulu kuduk Tea nyaris berdiri.


"Ada apa Nona? Apa ada masalah? Anda sakit? Anda baru saja melamun. Apa jangan-jangan itu benar! Bahwa anda tidak bahagia ada di sisi Tuan muda Asher? Itu benar kah Nona?" Tenang saja sa--"


"Stop! Aku bahagia tau dengan Asher. Jangan nanya yang sensitif bisa. Aku bahagia! Dan maksud kamu soal kamu yang benci keluarga Anumertha dan terus faedah nya kamy ceritain ke aku apa? Berharap aku gabung ke kamu? Karena menurut kamu Asher kasar dengan ku? Biar aku kasih tau ya. Asher itu baik, lembut dan perhatian. Dia tidak pernah kasar dengan ku. Jadi aku tidak akan ikuti rencana mu! Aku bahagia, dan aku senang menjadi bagian dari keluarga Anumertha! Ada Kakek yang menyayangi ku! Jad--"


Tea berteriak sekuat-kuatnya dia bahkan sampai berdiri mengatakan itu, dia ingin di dengar dia ingin Eve tau bahwa dia sama sekali tidak membenci Anumertha, dia bahkan sangat menyayangi Anumertha. Bagaimana tidak, dia punya Kakek dan suaminya yang sangat penyayang. Sangat lembut dan perhatian kan.


"Pfftt, anda imut sekali. Sudah saya duga bahwa anda bahagia menjadi bagian dari keluarga Anumertha. Dengan begini saya jadi bisa melepas dendam dan kebencian ini lebih tenang. Saya sudah menduga bahwa anda sangat di sayang oleh Anumertha, dan anda juga sangat menyayangi Anumertha." Senyuman Eve memotong teriakan Tea, suaranya yang lembut dan hangat sangat sulit di abaikan. Baru kali ini Tea melihat Eve berbicara selembut ini dengan senyuman sehangat yang ini.


"Apa, apa maksud mu yang sebenarnya? Kebencian?"

__ADS_1


"Saya pikir Kakek Bryan adalah orang yang dingin dan dia berlagak tegas tapi dia sama sekali tidak adil, lalu ada Tuan muda Asher yang kasar, dan Morgan yang menjijikan. Saya membenci keluarga ini sampai ke tulang, tapi melihat dua dari mereka sangat mencintai anda, dan begitu melindungi anda. Dan anda yang saya cintai juga mencintai keluarga Anumertha membuat saya ingin melepas kebencian ini."


"Tu-tunggu! Apa maksud mu mencintai ku?"


__ADS_2