Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 57 : Hadiah Untuk Bianca


__ADS_3

"Maafkan saya, tuan-tuan... Kemarin saya sedang ada keperluan mendadak," ujar Bianca meminta maaf kepada 3 lelaki dari Black Hole.


"Tidak perlu meminta maaf kepada kami, yang mulia. Kami memaklumi anda karena anda adalah seorang pemimpin negara."


Sebenarnya sih... Dia pergi karena permintaan aneh dari Jacob, anak buahnya itu.


Bianca menyadari seorang pria berambut cokelat terang yang berada di tengah kedua laki-laki lainnya yang ia tau.


Ngomong-ngomong dia siapa, ya?


"Ah, ya... Yang mulia. Saya menitipkan hadiah dari ketua kami," Richard melirik ke arah lelaki di sebelahnya, kemudian ia kembali ke arah sang ratu.


"Hadiah? Dari ketua?" Bianca langsung tersadar sesuatu. Ia sama sekali tidak mengetahui sosok tentang ketua di Black Hole. .


Apakah dia sebejatnya si Alex itu?


Ia membuka hadiahnya dan isinya adalah sebuah syal bewarna hijau yang sudah kusam dan sedikit benang-benang yang keluar.


Kenapa dia memberiku hadiah yang sudah lama sekali?


Bianca tidak menampilkan ekspresi apapun hanya wajah datar sambil melihat lebih dalam ke arah syal tersebut.


"Bilang... Bilang ke ketuamu bahwa aku merasa senang dan terima kasih," ucap Bianca sambil tersenyum lembut.


"Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Chris hendak pamit.


"Tunggu..." Bianca memberhentikan ketiga pria tersebut.


"Pria yabg di tengah itu... Siapa namamu?" tanya Bianca yabg masih penasaran dengan pemuda berambut cokelat muda.


Baik Chris dan Richard saling melirik ke arah dia. Seketika pemuda misterius itu tersenyum di wajahnya.


"Panggil saja James, yang mulia."


"Ah... James, ya... Baiklah... Semoga kalian pulang dengan selamat," ketiga pria itu langsung menoleh ke arah sang ratu membuat wanita berkulit pucat itu kebingungan dengan mereka.


"Ada apa? Ada hal aneh?"


"Tidak, yang mulia," balas Richard kemudian dan mereka bertiga langsung pergi dengan sekejap.


Setelah kepergian mereka, Bianca melihat syal bewarna hijau tadi. Maksud hadiah dari ketua itu apa sih?


Jangan bilang dia mau merencanakan sesuatu. Seperti kasus labotarium sihir yang tiba-tiba meledak secara misterius.


Ngomong-ngomong...


Soal lelaki di tengah itu...


Namanya James? Kayak pernah tau namanya...


Ia kembali melihat syal tersebut dan seketika sebuah ingatan yang samar kembali muncul.


Bayangan lebih gelap dan menyedihkan ditampilkan di ingatan samar itu.


Ia melihat secara samar-samar melihat seorang wanita muda menangis dengan kuatnya melihat seorang pria yang tergeletak tak bernyawa.


"Yang mulia..." tiba-tiba Bianca langsung sadar dan mendapati Patrick yang sedang memanggil sang ratu.

__ADS_1


...****************...


Chris dan Richard masih melirik ke arah pria bernama James tersebut.


"Kenapa kalian berdua memandangiku, hm?" sepertinya James mulai menyadari kalau dirinya dilihatin oleh kedua pria tersebut.


"Tumben sekali kamu ikut bersama kami- maksudku ikut dalam kunjungan ke pemimpin negara yang tidak penting bagimu?"


James memandang ke arah Chris dan Richard secara bersamaan.


"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin pergi keluar sekali-kali."


"Kami hanya penasaran saja, biasanya anda selalu mengurung diri di dalam ruangan. Dan sekarang secara tiba-tiba ikut bersama kami," jawab Chris dengan tenang.


James membalas dengan tertawa kecil. "Sebenarnya tidak hanya ingin pergi keluar saja."


Ia membuka kotak kecil itu dan mendapati Batu Kristal Aspendia yang masih beraksi gelap dan pekat hitam.


"Aku hanya ingin mengecek kabar sang ratu bagaimana."


"Bagaimana dengan Allan?" tiba-tiba James mengubah topik.


"Ah... Dia? Semenjak kita kembali dari tiga desa kemarin, dia belum tampak sama sekali," balas Richard dengan santai.


James memiringkan kepalanya. "Dia belum kembali?"


"Ya begitulah... Dia suka pergi tanpa pamit kepada kami apalagi ketua."


