Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 7 : Pelaku Percobaan Pembunuhan Ratu Salju


__ADS_3

"Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Bianca duduk di kursi singgasana altar ratu menghadap seorang rakyat biasa yang sedang berlutut.


"Ampuni saya, yang muliaaa..."


"Kau mengampuni ke saya untuk apa, hah?" tanya Bianca ketus.


"S-saya telah berbuat salah... S-saya telah merancuni yang mulia 3 bulan yang lalu..."


Ahh... Tentang itu.


Bianca melihat pakaian dari pria itu. Dari pakaiannya pasti dari bukan penduduk kerajaan ini.


"Bagaimana yang mulia?" tanya Calius menanyakan keputusan kepada Bianca.


Pria itu benar-benar melakukan kepada sang ratu. Dengan bukti-bukti yang kuat menujukan bahwa pria dihadapan dirinya adalah pelaku yang membuat sang ratu tertidur selama 3 bulan.


"Masukan dia di Penjara Bagian Barat Aspendia."


"Yang mulia!! Saya memang mengaku kalau itu salah, tapi jangan kirimkan saya ke sana..."


"Selain aku, ada beberapa bangsawan yang juga terlibat!!" teriak pria itu saat ia diseret keluar dari ruang altar sang ratu.


Penjara Bagian Barat Aspendia, merupakan penjara yang paling seram dari penjara manapun.


Dijuluki seram dikarenakan ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa narapidana yang masuk ke sana akan mati paling lambat 2 hari.


Entah gimana caranya sampai-sampai narapidana itu mati.


Tetapi, masalah utamanya adalah...


Siapa yang menyelidiki ini semua?


4 hari yang lalu...


Decius, si Malapetaka itu berjalan sendirian mengiringi istana. Walaupun sudah memakai baju super tebal, baginya dia benar-benar kedinginan hebat.


"Bagaimana bisa mereka kuat menahan dingin seperti ini?"


"Berapa derajat sih di sini? Minus 10? Minus 12?" gumam Decius komat-kamit.


Tanpa sengaja, lelaki itu bertemu dengan Ivan, koki beruang putih dan 2 anak kecil di sana, Kay dan Greda.


Lelaki itu cepat-cepat bersembunyi. Ia sudah berjanji kepada masternya kalau dirinya tidak boleh menujukkan lelaki itu ke siapa pun kecuali Calius.


"Yang mulia sempat tidur panjang selama 3 bulan?" tanya Kay dan dibalas anggukan oleh Ivan.


"Sebelum ia tidur panjang, ia sempat menghadiri acara dari kerajaan lain."


Ia sempat tertidur?! batin Decius kaget.


"Sebenarnya... Kalian harus menjaga rahasia, ya? Sebenarnya yang mulia terkena racun setelah menghadiri acara itu."


Kay dan Greda terkejut mendengar fakta sesungguhnya, begitu pun juga dengan Decius.


"K-kenapa bisa begitu?"


"Mungkin bagi kalian akan sulit dicerna. Tapi intinya ada beberapa orang yang ingin menjatuhkan yang mulia."


Kay dan Greda menujukkan rasa sedih. Sang ratu seharusnya tidak memberlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Baiklah, anak-anak... Aku akan menyiapkan makan malam untuk kalian."


Setelah Ivan pergi, Kay dan Greda saling pandang satu sama lain. " Kita harus menolong yang mulia."


"Tapi kita harus bagaimana? Kita tidak tau siapa yang melakukan ini kepada yang mulia," balas Greda.


Decius berniat pergi meninggalkan dua anak kecil itu, tetapi niatnya diurungkan karena perkataan Greda.


"Bagaimana kalau kita mengabulkan permohonan kita?"


"Emangnya bisa?"


"Kita coba saja," Setelah itu, mereka berdua berjalan ke arah barat.


Decius yang mendengar percakapan Kay dan Greda langsung mengikuti mereka.


Dan sekarang, setelah keputusan sang ratu membawa pelaku ke penjara, ia bertemu dengan malapetaka yang sedang rebahan di kasurnya.


"Ngapain kamu di situ?"


"Rebahanlah... Terus ngapain?" balasnya.


Bianca berteriak malas, kemudian ia berjalan menuju ke kasurnya.


"Minggir," ucap Bianca mengusir lelaki itu sambil mendorong tubuh lelaki itu ke kanan dan langsung rebahan di sebelahnya.


"Ngomong-ngomong... Berapa derajat sih di wilayah ini?" tanya Decius buka suara.


