Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 36 : Ratu Salju Telah Kembali


__ADS_3

"Kemarilah..." kedua mata Vina langsung melebar melihat sosok yang ia tau.


"J-jenny,?!"


"Dia adalah salah satu malaikat terbaik yang aku miliki. Dia akan membantumu untuk menyelesaikan misimu kali ini."


Jadi, Jenny lah yang menyebabkan ledakan secara tiba-tiba di ruang observasi tadi.


"Dan satu lagi, aku akan memberimu ini," Tuhan memberikan Gadget berupa Tablet kepada Vina.


Akhirnya!!


"Gunakan bantuan yang aku berikan kepadamu dengan baik, anakku..."


Sebuah sinar langsung menerpa di hadapan Vina dan semuanya menjadi gelap.


Ia membuka kedua matanya dan kini dia berada di kamar yabg tidak asing baginya.


Ia langsung turun dari kasurnya dan berlari menuju ke cermin.


Ini adalah tubuh Bianca yang Vina kenal!!


Dan sekarang perutnya keroncong meminta makan. Baru kembali udah minta makan aja.


Bianca berjalan menuju ke dapur. Selama perjalanan, Bianca mengamati kondisi istana.


Persis sama dan tidak pernah berubah seperti sebelum jiwa Vina pindah ke Dorothy Betherhold.


Apa yabg terjadi selama dirinya tidak ada, ya? Bianca mengintip ke arah dapur.


Tidak ada satupun orang di sini. Seharusnya dia santai saja di dapur mengingat Ivan merupakan salah satu orang pertama yabg mengetahui kenapa sang ratu menghilang.


"Yang mulia?" Bianca menoleh ke arah Ivan yang tidak percaya apa yang dia lihat.


"Ivan!!" seru sang ratu dan langsung memeluk beruang putih itu.


"Astaga... Apakah anda yang mulia?" Bianca mengangguk mantap.


"Bagaimana bisa?"


"Maafkan aku Ivan, aku tidak bisa menceritakan apa yang terjadi, yang utama adalah..." perutnya sudah meminta makan dan Ivan paham apa yang sang ratu maksud.


"Tunggu sebentar yabg mulia, saya buatkan hidangan untuk anda."


"Apa?! Aku menghilang selama 3 bulan?" Ivan mengangguk.


"Ya... Mau tidak mau seperti yang mulia katakan kemarin-kemarin, Calius harus berbohong kalau anda sendang bermeditasi."


Alasan itu bisa dikatakan sangat masuk akal. "Terus... Yang lainnya kemana? Aaron, Calius, Patrick, dan anak-anak?" tanya Bianca sadar bahwa suasana sedang sepi-sepinya.


"Calius harus pergi ke kerajaan bagian selatan untuk urusan diplomasi, Aaron dan Patrick masih mencari anda, dan anak-anak pergi ke Kerajaan Altuvia."


"Kerajaan Altuvia? Ngapain mereka ke sana?"


"Tentu saja mereka mencari anda, yang mulia. Gerda bilang awal dari menghilangnya anda adalah bros dari sana, yang mulia."


Apakah Gerda berpikir semuanya gara-gara bros Putri Tashannie?


"Mereka berdua pergi sendirian di sana?"

__ADS_1


"Tidak, yang mulia. Pria bernama Allan ikut bersamanya."


Apa? Allan ikut bersamanya?


"Terus? Bagaimana dengan Dokter Atkinson?"


"Dokter Atkinson masih ada di sini, yang mulia," setelah ia selesai makan, Bianca dan Ivan menuju ke ruang kesehatan.


Sama dengan Ivan, dokter tampak terkejut dan terharu karena sang ratu akhirnya kembali dengan selamat.


"Bagaimana?" tanya Bianca setelah diperiksa oleh dokter.


"Kondisi anda sudah mulai membaik, yang mulia, tetapi penyakit anda masih ada di dalam tubuh anda."


"Yang mulia sakit?" tanya Ivan kaget mendengar kabar bahwa sang ratu memiliki riwayat penyakit mematikan.


Mau tidak mau, Dokter Atkinson menjelaskan penyakit yang mematikan kepada Ivan.


"Ini hanya rahasia bagi kita bertiga, oke?" Ivan mengangguk sekali.


"Apa penyakitnya bisa disembuhkan, dok?" dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Yabg kita bisa lakukan cuman menunggu ajalnya tiba."


Setahun lagi...


