Bidadari Bumi

Bidadari Bumi
Chapter 55 : Pernikahan


__ADS_3

"Aku pernah kehilangan harapan, tapi ternyata rencana Alloh jauh lebih indah dari semua yang telah aku rencanakan."


~Arrsyad Zega Al Faruq~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tamu undangan yang hanya mengundang keluarga dua belah pihak sudah datang, para pengajar pondok pesantren ikut menghadiri, begitu pula dengan para tetangga dekat yang telah berdatangan masuk ke dalam mesjid besar pondok pesantren.


Balutan gaun pengantin syar'i berwarna putih cerah, membalut tubuh zhivana. Terlihat cantik dan anggun.


Setelan jas mahal berwarna putih, telah arrsyad kenakan. Terlihat tampan, apalagi arrsyad memakai peci, kadar ketampanannya meningkat semakin tampan nan gagah.


Arrsyad telah duduk bersila dihadapan pak penghulu, reno duduk dibelakang arrsyad, kiai husen duduk disamping pak penghulu.


Tidak jauh dari posisi arrsyad duduk, dibelakang zhivana duduk dengan didampingi umi aisyah, luchia, dan gea.


Tanpa diminta atau disuruh, arrsyad menghadiahkan lantunan surat Ar-Rahman untuk zhivana sebagai mahar. Bahkan arrsyad sendiri meyiapkan satu set cincin berlian yang akan diberikannya untuk zhivana.


Terlebih dahulu arrsyad membacakan surat Ar-Rahman dengan suara indahnya melantunkan ayat demi ayat terucap dari bibirnya dengan fasih dan baik hafalannya menambah syahdu suasana. Membuat orang-orang yang mendengar menitikkan air mata.


"Bismillahirohmannirohim, dengan menyebut nama alloh yang maha pemurah, lagi maha penyayang." Ucap arrsyad, berdoa dalam hati sebelum mengucapkan ijab kabul.


Dengan membaca basmalah pak penghulu membingbing arrsyad membaca syahadat dilanjutkan dengan istigfar, dan kiai husen sendiri yang akan menikahkan zhivana. Tangan kiai husen berjabatan dengan tangan arrsyad dan terucap.


"Bismillahirohmannirohim. Saudara Arrsyad Zega Al Faruq Bin Wijaya Al Faruq."


"Saya"


"Saya Nikahkan Dan Kawinkan Anda Dengan Anak Perempuanku Zhivana Khoirun Nisa Bin Rama Haiden Dengan Mas Kawin Pembacaan Surat Ar-Rahman Dan Seperangkat Alat Shalat Dibayar Tunai"


"Saya Terima Nikah Dan Kawinnya Zhivana Khoirun Nisa Binti Rama Haiden Dengan Mas Kawin Pembacaan Surat Ar-Rahman Dan Dibayar Tunai"

__ADS_1


Terdengar dari saksi dan yang turut hadir memberikan jawaban yang membuat arrsyad senang begitupun zhivana yang berada sedikit jauh dibelakang arrsyad duduk. Ucapan Sah sangat bergema didalam masjid, doa terucap dari pak penghulu dan dilanjutkan pihak saksi, dan pak penghulu menyalami arrsyad dan kiai husen sebagai tanda selamat.


Tidak beberapa lama zhivana dihadirkan untuk bersanding dihadapan saksi, dan tentu saja dengan arrsyad yang sekarang sudah menjadi suaminya. Mata arrsyad terus memandangi zhivana hingga tersadar seseorang memerintahkannya untuk menerima tangan zhivana yang akan menciumnya tanda patuh dan hormat kepadanya.


Saat tangan kanan arrsyad di cium penuh kepatuhan, tangan kirinya menyentuh ujung kepala zhivana tepat di ubun-ubunnya. Arrsyad mengucapkan doa.


