Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 78 : Rahasia Tersembunyi James


__ADS_3

Bianca langsung terjatuh merebahkan dirinya di atas kasur. " Hah?! Kamu serius?!" teriaknya tidak percaya membuat Jenny menutup kedua telinganya.


"Kamu tidak lihat wajahku seperti apa?"


"Dari awal kita bertemu, wajahmu masih datar terus."


Jenny mengangkat bahu. " Aku sudah menduga kalau mereka menculik Gerda untuk percobaan sesuatu."


"Percobaan sesuatu?" si malaikat itu mengangguk mantap.


"Aku tidak tau apa itu, tetapi mereka sudah bergerak."


Bianca terus berpikir keras dan bersamaan itu, Calius datang sambil membawa kabar bahwa Gerda sudah kembali.


Bianca langsung bangkit dan berlari mencari Gerda.


"Lama tidak bertemu, Lord Decius," balas James tersenyum ramah kepada Aaron.


"Aku tidak menyangka kamu ada di sini, James," Oscar tiba-tiba membisikan sesuatu kepada Patrick.


"Mereka saling kenal?"


"Sepertinya... Iya," balas Patrick dengan asal.


Bianca datang dan langsung memeluk Gerda. " Oh... Syukurlah kamu selamat..."


Mereka semuanya hanya bisa diam saja.


"Yang mulia... Ada yang ingin aku sampaikan kepada anda," mendengar ucapan Gerda, Bianca melepaskan pelukannya dan memasang ekspresi kebingungan.


"Harus sekarang?" Gerda mengangguk mantap dan Bianca langsung bangkit berdiri. " Terima kasih sudah menyelamatkan Gerda, tuan-tuan."


"Kami senang membantu, yang mulia," balas Allan tersenyum sumringah membuat James dan Aaron melirik ke arah dia.


Bianca membalas dengan senyuman tulus.


"Kalau begitu... Kami harus pamit," Bianca berpamit dan meninggalkan mereka bersama Gerda.


"Aaron. Mumpung kamu ada di sini, bagaimana kalau kita bincang-bincang sejenak?"


"Ah! kalian berdua bisa kembali ke markas," Allan dan Chris mengangguk kompak dan langsung pergi setelah James menyuruh mereka kembali.


...****************...


"Kamu ingin berbicara denganku tentang apa, Gerda?" ucap Bianca setelah mereka berdua berada di kamar sang ratu.


Gerda menjelaskan apa yang sedang terjadi membuat Bianca sedikit terkejut sambil berpikir keras.


"Kamu bilang mereka mengincar Kay karena anak itu bisa membangkitkan Ratu Demetria, begitu?" Gerda mengangguk.


"Aku sudah bilang Kay dan dia juga sebenarnya tau kalau mereka memanfaatkan dirinya untuk membangkitkan ratu pendahulunya."

__ADS_1


Bianca tidak menyangka kalau anak sekecil ini bisa berpikiran layaknya orang dewasa.


"Jadi.... Apa yang kamu rencanakan, Gerda?" Bianca sudah tau Gerda dan Kay merencanakan sesuatu.


"Ini sedikit beresiko.... Karena yang mulia juga akan terlibat dengan rencana kita."


Bianca menunggu jawaban Gerda dan akhirnya gadis kecil itu berkata, "......"


...****************...


"Kamu bilang Black Hole palsu itu akan menyerang kalian?" ujar Aaron kepada James.


"Benar. Saat aku dan anak buahku menyelamatkan gadis kecil itu, aku menemukan sesuatu yang menarik..."


Aaron dibuat penasaran dengan ucapan James. " Coba kamu lihat..."


Lelaki berambut perak itu melihat hasil penemuan dari James. " I-ini kan..."


"Kamu sudah tau kan apa yang kamu pegang."


"Mereka merencanakan untuk perang kematian yang dilakukan saat Perang Ursania."


Aaron berdecak kesal. " Astaga... Mereka tidak tau maksud sebenarnya di kelompokmu itu."


"Mungkin mereka mengira dengan adanya perang itu, kebangkitan Black Hole sudah ada di depan mata mereka."


