
Sang ratu dan Giselle masih berpikir bagaimana caranya supaya Ivan tidak dijodohkan oleh ibunya.
"Aarrgghhh... Kenapa susah begini sih?" ucap Giselle frustasi begitupun juga Bianca.
"Sama... Aku juga bingung harus memulai darimana. Lagian aku juga belum merasakan percintaan."
Giselle langsung menoleh ke arah sang ratu. "Benarkah? Aku kira anda mengalami percintaan mengingat anda sudah hidup selama ratusan tahun."
Kalau masalah itu sih.... Hanya Bianca asli yang tahu masalah percintaan dia.
Dirinya hanya menjelaskan versi Vina-nya sendiri.
"Tapi... Aku penasaran dengan Ivan. Apakah dia memiliki orang yang disukai?" tanya Giselle.
Bianca menggelengkan kepalanya. " Tidak. Tidak ada. Katanya dia terlalu mempedulikan pekerjaannya," mereka berdua menghela nafas panjang.
"Kenapa wajah kalian mendung sekali?" Giselle dan Bianca menoleh ke asal suara.
Seorang pemuda berambut blonde datang dengan senyuman tanpa dosa. " Errgghh... K-kamu kan salah satu anggota Black Hole itu, bukan?' tanya Bianca memastikan.
Pemuda itu menujukkan deretan gigi yang rapi dan berkata. " Betul. Perkenalkan namaku Richard. Dan kalian sepertinya kesusahan."
Giselle menghela nafas, " Ya. Koki kami mengalami masalah. Dia akan dijodohkan oleh orang tuanya, tetapi dia tidak mau. Jadi intinya begitulah..."
Kini, Richard mulai paham.
'Kami berusaha agar Ivan mencari pacar biar tidak dijodohkan, tetapi permasalahannya, dia takut dengan wanita."
'Itu masalah yang serius sekali," balas Richard.
"Makanya itu... Kami bingung caranya supaya dia dapat pacar baginya, karena dasarna sudah begitu."
Richard memandang dengan diam sambil berkacak pinggang. " Ngomong-ngomong... Kenapa kamu bisa ada di sini?" seketika Richard tersadar dan memberikan sebuah surat kepada sang ratu.
"Aku disuruh oleh ketua untuk mengirim surat kepada anda," mendengar itu, Bianca langsung bangkit dan segera mengambil surat tersebut dari tangan Richard.
"Akhirnya!! Aku sudah menungu dari lama."
"Oh ya... Masalah koki anda..." Giselle dan Bianca kembali menoleh ke arah pemuda itu.
"Serahkan saja padaku!!" serunya tiba-tiba membuat Bianca dan Giselle memasang wajah kebingungan.
*********************************************
Ivan menghela nafas panjang. Seharian ini ia masih kepikiran perkataan ibunya beberapa hari yang lalu.
"Ibu tidak mau tau!! Kamu harus menikahi anak teman ibu!!" itulah ucapan dari ibunya yang masih menghantui pikirannya.
"Kenapa sih.... Hidupku begini?'
__ADS_1
"Jangan menyalahkan hidupmu, sobat," Ivan menoleh ke arah Richard yang sudah berada di sebelahnya. Tanpa merasa bersalah ia memasang senyuman terbaiknya kepada beruang putih itu.
"K-kamu siapa?"
"Oh! Aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Richard, salah satu anggota Black Hole."
"Oh... Ternyata orang-orang Black Hole," balas Ivan sambil menghela nafas.
"Kenapa kamu sering menghela nafas? Ada masalah?" tanya Richard memulai percakapan.
"Aku ada masalah akhir-akhir ini."
"Masalah? Pasti masalah yang serius?"
"Tidak juga sih...." Mereka berdua terdiam satu sama lain, kemudian Ivan bertanya balik ke Richard.
"Ngomong-ngomong... Kenapa kamu ada di sini?"
"Oh ya!! Aku hampir lupa dengan itu. Yang mulia memintaku bilang ke kamu kalau dia ingin Spaghetti biasanya."
"Ahh... Begitu rupanya. Sebentar, ya... Aku akan membuatnya." selama menunggu makanan yang jadi, Richard memulai aksinya.
"Selama menunggu jadi, boleh aku curhat denganmu, tidak?" Ivan menoleh ke arah pemuda itu.
"Boleh-boleh aja sih, tapi kenapa harus aku?"
"Dari penampilanmu... Kamu sepertinya pendengar yang baik, jadi aku percaya kalau kamu bisa mendengar curhatanku kali ini," Ivan hanya terkekeh saja dan berkata, " Baiklah... Ceritakan padakau apa yang terjadi."
