
"Sampai detik ini setidaknya aku tau gimana rasanya mencintai dalam diam, memendam perasaan rindu sendirian"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Arrsyad memiliki rahasia hidup tersendiri, tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana dirinya. Adzril yang hampir 24 jam bersama arrsyad, baginya sangat sulit menebak bagaimana arrsyad sebenarnya. Tidak banyak ekspresi yang arrsyad tunjukkan selalu saja datar dan dingin.
Arrsyad itu si pangeran kampus di MIT, pria populer dengan kecerdasan dan ketampanan. Para kaum hawa sangat ingin berdekatan dengan arrsyad. Tapi, dengan arrsyad yang dingin seperti itu membuat para wanita kampus hanya dapat mengagumi dari jauh.
Berbeda dengan seina si wanita cantik yang selalu saja menjadi penguntit arrsyad, bagi seina arrsyad itu adalah sesosok makhluk sempurna yang terlahir di muka bumi.
Semenjak pertemuan malam itu seina menjadi lebih sering menemui arrsyad, alasannya karena seina tidak punya teman dari negara yang sama.
Seperti hal nya sekarang seina tengah duduk bersama dengan arrsyad menikmati angin sore di musim semi, di temani dengan secangkir kopi panas dengan asapnya masih mengepul.
"Merepotkan sekali."
Arrsyad menatap kesal seina, bisa-bisanya seina memaksa dirinya harus datang ke tempat seperti ini.
"Sesekali kita harus menikmati angin sore di musim semi ini, Nah kau dapat merasakannya bukan? angin sore di musim semi itu sangat sejuk"
"Terserah"
Arryad menatap orang-orang yang berlalu lalang di sekitar dirinya, daun berterbangan dengan seiringinnya angin yang tertiup, arrsyad sangat ingin pulang saja rasanya. Tadinya arrsyad bermain ke taman untuk menikmati suasana di sore hari. Tapi malah tidak sengaja bertemu seina.
"Kopinya hampir dingin"
Seina mengambil kopi milik arrsyad, berniat untuk memberikan kopi itu. Tapi arrsyad malah diam saja.
"Tidak mau, ya."
Seina meletakkan kopi itu kembali, dengan senyuman yang sedari tadi belum luntur, seina terus saja menatap setiap inci wajah tampan arrsyad.
Arrsyad berdiri dari tempat duduk ia sudah tidak tahan lagi bersama dengan seina, sudah 15 menit arrsyad duduk manis menemani seina dengan terpaksa. Kalau seina tidak berteriak seperti orang yang dinganggu mungkin arrsyad tidak akan bersama seina.
Seina yang melihat arrsyad akan pergi, ia langsung berdiri dari tempat duduk.
"Apa mau pergi sekarang."
"Hem."
"Antar aku pulang, masak iya seorang perempuan pulang sendiri"
Seina tersenyum-senyum pada arrsyad, tangannya menangkup seolah-olah sedang memohon pada arrsyad agar dia mau mengantar seina pulang.
"Semoga mau, ayolah katakan iya." Batin seina.
Arrsyad memutar bola matanya malas, kenapa harus diantar toh tadi dia ke sini nya aja sendiri.
"Merepotkan"
"Jadi kamu mau mengantar aku pulang,kan?"
"Hem."
"Yeyy, Makasih arrsyad."
Seina bersorak gembira kakinya melompat-lompat kecil tidak lupa dengan tangannya yang bertepuk tangan. Rasanya seperti anak kecil tapi terlihat mengemaskan.
"Akhirnya dia mau terima kasih tuhan." Batin seina.
Tidak memperdulikan seina, arrsyad langsung berjalan duluan, seina yang tahu arrsyad jalan terlebih dahulu langsung berlari kecil untuk menyamai langkah kakinya dengan arrsyad.
"Arrsyad"
__ADS_1
Panggil seina yang merasa bosan sedari tadi mereka hanya diam saja.
" Pernah pacaran tidak."
"Tidak"
"Kenapa tidak pernah?"
"Masa, iya sih pria setampan dirinya tidak pernah pacaran." Batin seina.
