Ayo Move On Sumiku!

Ayo Move On Sumiku!
88. N & T berulah


__ADS_3

Suara itu berpindah ke arah samping sebelah kanan.


"Non Tea!!" Noel memekik nyaris di dekat telinga Tea.


"Astaghfirullah!" Tea langsung kaget, saat supir tengilnya, menganggetkan nya dari samping, dan secara mendadak begitu. Oh ayolah, kasihanni Tea dan jantung minimalisnya. Padahal dia sedang memutar otaknya, dan tiba-tiba di ganggu, jahat sekali bukan?


"Apaan sih Noel? Kau tau kalau itu gak sopan kan! Gimana bisa kamu teriak gitu di hadapan majikan mu?! Kamu madi di pecat lagi, hah?"


Wah, nyaris mustahil kalau Tea tidak marah, dia mengelus dadanya yang hampir mencopotkan orang paling penting miliknya.


"Gak lah Non jangan pecat saya, saya udah trauma. Btw Non? Non mikirin apa serius gitu? Eh yang lebih penting, emang Non bisa mikir serius?" Noel dengan santai nya duduk di sebelah Tea, bahkan tanpa izin dari Tea.


"Mikirin kamu dan hidup mu."


Noel menatap Tea datar. "Non, saya sudah pernah bilang saya gak suka Non dalam artian begitu. Saya suka Non sih, saya sayang juga, tapi bukan yang perasaan gitu. Perasaan semacam itu, udah saya serahin ke Viocha semua, gak ada yang tersisa."


Oh, apa yang Noel pikirkan saat ini sepertinya sangat berbanding terbalik dengan yang Tea pikirkan, kan?


"Kau mikirin apa sih? Sudah ku bilang, berhenti berpikir pakai lutut, coba gunakan otak mu sesekali. Lihat, otak mu yang sudah penuh sawang karna sering tidak di gunakan. Astaga, aku kasihan sekali pada saraf-saraf mu."


Tea menatap Noel datar, dia ingin sekali menimpuk asistennya yang tidak tau apa-apa dan hobinya salah paham, dan itu sangat meresahkan.


"Lha? Kan tadi Non yang bilang mikirin hidup saya, kenapa marah kalau saya berpikir begitu. Toh itu wajar kan? Saya ganteng." Noel tersenyum simpul membanggakan dirinya sendiri.


"Suami ku jauh lebih tampan sih." Tea menyahuti se-adanya dan benar begitu faktanta kan? Noel memang tanpan, tapi tunggu dulu, masih ada yang lebih tampan. Dan tentu saja itu adalah Tuan muda Asher Vincehte Anumertha.


"Heleh, alasan, bilang aja Non suka sama saya kan? Tolong lah Non? Jangan-jangan Non punya niat buat jadi terkenal melalui jalur skandal? Tolong lah Non, itu cara yang gak banget, murahan, gak esetetik."


Bukh!!


Tea dengan cepat langsung melepas sepatunya, dan mendaratkan nya di bahu sopir sialannya. Sopir yang kadang menyenangkan, tapi banyak menyebalkannya.

__ADS_1


"Untuk apa aku memilih mu, saat aku mempunyai suami yang jauh lebih dari mu. Asher-ku unggul dalam banyak hal, selingkuh darinya adalah kemustahilan."


Wah, kalau sudah menjadi istri pasti akan membala sang suami sampai darah kata terakhir kan?


"Loh? Emangnya saya kurang apa? Saya gak ada kurang nya tuh."


Tea menghela napasnya berat. "Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini karna kau adalah satu-satunya supir dan bawahan ku, dan menjabarkan kekurangan mu satu-satu aku tidak enak, apalagi harus membandingkan diri mu dengan suami ku itu adalah penghinaan untuk suami ku."


"Wah mulutnya, hasil bibit cabe campuran." Noel sepertinya lupa caranya terbiasa dengan ocehan Tea.


"Noel kau itu, soal ketampanan, kau harusnya sadar bahwa kau di bawah Asher kan?


Jabatan mu juga masih kalah jauh dengan Asher. Kau supir, dia presdir. Ah, inilah takdir.


Harta mu? Ckckck gak usah di bandingkam deh, aku gak mau terkesan sombong.


