Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 72 : Penerus Gaspal


__ADS_3

Giselle melotot melihat tangan kanannya ditarik oleh wanita misterius itu dan sebuah cahaya aneh di sekitar tangannya.


Tidak lama cahaya tersebut perlahan sirna dan Giselle langsung linglung dibuatnya.


"Bagaimana? Apa ada yang sakit?"


"Tidak sakit. Hanya saja tubuhku rasanya ringan- Hey!! Apa yang kamu lakukan kepadaku?!"


"Aku hanya mentransfer kemampuanku ke kamu."


"Mentransfer kemampuan- Hah!! Jangan bilang kamu..."


Wanita itu mengangguk mantap. " Kamu sepertinya tau, kan kenapa desa ini diserang? Mereka mengincarku..."


"Kamulah orang yang tepat menggantikanku. Mereka tidak akan tau kalau kemampuan yang mereka cari ada di kamu."


"Bagaimana bisa tau kalau aku tidak bisa dikenal?"


"Maaf... Aku tidak punya waktu untuk menjawab. Ini... Aku sudah menulis apa saja mengenai kemampuan ini. Semoga pertanyaanmu akan terjawab dengan ini."


Sebelum wanita itu pergi, dia berkata, " Titip salam buat Ratu Bianca."


Setelah itu wanita itu pergi meninggalkan Giselle sendirian.


...****************...


"Kenapa kamu lama sekali ke toiletnya?" tanya Bianca setelah Giselle telah kembali.


"Maaf, yang mulia. Aku tersesat..."


"Ya sudah..." Giselle duduk di sebelah sang ratu dan pembahasan tadi masih berlanjut.


"Jadi gimana? Apa kita harus mencari dia sekarang?" tanya Vero sekali lagi.


"Itu ide yang bagus. Kita harus menemukan dia sebelum 'mereka' menangkap wanita itu," Giselle secara tidak sengaja menelan ludahnya sendiri.


Ia masih kepikiran kalau misalnya dia ketangkap oleh orang-orang yang mencarinya, pasti dia akan digunakan atau apapun karena dia memiliki kemampuan seperti itu.


Tetapi, sekarang dirinya memiliki kemampuan yang orang-orang katakan.


Apakah perkataan wanita itu benar? Kalau dirinya tidak bisa diketahui oleh mereka sama sekali?


Setelah mengadakan rapat dadakan, mereka mencari keberadaan wanita itu dengan kemampuan sihir Bianca maupun James untuk mencari dia.


"Aku menemukannya!!" seru Bianca membuat mereka semuanya menghampiri sang ratu.


"Dimana dia?" tanya Chris penasaran.


"Dia berada di sana," tunjuk Bianca dan mereka semua langsung bergegas menghampiri lokasi yang ditunjuk oleh sang ratu.


"Ini tidak mungkin..." ujar Chris tidak percaya apa yang ia lihat.

__ADS_1


"Ada apa, Chris?" ujar James menghampiri pria itu.


"Ketua... Ketua harus melihat ini," ujar pria itu dan menujuk ke arah di depannya.


James menoleh mengikuti arah yang ditunjuk Chris dan betapa terkejut melihat wanita yang mereka cari mati ditusuk.


"Tampaknya dia sengaja bunuh diri..." ujar Vero secara tiba-tiba muncul.


Vero mengecek wanita itu secara menyeluruh dan berkata, "Benar... Dia bunuh diri."


"Tapi kenapa?" tanya Chris kepada juniornya.


"Tentu saja... Dia tau kalau dirinya akan ditangkap oleh mereka. Sepertinya... Melihat cara dia untuk tidak ditangkap, tampaknya mereka ini cukup kuat, walaupun ia memiliki kemampuan 4 elemen sekaligus."


"Bagaimana dengan kemampuan dia?" James mengecek mana dari wanita itu.


"Sudah kuduga... Dia memang sangat pintar. Mananya tidak ada di dalam tubuhnya. Tampaknya dia memindahkan kemampuannya ke tempat yang tidak diketahui oleh orang lain."


James bangkit berdiri dan menghadap ke arah Chris dan Vero.


"Kita harus mencari dimana kemampuannya disembunyikan."


Sementara itu, Giselle dan Bianca masih berada di penginapan menemani Rossa yang sedang sibuk dengan tugasnya.


"Sejak kapan kamu menjadi kepala desa di sini?" tanya Bianca memulai percakapan.


" 2 bulan setelah aku tinggal di sini, yang mulia," jawab Rossa yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Bagaimana dengan kondisi di istana?" tanya Rossa balik ke arah sang ratu.


