
Membuntuti gurunya Jeremy? Apa-apaan coba?
"Kau gila?! Membuntuti gurumu sendiri? Itu bisa melanggar privasi orang, Jeremy!" Dorothy berseru.
"Mentang-mentang kakak belajar hukum, bawa-bawa hukum lagi. Ini darurat tau..."
Dorothy tidak habis pikir dengan pikiran adiknya yang sangat aneh dan susah ditebak.
"Emangnya masalah kalian sama guru kalian apa sih?" tanya Dorothy akhirnya.
"Jadi gini..." salah satu teman Jeremy menceritakan kronologinya dari awal hingga akhir.
Awalnya, Instruktur Benjamin Port, guru mereka dikenal sebagai guru paling killer di sekolah mereka.
Walaupun dijuluki guru killer, Instruktur Port dikenal juga memiliki paras yang tampan dan pesona.
Masalahnya, ada sebuah rumor yang mengatakan kalau Istruktur Port akan pindah keluar kota.
Dia akan dipindahkan ke Akademi Militer Angkatan Udara Calkuts di Kota Behamoth yang jaraknya sekitar 40 km dari Kota Ginharld, ibukota dari Kerajaan Rustalia.
"Lah... Terus kenapa kalian menyuruhku membuntuti guru kalian?"
"Bukan hanya membuntuti sih, Kak. Tapi kita minta tolong ke kakak untuk mencarikan jodoh guru kami."
HUBUNGANNYA APA BAMBANGG!!
"Hubungannya dengan dipindahkan ke keluar kota itu maksudnya apa?"
Mereka saling pandang satu sama lain.
"Aku dengar dari Jeremy, kakak memiliki teman-teman perempuan banyak bukan?"
"Hah? Oh..." Vina menyadarinya kalau Dorothy dikenal sebagai 'Social Butterfly'. Semua orang dari kalangan apa pun atau berbagai usia, semuanya didekatin oleh Dorothy.
Yaaa... Gak heran sih dia bisa masuk di Universitas Ginharld yang terkenal susah bagi kaum wanita, karena dia masuk lewat jalur orang dalam.
"Oh! Aku tau sekarang... Kalian meminta bantuan ke aku untuk membuntuti guru kalian kegiatan apa aja yang dia lakukan, setelah itu aku akan pilih salah satu temanku yang kurasa cocok dengannya gitu."
Mereka berempat mengangguk kompak.
"Terus hubungan dipindahkan gimana?" ucap Dorothy membuat mereka berempat berhenti membeku.
"Kata kalian, guru kalian dikenal galak, bukan? Kalau misalnya dia dipindahkan seharusnya kalian senang, kan?"
"Ya... Awalnya begitu?"
"Awalnya?" tanya Dorothy kebingungan.
"Memang kita tidak suka dengan Instruktur Port, tetapi kita baru mengetahui kalau Instruktur Port memiliki adik kecil yang berusia 4 bulan."
"Kota Behamoth isinya cuman rerumputan dan sangat berbahaya bagi anak kecil. Orang tua Instruktur Port meninggal setahun yang lalu."
"Kalau ingin tetap tinggal di kota ini, ada syaratnya yaitu Instruktur Port harus menikah."
"Kenapa harus menikah?" tanya Dorothy singkat padat dan jelas yang membuat keempat siswa itu langsung menelan ludah diri mereka.
"Itu keputusan kakekku," mereka semua langsung menoleh ke asal suara. Ternyata Instruktur Port ada di sana.
"Instruktur..." pria itu menghela nafas panjang.
"Aku tau kalian tidak ingin Marie dititipkan oleh bibiku di Kota Insparia, bukan? Biar kalian bisa menjaga dia."
"I-iya..." mereka menunduk kepalanya malu ketahuan dan takut akan dimarahin.
__ADS_1
"Dan juga..."
"Ide siapa yang menyuruh orang asing membuntuti guru kalian, hah?"
"Orang asing katamu?" ucap Dorothy menyilangkan kedua tangannya tidak terima.
"Instruktur... Dia kakak saya," balas Jeremy kemudian.
"Pokoknya kalian tenang saja, aku tidak akan pindah walaupun kake- maksudku pihak sekolah sekalipun menyuruhku menikah."
"Pihak sekolah menyuruh anda menikah? Sekolah macam apa itu?" Benjamin melirik ke arah Dorothy yang sedang mengomel tidak jelas.
"Siapa namamu, nona muda?"
"S-saya? Saya Dorothy Betherhold, tuan," ia kemudian melirik ke arah Jeremy.
"Kamu memiliki dua kakak yang hebat, ya..."
"Baiklah... Sampai jumpa di festival selanjutnya," ucap Benjamin pergi meninggalkan mereka.
Mereka berlima menghela nafas panjang lega.
"Haaa... Ini semua gara-gara kamu, Jeremy!" seru Dorothy sambil menjewer adiknya itu.
"A-aduhhh... Ampun kak!! Aku meminta bantuan ke kakak ada maksudnya kok."
