
Hai teman-teman pembaca Baret Biru apa kabar? semoga baik baik saja ya...
Dengan berat hati author ingin sampaikan bahwa beberapa hari ini mungkin author baru bisa update 2 hari 1x karena Author sedang nggak enak badan. Maaf yaa teman-teman 🙏
As soon as possible author pasti akan kembali update setiap hari mohon pengertiannya ya teman-teman semua 🙇
...🌱Ji🌱...
Sejak hari itu, bukan hanya hubungan antara Raihan dan Adnan yang membaik tapi juga hubungan Kirana dan Raihan. Kirana sudah mulai ceria kembali dan bisa bercanda dengan lepas bersama suaminya. Di luar dugaan Raihan, dia pikir Kirana akan jadi gadis pemalu tapi ternyata tidak. Kirana begitu suka bergelayut manja padanya. Apalagi kalau Raihan baru kembali dari pekerjaannya.
Setiap kali Raihan pulang kerja, Kirana suka duduk mendusel di sampingnya. Hampir setiap malam juga dia memeluk Raihan. Kalau suaminya itu patroli malam dan tidak kembali ke rumah, Kirana pasti akan meminta paling tidak Raihan mengirimkan foto dia sedang apa atau kalau sempat meminta telepon darinya.
Abang…,” panggil Kirana yang kini duduk di samping Raihan.
Raihan ingin sekali-kali juga manja pada istrinya, makanya sebelum Kirana memeluk tangannya dia sudah lebih dulu meletakkan kepalanya di pangkuan Kirana. Kirana tersenyum kemudian dia lebih memilih memainkan rambut pendek Raihan dengan jari-jarinya.
"Abang sudah dengar dari kabar Bang Adnan belum?” tanya Kirana.
“Soal lamarannya ke orang tua Lucy ya?”
“Iya Bang. Kok aku kasihan sih sama Bang Adnan.”
“Nggak papa sayang. Itu namanya perjuangan. Coba saja kamu ingat-ingat waktu kita menikah, Papa dan Mama berpikir apa yang Abang punya sampai Abang berani meminta kamu dari kedua orang tuamu. Papa sama Mama membesarkan kamu dengan sepenuh hati. Diberikan fasilitas yang terbaik hanya untuk dirimu. Wajar kalau Papa dan Mama akan menuntut Abang untuk bisa setidaknya memberikan hal yang sama. Di dunia ini tidak ada orang tua yang mau anaknya menderita Kirana,” kata Raihan sambil menyamankan posisinya.
"Padahal aku nggak pernah lho minta kaya gitu. Andai Abang bilang belum bisa kasih fasilitas yang sama seperti Papa Kirana mengerti. Nggak ada orang yang tiba-tiba langsung sukses Bang. Kirana nggak apa-apa andai harus membersamai Abang dari bawah,” kata Kirana.
“Itu kan kamu. Tapi orang tuamu kan nggak bisa mikir hanya seperti itu. Coba kamu ingat-ingat, Abang kasih jaminan apa sama orang tuamu coba, nggak ada kan?” tanya Raihan.
__ADS_1
“Tapi kan janji seseorang memang tidak bisa dijamin dengan barang Bang hanya bisa dibuktikan dengan tindakan,” kata Kirana.
“Untuk membuktikannya kan butuh kesempatan. Nah untuk dapat kesempatan itu orang tuamu harus tetap mendapatkan jaminan anak gadisnya ini tidak akan terluka. Papa sama Mama hanya meminta ganti jaminan itu dengan memastikan jika putrinya tidak akan kekurangan dalam pernikahannya. Apalagi wanita-wanita hebat seperti kamu dan Lucy. Jangan sampai jatuh ke tangan yang salah,” kata Raihan.
“Tapi aku percaya Bang Adnan nggak akan menyakiti Lucy.”
“Tentu saja, Adnan mungkin kelihatan cuek dan tidak peduli. Tapi Abang tahu dia punya hati yang begitu lembut. Kalau dia sudah berani bilang sayang dia tidak akan pernah menyakiti orang itu. Nyatanya dia sama kamu selalu baik dan perhatian kan, otomatis dengan istrinya nanti dia paling tidak akan memperlakukannya dengan sama baiknya. Bahkan bisa lebih,” kata Raihan.
“Iya sih, kalau dari cerita Lucy Bang Adnan kelihatan perhatian banget. Beda jauh kalau lagi sama aku. Kadang aku sampai cemburu,” kata Kirana tanpa sadar sudah membuat suaminya cemburu.
“Iee kamu nih, kan sudah ada Abang. Buat apa kamu masih mengharapkan kakakmu? Abang masih kurang apa?” kata Raihan yang langsung bangkit dan duduk di sebelah Kirana.
