Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 5 : Solusi Masalah Teratasi


__ADS_3

Bianca menutup pintu kamarnya dengan perasaan dongkol.


"Sosok ayah? Aku bingung kenapa mereka berpikiran seperti itu?"


Bianca menghempaskan badannya ke arah kasurnya.


Ah sudahlah mending tidur aja...


...****************...


Greda dan Kay dibuat takjub dengan para tentara di Kerajaan Aspendia yang sedang berlatih.


"Siapa mereka?" tanya Oscar menghampiri Calius, Kay, dan Greda.


"Mereka yang akan menetap di sini, Oscar."


Melihat ada anak kecil di istana yang super dingin itu, tentunya Oscar dibuat senang dan berkenalan dengan mereka.


Setelah perkenalan itu, Kay dan Greda langsung menghampiri Calius dan bersembunyi di belakang tubuh pria paruh baya itu.


"Apa yang kau lakukan sampai anak-anak ketakutan?"


"A-aku cuman memperkenalkan diriku saja," balas Oscar membela diri.


"Ngomong-ngomong... kerajaan sedang krisis kayu bakar, bukan?" tanya Oscar mengalihkan topik.


"Benar. Sampai sekarang yang mulia masih belum memberi perintah untuk mengimpor dari kerajaan lain."


Greda dan Kay yang mendengar percakapan itu saling pandang satu sama lain.


Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Greda. Gadis kecil itu mengajak Kay meninggalkan tempat latihan para tentara dan pergi ke suatu tempat.


Sementara itu, Bianca mendapat tamu secara mengejutkan.


"Kau tampaknya baik-baik saja, yang mulia."


Bianca mendengus jengkel. Walaupun Bianca tidak tau siapa si tamu itu, sudah ketebak kalau tamu itu menjengkelkan.


"Kenapa anda ke sini?" tanya Bianca to the point. Seorang berpakai jubah hitam itu tersenyum samar.


"Kami meminta maaf atas hadiah kemarin yang membuat anda terluka, yang mulia."


Tunggu!! Jangan bilang dia adalah...


Bianca masih terdiam karena syok kalau orang yang di depannya adalah salah satu anggota Black Hole.


"Sebagai permintaan maaf kami, kami-"


"Tidak perlu. Tidak perlu memberi hadiah kepadaku."


"Apa karena anda trauma, yang mulia?"


SIALAN KAU!!


"Ngomong-ngomong yang mulia sudah mengetahui kalau Desa dekat wilayah anda diserang?"


Desa yang dekat di wilayahku? Apa jangan-jangan desanya Kay dan Greda?


"Memangnya kenapa?" tanya Bianca penasaran.


"Ku dengar di sana ada seorang anak laki-laki yang sangat menarik untuk dijadikan tameng saat penduduk Kerajaan Bostagan melawan kami."


"Terus... Apakah kalian sudah mendapatkannya?"


"Sayangnya tidak, yang mulia. Kami mencari dari ujung ke ujung, tidak ada anak itu di desa sana."


Pria berjubah itu bangkit berdiri. " Kalau begitu, saya pamit dulu."

__ADS_1


"Tidak ngeteh dulu?" tanya Bianca mengajak pria itu ngeteh bersama.


"Tidak. Ketua sudah memanggilku sekarang."


Pria berjubah itu langsung menghilang menggunakan sihir hitamnya.


Ketua... Siapa ketua mereka sekarang?


Dan juga, siapa anak lelaki yang dimaksud pria itu?


Bianca menghela nafas panjang dan bersandar ke arah sandaran pintu.


Ngomong-ngomong...


Anak-anak itu sedang ngapain, ya?


Bianca menggunakan sihirnya untuk melacak keberadaan 2 anak kecil itu.


Bianca mempertajamkan penglihatannya ketika Kay dan Greda sedang berjongkok dan menggali sesuatu.


Mereka sedang ngapain di sana?


Bianca bergegas menghampiri kedua anak itu.


"Waahhh!! Lihat, lihat kita berhasil!!" ujar Kay bersorak bergembira sambil berlari mengitari Greda.


"Kalian sedang ngapain?, Greda dan Kay berhenti membeku dan menoleh ke arah belakang dengan pelan.


"Kak Bianca!!" Bianca melihat sebuah tanaman terbakar di dekat Greda.


"Kalian sedang menghangatkan diri?" tanya Bianca penasaran.


Anehnya api itu masih tetap menyala walaupun cuman ada tanaman tumbuh-tumbuhan yang dibakar.


"Kalian menemukan tanaman itu dimana?" dengan polosnya, Kay menunjuk ke arah ke taman istana utara mereka.


Bianca mendekati tanaman itu dan meneliti dengan seksama.


Baru kali ini ada tanaman sebagai bahan bakar selain kayu.


Ia harus cepat-cepat memberitahu kepada Calius.


Sementara itu, tampaknya Kay dan Greda berhasil membantu Bianca dalam masalah kali ini.


...****************...


3 hari kemudian, Greda dan Kay sudah terbiasa dengan lingkungan baru. Kini Greda dan Kay sudah tidak takut dengan Oscar.


Oscar yang melihat perkembangan 2 anak kecil yang imut itu langsung senang dan terharu. Penjaga istana juga senang akhirnya mereka bisa bermain dengan Kay dan Greda.


"Yang mulia meminta saya mengajarkan tentang membaca dan menulis?" Bianca mengangguk benar.


Kemarin, saat sang ratu sedang membaca di perpustakaan, dirinya bertemu dengan Kay dan Greda di sana.


