
Setelah acara mandi bersama dan shalat shubuh berjamaah berdua. Zhivana merajuk kesal pada suaminya, bagaimana tidak, arrsyad malah memaksa dirinya untuk mengulangi kegiatan iya iya dikamar mandi.
Zhivana bergidik ngeri saat membayangkan tragedi iya iya dikamar mandi tadi. Suaminya itu benar-benar mesum!!
"Udah dong, dek. Jangan diemin aku kayak gini! Di diemin itu rasanya gak enak."
Zhivana yang terkapar lemah diatas ranjang, langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimbut.
"Dek, udah dong ngambeknya. Aku minta maaf"
Arrsyad memeluk tubuh zhivana dari belakang. Tangan kekar itu melingkar dipinggang zhivana seraya menarik tubuh istrinya itu untuk mendekat.
Tuh kan, baru saja minta maaf tangan arrsyad sudah mulai bergrilya kemana-kemana.
"Mas, kalau mau peluk mah peluk. Tangan nya, diam aja mas."
Benar-benar menguji kesabaran. Arrsyad malah tersenyum cengengesan dibelakangnya.
Astagfirullahal'adzim. Batin zhivana
Menyibakkan selimbut lalu menjauhkan tangan arrsyad dari dirinya. Zhivana beringsut turun dari ranjang, sudah jam tujuh pagi. Perutnya terasa sangat lapar tidak bertenaga.
"Sayang, mau kemana?" Tanya arrsyad yang diacuhkan oleh zhivana.
Sial. Dia marah, seharusnya aku tahan dulu. Benar-benar gila!! Kenapa rasanya bisa senikmat itu. Batin arrsyad.
Zhivana berjalan lunglai menuruni anak tangga, dibelakang arrsyad mengekorinya. Pagi ini, dibutuhkan banyak sarapan, untuk mengisi kembali energi tubuhnya.
***
Sore telah tiba, luchia dan reno sudah pulang kerumah. Banyak oleh-oleh yang dibeli. Mulai dari pakaian, aksesoris, funitur, parfum, dan berbagai macam makanan.
Diruang tamu dengan tv yang menyala menyiarkan berita terkini. Reno dan arrsyad duduk bersama disopa yang berbeda, berbincang-bincang ditemani cemilan tentunya.
"Jadi tadi malam kamu pulang" Tanya reno, lalu menyesap kopi hitam buatan sang istri.
Arrsyad mengangguk, mulut nya sibuk mengunyah biskuit. Oleh-oleh yang luchia bawa. Enak dan mahal, katanya. Tapi arrsyad menganggap semua rasa biskuit itu sama saja, sama-sama rasa biskuit.
"Jadi mau langsung kerja aja nih? Gak mau lanjut S3"
__ADS_1
Arrsyad mengambil kue biskuit kembali.
"Iya. Aku gak mau jauh-jauhan lagi sama zhivana. Rindu aku tuh. Kata dilan mah rindu itu berat. Kak" Ucap arrsyad lalu memasukkan biskuit yang tadi diambil kedalam mulut.
Entah dari arah mana, tiba-tiba luchia datang dengan menoyor kepala arrsyad, dengan keras.
"Aduhh" Kue yang baru saja dimasukan kedalam mulut langsung tersembur kembali keluar.
Arrsyad mengaduh kesakitan seraya menatap nanar kearah biskuit tadi yang terjatuh ke lantai. Yahh, sayang tuh biskuit mubazir.
Baru saja arrsyad membuka mulutnya, untuk berbicara. Tapi kakak iparnya itu sudah mengomel duluan.
"Kamu apakan zhivana. Hah? Berani-beraninya kamu menyiksanya sampai dia lemas tak berdaya seperti itu. Istri lagi sakit begitu, kamu malah ngopi disini!!"
"Astagfirullah. Bicara apa sih! Aku tidak menyiksanya." Protes arrsyad membela diri sendiri.
Dengan gemas luchia menjambak rambut arrsyad.
"Bohong!! Pasti kamu apa-apain dia, iya kan. Ngaku aja kamu."
"Aduhh, kak sakit. Lepas, aduh ni rambut lama-lama rontok juga kena jambak. Aku gak apa-apain dia kak. Sumpah"
"Lalu kenapa dia bisa lemah, letih, lunglai. Seperti itu"
"Anu itu, aku anu-anu"
Luchia mengerjit bingung. Lalu melirik suaminya yang ikut merasa bingung.
"Anu-anu apa"
Arrsyad mendengus kesal, lalu menatap wajah reno dan luchia secara bergantian.
"Kalau gak tau anu-anu, berarti iya iya."
"Hah. Iya iya apa sih. Kamu tau gak mas?" Tanya luchia bingung seraya melirik kembali ke arah reno. Tangan kanannya masih setia menjambak rambut arrsyad.
Reno mengangkat bahunya, tak tahu.
"Apaan tuh maksudnya" Tanya luchia, kembali menatap arrsyad.
__ADS_1
"Aku dan zhivana melakukannya."
Tangan luchia refleks melepaskan jambakkan dari rambut arrsyad. Kini kedua tangannya menutupi mulut sendiri yang mengangnga tak percaya.
"Hebat kamu, udah jadi pria sejati" Fuji reno seraya mengacungkan kedua ibu jarinya pada arrsyad.
"Arrsyad gitu. Loh" Ucap arrsyad dengan jumawa.
Luchia berdecak kesal.
"Ck. Kalian mah tau enak aja. Lah kita, sebagai wanita itu ribet tau! Jadi cewek itu gak gampang."
"Lah. Kan itu udah dari sananya kayak gitu. Istri harus melayani suami." Ujar reno.
"Iya, iya. Arrsyad liat tuh istri kamu kasian dia! Aku udah nengok dia tadi, mau diajak kedokter zhivana nya malah gak mau. Coba kamu temani sana!"
"Dia nya gak mau aku temani kak. Makanya aku disini"
"Kenapa? Kalian marahan"
Arrsyad menggeleng lemah.
"Dia lagi kesel sama aku. Makanya pengen sendiri dulu."
Reno dan luchia saling lirik.
"Pasti kamu berbuat salah." Ucap reno.
Arrsyad mengangguk.
"Apa yang kamu lakukan"
"Iya iya nya. Kebablasan dikamar mandi."
"Hah"
'
'
__ADS_1
Bersambung