Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 84: Bertemu Lagi dan Langsung Lamar


__ADS_3

Rossa dan Giselle terduduk lemas sambil menghela nafas berat. Membantu Ivan memasak seorang diri memang menguras tenaga dan mental


Mereka berdiam benar-benar salut dengan kerja keras Ivan. Memasak hidangan segitu banyaknya bahkan ia kerjakan sendirian.


Coba mereka berdua kerjakan sendirian, tangan mereka udah putus kali...


Ivan memberikan dua gelas minuman segar kepada dua wanita itu. " Kerja kalian bagus. Aku sangat salut dengan usaha kalian."


"Terima kasih, Ivan. Kami juga salut kepadamu. Memasak semuanya sendirian," balas Rossa dan dianggukin oleh Giselle.


Tiba-tiba munculah sosok Bianca yang datang dan menghampiri mereka bertiga. " Apakah masakannya sudah jadi?"


"Sudah. Tinggal menunggu jam makannya saja."


'Kalau begitu, aku akan ikut membantu kalian.' ucap Bianca menawarkan dirinya.


"T-tidak perlu, yang mulia... Nanti kalau anda mengantarkan makanan di hadapan mereka, mereka terkejut kalau anda hidup kembali."


"Tenanglah, Ivan. Aku tidak sebodoh itu. Aku bisa memakai baju penyamaran, benar kan Jendral Harris?' tanya Bianca kepada Rossa.


"Kalau anda ikut sih aku tidak keberatan," kata Rossa melipatkan kedua tangannya.


Ivan menghela nafas panjang dan Giselle berkata, " Kira-kira siapa ya perwakilan dari Black Hole?"


"Tentu saja bukan si ketua itu. Barusan aku sudah bertemu dengannya dan ia harus balik karena ia masih berurusan dengan kerjaan,' balas Bianca.


"Aku dengar kalau ada sekitar 3 orang di sana, tetapi aku tidak tau siapa mereka,' mendengar perkataan Giselle, Bianca justru menguap dengan lebar.


"Tenang saja... Nanti kalian akan tau sendiri siapa saja mereka,' tiba-tiba Calius datang. Tampaknya acara jamuan makan sebentar lagi dimulai. Ketiga gadis itu segera menyiapkan hidangan untuk jamuan makan itu, tak lupa Bianca merubah penampilannya agar identitas aslinya tidak diketahui oleh orang luar.


Setibanya di ruang makan, ketiga wanita itu segera meletakkan hidangan yang disajikan di atas meja. Bianca tidak sengaja menoleh ke salah satu orang dari Kekaisaran Gerand. Ia merasa bahwa wajah orang itu sangat familiar bagi Bianca, tetapi ia lupa dimana mereka bertemu.


Tidak hanya Bianca, Rossa sedikit terkejut dengan sosok yang ia kenal. Wanita itu menelan ludahnya dan cepat-cepat menyediakan hidangannya ke atas meja.


Setelah mereka melakukan tugas mereka, cepat-cepat, ketiga gadis itu segera keluar dari ruang makan dan mereka bertiga menghela nafas lega.


"Entah kenapa... Saat kita masuk ke sana, suasananya menjadi tegang..." ucap Giselle dan dianggukin oleh kedua wanita lainnya.


"Hmmm.... Aku pernah melihat mereka bertiga sebelumnya.'


"Siapa?" tanya Rossa.


"Itu... Perwakilan dari Black Hole. Aku pernah melihat mereka bertiga sebelumnya," ujar Giselle sambil berusaha mengingat ketiga anggota Black Hole.


"Sebenarnya aku tidak lihat mereka sih..." seketika Giselle mengingat sesuatu dan berkata, " Wanita itu... Wanita rambut merah ikut dalam rapat hari ini!!"


"Si Bella?" tanya Rossa dan Bianca bersamaan dan Giselle mengangguk mantap.


"Ah ya... Aku juga barusan melihat pria itu... Siapa namanya? Chris?"


"Oh ya! Ternyata dia juga ikut!!"

__ADS_1


"Terus satunya siapa?" Giselle berusaha mengingat lagi.


"Errgghhh... Siapa namanya tadi? Roy?"


"Richard, Giselle,' balas Bianca dan Giselle mulai ingat lagi, " Ah itu dia!!"


"Berarti mereka bertiga adalah orang yang kita kenal? Tampaknya kita tidak perlu mengenal mereka lagi."


"Iya kalau mereka mengajak kenalan,' balas Bianca dan mereka bertiga berjalan beriringan.


"Itu bagus..." kata seseorang membuat mereka bertiga menoleh ke arah asal suara.


"Kalian?! Bukannya acaranya barusan mulai?!" tunjuk Giselle ke arah Chris, Bella, dan Richard.


"Urusan kami sudah selesai, kok. Lagian kita selesai makannya,' jawab Richard dengan entengnya.


CEPET BANGET MAKANNYA!!


Chris memandang Rossa begitupun juga dengan wanita itu. "Rossa- maksudnku Jendral Harris... Bisa kita bicara sejenak,' ucap lelaki itu membuat Bianca dan Giselle menoleh ke arah Rossa.


"A-anu itu..."


"Udah ke sana saja. Aku tidak tau permasalahan kalian, tapi kalian harus cepat-cepat menyelesaikan permasalahan kalian,' bisik Bianca menyuruh Rossa ikut dengan Chris.


