Bidadari Bumi

Bidadari Bumi
Chapter 77 : Aku Hamil


__ADS_3

Masih dimana zhivana yang sedang diperiksa oleh dokter vanya, arrsyad. Yang habis memuntahkan isi perutnya langsung duduk disamping zhivana.


"Istriku baik-baik sajakan."


Dokter vanya tersenyum, melihat pengantin baru yang baru bersama itu, sangatlah serasi dan terlihat sempurna. Dokter vanya tau bagaimana kisah hidup arrsyad dan zhivana, tentunya dari luchia.


"Istri anda memang baik-baik saja, karena itu gejala murni dari seorang wanita yang tengah mengandung dikehamilan awal."


Semua mata langsung tertuju menatap dokter vanya, bahkan arrsyad yang tadinya lemah, letih, lesu, lunglai nampak berdiri terkejut.


"Ma-maksudnya." Tanya arrsyad dengan rasa tak percaya.


"Iya, pak arrsyad. Istri anda tengah mengandung, bahkan usia kehamilannya sudah satu bulan."


Zhivana tersenyum senang mendengarnya, tidak terasa air matanya sudah beruraian. Zhivana sangat tidak percaya, selama satu bulan ini dirinya tengah mengandung buah cinta dirinya dengan arrsyad.


"Mas, aku hamil."


Entah harus bagaimana, arrsyad. Pria itu langsung tersenyum lebar, menatap istrinya yang sekarang tengah mengandung anaknya. Sungguh sangat bahagia sekali, arrsyad sekarang.


Dengan perasaan bahagia yang membucah begitu saja, arrsyad langsung memeluk zhivana seraya menciumi zhivana dengan bertubi-tubi.


"Iya, dek kamu hamil. Sebentar lagi aku jadi seorang ayah, dek."


"Sayang, terimakasih kasih banyak karena kamu udah memberi kebahagiaan yang begitu sangat berharga dalam hidupku."

__ADS_1


"Alhamdulillah, terimakasih Yaallah. Engkau telah memberikan hamba sebuah kepercayaan untuk mengandung, menjadi seorang ibu dari anak-anak suami hamba. Rasanya sangat bahagia sekali."


Luchia dan reno ikut bahagia mendengarnya, tidak terasa rasa bahagia serta haru menyelimuti mereka. Dokter vanya yang menyaksikanpun merasa ikut bahagia. Wajah yang pucat itu terlihat sangat berseri-seri, tersenyum merekah penuh kebahagiaan tak henti-hentinya arrsyad tunjukkan, begitu pula dengan zhivana.


Luchia mendekati zhivana, lalu ikut duduk di samping zhivana seraya tersenyum senang.


"Alhamdulillah, zhi. Selamat ya, sebentar lagi kamu dan arrsyad akan menjadi orang tua, semoga kandunganmu selalu sehat dan baik-baik saja."


Zhivana mengangguk.


"Terimakasih kak, semoga kandungan dan bayi kakak sehat selalu sampai lahiran nanti."


Reno dan arrsyad sudah berpelukan, melihat adiknya bahagia. Reno juga ikut bahagia, apalagi. Setelah arrsyad dan zhivana menikah. Sikap arrsyad berubah drastis menjadi lebih hangat seperti dulu. Sikap dingin dan datar itu menghilang, seiringnya zhivana hidup dalam kehidupan arrsyad.


Tidak ada kata ataupun tulisan, arrsyad. Merasa bahagia luar biasa, rasa syukur tak henti-hentinya arrsyad panjatkan. Hidupnya terasa berubah saat kala itu arrsyad mengikat zhivana dalam ikatan suci.


Zhivana seperti menorehkan warna indah pada arrsyad, semua warna indah itu seperti sebuah kenangan saat arrsyad dan zhivana bersama. Merajut rasa cinta dan kasih sayang yang semakin dalam bahkan kata dalam terasa kurang, mungkin lebih dalam dan sangat dalam.


Kini kebahagiaan itu tidak mampu terbendung, kala mendengar bahwa wanita yang selama ini dicintainya tengah hamil. Satu bulan, rasanya masih tidak percaya bahwa usia kehamilan istrinya itu sudah satu bulan. Mengingat setiap malam bercocok tanam dengan penuh cinta seraya berharap benih cinta keduanya segera tumbuh dirahim istrinya.


Setelah ucapan selamat dan membagi rasa bahagia, dokter vanyapun sudah pulang. Sementara reno pergi kerja, luchia yang senang dengan kehamilan zhivana sedari tadi dirinya terus bersama zhivana.


Arrsyad tidak pergi bekerja, rasa bahagia membuat dirinya terus tersenyum-tersenyum. Sudah beberapa kali, arrsyad menyuruh luchia untuk pergi keluar kamarnya tapi malah tidak mahu.


Padahal arrsyad ingin berduaan dengan zhivana. Dokter vanya sudah memberitahu bahwa besok zhivana harus pergi ke dokter kandungan. Memastikan kondisi dan kesehatan ibu dan anak yang dikandung.

__ADS_1


***


Dilain tempat, seorang pria tengah duduk dikursi kerja. Menjabat sebagai seorang direktur utama diperusahaan ayahnya. Sejak pertemuan tidak sengaja dengan seorang wanita bercadar yang menolongnya, adzril. Langsung terpesona dengan manik hazel teduh milik wanita itu.


"Mata indah itu, kenapa suara lembutnya selalu mengalun indah ditelinga dan pikiranku. Apalagi mata indah itu sangat meneduhkan untuk dilihat."


Untuk kedua kalinya, adzril. Merasakan jatuh cinta, dulu dirinya sangat mengagumi seina yang cantik rupawan, tapi sekarang tidak. Perkataan arrsyad tempo lalu saat diamerika membuat adzril sadar.


"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kamu menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya. Jadi kamu jangan menyukai wanita karena cantik nya aja tapi harus tau bagaimana pula hatinya."


Nasihat arrsyad membuat adzril berubah.


"Yaallah, pertemukanlah aku dengan wanita bercadar pemilik mata indah dan teduh itu. Aku ingin sekali dia berjodoh denganku."


Adzril sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari wanita bercadar itu. Niat serta usaha adzril sangat bertekad sekali untuk mencari wanita yang telah membuat adzril terbuai akan pesona itu.


"Aku telah jatuh hati pada wanita bercadar itu, siapapun kamu semoga kita bertemu kembali, nona."


Hanya satu tatapan yang tidak sengaja bertemu, mampu membuat adzril terhanyut dalam indahnya ciptaan sang khaliq.


'


'


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan ramaikan lewat komentar😊


__ADS_2