Seina harus mendonggakkan wajahnya untuk untuk melihat arrsyad yang jauh lebih tinggi. Seina melihat wajah tampan itu terlihat sangat putih, bibir merahnya nampak sedikit pucat akibat udara dingin. Tidak ada ekspresi di wajahnya yang datar dan kaku, seina sangat sulit untuk menebak suasana hati arrsyad.
"Sudah sampai, masuklah."
Seina langsung menatap ke depan. Ah, rupanya sudah sampai ya. Akibat terlalu menikmati wajah tampan arrsyad seina tidak memperhatikan jalan.
"Sudah sampai rupa, nya."
"Terima kasih banyak, arrsyad."
"Iya"
"Mau mampir dulu tidak?" Ucap seina dengan menampilkan senyuman manisnya.
Arrsyad mengeleng saja. Rasanya ia sudah malas berbicara dengan seina.
"Kalau begitu hati-hati dijalan, nya. Sampai jumpa."
Seina tersenyum lalu masuk ke dalam gedung apartemen.
Sesudah melihat seina masuk ke dalam, arrsyad langsung melangkah pergi, hari semakin gelap suara dari kendaraan beroda empat menemani langkah kakinya, angin bertiup kencang menilmbulkan udara yang semakin dingin arrsyad memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel tebal yang ia kenakan.
"Aku rindu kak zhivana"
Dengan lirih nya arrsyad mengatakan itu, hatinya selalu saja menyebut nama zhivana. Tapi entah kenapa beberapa hari ini arrsyad merasa tidak nyaman dengan hatinya.
"Kak apa kabar? Bagaimana dengan kabar kak zhivana juga apa dia baik-baik saja."
"Disini kami baik-baik saja. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun, belajarlah dengan rajin."
"Apa saat liburan musim panas kau akan pulang? Aku harap kau jangan pulang biar aku saja yang ke sana."
"Kenapa aku tidak boleh pulang."
"Aku hanya ingin melihat keadaan mu disana bagaimana? Aku juga akan mengajak luchia kesana."
Arrsyad hanya membaca saja, tidak berniat lagi untuk membalas. Ada rasa aneh yang tiba-tiba saja menghampiri relung hatinya.
"Kenapa kak reno melarangku pulang." Batin arrsyad.
Aneh? Ya, tentu saja bukannya waktu dulu reno sering menyuruhnya untuk pulang saat musim panas. Tapi, kenapa sekarang malah menyuruhnya untuk tidak pulang.
Seperti ada yang tidak beres, seperti ada yang disembunyikan. Tapi apa itu? Apa yang tengah kakaknya itu sembunyikan darinya.
Arrsyad berpikir keras otaknya yang jenius tiba-tiba buntu ia sudah tidak bisa berpikir lagi. Bingung rasanya sangat penasaran otaknya yang jenius selalu saja punya rasa ingin tahu.
"Aku akan mencari tahu lewat andre, apa yang sebenarnya terjadi disana."
Tidak terasa kini arrsyad sudah sampai di depan gedung apartemen dimana dirinya tinggal, arrsyad langsung masuk saja ke dalam rasanya sudah sangat lelah tubuhnya lengket rasanya dirinya sudah tidak sabar untuk segera mandi.
***
Apartemen dimana Seina kazumi tinggal.
__ADS_1
Seina tengah tersenyum-senyum sendiri sesekali berteriak dengan menyebut nama arrsyad si pria tampan yang populer di kampus. Tubuhnya yang kecil berguling-guling di atas kasur.
"Aku senang sekali hari ini karena arrsyad mengantar ku pulang. Huaaaa dia sangat tampan sekali"
"Duh arrsyad. I love you."
"Ya tuhan pesona dan ketampanannya seperti magnet saja selalu saja menarikku untuk selalu melihatnya. Ya ampun, ya ampun jantung ku tolong diam dulu"
Seina memengangi dadanya sendiri setiap kali berdekatan dengan arrsyad atau sekedar melihat wajahnya saja jantung seina selalu saja berdebar keras.
