
Dorothy memiliki segudang pertanyaan kepada kakaknya, Penolope.
Pertama, siapa gadis remaja imut itu? Kata Poppy, nama panggilan Penolope Betherhold, dia memanggil gadis itu 'yang mulia'.
Yang kedua, dirinya dan dua gadis di depannya mau dibawa kemana?
Bukannya festival pembukaan ada di pusat kota? Kenapa keretanya membawa ke pinggiran kota.
Teruss...
Kenapa ada banyak pasukan kerajaan di sekeliling kereta yang ditumpangi mereka?
Siapa gadis itu sebenarnya?
"Ada apa, kak? Ada masalah dengan wajahku?" tanya gadis imut itu memiringkan kepalanya.
Dorothy menggeleng-gelengkan kepalanya kuat.
"Oh ya! Sampai lupa mengenalkan kepada kalian. Dorothy, ini Putri Helda, putri pertama di Kerajaan ini," ucap Poppy mengenalkan gadis imut di sebelahnya.
"Yang mulia... Dia adalah adik saya, Dorothy Betherhold."
Putri Helda tersenyum manis kepada anak kedua dari Keluarga Betherhold membuat Dorothy salah tingkah akibat malu.
"Kita dibawa kemana yang mulia?" tanya Dorothy akhirnya.
"Kuil di seberang Sungai Ursula. Nanti kamu akan tau itu, Dorothy."
Dorothy masih ingin bertanya kepada mereka, tetapi niatnya diurungkan karena mereka telah sampai di tujuan.
"Tunggu... Kayaknya aku tau ini tempat," batin Dorothy yang tidak terasa asing bagi tempat yang mereka kunjungi.
...****************...
"SIALL!!" teriak Aaron memukul meja kerja sang ratu dengan kesal.
Sudah seminggu, mereka mencari keberadaan Ratu Bianca, tetapi hasilnya sama sekali tidak ditemukan.
Patrick duduk di sofa panjang dengan kondisi capek dan lemas. Seminggu ini, ia menggunakan sihirnya untuk mencari wanita itu juga, dan sama tetap nihil.
"Bagaimana dengan telur naga putihnya?" ujar Aaron kepada Calius.
"Dia belum menetas, tuan."
"Aneh... Bukannya prediksinya kemarin lusa sudah menetas?"
"S-saya juga tidak tay, tuan..."
"Telur naga putih?" tanya Patrick penasaran.
"Ah! Yang mulia ratu menginginkan telur itu sebagai hewan peliharaannya," balas si malapetaka dan masih mengingat dimana mereka berdua bertemu.
Udah gitu wanita berambut putih itu mengira kalau Aaron adalah monster yang bisa dipelihara.
Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka dan menampilkan sosok pria berambut hitam yang tidak asing bagi Calius.
"T-tuan... Kenapa anda ada di sini?"
"Dimana ratu?" tanya Allan berjalan menghampiri kepala pelayan itu.
"I-itu... Saya..."
"Yang mulia sedang pergi ke suatu tempat, tuan," balas Aaron tiba-tiba.
Mereka berdua saling pandang dengan jarak pandang yang sangat dekat.
__ADS_1
"Anda seharusnya memberi ijin kepada pelayan di sini, bukan main masuk aja ke rumah orang."
"Yang mulia ratu tidak mempersalahkan kepadaku saat aku datang tiba&tiba, karena dia tau. Dan juga..."
"Anda ini siapa?" Aaron mendengus mengejek.
Bocah ini ngelawan juga rupanya
"Aku asistennya. Kenapa? Apa kamu curiga kalau aku penyusup ke sini gitu?"
Lelaki berambut perak panjang itu melirik ke arah Calius meminta bantuan.
"B-benar tuan. Tuan Aaron adalah asisten yang mulia ratu."
"Kalau begitu, dimana dia?"
"Sudah kubilang kalau dia lagi pergi ke suatu tempat."
"Pergi ke suatu tempatnya itu dimana?"
Patrick yang hanya duduk dan melihat pertengkaran kecil antara mereka berdua membuat dirinya ingin keluar ruangan.
Ia membawa bola komunikasi yang ia selalu bawa dan mengatakan kepada kepala pelayan itu bahwa dirinya akan pergi mencari Kay dan Greda.
Di tengah perjalanan, si penyihir itu melirik ke arah bola komunikasinya yang tiba-tuba menyala sendiri.
"Aneh..." gumam Patrick bingung dan mengecek bola ajaib itu.
"Patrick!!" seru suara seorang wanita muda membuat Patrick terkejut bukan main.
"Patrick Firlutz!! Ini aku Ratu Bianca!!"
"Yang mulia?!" Patrick melihat sekelilingnya. Tidak ada siapa-siapa selain dirinya saja.