"Jadi... Kamu menyukai seseorang, tetapi kamu takut untuk menyatakannya?" Richard mengangguk mantap.
"Apakah kamu ada saran? Aku benar-benar frustasi bagaimana cara mengukapkannya."
Ivan tampak berpikir sejenak dan Richard dengan setia menunggu jawabannya. " Apakah kamu sudah berbicara dengannya?"
Richard menggelengkan kepalanya dan Ivan menghela nafas panjang. " Sebaiknya kamu mendekati dia saja terlebih dahul, kalau kamu langsung menyatakan cintamu padanya, dia pasti terkejut dan mengira kalau kamu orang aneh."
'Wow... Kamu berpengalaman sekali, ya..." Ivan terdiam selama beberapa detik, kemudian ia berkata, " Ceritamu... Sama denganku."
"Hah?! Benarkah? Jadi kamu pernah melakukannya?" beruang putih itu malah tertawa.
"Tidak, bukan aku yang melakukannya, tetapi ada seorang wanita yang menyukaiku."
"Dia langsung menyatakan cintanya tanpa mengenal lebih dulu?" dia mengangguk mantap..
"Bagaimana jawabanmu?"
'Tentu aku menlak karena aku tidak mengenal dia, tetapi dia memaksaku dan mengancam membunuhku kalau aku terus menolaknya."
"Astaga... Itu sangat mengerikan sekali."
__ADS_1
Bahkan ada yang lebih parah lagi..."
"Apa itu?"
"Aku hampir dilecehkan oleh teman kerjaku bahkan wanita dulu sebelum ke sini," mendengarnya Richard hanya diam seribu bahasa. Ia tidak menyangka kalau beruang putih yang besar itu sampai diperlakukan seperti itu.
"A-astaga.... Aku t-tidak percaya kamu dilakukan seperti itu."
"Tidak apa-apa sih kamu sampai tidak percaya denganku, karena kamu beranggapan kalau beruang besar ini sampai dilecehkan seperti ini."
'Itulah kenapa aku takut dan tidak suka wanita," dan sekarang Richard mulai paham kenapa Ivan tidak mau dijodohkand bahkan sampai takut dengan wanita.
"Ini makanannya untuk yang mulia. Kamu bisa mengirimnnya kepada beliau."
'A-ahh... Baiklah..." balasnya dan segera meninggalkan dapur dan melaporkannya kepada Bianca.
"Kamu yakin, Richard?" kata Bianca setelah mendengar penjelasan dari pemuda itu.
'Tentu saja aku yakin, yang mulia. Aku bahkan sampai syok mendengar kisah dia."
"Astaga... Aku tidak bisa membayangkan kalau Ivan sampai dilecehkan seperti itu," Bianca menyeruput Spaghetti hingga tidak tersisa dan berkata, " Kalau begitu... Dia pasti mengalami trauma, bukan?"
Richard mengangguk mantap. " Benar kata anda, yang mulia."
"Apa kita harus memberithu ibunya kalau anaknya mengalami trauma pada wanita?" tanya Giselle tiba-tiba menyarankan kepada Bianca.
"Ide yang bagus! Daripada kita mencari pasangan tetapi dia masih takut dengan wanita lebih baik kita bicarakan kepada ibunya saja."
"Eerrgghhh... Aku tidak yakin kita melakukannya, teman-teman. Aku takut kalau hal yang buruk terjadi setelah kita memberi tahu kepada ibunya."
"Kenapa?" tanya Richard.
"Ibunya pasti beranggapan kalau masalah itu adalah alasan yang tidak mendasar," ucap Bianca dan mereka bertiga saling diam satu sama lain.
'B-benar juga kata anda, y-yang mulia..."
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Richard selanjutnya.
"Hmm..." Bianca tampak berpikir sejenak.
Sebenarnya setelah dijelaskan oleh Richard tentang masalah Ivan yang sebenarnya, Bianca berpikir kalau dirinya menyarankan koki itu ke psikologi.
Tetapi masalahnya....
Di dunia ini, bahkan di jaman kerajaan ini mana ada dokter psikologi?
"Apa.... Apa ada dokter psikologi di sini?" tanya Bianca tanpa sadar dan kemudian setelah beberapa menit Giselle dan Richard hanya diam saja.
"Kok diam semuanya?" tanya Bianca memasang wajah tanpa berdosa.
__ADS_1
"Dokter psikologi? Apa itu?"