"Tapi... Masa mereka tidak kalau ada Black Hole yang lain."


"Aku sudah menginvestigasi lebih dalam selama aku mencari Gerda."


"Seharusnya kamu tau aku lebih dalam kan, Aaron?" mereka berdua kembali diam cukup lama, hingga Aaron berkata sesuatu.


"Apakah kamu yang membangkitkan wanita put- maksudku Ratu Bianca?"


"Omonganmu tidak pernah berubah, ya... Ya itu aku."


Kemudian si malapetaka itu berpikir sejenak membuat James menyadari sikap sahabatnya itu.


"Ada apa? Apa yang janggal dengan itu?"


"Apakah... Ratu itu yang memintamu membangkitkan dari kematiannya?" James terdiam beberapa saat.


"Aku tidak bisa menjawabnya, Aaron."


Aaron menghela nafas panjang. " Kau tidak mau menjawab saja aku sudah tau, kok."


"Maksudnya?"


"Wanita putih itu... Sebenarnya bukan dia, kan?" James terdiam cukup lama, begitupun dengan Aaron.


"Ahh.... Benar tebakanku," ucap lelaki itu menghela nafas lega.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu tau, Aaron?" dia justru mengangkat kedua bahunya.


"Aku baru tau saat dia bangkit dan menampakan dirinya dihadapan kita semua."


"Jadi begitu...."


"Tapi kamu tampaknya kecewa dengan semua ini, James."


James tersenyum kecil dan Aaron mengetahui arti dalam senyuman itu.


"James... Sebagai orang yang sudah menemanimu selama lebih dari 500 tahun, aku tau perasaanmu."


"Bicaralah dengannya dan cerita apa yang kamu rasakan itu. Jodoh tidak akan tau, bukan?"


"Kenapa kamu menjadi bijak seperti itu?" Dia hanya mengangkat kedua bahunya lagi.


"Aku cuman memberi saran saja."


"Terserah kamu saja..." Aaron bangkit dari sofa dan berkata, " Aku senang bisa berkumpul dan mengobrol denganmu lagi selama bertahun-tahun kita lewati."


Aaron pergi meninggalkan James sendirian di sana memikirkan perkataan si malapetaka itu.


"Dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara aku dengan Bianca."


"Rupanya kamu ada di sini ternyata," James melirik ke arah asal suara dan ternyata sang ratu ada di sini.


"Oh! Sejak kapan anda di sini, yang mulia?"


"Barusan. Aku juga melihat Aaron keluar dari ruangan ini."


"Kamu ingin bicara apa denganku?"


Tampak sang ratu terdiam beberapa detik dan ia menjawab, " Entah kenapa... Aku merasa kalau masa lalu si ratu belum aku terungkap sepenuhnya."


James terdiam dengan jawaban gadis di depannya. " Benarkah?"


"Dan juga.... Sepertinya aku harus mencari tau kenapa penyakit sang ratu bisa muncul secara mendadak."


"Penyakit?" tanya James penasaran.


Bianca mengangguk mantap. " Sebelum aku meninggal, tubuh ini memiliki riwayat penyakit. Kamu pasti tau, bukan?"


James mengangguk tau. Tentu dia tau semuanya. " Terus... Apa yang kamu lakukan sekarang?"


"Tentu saja mencari tentang masa lalu Bianca. Aku merasa kalau masa lalu Bianca ada hubungannya dengan peperangan kematian dan juga rencana kebangkitan ibunya Bianca, Ratu Demetria."


James masih terdiam seribu bahasa, entah kenapa gadis di depannya itu memiliki pemikiran yang sangat tidak ketebak.


"Baiklah... Jadi-"


"Aku minta tolong kepadamu!!" dan sesuai tebakan James, sang ratu memohon kepadanya.

__ADS_1


"Meminta tolong kepadaku?" tanyanya dengan kebingungan.


Di dalam lubuk hatinya entah kenapa kalau wanita itu benar-benar bukan Bianca yang ia kenal.


__ADS_2