"Allahumma Inni As'aluka Min Khairiha, Wakhairi Manjabal Tahaa' Alaihi Wa Audzubika Minsyarriha Wa Syarimaa Jabal Tahaa' Alaika." (Yaalloh sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan darinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya dan aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya)


Dalam hati arrsyad berdo'a.


"Yaalloh jadikanlah kami pasangan dunia akhirat, jadikan ikatan ini penguat ketaatan kepadamu, jadikan kami pasangan yang saling mengingatkan kebaikan di tiap langkahnya, dan jadikan ikatan ini saling menentramkan dan menyejukkan keduanya. Aamiin."


Arrsyad mencium kening zhivana, yang membuat zhivana terkejut dan rasa malu yang sekarang zhivana rasakan, arrsyad hanya menunjukkan senyum lembutnya, yang membuat pipi zhivana merah merona karena malu.


"Maafkan aku mas azwar." Batin zhivana.


"Ustadz azwar, aku sangat berterima kasih padamu. Aku akan memenuhi janjiku padamu, mulai sekarang aku akan menjaga zhivana dengan baik." Batin arrsyad



Minggu, 14 Februari 2021. 09:00 WIB.


Ditanggal dan waktu ini aku telah mengikrarkan janji suci. Mengikatmu dalam ikatan suci, rasanya sangat tidak percaya! Bahwa mulai detik ini aku adalah imam sekaligus suami yang akan menjagamu, melindungimu, serta membingbingmu menjadi wanita sholehah. Semoga Alloh Swt memberkahi kita berdua. Aamiin.


^^^~Arrsyad Zega Al Faruq~^^^


"Ana Uhibbuki Fillah. Zawjati Alhabiba." Bisik arrsyad ditelinga zhivana yang masih didekatnya.


Zhivana menunduk malu, sedari tadi arrsyad terus memandangi dirinya.


Prosesi akad nikah sudah dilalui keduanya, setelah ucapan selamat dari kedua keluarga pengantin dan tamu undangan, kini arrsyad memeluk reno sang kakak.

__ADS_1


"Kak aku sangat bahagia"


Reno membalas pelukkan arrsyad.


"Iya aku tau itu, selamat ya! Jaga istrimu dengan baik. Sekarang kamu udah punya tanggung jawab besar. Ingat! Jadilah suami sekaligus imam yang baik untuk zhivana." Ucap reno menasihati.


Luchia mendekat ke zhivana, lalu memeluknya sebentar.


"Duh pengantin baru. Selamat ya zhi, aku seneng banget liat kamu dan arrsyad udah sah. Jangan lupa nanti malam pertama loh." Godanya dengan tertawa kecil.


Zhivana menunduk malu.


"Selamat ya zhi, sekarang sahabatku udah jadi seorang istri" Ucap gea.


Zhivana menoleh, dengan cepat dirinya memeluk gea. Selama ini sahabatnya selalu ada untuknya.


"Makasih. Tapi bagaimana dengan mas azwar?"


Gea melepas pelukannya, lalu mengenggam erat tangan zhivana.


"Mungkin sekarang dia sedang tidak baik-baik saja. Tapi tenanglah, dia ada didepan kok, sedang bersama fazal"


Umi aisyah, kiai husen pun memberi ucapan selamat serta mendoakan, zhivana menangis seraya mengucapkan terima kasih karena kiai husen telah menjadi walinya. Tidak lupa umi aisyah memberikan nasihat pada zhivana agar menjadi istri yang baik bagi suaminya.


Setelah umi aisyah serta kiai husen pamit untuk pulang, arrsyad langsung mendekati zhivana. Rasanya masih tidak percaya wanita yang dulu ia perjuangankan dan sempat menyerah juga, sekarang sudah sah menjadi istrinya.


Ah, kenapa saat ingin memanggil zhivana, dirinya jadi bingung sendiri. Arrsyad bingung harus memanggil istrinya dengan apa? Rasanya sangat gugup, apalagi jantungnya terus berdebar cepat.


'


'

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2