
Dorothy menguap dengan lebar. Ia benar-benar ngantuk karena ia harus membantu ibunya mendandani Poppy sebagai Wakil Dewi.
Ternyata festival panen sangat berbeda dengan festival panen 400 tahun.
Perbedaannya adalah dulu yang menjadi wakil dewi harus dari gadis muda lokal, kalau sekarang seluruh gadis muda dan lajang di seluruh benua ini boleh ikut berpatisipasi.
Dorothy baru tau kalau sebenarnya Penelope tidak mau ikut begituan, ternyata ibunya diam-diam mendaftarkan anak pertamanya dan dia berhasil sebagai wakil dewi.
Yang kedua, biasanya pertemuan antara wakil dewi dengan pasangannya itu di tempat festivalnya, sekarang pasangan wakil dewi lah yang datang menjemput wakil dewinya.
"Ah! Tampaknya dia sudah datang," ujar ibu antusias sembari berjalan menuju ke pintu depan.
Sementara Dorothy, ia masih sibuk merapikan aksesoris rambut panjang kakaknya.
"Bagaimana perasaan kakak? Pasti kakak senang bisa berdampingan dengan pasangan kakak yang tampan itu."
"Biasa saja," jawab Poppy datar. Dorothy berdecak kesal.
Ia bisa melihat bahwa Poppy adalah Yuna versi pintarnya.
"Pasanganmu sudah datang, Poppy," ucap ibu memberitahu ke mereka bahwa Benjamin sudah datang.
"Aku pergi dulu," ucap Poppy pamitan kepada ayah, ibu, dan adiknya itu.
"Jaga putriku dengan baik," ucap ayah kepada Benjamin.
"Saya akan menjamin itu, tuan," mereka berdua pergi menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh pihak festival.
"Dorothy... Bagaimana menurutmu? Apakah mereka pasangan serasi?" tanya sang ibu sambil menyenggol lengan putri keduanya.
Dorothy tidak bisa menjawab sama sekali karena ia tidak kepikiran kalau Benjamin Port, guru yang terkenal galak itu akan dipasangkan dengan Penelope Betherhold, putri pertama Keluarga Betherhold yang terkenal dingin dan cuek.
"Ibu tidak lihat kakak nanti?" tanya Dorothy melihat ibunya sedang siap-siap pergi ke suatu tempat.
Kenapa dia bisa tau? Karena selama 2 minggu Vina ada di sini dan mengamati setiap anggota keluarga ini, Fransisca Betherhold merupakan wanita yang cukup misterius.
Biasanya kalau mau pergi, ibunya selalu memakai gaun bergaya victorian yang sederhana.
Tetapi, kali ini ibunya memakai baju kantoran walaupun masih memakai gaun klasik.
"Tidak, Dorothy. Ibu ada urusan penting hari ini. Ayah dan Jeremy yang akan pergi ke sana "
"Ayah sama Jeremy?" ia menyadari perkataan ibunya yang mengatakan kalau cuman dua lelaki itu saja yang akan ke sana.
"Iya. Kamu bersiap-siaplah ganti baju. Ibu mengajak kamu ke suatu tempat."
Di tengah perjalanan, Dorothy masih bingung dan ingin bertanya kepada wanita di depannya.
Selama 2 minggu hidup sebagai Dorothy Betherhold, Vina masih dibuat kebingungan dengan keluarga Jeremy.
Pertama, ibunya Jeremy yang sangat misterius. Kedua, ternyata hubungan keluarga Bethethold dengan keluarga kerajaan sangat dekat. Ketiga, Vina baru tau kalau Dorothy sempat mendaftar Akademi Militer Calkuts, tetapi tidak jadi dan bersekolah di sekolah khusus wanita bersama kakaknya, Poppy. Dan terakhir, Vina juga baru tau kalau Jeremy menyukai hal-hal tentang musik.
Ya gak heran sih...
Jeremy adalah tokoh sampingan. Kehidupan dia di novel pun juga tidak sebanyak Theo, si tokoh utama.
Meskipun begitu, Jeremy juga merupakan tokoh yang memiliki peran yang penting di bagian seri terakhir.
Itupun Vina tau gara-gara kena spoiler dari kakaknya.
Gak sampai endingnya sih...
Mereka berdua telah memasuki sebuah gedung yang sangat besar. Dipenuhi oleh mesin-mesin yang besar dan canggih.
Sebenarnya, ibu membawa anak keduanya kemana sih?
__ADS_1
"Selamat datang Nyonya Betherhold," sapa seorang memberi salam kepada ibu.
"Bagaimana projek mesin Alpha, Jenny?" tanya ibu sambil berjalan.
"Masih dalam proses, Nyonya," jawab wanita muda bernama Jenny.
Dorothy masih dibuat bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"A-anuu... Nyonya. Anak itu siapa, ya?" tanya Jenny menunjuk ke arah Dorothy.
"Dia adalah putriku, Jenny. Tolong bawa dia sesuai aku katakan kemarin."
Ibu menyuruh Dorothy pergi bersama Steven.
"A-anuu... Ini semuanya ada apa, ya? Aku masih bingung apa yang ibu suruh kepadamu?"