"Tampaknya ada yang tidak beres di sana, ya..."


Bianca hanya memasang senyum kecutnya. "Aku akan selesai pada hari ini dan besok kita akan pergi ke istana."


"Giselle... Kamu kenapa?" tiba-tiba Bianca memasang wajah khawatir kepada gadis mida itu.


"Ah!! Tidak ada, yang mulia..." jawabnya salah tingkah.


"Benarkah? Tampaknya kamu membunyikan sesuatu..." Giselle menelan ludahnya sendiri.


"M-maafkan saya yang mulia..." ujar Giselle.


"Giselle... Aku tau kau pasti membunyikan sesuatu dari kami..."


Giselle langsung bangkit dari duduknya dan langsung mengaku. " Tapi kalian jangan beritahu siapa-siapa, ya..."


Rossa dan Bianca mengangguk kompak dan berjanji kepadanya.


Giselle menujukkan telapak tangannya yang memunculkan sebuah simbol aneh membuat Bianca dan Rossa terkejut.


"I-ini... Bukannya ini lambang 4 elemen yang kita cari... Kenapa bisa ada di kamu?"

__ADS_1


"Kemarin... Aku bertemu dengannya..." akhirnya Giselle menjelaskan kronologinya kepada Bianca dan Rossa.


"Apakah kamu sudah mencoba keempat elemen itu, Giselle?" Giselle mengangguk.


"Aku sudah mencoba keempat elemen itu, dan keempatnya itu bisa aku kuasai."


"Berarti perkataan wanita itu benar. Kamu dipilih olehnya sebagai penerus dia."


"Kau bilang penjelasannya ada di kertas yang ia tulis, bukan?" Giselle mengeluarkan kertas tersebut dan menjelaskan lagi kepada kedua wanita itu.


Di dalam surat itu ditulis bahwa wanita yang ditemui oleh giselle adalah orang yang dipilih secara langsung oleh seorang yang terkenal kuat bernama Gaspal.


Gaspal adalah pengendali keempat elemen yang sangat terkenal sekaligus pelindung di Pulau Every Dawn.


Penduduk yang tinggal pulau itu sangat menghormati dia bahkan sampai kematian dia.


Menurut rumor yang beredar... Setelah kematian Gaspal, kemampuan empat elemen itu diwariskan kepada muridnya, tetapi sampai sekarang, banyak orang tidak tau sosok murid Gaspal itu siapa.


Alasan wanita itu membunyikan identitas beserta kemampuannya itu karena ia ingin menjalankan sebagai orang normal pada umumnya.


Dan juga ia alasan memilih Giselle untuk meneruskan dia adalah karena Giselle adalah keturunan langsung dari Gaspal.


Bianca dan Rossa saling menoleh satu sama lain. "Hah?! Keturunan langsung dari Gaspal? Emangnya kamu ada hubungan apa sama dia?"


Giselle langsung panik dan menjawab, " A-aku tidak tau sama sekali tentang orang bernama Gaspal. Ayah dan ibuku saja tidak membahas dia."


Bianca langsung berpikir sejenak, " Baiklah... Perkataanmu memang benar dan jujur, tetapi kamu harus memberi tahu kami lagi."


"Memberitahu apa?"


"Waw... Tampaknya kalian bertiga sedang serius sekali..." ujar James tiba-tiba datang bersamaan Vero dan Chris.


"Bagaimana kalau kita berbicara langsung dengan ayahnya. Mungkin dia tahu sesuatu dengan orang bernama Gaspal," ucap Rossa kepada Bianca dan tidak menghiraukan ucapan James.


"Ada apa ini? Tampaknya kalian sangat serius sekali," kini Chris bertanya.


Mereka bertiga saling pandang satu sama lain.


"Tampaknya kalian membicarakan hal-hal diluar organisasi kami. Tidak apa-apa sih... Tetapi kami menemukan kabar baru."


"Oh ya! Bagaimana wanita itu?" Vero menghela nafas panjang.


"Dia meninggal bunuh diri di kediamannya."


Giselle melotot tidak percaya dan Bianca beserta Rossa hanya bisa diam tidak berkutik.


Tampaknya mereka berdua sudah menduga bahwa wanita itu akan melakukan tindakan ekstrem.


"Sudah kuduga..." Chris melirik ke arah Rossa yang sedang berkemas.


"Kalau begitu, kita sudahi pertemuannya kali ini," mereka semuanya mengangguk paham dan membubarkan mereka sendiri.

__ADS_1


Rossa melirik ke arah Chris yang sedang berjalan menghampiri dia.


"Ada apa? Kau masih membahas pembicaraan tadi?"


__ADS_2