“Eciee cemburu ya Abang yaa~. Ah Abang lucu kalau lagi cemberut,” kata Kirana melihat wajah Raihan begitu menggemaskan ketika cemberut. Persis seperti comel kalau telat diberi makan oleh pemiliknya. Dia pasti akan memajukan bibirnya dan diam saja.
“Ihhh gemes banget deh Bang Raihanku sayang, cemburunya sama ipar sendiri,” goda Kirana.
“Hukum aja kalau berani,” tantang Kirana.
“Kok nantang.”
“Memang nantang. Sekali-kali, Abang belum pernah merasakan ditantang istri sendiri.”
Raihan tanpa pikir panjang menarik Kirana agar bisa duduk lebih dekat dengannya. Dia mengangkat tubuh Kirana membuatnya duduk di pangkuan Raihan. Kirana membalasnya, dengan sengaja dia mengalungkan kedua tangannya ke leher Bang Raihan, “Abang mau apa?” tanya Kirana.
“Abang mau hukum kamu,” kata Raihan.
“Caranya?”
__ADS_1
“Kamu akan tahu itu nanti. Jangan salahkan Abang ya kalau besok lehermu merah-merah dan kakimu sakit,” kata Raihan yang kemudian menggendong Kirana masuk ke dalam kamarnya. Dia bahkan menggendong Kirana menaiki tangga hingga menjatuhkan istrinya di atas tempat tidur.
Mama yang baru keluar dari kamarnya dibuat mematung mendengar penuturan Raihan barusan. Dia melihat sendiri bagaimana Kirana dan suaminya saling menggoda dan berakhir dengan “hukuman” manis.
“Mama ngapain diam di depan pintu? Papa mau lewat juga,” kata Papa.
“Bentar Pa, apa nggak mending kita ngungsi aja ya malam ini?”
“Ngopo? Takut ganggu manten anyar?” tanya Papa yang juga tidak sengaja mendengar obrolan Raihan dan Kirana tadi.
“Iya,” kata Mama.
“Yaudah ayo jalan-jalan po? Lagian Adnan juga nggak di rumah. Sekali-kali kasih kesempatan buat Kirana sama suaminya. Belum pernah lebih jauh juga kan mereka,” kata Papa.
“Iya juga Pa. Yaudah yuk jalan-jalan,” kata Mama begitu aja.
...***...
Memang benar jika dikatakan tidak ada orang tua yang mau anaknya kesusahan. Sejak kecil sudah dijaga dengan sebaik-baiknya dan diperlakukan seperti tuan puteri. Wajar jika banyak orang tua yang akan menuntut sesuatu dari laki-laki yang datang dengan maksud meminang.
Adnan juga mengalami hal yang sama. Lucy mungkin tidak sepenuhnya diperhatikan oleh kedua orang tuanya, tapi dia tetap kebanggaan keluarganya. Apalagi Lucy ini adalah gadis yang terkenal begitu cerdas, dewasa, dan sangat perhatian. Di samping itu, jabatan dan kelas sosial yang dimiliki oleh orang tua Lucy membuat Adnan diuji seberapa pantaskah laki-laki ini untuk puteri mereka.
Adnan benar-benar membuktikannya. Setelah beberapa bulan dia mengusahakan syarat dari kedua orang tua Lucy terpenuhi, dia langsung datang kembali ke rumah Lucy. Dengan niat yang lebih tulus dan hati yang lebih tertata dia datang kembali untuk meminang kekasih hatinya.
Begitu lamaran diterima, kediaman rumah Adnan langsung sibuk mengurus ini itu untuk mempersiapkan pernikahan. Sudah 2 tahun lalu sejak Pak Bagus melepaskan putrinya untuk mendampingi Raihan dan tak lama lagi beliau akan mendapatkan satu anggota baru. Yaitu si cantik Lucyana calon istri Adnan.
Pernikahan direncanakan akan diadakan di salah satu hotel mewah di kota tempat mereka tinggal. Mulai dari akad nikah hingga resepsinya akan dilaksanakan dalam satu hari. Karena pernikahannya sudah diurus oleh wedding organizer, jadi keluarga besar Lucy dan Adnan tidak perlu repot mengurus soal gedung catering dan lain sebagainya. Mereka hanya sibuk mengurus seserahan, mas kawin, hingga acara akad nikah.
__ADS_1
Besok Kirana akan menenami Lucy yang akan melaksanakan sidang nikah di markas brimob. Jujur Raihan tidak tenang. Sejak istrinya itu meminta izin padanya untuk pergi menemani Lucy ke mako brimob, hatinya jadi tidak karuan. Di sana ada Keenan yang dia tahu berusaha bersembunyi dari Kirana. Jika sampai keduanya bertemu di markas, akan jadi seperti apa nantinya. Raihan yang khawatir akhirnya memutuskan untuk ikut bersama Kirana menuju ke markas brimob bersama rombongan Adnan.