
Semilir angin yang sangat terasa sejuk, menghembus dengan tenang. Sesekali terdengar orang yang mengaji dari dalam mesjid, zhivana duduk diteras tempat biasa para santri beristirahat. Ternyata pesantren ini sangat luas, zhivana yang sedari tadi diajak berkeliling sarah disekitar sini saja sudah sangat kelelahan.
"Gimana, disini sangat asrikan pemandangannya?" Tanya sarah seraya ikut duduk disamping zhivana.
"Iya mbak, mana dibelakang pesantren perkebunannya sangat luas sekali. Saya sangat terkesima tadi saat melihatnya." Ucap zhivana dengan berapi-api.
Setelah berbicara, keduanya langsung pulang. Bersiap untuk mengikuti pengajian rutin. Zhivana terlihat sangat antusias sekali.
Zhivana sudah duduk ditengah-tengah banyak orang, sarah yang menjadi pembaca al-qur'an terdengar sangat merdu. Zhivana yang hanyut dalam lantunan ayat suci al-qur'an, terlihat menitikkan air mata.
Pembawa ceramah kali ini bernama Gus Azam, guru pengajar pondok pesantren ini.
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Bismillahirohmannirohim, ceramah saya kali ini bertema tentang nasehat dalam rumah tangga, jamaah sekalian pasti disini sudah ada yang menikah. Apa jamaah tau nasehat rumah tangga itu apa?
Ada beberapa nasehat yang penting untuk diperhatikan oleh setiap suami dan istri, baik yang baru menikah maupun yang sudah lama menikah,
Wajib menegakkan rumah tangga di atas agama Allah, maksudnya adalah wajib untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, wajib dia untuk bertakwa kepada Allah, jadi membina rumah tangga di atas agama Allah, di atas Quran, di atas Sunnah, menegakkan Tauhid, menegakkan Sunnah, menjauhkan keluarga dari perbuatan syirik, menjauhkan keluarga dari perbuatan bid’ah, itu sejak awal nikah. Ingatkan para istri untuk bertaqwa kepada allah, kemudian ingatkan istri kewajiban kamu yang paling besar adalah taat kepada suami, pertama kali habis akad nikah, kewajiban kamu yang terbesar taat kepada suami, suami kamu surga kamu dan neraka kamu!”
Membina di atas akhlak yang benar, artinya kita wajib menegakkan akhlak yang mulia dalam rumah tangga kita. Jadi bagaimana?
Contohnya Seperti seorang suami pulang dari kerja, ke rumahnya senyum kepada istrinya, masuk rumah salam, senyum pada istrinya, menanyakan yang baik kepada istrinya, si istri menyambut yang baik kepada suaminya. Bukannya pulang suami, ketuk pintu, cium tangan langsung minta uang belanja. Bang minta uang dong, itu gas habis. Ada gak yang seperti itu? Ada!
__ADS_1
Saling memahami, ini yang paling penting! Kita sebagai seorang sepasang suami istri harus saling memahami. Perhatikan itu!
Saling tolong menolong dalam rumah tangga.
Berlomba-lomba dalam kebaikan.
Banyak berdzikir.
Itu adalah inti-inti dalam nasehat rumah tangga, semoga apa yang saya sampaikan barusan bisa bermanfaat bagi kita semua. Para jemaah sekalian, mari kita berdo'a bersama bershalawat bersama kepada Allah, kepada nabi besar kita yaitu nabi Muhammad Saw. Kosongkan hati kita, khusukan niat dan hati kita semua."
Setelah berdo'a serta bershalawat bersama, Gus azam langsung penutup ceramahnya. " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Semua langsung keluar dari dalam mesjid, zhivana masih duduk termenung ditempat. Ceramah tadi mengingatkannya pada arrsyad, sekarang rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja. Zhivana bingung, sampai kapan ia akan berpisah seperti ini dengan suaminya sendiri.
"Zhivana," Tegur sarah, yang sudah duduk dihadapan zhivana.
