Bidadari Bumi

Bidadari Bumi
Chapter 27 : Waktu Yang Berlalu


__ADS_3

4 Tahun Sudah Berlalu


Waktu berlalu begitu saja dimana azwar pergi ke kairo untuk melanjutkan pendidikan S2 nya, dimana pertemanan arrsyad, adzril, dan seina semakin dekat walau dengan arrsyad yang masih dingin. Dimana zhivana masih mengajar sebagai ustadzah di pondok pesantren. Dimana gea sudah wisuda dan menjadi seorang dokter ahli bedah.


Perbandingan Usia mereka saat ini :


Usia Arrsyad 22 tahun


Usia Zhivana 24 tahun


Usia Gea 24 tahun


Usia Azwar 26 tahun


Usia Reno 30 tahun


Usia Luchia 28 tahun


Usia Andre 22 tahun


Usia Seina 22 tahun


Usia Adzril 22 tahun


Tinggal satu tahun lagi arrsyad berkuliah di universitas Massachusetts Institute of Technology (MIT). Di jenjang S2 arrsyad yang sekarang ini ia lebih sibuk tapi semua itu tidak sia-sia banyak prestasi yang telah arrsyad dapatkan. Otaknya yang jenius memang benar-benar luar biasa.


Setiap liburan reno juga sering mengunjungi arrsyad. Reno juga mengetahui bahwa arrsyad berteman dekat dengan adzril dan seina.


Mengenai reno yang menaruh rasa curiga pada azwar, reno sudah mencari semua informasi tentang azwar baik selama masih diindonesia atau selama dikairo. Menurut reno azwar itu lelaki sholeh dan cerdas, sangatlah cocok untuk calon suami zhivana. Tapi, arrsyad sangat terkejut dengan kondisi azwar yang sebenarnya awalnya reno tidak percaya karena melihat azwar yang terlihat sehat dan baik-baik saja tidak mungkin kan azwar punya penyakit separah itu.


Penyakit?


Ya, azwar punya penyakit yang sudah lama ia derita sendiri bahkan tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kondisi sebenarnya bagaimana.


Azwar itu menderita penyakit kanker darah atau disebut juga leukemia. Reno tak habis pikir bagaimana azwar bisa menahan penyakit seganas itu sendirian. Bukankah itu sangat menyakitkan? Tapi lihatlah selama ini azwar terlihat sangat baik-baik saja, sungguh sangat luar biasa selama ini azwar bisa menahan rasa sakit itu dan penutupinya dengan baik.


Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Dalam kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.


Reno sudah berencana untuk menemui azwar. Reno harus mengetahui kenapa azwar merahasiakan ini semua? Kenapa azwar tidak memberitahu zhivana bukankah harus saling terbuka ketika akan menuju jenjang pernikahan.


Menurut reno azwar itu ternyata pria keren dan kuat buktinya saja ia bisa melawan penyakit yang seganas itu sendirian. Sungguh aksi yang sangat heroik.


Tunggu dulu. Bukannya, azwar harus pergi ke kairo selama 3 tahun kenapa malah jadi selama 4 tahun?


Setelah beres dengan pendidikan S2 nya azwar memutuskan untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan di singapura, tentu saja hal ini tidak ada yang tahu, semua hanya tau kalau azwar masih dikairo. Azwar sendiri punya alasan karena terlambat pulang karena dia punya bisnis yang harus diurus dikairo. Sungguh berdosa karena telah berbohong, tapi mau bagaimana lagi azwar tidak ingin keluarga nya khawatir.


Azwar itu sangat mencintai zhivana, tapi dengan keadaannya yang sekarang ia harus berjauhan dulu dengan zhivana. Sakit? Ya, ini sangat sakit bukan sakit karena ia mengidap penyakit kanker darah tapi ia sakit harus menjauhi zhivana, azwar takut zhivana berpikir bahwa dirinya bermain-main dan tidak serius atas lamarannya selama ini. Tapi mau bagaimana lagi semakin hari penyakit kanker darah ini semakin menggerogoti tubuhnya.


Sakit hati dan sakit fisik yang dialami azwar sekarang rasanya tidak tahan harus bertahan seperti ini terus.


Azwar hanya bisa menangis dalam sujud, berteriak kesakitan di dalam hati, meminta tolong kepada sang khaliq agar bisa menyembuhkan dirinya dari penyakitnya ini.


Dokter sudah memponis azwar bahwa penyakit kanker darah azwar itu semakin parah peluang untuk bisa bertahan hidup itu sangat tipis, kemoterapi dan pengobatan yang sudah berjalan ini tidak membuahkan hasil agar azwar sembuh. Sungguh menyedihkan sekali hidup azwar yang sekarang tubuhnya makin lemah dan kurus.


***


Amerika Serikat


Kini arrsyad tengah tersenyum-tersenyum memandangi kalendar yang telah ia coret dengan memakai spidol warna merah. Ternyata ia sudah sangat lama menetap di amerika dimana arrsyad harus pergi jauh meninggalkan tanah kelahiranya.


"Empat tahun telah berlalu, satu tahun lagi aku akan pulang." Ucap arrsyad.


Arrsyad meletakkan kalender kecil itu di atas meja belajar, rasanya sudah semakin tidak sabar untuk segera pulang ke indonesia menemui pujaan hatinya.


"Dan selama empat tahun ini aku sangat merindukan kak zhivana."

__ADS_1


Waktu dan jarak tidak membuat cinta arrsyad pada zhivana pudar malah semakin harinya bertambah mengila, rasa rindu yang sudah mengebu-gebu sudah siap untuk meledak kapan saja.