James hanya tertawa remeh. Bisa-bisanya dia pergi tanpa ijin dan sampai sekarang dia belum kembali ke markas.


...****************...


"Ada apa Patrick?" tanya Bianca kepada penyihir agung tersebut.


"Yang mulia... Setelah saya meneliti batu permata tersebut, saya menemukan hal-hal aneh."


Bianca langsung dibuat penasaran dengan hasil penelitian dari Patrick.


Sebelumnya, Jacob meminta sang ratu karena ia merasakan kalau batu permata yang dijaga di kuil sedang tidak baik-baik saja.


Dan setelah Bianca berhasil mendapatkan batu permata itu, Jacob memeriksa sebentar permata itu dan menemukan kejanggalan dalam batu itu.


Ia meminta Patrick untuk mengecek lebih dalam tentang batu tersebut.


Batu Permata Aspendia, batu pasangan dari Batu Kristal Aspendia adalah jantungnya sang ratu Aspendia.


Jika batu tersebut memiliki efek yang buruk, kemungkinan sang ratu sedang tidak baik-baik saja.


Tidak hanya permata saja, batu kristal juga demikian. Jika digabungkan dengan sihir khusus yang hanya diketahui oleh keluarga Aspendia, maka kedua batu itu berubah menjadi senjata mematikan.


Kedua batu tersebut sangat mematikan, jika berefek buruk selain sang ratu sedang tidak baik-baik saja, maka Kerajaan Aspendia, hingga satu Benua Derta akan musnah akibat hal lain seperti kedua batu itu akan mudah pecah.


Bianca tampak berpikir keras. Ia sebenarnya sudah tau kalau reaksi dari batu-batu tersebut akan berdampak buruk dari penggunanya yang juga semakin hari, semakin sakit-sakitan.


Masalahnya...


"Batu Kristal Aspendia."

__ADS_1


"Batu Kristal Aspendia?" ucap Patrick bingung.


"Itu adalah batu pasangan dari batu permata yang kamu teliti, Patrick. Permasalahannya batu itu sampai sekarang belum ditemukan."


"Jangan sampai orang lain mendapatkan batu itu."


"Memangnya kenapa, yang mulia?" tanya Patrick kebingungan.


"Sama dengan batu permata, batu kristal juga bereaksi buruk. Jika ditangan orang jahat dan sengaja memecahkan batu tersebut, maka aku akan dalam bahaya. Begitu pun juga dengan satu benua itu."


Mereka berdua langsung terdiam beberapa menit. Patrick yabg terdiam terkejut dengan penjelasan sang ratu.


"Apakah kamu terkejut, Patrick?"


Patrick tersentak sejenak, kemudian ia menjawab, " Sedikit, yang mulia."


Bianca tertawa kecil membuat si penyihir agung dibuat kebingungan.


"Baiklah... Kamu bisa kembali ke tempatmu."


"Baik, yang mulia." ucap Patrick meninggalkan Bianca sendirian di ruang kerja.


Baru juga penyihir itu keluar, Aaron datang dengan mendatangkan sebuah pertanyaan.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu dari awal bekerja sama dengan mereka?"


"Hah?" balas Bianca bingung.


"Maksud kamu apa, ya?"


Aaron menjitak dahi dirinya. "Kamu lupa atau apa sih?"


"Sejak puluhan tahun lalu, kamu bekerja sama dengan Black Hole, bukan?"


Seketika Bianca ingat. Memang benar sih kalau sang ratu bekerja sama dengan Black Hole udah dari lama, tetapi...


Masalahnya jiwa yang ada di tubuh sang ratu bukanlah Bianca yang asli. Vina saja tidak tau sama sekali tentang tujuan mereka bekerja sama seperti.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" mendengar pertanyaan dari sang ratu, Aaron langsung tersentak.


"B-bukan... Bukan apa-apa..."


Sebenarnya Bianca sudah tau ada apa yang dia maksud, yaitu hubungan si malapetaka dengan Balck Hole yabg dulu sempat ada hubungan kontrak.


Bianca tiba-tiba batuk-batuk tanpa sadar. Semenjak Jenny menghilang tiba-tiba setelah mengembalikan kondisi Oscar yang sempat mau meninggal, tubuh sang ratu langsung drop banget.


"Istirahatlah... Kau tampaknya tidak baik-baik saja."


Benar sih...


Akhirnya Bianca menuruti perkataan Aaron memberhentikan tugasnya dan beristirahat sejenak.


"Mau kemana kamu?" tanya Bianca melihat Aaron diam-diam pergi.


"Aku cuman nanya doang," Bianca langsung memasang wajah aneh ketika pria itu pergi tanpa pamit.


Benar-benar cowok aneh.

__ADS_1


__ADS_2