Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 95 : Renuian Pt 2


__ADS_3

Setelah pertemuan 'renuian' dengan Tashannie a.k.a Lucy, mantan pelayan Annastasia yang selalu bersama dengannya bahkan hingga berkhianat sebagai anggota Black Hole yang ternyata palsu, Bianca kembali ke istana dengan menggunakan naga putih kesayangannya. Baru tiba di istana, dia bertemu dengan Oscar, kapten pasukan kesatria yang selalu setia di istana.


"Apakah anda sedang pulang dari suatu tempat?" ucap Oscar tiba-tiba menanyakan kepada sang ratu. "Oh!! Ternyata kamu, Oscar. Ya aku baru pulang dari suatu tempat," jawab sang ratu, kemudian Bianca menemukan ekspresi Oscar yang aneh. Bianca bertanya kepada kesatria tinggi itu. "Ada masalah, Oscar?"


Oscar tersentak sejenak ketika sang ratu bertanya kepada dirinya. "Oh... Apakah yang mulia melihat teman anda?" Bianca mengernyit dahinya.


Teman saya ? batin Bianca berusaha mengingat siapa yang dibicarakan oleh Oscar.


"Teman anda, yang mulia. Siapa namanya, Jenny?" Bianca akhirnya menemukan jawabannya.


"Ahh... Maksudnya Jenny? Aku belum lihat dia akhir-akhir ini," ucapnya dan Oscar mengangguk saja.


Ngomong-ngomong soal Jenny, kemanakah si malaikat itu? Apa dia sibuk dengan urusan di dunia surgawi?


Oscar hanya diam saja. Entah dia hanya membahas kemanakah Jenny berada atau mencari topik saja. "Kalian sedang bermasalah?" ujar Bianca bertanya kepada Oscar. Oscar langsung menoleh ke arah wanita di depannya dan dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. "T-tidak... Kami tidak bertengkar, kok,"


"Cuman..." Bianca menunggu kelanjutan Oscar. Sepertinya mereka sedang bermasalah sesuatu.


****************


Di ruangan kerja Bianca, ketika Bianca memasuki ruangan tersebut, Bianca dikejutkan oleh seorang malaikat yang sudah berdiri tegap seolah-olah menunggu Bianca. "Jenny?'


Jenny menoleh ke arah Bianca dan malaikat itu berjalan mendekati Bianca. "Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, Vina."


"Apa itu?" tanya Bianca penuh penasaran. Apakah Jenny memperingati bahwa sebentar lagi Bianca akan kembali ke dunianya. baik misinya berhasil atau gagal?


"Ingat Sebentar lagi kamu akan pulang, Vina," dugaan Bianca memang benar.


"dan satu lagi..." Bianca kembali fokus ke arah Jenny.


"Apa kamu tidak kangen dengan Frans?"

__ADS_1


**********


"Oscar!!" seru Bianca berlari menghampiri Oscar yang sedang selesai dengan latihannya.


"Yang mulia? Ada apa? Anda tampak buru-buru sekali?" ucapnya dengan nada kebingungan.


"Kamu ingin bertemu Jenny, bukan?' Oscar menaikan sebelah alisnya tanda bingung sekali. "Y-ya... Memangnya mengapa, yang mulia?' Bianca menarik tangan Oscar.


"Nanti saja pertanyaannya, kita harus bertemu dengannya." ucap Bianca dan mereka bergegas menuju ke ruangan kerja Bianca tadi. Di situlah Jenny berada. Berdiri menunggu Bianca dan Oscar.


"Jadi... Apa yang kamu bicarakan tadi?" ucap Bianca melipatkan kedua tangannya menunggu jawaban Jenny.


"kamu tidak kangen Frans Hourmant, bukan?'


"Tentu saja. Bagaimana kabar dia?" sementara itu, Oscar masih bingung dengan pembicaraan mereka berdua.


"kalian ngomong apa sih?" tanya Oscar bingung.


"Sekarang di mana dia?" tanya Bianca dan Jenny menujuk ke arah Oscar, pria di sebelah Bianca. Bianca membulatkan kedua matanya.