Perkataan sang ratu benar, dirinya tidak mau permasalahan mereka berdua semakin parah jika dibiarkan begitu saja. " Baiklah..."


Setelah mereka berdua pergi, tinggal mereka berempat berdiri seperti orang linglung.


"Sebenarnya... Saya ingin bertemu dengan koki di sini, yang mulia," baik Giselle dan Bianca saling memndang satu sama lain.


Kali ini permasalahan Ivan dan Bella kali ini apa?


                                                               ******************************************


"Kita ke intinya saja," tiba-tiba Rossa berbicara to the point kepada Chris.


Chris terdiam cukup lama dan Rossa menunggu jawaban Chris sambil melipatkan kedua tangannya. " Chris... Kamu tau, kan ayahku benar-benar berharap sekali denganmu,"


Lelaki itu masih diam saja. " Kapan kamu bisa maju kalau begini terus? Ayah sangat ingin kita menikah segera, tetapi kamu malah menghilang 3 tahun yang lalu. Aku sudah capek mendengar ayah menanyakan keadaanmu."


"Aku tau itu, Rossa... Tapi kamu harus tenang dulu,' balas Chris akhirnya. Rossa berusaha menenangkan dirinya akibat emosinya yang ia tertahan selama beberapa tahun.


"Lagipula... Sebenarnya aku juga mencarimu beberapa tahun untuk membicarakan kepadamu," mendengar jawaban Chris, Rossa sedikit terkejut.


"Setelah 1 tahun aku menghilang, aku akhirnya kembali dan bertemu dengan ayahmu. Aku sudah membicarakan tentang pernikahan kepada ayahmu.'


'Benarkah?" dan Chris mengangguk mantap.


"Tentu saja ayahmu yang mendengar kalau aku ingin memingmu sangat senang, tetapi permasalahnnya setelah aku berbicara dengan ayahmu, aku mencari keberadaanmu, tetapi ayahmu bahkan orang-orang terdekatmu tidak tau dimana kamu berada."


'Dan sekarang justru kamu yang menghilang....." Rossa menepuk jidatnya sendiri dengan helaan nafas panjang.

__ADS_1


Lelaki itu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya dan berlutut ke arah wanita yang ia cintai.


Melihat sikap Chris yang tiba-tiba, Rossa langsung panik. " K-kamu akan m-melamarku sekarang?"


"Lebih cepat, lebih baik. Bukannya kamu juga sudah menunggu sejak lama?" Rossa justru tertawa sendiri dan terharu, ia tidak menyangka akan dilamar oleh kekasihnya.


"Mau tidak? Kalau tidak, aku buang nih cincinnya,' ucap Chris dan Rossa langsung berubah ekspresinya.


"Cckk... Kamu ini... Gak ada romantis-romantisnya."


"Kalau begitu, kenapa kamu masih suka denganku?"


"Kinipi kimi misih siki dinginki?" balas Rossa dengan nada mengejek. Chris bangkit berdiri, mengeluarkan cincin dari kotak itu dan langsung memasangkan jari manis Rossa.


"Kelamaan..." balas Chris sambil memasangkan cincin kepada kekasihnya.


Rossa hanya cekikan saja.


Setelah memasang cincin, Chris memandang kekasihnya dengan tersenyum lembut. " Ngomong-ngomong... Acara pemberkatannya kapan?"


"Besok," jawab Chris ngasal dan setelah itu ia mendapat pukulan dari Rossa.


"Besok-besok... Enak banget ngomongnya!!"


"Bagaimana kalau sabtu saja?" ucap Rossa menawarkan kepada calon suaminya.


"Sabtu? Gak kelamaan?"


"Tidak lah... Lagian kenapa juga harus besok. Emangnya kita nikahnya dimana, hah?"


"Kalau itu mah gampang," Rossa menghela nafas frustasi.


"Ngomong-ngomong... Kenapa kamu ikut dalam pertemuan itu?" tanyanya dengan topik yang berbeda.


"Oh itu... Sebenarnya rapat itu tidak ditunjuk secara langsung oleh ketua. Kita sendiri yang sukarelawan yang datang."


"Sukarelawan?" tanya Rossa dan Chris mengangguk. Wanita itu tiba-tiba teringat dengan hubungan misterius Ivan dan wanita rambut merah itu.


"Chris!! Aku harus pergi ke dapur segera!!"


'Hah? Emangnya ada apa? Ada sesuatu yang genting?" tanya Chris heran. baru saja ia ingin ngobrol lebih lama dengan calon istrinya, malah Rossa pergi.


"Iya!! Genting!!" balasnya sambil berlari. Chris menghela nafas panjang. Ya sudahlah apa boleh buat. Kapan-kapan ia kan datang ke sini untuk menemui dia membicarakan pernikahan mereka.


Tetapi...


Chris harus mencari Bella dan Richard terlebih dahulu. Masalahnya, kalau ia pulang sendiri, bagaimana dengan mereka berdua.


Rossa akhirnya tiba di dapur dan melihat suasana di dapur benar-benar tegang. Bianca dan Giselle sedang menenangkan Ivan yang sangat ketakutan, sementara Bella dan Richard berdiri mematung.


Apa yang sedang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2