"Ohh... Ibumu tidak memberitahumu?" Dorothy menggelengkan kepalanya lemas.
"Ibumu menyuruhku untuk membawamu ke ruang observasi."
"Ruang observasi?" tanya Dorothy penasaran.
Beneran deh...
Di novel inilah Vina dibuat kebingungan 7 keliling.
Sebenarnya ibu ini berprofesi apa sih?
Mereka berdua memasuki sebuah ruang observasi. Banyak alat-alat yang sangat ading bagi Dorothy dan dipenuhi oleh kabel-kabel.
Dia melihat sebuah gerbang portal yabg sangat besar.
"Itu apa?" tunjuk Dorothy ke arah portal itu.
Dorothy kini sedikit paham.Yang dimaksud oleh ibunya adalah portal di depannya.
"Kamu harus jauh-jauh dari portal itu, nona. Ini masih berbahaya karena masih dalam uji coba."
Dorothy mengangguk paham dan berpikir kalau ibunya adalah seorang ilmuwan rahasia yang tidak mau diketahui oleh publik.
Bisa jadi, bukan?
Dorothy bisa mendengar suara mesin yang sangat keras. Apa jangan-jangan sudah dimulai.
"NGOMONG-NGOMONG... IBU MENYURUH AKU KE SINI BUAT APA?"
"APA?! AKU TIDAK BISA MENDENGAR!!" balas Jenny berteriak juga.
"AKU TANYA... KENAPA KAKAK MEMBAWAKU KE SINI?!!"
"INI TENTANG @%@%5@%@...."
"APAA??!! AKU TIDAK DENGAR!!!"
BRRUAAAKK!!
Sebuah portal untuk dibuat uji coba meledak membuat para ilmuwan langsung panik.
"APAAN INI?!" Teriak Dorothy kaget bukan main.
"NONA!! KITA HARUS KELUAR DARI SINI!!" seru Jenny menyuruh Dorothy keluar.
Namun sayangnya, Dorothy dan Jenny terjebak di dalam akibat salah satu bagian portal yang terlepas dan memisahkan mereka berdua dengan pekerja lain.
"Kita harus bagaimana?" ujar Dorothy panik.
__ADS_1
Jenny melihat sekeliling dan menemukan sebuah pintu darurat di sana.
"Ada pintu kelu-"
DUUAARR!!
Tidak waktu lama, ruang observasinya langsung meledak dengan besar.
"Anakku... Dimana dia??!!" ucap Fransisca panik dsn ingin mencari anak perempuannya.
"Tenang nyonya... Kita akan cari anak anda."
Fransisca jatuh terduduk sambil menangis histeris. Ia tidak menyangka akan menjadi hal seperti ini.
Padahal rencananya, Fransisca membawa Dorothy pekerjaan dirinya sebagai CEO B's Tecno Corp.
Dan mewariskan kepada putri keduanya karena menurutnya, Dorothy sangat cocok meneruskan memimpin perusahaan ibunya.
Gimana caranya berbicara dengan suaminya dan saudara-saudaranya?
Ia sangat menyesal sekarang.
...****************...
Kedua mata Vina terbuka secara perlahan dan melihat sekelilingnya. Ruang serba putih. Ruang yang selalu dipanggil oleh Tuhan jika ada sesuatu tentang misinya.
"Kau sudah bangun anakku..."
Vina terkejut bahwa ini suara Tuhan yang ia kenal.
"Tuhan! K-kenapa aku bisa di sini? Bukannya..."
"Tubuh Ratu Bianca sudah ditemukan, anakku."
"Benarkah?!" ucap Vina senang.
"Tapi... Bukannya aku sedang di-"
"Maafkan aku anakku. Aku sengaja mematikan engkau."
"APA?!" Vina yang mendengarnya itu terkejut bukan main.
Dia sengaja mematikan 'Dorothy' karena tubuh sang ratu sudah ditemukan?
"Ahh... Bodoh amatlah dengan begitu. Jadi aku akan kembali dengan tubuh Ratu Bianca yang baru, bukan?"
Tuhan diam dan Vina sudah biasa dengan kelakuan sang pencipta itu.
"Masalahnya... Tubuh ratu salju belum bisa dikatakan 'bebas' dalam penyakit mematikan itu."
"Lah terus? Gimana dong..."
"Tubuh ini bisa bertahan dalam waktu 1 tahun Kalau engkau tidak bisa menyelesaikan dalam waktu 1 tahun, terpaksa aku akan membawamu kembali ke tempat asalmu."
"Terus hadiahnya?"
"Tidak. Sebagai gantinya, karena misi kali ini membutuhkan waktu yang lama, aku akan membawamu kembali ke tempat asalmu dan sesuai janjiku kepadamu, akau akan memberi bantuan kepadamu."
Akhirnya...
"Apa itu?!" tanya Vina penasaran. Kini ia bisa memanfaatkan bantuan dari Tuhan. Apakah gadget seperti kejadian 2 tahun lalu? Atau senjata-senjata hebat seperti di film James bond?
"Kemarilah..."
"Hah?!"
__ADS_1