"Mana ada minta bantuan mencarikan calon istri untuk gurumu!! Gak masuk akal!!" ia melepaskan jeweran telinga adiknya.
"Kalau begitu, kami permisi dulu, ya..." teman-temannya langsung kabur meninggalkan Betherhold bersaudara sendirian.
"Ngomong-ngomong..."
"Theo mana? Kok tidak ada? Biasanya kalian selalu bersama."
"Memangnya kita selalu bersama terus? Dia dipanggil sama kepala sekolah."
"Bukanlah... Dia dipanggil karena mendapat misi," seketika Dorothy menyadari kalau sekolah adiknya adalah sekolah militer.
"Astaga... Aku baru ingat kalau sekolahmu, sekolah militer."
"Kenapa kakak tidak masuk ke sana, kak? Bukannya kakak waktu itu pingin ke sana?"
Dorothy yang mendengar pertanyaan adiknya langsung berhenti berjalan, begitupun juga dengan Jeremy.
Emang iya?
"I-itu dulu... Lagian di keluarga kita ada kamu yang menjadi anggota tentara hebat. Kakak yakin kamu pasti bisa."
"Aku-"
"Mau makan apa? Mumpung kita ada di sini dan ibu pasti belum pulang, mending kita cari makan."
"Tapi kakak yang bayarin, ya..."
"Memang... Memang disuruh sama ibu buat makan di luar."
"Kalau gitu kita makan steak saja!! Aku dengar ada restoran yang enak di dekat sekolahku."
"Wah... Ide yang bagus."
...****************...
Dorothy menghempaskan dirinya di atas kasurnya yang empuk. Semenjak ayahnya pindah ke kota ini, Dorothy memutuskan untuk keluar dari asrama dan tinggal bersama ayah dan ibunya.
__ADS_1
Poppy melanjutkan co-*** di rumah sakit Calkuts yang sangat jauh dari rumah. Kira-kira 10 km dari rumah dan juga rumah sakitnya juga dekat dengan kampusnya.
Itulah kenapa dia masih tetap berada di asramanya.
Sementara Jeremy, tentu dia berada di asrama milik sekolah. Walaupun sebenarnya jarak rumah ke sekolah dan sebaliknya dekat, tetapi peraturan adalah peraturan sekolah.
"Aduhh... Kenyang banget nih... Sial!! Gara-gara Jeremy nih... Milih 4 porsi, aku juga malah ikut makan," keluhnya sambil mengelus perutnya yabg sudah kenyang sekali.
Tiba-tiba ia teringat dengan Kay dan Greda. Bagaimana dengan mereka berdua, ya?
Bagaimana dengan lainnya? Calius, Ivan, Oscar, Aaron, Patrick, dan tentu saja Allan?
Pasti mereka mencari dirinya. Tapi percuma sih...
Mereka tidak akan bisa menemukan ratu salju, badannya sudah hancur begitu, apalagi jiwa Vina terpaksa pindah ke tubuh orang lain di dimensi lain.
Gokil tidak tuh...
Vina juga penasaran, bagaimana Tuhan mengambil tubuh Ratu Bianca yang belum kena penyakitnya?
Itu pasti membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.
Ngomong-ngomong...
Vina penasaran juga...
Ia baru mengetahui kalau Dorothy sempat ingin masuk ke akademi militer seperti adiknya, tapi kenapa tidak jadi?
Apa karena dia gagal tes masuk? Bisa saja sih...
Vina cuman mengetahui kalau Dorothy sangat pintar dalam akademi teori. Pantes sih... Dia bisa masuk ke universitas yabg bergengsi karena kepintaran.
Dan akhirnya Dorothy memutuskan untuk tidur dan melanjutkan aktivitas untuk besok pagi.
...****************...
"Selamat pagi, Nona Betherhold," sapa seorang gadis remaja yang seusia adiknya, Jeremy.
Dorothy yang memandang gadis asing di depannya dibuat kebingungan.
Baru bangun ia mendapat tamu seorang gadis muda cantik berambut perak dengan gaun yang sangat mewah dan indah, beserta seorang pengawal pria di belakang.
Siapa pula orang-orang ini?
Dan juga...
Ada kakaknya, Poppy yang sedang duduk di sebelahnya.
"Maafkan saya yang sudah membangunkan kalian jam segini."
"Tidak apa-apa, yang mulia... Anda datang ke aini karena tidak sabar menemui kami."
Dia bilang apa? Yang mulia?
"Baiklah... Aku akan menunggu kalian bersiap-siap."
"Kita mau kemana, kak?"
"Kamu lupa, Dorothy? Kita akan pergi ke festival."
"Festival? Bukannya besok?" Poppy menghela nafas berat.
"Benar. Besok adalah acara resminya. udah sana mandi dan siap-siap. Kita akan berangkat setelah ini."
__ADS_1
Cepat-cepat, Dorothy langsung pergi ke kamar dan bersiap-siap.
Di tengah itu, Dorothy masih bertanya hubungan gadis muda itu dengan kakaknya.