__ADS_1
"Eh, mbak sarah."
"Kenapa? Apa kamu teringat dengan suamimu,"
Zhivana mengangguk.
Sarah tersenyum hangat, entah bagaimana ceritanya. Yang sarah tau zhivana sekarang harus berjauhan dulu dengan suaminya. Itu juga kata umi aisyah.
"Saya tidak tau harus bagaimana terhadap kamu sekarang, zhivana. Bersabarlah, saya yakin suatu saat suamimu pasti akan datang kesini untuk menjemput kamu dan anak-anak kamu. Saya yakin suamimu pasti sangat merindukan kamu dan anak kalian berdua. Ujian dalam rumah tangga itu memang rumit, tidak semudah yang dibayangkan. Mungkin Allah sedang menguji pernikahan kalian, maka bersabarlah."
"Terimakasih, mbak sarah. Insya Allah saya akan selalu bersabar dalam menunggu suami saya. Entah kapan dia akan menjemput, entah satu minggu lagi, satu bulan, bahkan sampai tahunan. Saya akan tetap menunggu, bukan hanya saya saja yang menunggu kedatangannya. Tapi anak-anak saya juga akan menunggunya."
"Saya sangat kagum padamu zhivana, kamu sangat tegar sekali. Dalam kondisi hamil seperti ini biasanya sosok seorang suamilah yang paling dibutuhkan. Sebaiknya kita pulang, ini sudah sore. Tidak baik bagimu kalau nanti ke magriban dijalan."
"Iya mbak, mari kita pulang."
***
Dikantor, dimana arrsyad menjabat sebagai presedir. Semua para karyawan tengah dalam ketegangan, bagaimana tidak. Arrsyad yang biasanya biasa-biasa saja terhadap karyawan kali ini berbeda. Sikap dingin dan arogan itu sekarang seperti sudah melekat semenjak ia ditinggal zhivana.
"Mengerjakan dokumen tentang pemasaran saja tidak becus, saya gaji kalian disini dengan bayaran tiga kali lipat dari kantor lain. Tidak berguna, andre. Pecat dia, dia, dia, dan dia. Pastikan ke empat orang ini tidak bisa kembali bekerja ditempat lain."
Ucap arrsyad dengan murka, tanganya menunjuk-nunjuk pada keempat orang itu yang tengah gemetar ketakutan. Presedir yang dulu kini telah berubah menjadi arogan.
Andre hanya menurut saja, kemarin andre pernah protes karena arrsyad suka main pecat hanya karena hal kecil. Tapi malah andre yang kena imbasnya, karena membela para karyawan.
Andre tau kenapa sikap arrsyad sekarang berubah, itu terjadi semenjak reno memisahkan zhivana dari arrsyad. Andre ingat! Waktu selesai rapat dikantor, arrsyad izin ingin menunaikan shalat dzuhur karena tadi dia habis mencari istrinya, jadi belum melaksanakan shalat. Andre yang menunggu arrsyad shalat akhirnya menyusul. Karena arrsyad sangat lama sekali.
Andre yang penasaran, akhirnya mengintip arrsyad dari balik pintu mushola kantor. Terlihat arrsyad tengah megangkat kedua tangannya, terdengar jelas isak tangis itu oleh andre, terdengar juga sebelum arrsyad mengakhiri do'anya, arrsyad berkata.
"Dek, aku sayang kamu melebihi diriku sendiri. Tolong kembalilah, sayang. Aku rindu kamu dan anak-anak kita."
Itu ucapan arrsyad pada waktu itu, andre. Merasa sangat kasihan, tapi mau bagaimana lagi. Ini semua sudah terjadi, waktu yang akan mempertemukan mereka kembali.
Apalagi cinta arrsyad pada zhivana sangat begitu besar, terlihat dari ketulusannya selama ini. Penantian arrsyad yang menunggu balasan cinta dari zhivana, akhirnya terbalaskan. Tapi sayang, rumah tangga keduanya selalu dalam masalah.
'
'
__ADS_1
Bersambung