"Ayolah jantung aku tau kau juga terpesonakan dengan ketampanan arrsyad"
"Hey jantung diam jika kau berdebar keras seperti itu maka tidak baik untuk kesehatanku"
Seina terus saja mengoceh hatinya yang bahagia membuat dirinya seperti orang gila. Bagaimana tidak sedari tadi seina terus berbicara sendiri, senyum-senyum sendiri, berteriak pula.
Ternyata cinta bisa membuat seseorang bertingkah aneh bahkan bisa disebut juga cinta dapat membuat seseorang menjadi gila. Dan satu lagi orang pintar yang jatuh cinta saja bisa menjadi bodoh.
Cinta
Satu kata yang membuat dunia kita seketika menjadi warna pink, mungkin saja menjadi terasa manis semua seperti coklat.
Apa itu cinta?
Menurutku cinta adalah variable , yang artinya berubah-ubah sesuai dengan pola pikir dan suasana hati saat kita ditanyakan apa artinya. Coba lihat saja disekitar kita, banyak yang dulunya mengagungkan cinta kini berbalik membencinya. Jadi arti cinta adalah variable. Setuju atau tidak setuju itu pendapatku.
Tapi pada intinya Cinta sejati itu adalah cinta yangtelah menjadi Halal ketika Ijab Kabul itu telah terucap,dengan hanya mengharapkan Ridho Allah SWT alias Menikah. Namun tak dapat dipungkiri, kita hidup dizaman yang memiliki pola pikir modern. Makna cinta sejati versi modern adalah ketika dua insan yang berbeda jenis kelamin bertatapan ada debaran yang aneh yang dirasakan, ada perasaan bahagia ketika melihat dia , ada rasa rindu yang menyiksa ketika sedetik saja tidak bertemu, adanya rasa nyaman ketika berada disampingnya.
Dan yang paling utama berlaku untuk siapapun, karena prinsipnya selama janur kuning belum terikat cinta milik siapapun. Yang penting keduanya saling mencintai walaupun harus mengorbankan orang lain. Hem, sangat ironis memang, namun harus gimana lagi, itulah makna cinta di zaman yang modern ini. Tak bisa disalahkan maupun tak bisa dibenarkan.
Pada kenyataannya apa yang akan ditanam itu juga yang akan di panen. Cinta yang seperti ini banyak menimbulkan kontroversi, dan ujung-ujungnya akan menjadi perang saudara.
Cinta juga bisa mengakibatkan kita patah hati.
Ya, karna di zaman modern ini para lelaki seperti buaya darat.
Hah, bagaimana?
Buaya darat adalah pria playboy, yakni pria yang kerap mempermainkan perasaan perempuan dengan tipu daya yang manis yang manisnya dapat menimbulkan kolestrol tingkat akut. Selain nggak cukup dengan satu wanita, hubungan yang kamu jalani dengan cowok tipe ini sulit berjalan mulus.
Kamu tidak berhak mengeluarkan air mata untuk seseorang yang belum halal bagimu.
***
Kembali lagi pada seina yang masih memeganggi dadanya yang sedang berdebar keras akibat mengingat kejadian tadi saat dirinya berjalan berdua di sore hari, langkah kaki mereka yang diiringi semilir angin di musim semi.
Seina menatap pada jam dinding.
"Hey jam bisa tidak kalau aku sedang bersama dengan arrsyad kau berhenti dulu aku kan ingin menikmati waktu ku dengan arrsyad. Sebentar juga tak apa, kalau bisa sih aku maunya, lama."
Seina terus saja mengoceh, rasa bahagia yang kini tengah bersemayam di dalam hatinya membuat seina lupa akan segala hal. Sekarang dirinya tengah berfokus pada arrsyad.
"Aku ingin arrsyad, cuman arrsyad dan hanya arrsyad." Tegas seina.
Seina untuk pertama kalinya jatuh cinta dengan perasaan sebahagia ini, dulu seina pernah punya pacar tapi tidak sebahagia ini, seina pernah berpacaran saat dirinya masih duduk di bangku sma. Waktu dulu seina berpacaran hanya untuk mengisi waktu sepinya saja. Lagi pula seina berpacaran sekali saja.
***
Visual Seina Kazumi
'
__ADS_1
'
Bersambung