Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 25 : Orang Asing yang Jatuh dari Langit


__ADS_3

Bianca merebahkan dirinya di sandaran kursi kerjanya. Ia tidak menyangka acara jalan-jalan kemarin bersama anak-anak berubah menjadi tragedi yang tidak mengenakan.


Bianca tidak kepikiran kenapa ada seorang wanita yang bunuh diri dengan menggantungkan dirinya dan dihadapan banyak orang.


Tetapi...


Bagaimana caranya?


Ngomong-ngomong soal bagaimana caranya...


Bianca benar-benar kehilangan jejak Tuhan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan sang pencipta itu?


Udah gitu kondisi tubuh Bianca semakin memperburuk.


Sebelumnya, Bianca sudah berkonsultasi dengan dokter istana. Penyakit apa yang diderita tubuh ini.


Kata dokternya, ini penyakit sangat langka dan tentu saja mencari obatnya juga susah minta ampun.


Kata dokternya lagi, tubuh Bianca sudah dirancuni oleh sihir kuat. Yang artinya, tubuh ini dikutuk begitu.


Bianca yang mendengarnya terkejut bukan main. Ini benar-benar sangat serius.


Sebenarnya, dokter yang menganalisa kondisi tubuh Bianca juga sama-sama terkejut. Ia tidak menyangka ratunya memiliki riwayat penyakit yang jauh lebih serius.


"Berapa lama lagi saya bertahan, dok?" tanya Bianca mengantisipasi.


"Sekitar 8 bulan, yang mulia."


8 BULAN??! ITU TERLALU SINGKAT UNTUK MENYELESAIKAN MISI!!


Vina tampak khawatir mendengar dirinya bisa bertahan dalam waktu 8 bulan. Udah gitu sering tidur panjang lagi.


Ia menggigit bawah bibirnya.


Ini benar-benar kacau!


Setelah Bianca mendapat obat-obat dari dokter, Bianca berkata, " Dokter... Tentang penyakitku, ini hanya rahasia diantara kita saja, oke."


"Baik yang mulia..." ucap sang dokter.


Baiklah...


Kalau begini terus, hanya dokter saja yang tau kondisi penyakit mematikan ini.


Calius dan lain-lainya bahkan si Malapetaka sekali pun tidak boleh mengetahuinya.


Karena Vina masih menyelidiki kenapa sang ratu memiliki penyakit seperti itu?


Dan juga, ia masih bingung dengan tidur panjangnya akhir-akhir ini.


Apa jangan-jangan ini berkaitan dengan mimpi Ratu Bianca.


Tiba-tiba Bianca terbatuk-batuk dengan keras hingga tanpa sengaja ia melihat darah yang begitu banyak di tangan kanannya.


Habislah sudah...


Suara ketukan terdengar di arah balik pintu membuat sang ratu langsung panik. Ia segera membersihkan darah-darah di sekitar mulut dan tangan kanannya dan menyuruh orang itu masuk.


Calius datang dan membawa pesan bahwa Allan mencari sang ratu.


Mendengar Allan tiba, ia langsung teringat dengan kerja sama dirinya dengan Black Hole.


"Suruh dia masuk ke ruang kerjaku!" perintah Bianca menyuruh kepala pelayan untuk membawa salah satu anggota Black Hole tersebut.


Bianca melirik ke arah Allan yang telah datang dan hendak mencium tangan Bianca.


"Tangan anda sangat wangi sekali, yang mulia," ucap Allan menyadari sesuatu.


Bianca langsung melepaskan tangannya dari Allan dan salah tingkah.

__ADS_1


Bianca sengaja mencuci tangannya menggunakan sabun banyak-banyak biar Allan tidak curiga dengan bekas darah di tangannya.


"Apa anda datang ke sini untuk membahas kerja sama kita?"


"Benar," Allan menyuruh salah satu rekan kelompoknya membawa sebuah kotak dihadapan Bianca.


Bianca memasang wajah kebingungan. Dia membawa barang misterius.


"Bukalah..." ucap Allan yang seolah-olah dia sudah tau ekspresi kebingungan Bianca.


Bianca membuka kota tersebut secara hati-hati. Berjaga-jaga kalau ada perangkap di dalamnya.


Allan tiba-tiba tertawa kecil membuat Bianca melirik ke arahnya.


"Ada apa? Ada yang lucu?" dia menggeleng sambil tersenyum sumringah.


"Tidak, yang mulia."


"Aneh..." gumam Bianca sambil membuka kotak pemberian Allan.


Setelah membuka kotak tersebut, kepala Bianca memiringkan ke samping.


"G-gaun?" ia mengangkat gaun bewarna hijau emerald yang sangat indah dan berkilau.


"Buat apa kamu memberikan gaun kepadaku?"


"Kerajaan Altuvia sedang mengadakan pesta dansa. Kamu ingat, bukan?"


Tentu saja Bianca ingat.


Seketika dia tau apa yang direncanakan oleh Allan. Ini berkaitan dengan kerja samanya.


"Ahh... Terima kasih banyak, Allan," Allan tersenyum seperti biasanya.


"Ngomong-ngomong..."