"Tunggu sebentar yang mulia. Aku akan mencari tempat yang aman."
Dorothy melihat sekelilingnya dengan takjub dan bingung bersamaan.
"Ini dimana, yang mulia?" tanya Dorothy kepada Helda.
"Ini adalah Kota Antera, dulunya adalah sebuah desa kecil yang kaya akan budayanya. Kini Kota ini terkenal dengan kota industri yang sangat maju."
Dorothy mengangguk paham. Kota Antera yang dipenuhi teknologi-teknologi yang sangat canggih dan arsitektur khas budaya timur, mereka membuat kombinasi yang sangat hebat.
"Kita ke sini ngapain sih, kak?" tanya Dorothy yang masih kepo.
"Hari ini adalah festival pembukaan. Apa kamu dengar 'Wakil Dewi'?"
Wakil Dewi... Kayaknya pernah dengar...
Tunggu dulu... Jangan bilang...
"Aku pernah dengar sebelumnya, kalau tidak salah salah satu gadis yang ditunjuk menjadi wakil dewi menikah dengan pasangannya karena mereka saling suka."
Sebenarnya dia mau ngetes apakah 'Wakil Dewi' yang ia maksud adalah 'Wakil Dewi' ketika Vina menjadi Annastasia Girdadez.
"Ah! Benar, kak! Pasangannya merupakan seorang kapten pasukan kerajaan yang hebat."
"Terus... Wakil dewinya adalah putri dari Tuan Ditirio, bukan?"
"Benar, kak!! Perempuan itu sempat bekerja sebagai penulis surat," balas Helda dengan semangat.
"Itu cerita yang sangat melegenda... Banyak wanita ingin menjadi 'Wakil Dewi' supaya ia mendapat jodoh seorang ksatria yang gagah, tampan, dan kuat seperti cerita legenda itu."
Mulut Dorothy langsung terbuka secara lebar.
__ADS_1
Berarti...
BERARTI NOVEL BATTLEFIELD WORLD SARU UNIVERSE DENGAN WEBTOON PUTRI TERINDAH!!
Jadi... Ini adalah Desa dimana tempat tinggal Yuna berada. Kini sebagai sebuah kota industri yabg sangat besar dan maju.
Berarti timeline sudah berubah banget. Mungkin sekitar 400 tahun setelah cerita 'Putri Terindah' berakhir.
Dorothy tiba-tiba tersenyum sendiri. Ia tidak menyangka kalau perjuangan Samuel untuk mendapatkan hati Yuna bisa berhasil dan akhirnya mereka menikah.
Dan kisah cinta mereka menjadi inspirasi bagi wanita-wanita muda yang ingin menjadi wakil dewi.
"Terus... Yang menjadi wakil dewinya siapa?" Helda melirik ke arah orang di sebelahnya.
Dorothy yang mengikuti arah pandang Helda dibuat terkejut.
"Kak Poppy?" Gadis sulung itu mengangguk dengan diam.
"Ah!! Coba lihat ada peramal di sana!" seru Helda menunjuk ke arah sebuah tenda bewarna ungu gelap.
"Tuan putri... Jangan lari-lari!!" seru Poppy mengejar sang putri.
Entah kenapa Dorothy melihat kakaknya sedang mengurus Jeremy versi perempuan.
Mereka bertiga menghampiri ke arah peramal tersebut.
"Kamu!" seru peramal itu menunjuk Dorothy. .
"Y-ya?"
"Masuklah... Saya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu."
Dorothy melirik ke arah mereka berdua dan mereka menyuruh Dorothy untuk masuk ke dalam.
Setelah masuk ke dalam, wanita misterius itu mengeluarkan bola ajaib kepada Dorothy.
"Kau menarik..."
"Maaf?"
"Apakah kamu berasal dari suatu tempat yang jauh?"
Bisa dikatakan iya.
"A-anu... Ini bola apa, ya?" tanya Dorothy menunjuk ke arah bola yang menyala itu.
"Ini adalah bola komunikasi, nona. Apakah anda ingin mencoba?"
"Apakah ini bisa terhubung ke dimensi lain?"
Wanita itu tersenyum misterius.
"Tentu saja bisa, baginda ratu."
"D-darimana kamu..."
Wanita itu mempersilahkan Dorothy untuk berbicara.
Muncul seorang pria yang tidak asing bagi Dorothy.
"Patrick!!" Ia bisa melihat Patrick melihat ke arah dirinya dengan pandang bingung.
"Aneh..." ucap lelaki itu bingung.
"Patrick Firlutz!! Ini aku Ratu Bianca!"
__ADS_1
"Yang mulia?!" balas Patrick terkejut bukan main.
"Tunggu sebentar, yang mulia. Aku akan mencari tempat yang aman," ucap Patrick mencari tempat yang paling aman untuk dibicarakan.