MAKSUDNYA APA?!


"T-tungguu... Kamu tidak salah orang bukan?" tanya Bianca tidak percaya apa yang Jenny tunjukan.


"Tidak. Kamu pasti tau tentang reinkarnasi, bukan?" Jenny menatap ke arah Oscar yang berdiri terdiam di sebelah sang ratu dengan tatapan tajam.


"Aku bahkan tidak menyadarinya bahwa kamu memiliki ingatan masa lalau sebagai Frans Hourmant. Benar, kan?" Bianca menoleh ke arah Oscar benar-benar tidak percaya. Wanita berambut putih itu berharap bahwa apa yang dikatakan oleh Jenny itu salah.


Oscar tersenyum simpul dan menjawab bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari Frans Hourmant, seorang duke yang akhirnya menjadi raja sekaligus tunangan Anna terdahulu.


"Tetapi aku tidak percaya bahwa aku bisa bertemu dengan einkarnasi dari Anna, kekasihku dahulu," Bianca memegang kepanya saking pusingnya dengan pernyataan-pernyataan dari malaikat beserta kesatria di depannya.

__ADS_1


INI BUKAN MIMPI, BUKAN??!!


Oscar berpindah posisi menghadap sang ratu dan berkata, "Tak kusangka kita bertemu lagi, Anna," Bianca mengerjap mata beberapa kali. Ini sungguh-sungguh Frans. Meskipun berbeda wujud, Bianca merasakan jiwa Frans ketika Oscar berbicara dengan menyebutkan 'Anna'. Bianca tersenyum lembut. "Ya. lama tidak bertemu."


Frans atau Oscar menoleh ke arah Jenny dan berkata, "Sudah?' ujar Jenny dan Oscar mengangguk saja.


"Apa kalian tidak berbicara lebih banyak lagi. Mumpung kalian memiliki kesempatan waktu yang berharga," kata Jenny dan Oscar menggeleng lemah. "Tidak. Aku sudah puas jika mendengar fakta bahwa ratuku adalah Anna, mantan tunanganku dahulu. Dan..." Oscar melirik ke arah Bianca sebentar dan melanjutkan, "Lagipula takdirku bukan bersama dia, kok."


"Frans..." Oscar tersenyum lembut seolah dia baik-baik saja. "Aku senang bisa bertemu denganmu. Itu saja."


Jenny mengangguk saja. Mengerti. "Oh ya... Satu lagi. Ada yang aku bicarakan denganmu, Jenny."


Seketika Bianca teringat. "Oh ya!! Kamu, kan ingin bertemu dengan dia, bukan? Kalau begitu aku pergi dahulu, ya." Bianca langsung pergi begitu saja.


Oscar mendengus sambil tertawa kecil. "Dia tidak berubah, ya..." Oscar menoleh ke arah Jenny. Kini lelaki itu fokus ke malaikat di depannya.


"Kamu ingin berbicara apa?" ujar Jenny dengan tampang datarnya seperti biasa.


"Aku menyukaimu. Itu saja," jawab Oscar tanpa salam pembuka terlebih dahulu. Dari tampang datar Jenny, berubah terkejut bukan main. "Hah?!"


"Aku menyukaimu sejak kamu menolongku dari kematian. aku tau itu semuanya," jelas Oscar.


"T-tetapi..."


"tetapi? Aku sekarang bukan Frans Hourmant. Pria yang selalu menunggu Anna sejak menjadi raja hingga mati menunggu dia doang. Aku sekarang Oscar. Pria yang sedang jatuh cinta padamu."


"T-tetapi.." Jenny mundur perlahan. dia tidak bisa menjelaskan kalau dirinya adalah malaikat. Apakah Manusia dan malaikat bisa bersama? Menurut Jenny, dia masih bimbang dengan perasaanya.


"Jenny?' tanya Oscar menunggu jawaban dari Jenny.


Apakah Jenny harus menjawab sekarang?

__ADS_1


__ADS_2