
Hari ini zhivana akan pergi kepemakaman kedua orangnya, ada rasa sedih yang teramat sakit dihatinya ada juga senang akhirnya zhivana bisa pergi kepemakaman kedua orang tuanya. Dan hari ini juga zhivana sudah diperbolehkan pulang.
Semua barang-barang milik zhivana sudah dimasukan ke dalam tas. Luchia sudah menenteng tas milik zhivana. Sementara zhivana sudah berjalan dengan memegangi tongkat hitam panjang. Tangan keduanya saling bergandengan, berjalan menuju parkiran. Dimana reno sudah menunggu sejak tadi.
Arrsyad dan reno sudah berdiri di dekat mobil. Luchia dan zhivana langsung mendekat.
Reno langsung meraih tas milik zhivana dari luchia, memasukkan tas itu kedalam bagasi mobil. Semuanya langsung masuk ke dalam mobil.
Luchia mengerjitkan dahinya saat melihat tangan zhivana yang gemetaran.
"Zhi kamu kenapa? Kenapa kamu gemetaran begitu?" Tanya luchia seraya memegang erat tangan kanan zhivana.
"Eng-Enggak, kak, aku hanya sedikit merasa takut." Ucap zhivana terbata-bata. Tubuhnya bergetar tangan kirinya mengcengkram baju gamisnya.
"Kenapa, kak?" Tanya arrsyad, berbalik menatap luchia dan zhivana.
"Tenanglah!! Kita akan baik-baik saja, aku akan membawa mobilnya dengan hati-hati dan perlahan." Ucap reno yang tau zhivana akan mengalami trauma setelah kecelakaan itu.
Kini mobil yang dikemudikan reno langsung meninggalkan rumah sakit. Melaju menuju pemakaman dimana Alm. Rama dan maryam dikebumikan.
***
Kini mobil reno sudah sampai di pemakaman umum, mereka turun dari mobil secara bergantian. Seperti biasa luchia membantu zhivana turun dari mobil dengan sangat hati-hati. Arrsyad dan reno hanya memperhatikan keduanya.
"Ayo, kita langsung ke makam." Ajak luchia sambil menuntun zhivana.
Meraka pun berjalan beriringan, kini sampailah mereka di depan makam kedua orang tua zhivana. Luchia menuntun zhivana supaya duduk ditengah-tengah makam kedua orang tuanya.
"Nah zhivana sekarang kamu sudah berada di tengah-tengah makam kedua orang tuamu. Disebelah kanan makam umi mu dan di sebelah kiri itu makam abi mu." Ucap luchia menjelaskan.
__ADS_1
Zhivana meletakkan tangan kanan di batu nisan Alm. Uminya dan tangan kiri menyentuh batu nisan Alm. Abinya. Zhivana memejamkan kedua matanya, tangisnya pecah seketika.
"Assalamualaikum. Umi dan abi." Ucap zhivana tersenyum seraya beruraian air mata.
"Umi, abi. Aku rindu kalian berdua. Malah aku sangat rindu. Hatiku sakit!! Ini sangat menyakitkan dan terasa sesak. Maaf, maafkan aku. Aku belum sempat membahagiakan kalian berdua, sekarang aku hanya bisa mendoakan kalian berdua. Aku sayang kalian." Ucap zhivana dalam hati.
"Abi umi, tanpamu, di sini rasanya sangat berbeda. Aku merindukanmu, nasihatmu, senyummu, serta canda tawamu." Batin zhivana
"Yaalloh, haramkan wajah umiku dan abiku dari sambaran api neraka. Karuniakan buatnya surga tanpa hisab" Ucap zhivana seraya mengusap batu nisan kedua orangtua nya.
"Aamiin."
"Zhi, aku percaya umi dan abimu pasti akan ditempatkan disisinya alloh bersama orang-orang yang beriman." Ucap reno.
"Iya zhi, Alm. Umi dan abimu mereka orang yang baik. Pasti mereka akan masuk surganya. Alloh." Sahut luchia.
Arrsyad hanya diam saja. Seraya memandangi kedua makam orang tuanya zhivana.
Setelah cukup lama zhivana melepas rindu pada kedua orangtua nya. Semua langsung berdoa bersama untuk mendoakan kedua orangtua zhivana.
Setelah berdoa mereka pergi meninggalkan pemakaman. dan pergi untuk kerumahnya zhivana. Tidak butuh waktu lama, mobil reno sudah sampai didepan rumah zhivana.
Luchia memutuskan untuk menginap dirumah zhivana, lagi pula kasian zhivana tinggal sendiri. Apalagi sekarang zhivana kehilangan penglihatannya.
Sebenarnya reno dan luchia ingin zhivana tinggal dirumahnya tapi zhivana menolak. Dirinya ingin tinggal dirumah umi dan abinya saja.
"Oh iya, zhi. Kemarin aku menyuruh orang untuk membersihkan seluruh rumah dan membeli semua barang-barang kebutuhan kamu dengan stok yang banyak. Soalnya, aku takut kamu kekurangan." Ucap reno
"Dan ini ponsel mu. Aku telah memperbaikinya. Maaf, aku tidak membelikan mu yang baru. Aku dengar ponsel ini hadiah dari abi mu." Ucap luchia sambil memberikan ponsel itu pada zhivana.
__ADS_1
Zhivana menerima ponselnya seraya mengucapkan terima kasih.
"Yasudah, kita masuk aja ke dalam rumah, zhivana kamu juga harus istirahat! Jangan sampai sakit lagi, kau kan adik perempuanku yang kuat." Ucap luchia dengan tersenyum-senyum.
Merekapun langsung masuk ke dalam rumah. Luchia langsung mendudukan zhivana di sopa ruang tamu, reno dan arrsyad pun duduk di sopa panjang. Sehingga tidak satu sopa dengan zhivana, sementara arrsyad mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tamu rumah zhivana.
Luchia duduk disebalah zhivana.
"Zhi, kamu yakin mau tinggal disini saja? Kenapa kamu tidak mau ikut bersama aku dan luchia." Tanya reno.
"Tidak kak. Aku ingin disini saja, kak reno tidak usah khawatir. Aku akan baik-baik saja dengan keterbatasanku yang sekarang." Ucap zhivana dengan yakin.
"Baiklah. Jaga dirimu dengan baik. Kalau butuh apa-apa bilang saja, padaku." Ucap reno.
Setelah berbincang-bincang cukup lama. Luchia menyuruh zhivana untuk beristirahat. Rencananya besok zhivana akan ikut mengantar arrsyad berangkat.
Reno dan arrsyad pun pamit pulang pada luchia. Zhivana sudah terlelap tidur dikamarnya.
"Mas, pulang dulu ya." Ucap reno.
Luchia mengangguk seraya mencium punggung tangan suaminya.
"Iya mas. Hati-hati."
"Assalamualaikum" Ucap arrsyad dan reno bersama.
"Waalaikumsalam"
'
__ADS_1
'
Bersambung