
"Kamu adalah pikiran terakhir dalam pikiranku sebelum tertidur dan pikiran pertama ketika aku bangun setiap pagi."
~Arrsyad Zega Al Faruq~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setiap hari saat terbangun pemandangan pertama yang aku lihat adalah dirinya, zhivana. Wanita shalihah bercadar, yang telah menjadi istriku.
Tidak disangka do'a yang telah ku panjatkan disetiap sujudku, terkabulkan. Cinta dalam diam, cinta dalam do'a semua butuh proses serta usaha.
Kesabaran untuk memperjuangkan rasa cinta yang lama tumbuh, kini berbuah hasil. Pernikahan atas ridha alloh. Kini aku jalani penuh rasa syukur, zhivana. Dialah yang akan menemani hari-hariku.
"Atas nama alloh aku mencintaimu bidadariku, zhivana. Bisa kesurga bersamamu adalah impianku saat ini."
Berulang kali arrsyad mengecup kening zhivana, hingga istrinya itu menggeliat dan terbangun.
"Selamat pagi. Morning kiss, untuk istriku."
Cup
Zhivana tersenyum lebar. Kelakuan disetiap pagi, arrsyad selalu memberikan morning kiss, begitu pula dengan malam sebelum tidur. Wajib katanya.
"Selamat pagi juga mas."
"Kok aku nya gak dicium."
Zhivana menggeleng seraya tersenyum malu.
"Jangan malu-malu gitu dek, kamu gemesin banget soalnya. Imanku suka goyah."
"Tutup dulu mata kamunya."
Arrsyad terkesiap untuk menerima ciuman dari zhivana. Kedua tangan sudah melingkar dipinggang zhivana. Tubuh keduanya merapat, mengikis jarak yang ada.
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi kanan arrsyad. Membuat sang empunya langsung tersenyum lebar.
Arrsyad menatap bola mata bening milik zhivana. Lalu mendekatkan wajah nya.
Kecupan datang bertubi-tubi di seluruh permukaan wajah zhivana. Mulai dari mengecup kening, kedua kelopak mata, hidung, pipi kiri dan kanan, dagu dan terakhir di bibir.
"Aku mencintaimu, zhivana khoirun nisa."
"Aku juga mencintaimu mas, arrsyad zega al faruq."
Keduanya saling menatap, memberikan senyuman manis yang tulus. Tak ada rasa yang paling bahagia ketika rasa cinta kita terbalaskan, arrsyad yang selama ini memperjuangkan rasa cinta untuk zhivana akhirnya terbalaskan juga.
***
Setelah selesai mandi dan berpakaian, arrsyad meminta bantuan pada zhivana untuk memakaikan dasi.
"Kamu tinggi banget, mas. Coba nunduk dulu kamunya."
Arrsyad menundukan kepalanya.
Dengan cekatan zhivana langsung memakaikan dasi.
"Udah selesai" Ucap zhivana dengan tangan sibuk merapihkan jas.
"Makasih"
Zhivana mengangguk.
__ADS_1
"Sarapan dulu, mas." Ajak zhivana seraya menenteng tas kerja milik arrsyad.
"Nanti dikantor aja, soalnya aku telat. Kak reno udah marah-marah tuh dibawah. Maaf ya dek." Ucap arrsyad, mengandeng tangan zhivana lalu mengajaknya turun kebawah.
"Dikantor jangan lupa makan!"
Arrsyad mengagguk.
"Nanti siang kamu ke kantor aku"
"Mau ngapain"
"Makan siang bareng. Sekalian mau ngenalin kamu sama karyawan dan rekan bisnis aku."
Sudah satu bulan arrsyad menjadi seorang presedir. Selama dirinya menjabat tidak ada kendala dan kesulitan apapun.
"Jam segini baru turun. Liat tuh jam, udah jam berapa." Omel luchia yang baru melepas kepergian reno berangkat kerja.
Arrsyad menatap jam yang melilit di tangan kiri, pukul tujuh lewat empat belas menit.
"Biasanya juga kan sering berangkat jam segini."
Luchia mengelus perutnya yang mulai bertambah besar.
"Amit-amit ya kamu, suka telat malah seenak jidatnya. Kan kata mas reno pagi ini ada meeting penting."
"Iya, iya maaf. Mau berangkat ini." Gerutu arrsyad.
Zhivana hanya tersenyum kecil.
"Sayang, mas. Berangkat dulu ya. Jangan lupa nanti siang." Ucap arrsyad seraya mengecup kening zhivana.
Zhivana tersenyum lalu meraih tangan kanan arrsyad. Mencium punggung tangan seraya, menyuruh suaminya itu untuk selalu hati-hati.
"Waalaikumsalam."
Zhivana tersenyum seraya menatap kepergian arrsyad, mobil yang dikendarai suaminya itu semakin menjauh.
Setelah kepergian arrsyad luchia mengajak zhivana untuk masuk ke dalam.