Arrsyad merebahkan tubuhnya di atas kasur tangan kanan ia gunakan sebagai penyanggah kepala, matanya terpejam. Tapi pikirannya terus bergrilya kemana-kemana memikirkan saat dimana dirinya pulang ke indonesia pertemuannya dengan zhivana akan bagaimana.


Tiba-tiba ponsel arrsyad berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Arrsyad langsung bangkit dan mengambil ponsel yang terletak di tengah kasur.


"Arrsyad." Teriak andre disebrang sana.


Arrsyad yang mendengar itu langsung menjauhkan ponsel dari telinganya karena kaget dengan suara andre yang berteriak sekencang itu.


"Arrsyad, kamu denger gak."


"Kamu kenapa sih berteriak segala, bukannya mengucapkan salam." Gerutu arrsyad, kesal.


"Maaf. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam"


"Arrsyad sumpah gawat banget."


"Gawat bagaimana."


"Aku jamin, kamu bakal jantungan dengernya."


"Jangan bertele-tele"


"Aku udah balik nih ke indonesia"


"Hanya itu"


"Iyalah, kamu harusnya seneng. Karena aku bisa ngejalanin tugas empat tahun yang lalu. kan kamu nyuruh aku buat nyelidiki kak zhivana dan kakak kamu."


"Udah basi"


"Informasi apa?"


"Aku akan udah bilang kalau kamu denger pasti bakal jantungan"


"Bisa tidak langsung ke intinya saja, aku gak suka bertele-tele"


"Tapi kamu jangan terbawa emosi atau mengambil tidakkan bodoh, ya misalnya setelah kamu denger ini kamu gak usah langsung pulang."


"Memang informasi apa?"


"Itu syad" Ucap andre ragu-ragu


"Itu apa"


"Itu kak zhivana"


"Apa"


"Kak zhivana anu, itu loh."


"Ada apa dengan kak zhivana."


"Kak zhivana udah bertunangan dan aku denger acara pernikahannya bulan depan"


Deg


Arrsyad langsung diam, jantungnya seolah-olah berhenti untuk sesaat. Bagaimana bisa ini terjadi diluar dugaan nya.


Bagaimana dengan janji yang kak zhivana buat dengan dirinya? Tidak, itu tidak mungkin mana mungkin kak zhivana mengingkari janjinya.


"Arrsyad kamu denger, kan." Ucap andre terdengar khawatir.

__ADS_1


"Dengan siapa kak zhivana bertunangan"


"Dengan seorang ustadz"


"Maksudku namanya siapa." Ucap arrsyad kesal.


"Ustadz Azwar"


"Siapa dia"


"Dia itu anaknya kiai husen pemilik pondok pesantren, ustadz azwar lulusan dari kairo dan bulan kemarin ia baru saja menyelesaikan pendidikan S2 nya. Ustadz azwar dan kak zhivana itu mengajar di pondok pesantren punya kiai husen"


"Kapan mereka bertunangan." Ucap arrsyad yang sudah terdengar emosi.


"Duh gawat si arrsyad udah mulai emosi." Batin andre.


"Empat bulan, saat kamu pergi ke amerika"


Arrsyad mengepalkan tangannya, marah sangat marah, kecewa yang teramat sangat bagaimana bisa ini semua terjadi begitu saja tanpa sepengetahuanya?


"Kak reno kau membohongiku kau telah membuatku kecewa. Dan kau kak zhivana aku juga kecewa pada mu bagaimana bisa kau mengingkari janji kita. Kalian telah membohongiku." Batin arrsyad.


"Kapan mereka menikah."


"Bulan depan"


"Sial" Umpat arrsyad kesal


Sial, sangat sial bulan depan ia ada ujian khusus antar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Tidak mungkin arrsyad melewatkan ujian itu.


"Syad, kamu baik-baik saja, kan."


"Udah dulu, makasih banget buat informasi nya."


"Baiklah" Ucap andre yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Arrsyad menghembuskan napas beratnya yang terasa sesak, tidak ada gunanya kalau dia marah-marah sekarang, ia harus tenang dulu. Di indonesia pasti sudah larut malam, pasti reno sudah tidur.


"Besok aku akan tanyakan padanya."


"Kak zhivana kau tega sekali melakukan ini semua, padahal aku disini sangat menjaga kepercayaan mu terhadap diriku"


Sakit? Ya hatiku sakit


Arrsyad juga manusia biasa yang bisa merasakan bagaimana sakitnya di khianati oleh orang yang ia sayangi.


Rasanya arrsyad ingin sekali menemui zhivana. Tapi jarak yang sangat jauh sudah memisahkan mereka berdua sangat sulit, sangat jauh, membutuhkan waktu yang lama. Arrsyad hanya bisa berdoa bahwa semua ini hanya sekedar rencana pernikahan zhivana dan azwar yang tidak akan pernah terjadi.


Marah


Kecewa


Sedih


Itu semua arrsyad rasakan, masih tidak percaya dengan ini semua. Tapi, tidak mungkin andre membohongi dirinya, selama ini juga arrsyad merasa aneh dengan kakak nya reno, seperti ada yang disembunyikan dari dirinya? Apakah tentang ini yang kakak nya coba sembunyikan dari dirinya. Saat liburan pun arrsyad dilarang pulang oleh kakaknya. Apakah karena ini agar arrsyad tidak mengetahuinya.


"Sungguh luar biasa kau kak, aku sangat terkejut dengan ini semua" Ucap arrsyad dengan tersenyum menyerigai.


Ternyata dengan waktu yang berlalu begitu saja, ada banyak hal yang arryad tidak tahu.


'


'


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2