"Minus 24 derajat celcius," balas Bianca santai.


"MINUS 24 DERAJAT??!" ucap lelaki berambut panjang itu terkejut.


"Hei!! Kamu ngapain?!"


"Tentu saja menghangatkan diri. Gila aja aku benar-benar kedinginan, padahal sudah pakai baju tebal."


Bianca memutar bola matanya malas.


"YANG MULIAA!!" Kay berteriak sambil mendobrak pintu dengan keras.


"AAARRGGHHH!!" Saking kagetnya, Bianca mendorong Decius kuat hingga lelaki itu hampir terjatuh dari kasur.


"Diketuk dulu dong kalau mau ke sini!" serunya sambil bangkit dari rebahan.


"A-anu yang mulia..." Perempuan itu menyadari kalau Greda tidak ada di sebelahnya.


"Dimana Greda?"


"Itu..."


"ASTAGAA KAMU NGAPAIN DI SITU??!!" Bianca dibuat kaget sekali lagi ketika melihat Greda berada di atas pohon.


Greda tidak menjawab pertanyaan dari Bianca. Ia takut ketinggian.


Bianca langsung menggunakan sihir membentuk tangga es ke arah ranting dimana Greda memeluknya.


"Turunlah..." ucap Bianca menyuruh Greda turun, sementara Key justru memegang gaun sang ratu karena takut Greda apa-apa.


Dengan hati-hati, Greda turun dengan hati-hati dan Greda langsung memeluk Bianca ketakutan.

__ADS_1


"Tenanglah... Kamu masih selamat kok," ucap Bianca mengelus kepala Greda begitu pun juga dengan Kay.


Di sisi lain, Malapetaka melihat mereka bertiga lewat jendela kamar sang ratu kejauhan. Lelaki itu tersenyum menyeringai.


Kemudian ia menyalakan api menggunakan sihirnya. Menghangatkan dirinya yang kedinginan.


...****************...


"Kenapa lama sekali?" tanya lelaki itu saat sang ratu memasuki kamarnya.


"Emangnya kamu ngapain mencariku?"


Decius terdiam sambil menopang pipi kanannya dengan rebahan.


"Bukan apa-apa." ucap lelaki itu sambil memasuki tubuhnya di atas selimut.


"Hei! Bukannya kesepakatan kita kalau mau tidur, kamu harus berubah menjadi hewan."


"Memang kita berbicara seperti itu?" tanya lelaki itu membuat Bianca kesal dengan pria itu.


"Terserah kamu saja!" serunya sambil naik ke kasur dan mendorong tubuh lelaki itu agar menjauhi darinya.


"Dari tadi kamu dorong-dorongku terus sih?"


"aku tidak bisa tidur kalau kamu mendekat-dekatiku."


Lelaki itu terdiam cukup lama dengan tampang bingung, kemudian ia dengan ide nakalnya berusaha mendekatkan kepada sang ratu, tetapi justru kepalanya membentur sebuah dinding tanpa kasat mata.


Tampaknya Bianca memasang dinding tak kasat mata agar dia tidak mendekatkan pada perempuan itu.


"Selamat tidur," ucap perempuan itu memberi selamat tidur kepada Decius.


Lelaki itu berdecak kesal dan membuang nafas. Ia melihat perempuan di hadapannya itu yang sedang tidur dengan cepat.


...****************...


"Kamu sudah mulai peningkatan sekarang," puji Bianca kepada Kay.


"Bagaimana denganmu, Greda? Ada yang kesulitan?" tanya wanita itu kepada Greda yang sedang melamun.


"Greda..." panggil Bianca membuat gadis kecil itu tersadar dari lamunannya.


"I-iya, yang mulia..."


"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Bianca kepada Greda.


Greda menggelengkan kepalanya cepat. "T-tidak apa-apa, yang mulia."


Greda langsung kembali ke aktivitasnya, sementara Bianca hanya bisa memandang gadis itu dalam diam.


"Yang mulia!!" seru Kay tiba-tiba. Tampaknya bocah lelaki itu sedang meminta bantuan.


Bianca menoleh ke arah Kay dan membantu anak lelaki tersebut.


2 Hari kemudian...


"Kalian sedang ngapain?" tanya Decius menyilangkan kedua tangannya menghadap dua anak kecil yang sedang ketakutan.


Lelaki itu melihat sekelilingnya, kemudian ia berkata, " Kalian ingin mati?"

__ADS_1


__ADS_2