***
Siang telah tiba. Zhivana sudah berdandan rapi, gamis syar'i berwarna hitam senada dengan cadar yang dirinya kenakan. Apalagi zhivana memakai sepatu high heels. Terlihat dirinya sangat anggun dan cantik.
"Alhamdulillah, udah beres. Tinggal berangkat, Bismillah."
Setelah pamit pada luchia, zhivana langsung berangkat, tentunya dengan diantar oleh seorang supir.
Menjadi bagian dari keluarga kaya raya, ternyata serba disediakan. Diibaratkan, ingin itu ingin ini. Tinggal beli langsung ada, tanpa liat harga.
Dalam perjalanan menuju kantor milik suaminya. Handpone milik zhivana berbunyi, rupanya pesan singkat dari gea.
"Assalamualaikum, zhi. Hari ini ada pengajian dimesjid besar yang ada didepan rumah sakit pelita. Kiai husen, loh yang ngisi ceramahnya. Hebatkan, ayo zhi kita dateng. Lagian udah dua minggu loh kita gak ketemu. Pokoknya aku tunggu setelah shalat dzuhur ya, zhi."
"Sebentar lagi juga adzan dzuhur. Aku ingin menghadiri acara pengajian itu, tapi arrsyad bagaimana. Tidak ada salahnya aku bilang dulu ke dia." ucapnya dalam hati.
Setelah menelpon arrsyad dan meminta izin serta meminta maaf karena tak jadi kesana. Akhirnya, arrsyad. Mengiyakan dan mengizinkan nya.
"Pak, ke rumah sakit besar pelita, ya. Soalnya saya mau ketemu teman saya." Ucap zhivana seraya tersenyum.
"Baik"
Setibanya zhivana disana, gea. Langsung memeluk zhivana seraya berkata.
__ADS_1
"Syukurlah kamu dateng juga, zhi. gimana kabar kamu"
Zhivana membalas pelukkan gea.
"Alhamdulillah aku baik. Kamu sendiri gimana kabarnya"
"Alhamdulillah aku juga baik." Ucap gea, seraya melepas pelukannya.
Setelah shalat dzuhur berjamaah dimesjid besar didepan rumah sakit dimana tempat gea bekerja. Keduanya langsung duduk memposisikan tempat untuk mendengarkan ceramah kiai husen.
Tema ceramah yang beliau bawakan tentang Generasi Muda Waras Tanpa Miras. Mengingat zaman sekarang, anak muda yang masih dibawah umur saja sudah mengkonsumsi narkoba serta maraknya para anak remaja yang meminum miras (Minuman keras). Bahkan dari kalangan wanita juga ada yang sering mengkonsumsi, sungguh. Sangat buruk sekali generasi muda zaman sekarang. kaum milenial yang diharapkan untuk menjadi penerus bangsa serta penegak tiangnya agama malah tercemar habis oleh barang haram.
Seperti dunia terbalik, hal yang dilarang atau diharamkan oleh Allah Swt. Malah dilakukan dan ditekuni, sedangkan. perintah yang alloh halalkan malah ditinggalkan.
Dua jam telah berlalu, ceramah. Yang diakhiri dengan do'a bersama telah selesai.
Para jemaah mulai berhamburan keluar. Begitu pula dengan zhivana dan gea, keduanya. Memutuskan sebelum pulang, ingin bersilaturahmi dulu pada kiai husen.
Keduanya duduk diteras mesjid. Seraya menatap orang-orang yang berlalu lalang.
"Zhi. Aku ke toilet dulu ya, kamu gak apa pa kan sendiri dulu."
"Gak apa pa. Yaudah kamu ke toilet aja, aku. Tunggu disini."
Gea menggangguk, lalu beranjak pergi meninggalkan zhivana sendirian diteras mesjid yang sudah mulai sepi.
Sepeninggalan gea pergi, zhivana terkejut karena tiba-tiba azwar sudah ada dihadapannya.
"Assalamualaikum, zhivana." Ucapnya seraya menatap zhivana dengan lekat.
Zhivana menunduk, lalu berdiri.
"Wa-waalaikumsalam, mas. Eh ustadz azwar. Ada disini juga." Tanya zhivana dengan terbata.
Azwar tersenyum lebar.
"Iya, aku menemani abiku mengisi ceramah disini. Zhivana, kamu apa kabar? Kamu baik-baik saja kan."
Zhivana hendak ingin memakai sepatu higs heels miliknya. Namun, dengan tidak sengaja dirinya malah menginjak ujung gamis dan hilang keseimbangan.
Dengan sigap azwar meraih tubuh zhivana dan memeluknya. Posisi keduanya malah seperti saling berpelukan.
Tanpa disadari seseorang tengah menatap keduanya dari jauh. Kedua tangannya mengepal kuat.
***
Bonus Visual.
Visual Arrsyad Zega Al Faruq.
***
Visual Zhivana Khoirun Nisa.
'
'
Bersambung
__ADS_1
Aku bingung banget sama visualnya zhivana. Menurut kalian visual zhivana yang ini cocok gak? Kalau gak suka nanti aku ganti.