"Yang mulia kelihatan pucat sekali. Yang mulia sakit?"


"T-tidak... Aku baik-baik saja," Allan tampaknya khawatir kepada Bianca.


Walaupun dia bisa membunyikan ekspresinya dengan baik.


Di tempat lain, Greda menghela nafas panjang sambil duduk di atas lantai yang dingin.


Ia melihat sahabatnya, Kay masih latihan mengasah skill pedang.


Sementara dirinya, dia sudah selesai berlatih dan beristirahat.


"Kau sudah selesai berlatih, nona?" Greda menoleh ke arah Oscar yang sedang menghampirinya.


Greda mengangguk mantap. Oscar duduk di samping Greda dan menghela nafas panjang juga.


"Oscar... Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu."


"Tentu saja, nona. Anda boleh bertanya sesuatu kepadaku."


"Menurutmu... Yang mulia seperti apa sebenarnya?"


Pria yang berasal dari Suku Lirta itu terdiam cukup lama sambil memandang Greda penuh dalam.


Ia sedikit terkejut mendengar ucapan Greda sambil berpikir keras.


"Hmm... Yang mulia orangnya sangat unik."


"Sangat unik?" ucap Greda kebingungan.


"Ya. Susah dijelaskan sih... Intinya, apa yang kamu lihat di depan matamu ya itulah yang mulia yang kamu lihat."


"Kalau di mata Oscar?" Oscar tersenyum penuh misterius.

__ADS_1


"Menurut mataku, yang mulia adalah orang yang tegas. Kalau kamu?"


"Dia mirip ibuku. Penuh kasih sayang."


"Nah! Beda, kan?! Apa yang aku lihat, tentu saja berbeda di penglihatanmu. Yang mulia memang unik dan susah ditebak."


Greda mengangguk paham sekarang. Kini ia sedikit lebih tau tentang sang ratu.


Kay berjalan menghampiri mereka berdua dengan jalan sempoyongan.


"Tuan Kay tampaknya sudah selesai!!" seru Oscar memanggil Kay untuk ikut bergabung bersama mereka berdua.


"Ahh... Benar-benar capek sekali..." keluh Kay sambil meluruskan kedua kaki kecilnya karena pegal dan capek.


"Hahaha!! Capek, ya? Tidak apa-apa, kok. Kelama-lamaan kamu akan terbiasa."


"Mau kue, anak-anak? Aku mau ngambil kue di dapur."


"MAUU??!" seru Mereka dengan rasa berbinar-binar.


"Baiklah!! Kalian tunggu di sini, ya..."


Oscar segera pergi menuju ke dapur, sementara Kay dan Greda menunggu sambil melihat para prajurit latihan.


"Kay, kamu mendengar suara keributan?" tanya Greda kepada Kay.


Kay melihat sekeliling, kemudian ia menunjuk ke arah barat mereka.


"Sepertinya para prajurit sedang berkumpul di sana," mereka berdua bergegas menuju ke kerumunan para prajurit di sana.


"Permisi... Kenapa ada keributan di sini?" tanya Greda kepada salah satu prajurit istana.


"Oh, nona?! Ada orang asing yang tiba-tiba jatuh dari langit."


Greda dan Kay akhirnya mendekati siapa orang yang dia maksud.


Seorang pria kuda berambut hitam gondrong terkapar mengenaskan di tengah kerumunan para pasukan tentara.


"Ada apa ini ribut-ribut?!" tanya Oscar menyadari keributan di lapangan latihan.


"Oscar!! Ada orang yang pingsan di sana!!" seru Kay menunjuk pria yang terkapar di sana.


Langsung saja, Oscar membawa pria yang tidak diketahui identitasnya ke ruang kesehatan. Sementara Kay dan Greda disuruh melapor ke yang mulia.


...****************...


"Apa ini tidak apa-apa, Allan?" tanya Bianca memastikan.


"Maksudnya?" tanya Allan bingung.


"Kau membelikan gaun ini untukku. Apa tidak apa-apa?" dia tersenyum dengan lembut.


"Kalau yang mulia keberatan, bisa yang mulia buang. Gampang aja, kan?" Bianca hanya bisa diam saja.


Allan bangkit berdiri dan pamit kepada sang ratu. "Kalau begitu, saya pamit dulu. Sampai jumpa di pesta dansa minggu depan."


Allan dan teman se-kelompoknya langsung menghilang menggunakan sihir mereka.


Beberapa detik setelah mereka telah pergi, Bianca menghela nafas panjang.


Dia masih bingung kenapa laki-laki itu diundang dalam acara seperti itu?


Bahkan dia tidak tau kalau sebenarnya, Allan merupakan orang paling penting di beberapa kerajaan.


Vina lupa juga kalau Black Hole sudah menguasai hampir keseluruhan di dunia ini.


Tiba-tiba, pintu ruang kerja Bianca terbuka dengan keras menampakan Kay dan Greda berlari dengan keadaan panik.


"Ada apa? Kenapa kalian panik begitu?"

__ADS_1


"Yang mulia... Ada orang asing yang pingsan di istana!!"


"Hah?!"


__ADS_2