Mereka berdua bertanya kepada sang ratu tulisan apa ini. Seketika Bianca bertanya, " Kalian sudah bisa baca dan tulis?"


Mereka berdua saling pandang satu sama lain dan dengan polosnya mereka menggeleng lemah.


Calius menghela nafas panjang.


"Kenapa yang mulia tidak memperkerjakan seorang guru buat mereka?"


"Guru?" dan Calius mengangguk yakin.


"Emang mereka mau mengajarkan orang asing belajar membaca dan menulis?"


Calius hanya bisa terdiam saja.

__ADS_1


Benar kata ratu, penduduk sudah mencap sang ratu sebagai orang paling jahat dalam kesunyian. Itulah mengapa Bianca tidak mau memperkerjakan orang-orang di istana selain Calius, Ivan, Oscar, dan pasukan istana.


"Terus... Yang ngajarin mereka siapa?"


Bianca menatap ke arah pria paruh baya itu seakan-akan sang ratu menunjuk Calius menjadi guru Kay dan Greda.


"T-tapi, yang mulia... Saya tidak bisa mengatur jadwal saya karena saya harus mengurusin istana dan juga membantu tugas anda sebagai ratu."


Bianca menghela nafas panjang. Benar sih... Calius sekarang sudah berumur setengah abad lebih pasti dia tidak sanggup bekerja dengan tugas lebih dari 2.


Bianca berpikir keras siapa yang akan mengajari Kay dan Greda.


"Kalian sedang ngapain?" tanya Bianca memasuki kamar Kay dan Greda.


2 anak kecil itu saling menoleh ke arah Bianca.


"Kami sedang bermain, yang mulia," Bianca menaikan sebelah alisnya kebingungan.


Bukan bingung karena mereka sedang main apa, tetapi bingung karena mereka tiba-tiba memanggil kepadanya yang mulia.


Dilihat-lihat mereka tampak imut saat mereka berdua main bersama.


Jadi kangen dengan teman-teman masa kecil Vina dulu.


Bianca duduk di tepi kasur melihat dua anak kecil sedang bermain.


"Apa kalian betah di sini?" tanya Bianca membuka topik.


Mereka berdua mengangguk, terutama Kay yang dengan senang bercerita tentang dirinya dan Greda bermain dengan Ivan maupun pasukan-pasukan istana lainnya.


Bianca tersenyum sendiri. Merasa lega.


Ia melihat jam dinding di dekatnya. Sudah waktunya untuk tidur.


"Baiklah anak-anak... Waktunya untuk tidur," mereka berdua langsung membereskan mainan mereka ke tempat penyimpanan mainan.


Dan bersiap-siap untuk tidur.


"Mau mendengar cerita sebelum tidur?"


Kay dan Greda mengangguk kompak.


Akhirnya Bianca menceritakan sebuah dongeng hasil karangannya.


'Gadis Menara dan 3 Ksatria.'


𝑷𝒂𝒅𝒂 𝒔𝒖𝒂𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒓𝒊, 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊. 𝑫𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒊𝒍𝒊𝒏𝒈𝒊 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏, 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒊𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒎𝒂𝒏𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒉𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒋𝒂.


𝑺𝒆𝒋𝒂𝒌 𝒍𝒂𝒉𝒊𝒓 𝒊𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒅𝒂 𝒅𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒂𝒘𝒂𝒕 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒃𝒖𝒓𝒖𝒏𝒈-𝒃𝒖𝒓𝒖𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒓𝒑𝒂𝒕𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒖𝒏𝒋𝒖𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒔𝒂𝒏𝒂.


𝑮𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒊𝒕𝒖 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒍𝒖𝒂𝒓.


𝑺𝒂𝒂𝒕 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒊𝒕𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏 𝒌𝒆 7 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏, 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒊𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈𝒊 3 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒍𝒂𝒏𝒂.


𝑮𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒊𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒊𝒏𝒕𝒊𝒑 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒋𝒆𝒏𝒅𝒆𝒍𝒂. 𝑻𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒔𝒊𝒏𝒈.


𝑻𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒆𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒊𝒕𝒖 𝒉𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 3 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒏𝒚𝒂. 𝑾𝒂𝒍𝒂𝒖𝒑𝒖𝒏 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒐𝒎𝒖𝒏𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒓𝒂𝒕-𝒎𝒆𝒏𝒚𝒖𝒓𝒂𝒕.


𝑫𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂, 𝒌𝒆𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒏𝒈 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒃𝒖𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒂𝒕 3 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂 𝒊𝒕𝒖. 𝑫𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖𝒂𝒏 3 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂 𝒊𝒕𝒖, 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒆𝒕𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂.


𝑩𝒆𝒓𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒏𝒂𝒈𝒂 𝒉𝒊𝒕𝒂𝒎, 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒆𝒃𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒈𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔, 𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕𝒊 𝒔𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒓𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 2 𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒔𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝒏𝒐𝒓𝒎𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂.


𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕𝒊 𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖, 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒊𝒃𝒂 𝒅𝒊 𝒌𝒆𝒓𝒂𝒋𝒂𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 3 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍.


𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒓𝒋𝒂𝒏𝒋𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂, 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒊𝒂𝒅𝒐𝒑𝒔𝒊 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒌𝒔𝒂𝒕𝒓𝒊𝒂.


"Dan mereka hidup bahagia.... Selamanya..." Bianca menyadari bahwa Kay dan Greda sudah tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Sang ratu akhirnya menaikan selimut kepada mereka dan mengecup kening Kay dan Greda satu, satu layaknya seorang ibu.


Ia segera meninggalkan mereka berdua yang sudah terlelap dalam mimpi


__ADS_2