Dan wajah? Kau serius harus ku jaba---"


Noel sudah sakit kepala, bukan dia tidak ingin, faktanya dia tidak bisa berdalih dan mengalihkan perkataan Tea. Itu benar kan? Noel kalah dalam banyak hal dengan Asher.


Tea mencoba menahan senyuman nya. Dia yang tadi nyaris stress karena kepalanya sakit dan urat sarafnya bersitegang kini sudah lebih tenang dan lebih rileks.


"Eh tapi Noel, kau tau? Ada satu hal yang kau menang dari Asher." Celetuk Tea di tengah-tengah sopirnya yang gelisah.


"Serius Non? Non gak bohong kan? Non yakin saya lebih unggul?" Noel juga menyahutinya dengan serius. Tampaknya dia cukup putus asa bersaing dengan Asher, sehingga dia sangat antusias dengan satu kemungkinan menang darinya jika di bandingkan oleh seorang Tuan muda Vinchete Anumertha yang namanya sudah dikenal dimana-mana, dan bahkan di gadang-gadang sebagai pewaris utama Anumertha Grub.


"Ya Noel, tentu saja kau unggul dalam hal ini. Karna kau lebih TUA dari Asher, Asher masih muda dan kau sudah TUA makanya kau unggul darinya, karna kau TUA. Kau sudah berusia Tiga puluh dua tahun, dan Asher masih dua puluh delapan tahun. Kau menang TUA dari Asher."


Tea sengaja menekan intonasi suara di kata Tua, karna bagi Tea itu sangat menyenangkan.


"Pengen nimpuk, cuma Non sendiri, apalagi calon Kakak ipar. Astaghfirulllah." Noel mengelus dadanya, menahan segala rasa amarahnya.

__ADS_1


"Cuma mau ngasih tau, seleranya Icha bukan om om tua."


"Lha? Seleranya Tuan Asher bukan perempuan petakilan kayak anda, wajah biasa aja, kemampuan biasa aja. Dan ya? Sebenarnya apa bakat dan kelebihan anda? Ah ada! Kelebihan anda hanya di cintai oleh Tuan muda Asher."


"Kau di pecat, alasan menyebalkan dan tidak sopan. Kau juga di coret dari list adik ipar idaman. Aku akan pindah ke kapal Barant! Hem!" Tea bangkit berdiri, dia sangat kesal karna yang Noel katakan itu benar. Tea bukanlah perempuan yang cantik-cantik banget, bukan pula wanita karir yang cerdas memilah dam memilih. Dia hanya gadis biasa, dengan sifat yang biasa, kan?


"Tunggu  Non! Saya tarik kata-kata saya lagi! Saya salah! Non kembalilah ke pihak saya!"


Noel dengan cepat mengejar Non nya yang lagi ngambek.


-


-


-


Ha! Nyebelin! Noel nyebelin! Asher lebih lagi! Semuanya nyebelin!


Tea sudah berhenti di depan ruangan Asher, dia menarik napasnya sebelum masuk, karna sepertinya akan ada keributan tingkat baru.


Tea membuka pintu ruangan disana.


"Tapi yang Noel bilang benar, aku cuma perempuan biasa aja dengan bakat biasa. Ah, apa aku punya bakat? Kayaknya enggak deh aku gak ada bakat. Aku hanya perempuan yang beruntung, ya hanya beruntung karna kebetulan mendapat kasih sayang kakek, cinta Asher, dan cinta dari orang-orang di sekitar ku." Gumam Tea pelan, niatnya mau ngomong dalam hati. Eh malah keceplos begitu saja.


Yah, Tea benar kan? Dia punya banyak sekali orang yang mencintai nya.


"Itu bukan kebetulan namanya, tapi itu adalah bakat mu. Bakat mu menjadi orang yang sangat menarik, dan kelebihan mu untuk membuat orang mencintai mu dan menyayangi mu."


Tanpa Tea sadari sudah ada Asher di hadapannya. Menghadang jalannya saat ini. Ehm? Melihat Asher menjawab gumam-an Tea, tampak nya dia mendengar segala keluh kesah istrinya kan?


"Ash? Kau mencoba menghibur ku?"

__ADS_1


"Bukan menghibur mu, tapi ini lah yang sebenarnya. Itulah bakat mu, dan kau bukan perempuan biasa saja. Kau sangat istimewa. Apa menurut mu aku akan mencintai perempuan yang biasa aja? Hmm? Kau sangat menarik kau tau?"


__ADS_2