Misi kali bagi Vina akan sulit karena ia harus menyelesaikan misi itu bisa memakan waktu kurang lebih 3-4 tahun.


Black Hole sudah menguasai hampir seluruhnya, akan sulit jika Vina bisa menghancurkan mereka dengan bantuan Patrick maupun malapetaka sekaligus, itu tidak akan cukup mengalahkan mereka.


Bianca menghela nafas panjang sambil merebahkan dirinya di depan sandaran kursi kerjanya.


Tiba-tiba seorang wanita yang tidak asing muncul dihadapannya.


"Ya begitulah... Jen- eh namamu Jenny bukan sih?"


"Sebenarnya Jenny bukanlah nama asliku, tetapi kamu bisa memanggilku Jenny."


"Memangnya nama aslimu apa?" Jenny tersenyum dengan lembut.


"Aku tidak memiliki nama."


"Hah?! Terus kalau manggil kamu apa dong?"


"Lewat insting," Bianca tidak habis pikir.


"Kenapa Tuhan memilihku, ya..."


"Karena kamu hebat, Vina. Bisa menyelesaikan misi sebelumnya sebelum waktu diberikan."


"Yang benar?! Tuhan tidak memberiku batas waktunya."


Jenny hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


"Tidak, kok. Aku tidak sehebat itu. Itu semua juga ada yang bantu aku kok. Gadget, lima pria itu..."


Mengingat itu, dia jadi memikirkan kelima pemuda itu.


Apa kabarnya ya?

__ADS_1


Vina cuman tau tentang Patrick dan Samuel saja sih. Yang lainnya...


Bagaimana dengan Henry?


"Bagaimana dengan Frans? Apakah ia sudah sukses menjadi raja dan mendapat pasangan yang ia cintai.


Seharusnya dia menyempatkan waktu ke perpustakaan umum sebagai Dorothy untuk melihat sejarah Frans selama menjadi raja


Bagaimana dengan Justin?


Ah... Dia sudah tidak ada di saat itu.


Ia mengeluarkan tabletnya dan menelusuri tentang Black Hole. Seketika ia ingat sesuatu.


"Jenny... Aku ingin bertanya sesuatu."


"Kamu pasti tau kan penyakit secara tiba-tiba yang dialami oleh Bianca. Dia- maksud aku selalu tertidur panjang."


"Tentu saja saya tau, Vina. Tuhan selaku mencatat apa yang kamu lakukan di sini."


"Selama aku tertidur panjang, aku berada di masa kecil Bianca."


"Benarkah? Apa yang kamu lihat?"


"Errgghh... Masa kecil yang suram," balas Bianca berusaha mengingat.


"Aku tidak bisa mengingat lebih jelas, pokoknya aku bermimpi ketika Bianca masih kecil dan suram aja gitu..."


Jenny mengangguk paham. "Ini aneh..."


"Aneh? Kukira kamu akan tau masalah seperti ini."


"Jangankan saya, Tuhan yang maha tau saja tidak tau hal seperti itu."


"Berarti selama kamu melihat apa yang aku lakukan, cuman mimpiku doang yang kalian tidak bisa lihat," dan Jenny menjawab iya.


"Benar-benar aneh..."


"Apa anda sedang mencari tau tentang Black Hole?" Bianca tersadar dan melihat tablet yang ada artikel tentang Black Hole.


"Black Hole adalah objek utama dalam misiku. Aku harus mencari tau apa rencana Black Hole itu."


"Itu sangat sulit bagi anda."


"Ya... Sangat sulit. Bahkan sangat sulit karena mereka sudah menguasai hampir semuanya. Aku tidak bisa melakukan itu seperti yang aku rencanakan dua tahun lalu."


"Terus... Apa rencanamu?" tanya sang malaikat.


"Pendekatan dengan mereka. Itu cara paling aman sih."


Jenny mengangguk benar setelah ia berpikir sejenak.


"Benar sih..."


Tiba-tiba pintu terbuka dan membuat Bianca terkejut. Kay dan Gerda sama-sama terkejut melihat sosok yabg mereka rindukan.


"Yang mulia!!" mereka berlari menghampiri sang ratu dan langsung memeluknya.


Allan yang berada di belakangnya terkejut melihat sang ratu yang sudah kembali.

__ADS_1


"Kami kangen dengan anda..."


"Aku juga..." ucapnya membalas pelukan Kay dan Gerda dengan terharu.


__ADS_2