Bidadari Bumi

Bidadari Bumi
Chapter 116 : Sakit Hati Terindah


__ADS_3

Hari berganti dengan malam yang terasa panjang. Sinar mentari pagi diluar sana tampak sangat cerah, menyelusup kecelah gorden kamar.


Cahaya yang menyilaukan itu mengenai wajah arrsyad, membangunkan sang empu yang baru saja tertidur dua jam yang lalu.


Kamar yang berantakan bak kapal pecah itu terlihat sangat mengerikan. Pecahan vas bunga berserakan dilantai, bantal guling dan seprai pun sudah berada dilantai.


Semalam arrsyad melampiaskan kesedihan dan amarahnya, melempar dan mengacak-ngacak semua barang yang ada didekatnya.


Berteriak memanggil nama zhivana, berharap istrinya itu hidup kembali. Padahal itu sangat tidak mungkin terjadi.


"Ck, kenapa aku masih hidup?"


Berdecak seraya tersenyum sinis, padahal sebelum tidur arrsyad sangat berharap agar tidak bangun kembali.


Melihat kesekeliling kamar yang sangat berantakan. Ada mukena berwarna putih milik zhivana tergantung didinding sana.


Arrsyad bangun lalu berjalan mendekati mukena putih, mengambilnya dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Sayang, ayo kita shalat berjamaah berdua lagi."


Lagi-lagi menangis, lagi-lagi memanggil zhivana. Harum parfum zhivana masih tercium sempurna. Mencoba menghirupnya dalam-dalam seraya memeluk mukena dengan erat.


Matanya terpejam mencoba mengingat semua kenangan indah dengan zhivana. Masih jelas terasa sentuhan lembut tangan zhivana ketika sedang bergenggaman.


Suara lembut dengan senyuman manis itu terasa masih nyata untuk diingat, apalagi sorot mata teduh itu terasa sangat menyejukkan untuk selalu dilihat.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali, dek. Boleh mas cium nggak?"


"Mas jangan gitu aku malu"


"Engga boleh yah, dek. Padahal aku sudah tergoda dengan wajah malu-maluMu itu."


Kejadian kebersamaan beberapa bulan lalu terbayang kembali dipikiran arrsyad. Bagimana raut wajah zhivana saat sedang malu, pipinya selalu bertambah memerah dengan senyum manisnya.


Tapi kini telah menjadi sebuah kenangan indah bahkan sangat indah untuk arrsyad. Mencintai zhivana dengan tulus dan dalam, sampai tidak ada dasar untuk mengukur betapa dalamnya rasa cinta yang ia miliki.


"Aku rela sakit hati seperti ini seumur hidup, karena kamu adalah sakit hati terindahku."


"Tidak peduli kalau kewarasanku hilang karena menjadi gila akibat kadar cintaku yang terlalu tinggi."


***


Mengurung diri dikamar, tidak mau makan dan minum. Menghiraukan kedua orang tuanya yang terus memanggilnya karena khawatir.


Menangis dengan sejadi-jadinya, tidak peduli dengan matanya yang sudah membengkak akibat menangis semalaman.


Dirinya hanya ingin azwar, pria shaleh dengan ketaqwaannya yang paling almira sukai. Pendiam tapi sangat berwibawa, apalagi azwar tipe pria yang almira sangat idamkan.


"Mas azwar, hiks. Aku tidak mau pernikahan ini batal."


"Aku mencintaimu! Mbak zhivana menganggu hubungan kita, bukannya lebih baik tidak ada, lagi pula jantungnya sangat bermanfaat bagi suaminya sendiri."

__ADS_1


Pernikahan yang azwar telah batalkan sudah diketahui oleh keluarga almira dan keluarga azwar sendiri. Beralasan kalau azwar selama ini hanya pura-pura menyukai almira.


Tidak peduli dengan keluarga almira yang kini telah membenci azwar.


"Maafkan saya! Saya kembalikan putri kalian, pertunangan kemarin sudah tidak berarti lagi. Maaf atas ketidak tanggung jawaban saya selama ini. Sebenarnya saya hanya berpura-pura mencintai almira. Saya ingin pernikahan ini batal."


Ucapan azwar semalam terlintas dipikirannya secara jelas, dengan keberaniannya azwar datang kerumah. Menemui kedua orang tuanya dengan kepala tertunduk ia mengucapkan alasan bohong demi menutupi kesalahan almira sendiri.


Pernikahannya batal dengan rasa bersalah yang mulai terasa. Apakah ia salah menyuruh zhivana untuk mati dan mendonorkan jantungnya untuk arrsyad.


Selama ini almira selalu cemburu, dengan hadirnya zhivana dikehidupan azwar.


Lebih baik mati dan tidak hadir kembali, almira tau ini salah. Tapi ia juga ingin bahagia, walau dengan cara yang salah asal itu demi bisa bersama azwar.


"Ini semua gara-gara mbak zhivana. Dia sudah mati tapi mas azwar selalu saja membelanya."


Hidupnya kini sudah hancur, ditinggalkan oleh calon suami nya sendiri dihari pernikahan. Sebuah ketidak beruntungan yang sangat menyedihkan.


Selalu mengelak kalau ini bukan kesalahannya melainkan salah zhivana.


Hatinya hancur dengan kondisi yang menyedihkan. Almira tidak menyangka hidupnya yang beberapa minggu lalu terasa sempurna dan bahagia, malah lenyap dalam sekejap. Cintanya telah meninggalkannya dengan penuh rasa benci.


'


'

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2