
Ratu Aspendia telah menghilang tanpa jejak, membuat penghuni istana langsung dibuat panik.
Tentu saja Calius paling panik dan hampir saja dibuat pingsan mendengar kabar mengejutkan tersebut.
Bagaimana tidak, ratu adalah seorang pemimpin negara dan tugas-tugasnya masih dikerjakan.
Sebagai kepala pelayan sekaligus asisten sang ratu, Calius dibuat pusing keliling. Terutama jika sampai-sampai berita mengenai sang ratu menghilang secara misterius tersebar ke seluruh rakyat Aspendia bahkan diluar kerajaan.
Bisa-bisa semakin paniklah Calius dan bisa mendapat kesempatan bagus bagi para bangsawan yang tidak menyukai sang ratu untuk menghancurkan karir sang wanita itu.
Mereka berlima, ditambah dokter, Oscar sebagai perwakilan pasukan istana, dan Ivan berkumpul di ruang kerja sang ratu.
"Kita harus bagaimana? Dari kemarin kita masih belum menemukan sang ratu."
Mereka semua langsung berpikir sejenak, kemudian secara sengaja, Calius melirik ke arah sang dokter, membuat dokter tersebut dibuat merasa risih dilihat oleh kepala pelayan itu.
"Ada apa Calius? Kenapa kamu menatap seperti itu?"
"Dokter Atkinson, waktu anda berlari buru-buru ke kamar baginda ratu, anda sedang perlu apa ke sana?" semuanya langsung menuju ke arah Dokter Atkinson.
Dokter Atkinson hanya menelan ludah sendirinya. Ia bingung harus berbicara mulai dari mana.
"Tadi pagi, yan mulia meminta saya mengambilkan obat sakit kepala."
"Obat sakit kepala? Yang mulia sakit?" tanya Oscar mulai penasaran.
"Hanya sakit kepala biasa saja. Tapi saya bisa ke ruang yang mulia pukul 3 sore karena saya sedang merawat para pasukan yang lain akibat latihan."
"Terus kenapa buru-buru?" tanya Aaron dengan wajah seriusnya.
"I-itu... S-saya buru-buru karena yang mulia meminta saya datang ke sana sekarang, makanya saya lari."
Ivan mengangguk paham Masuk akal sih.
Dokter diam-diam menghela nafas lega. Syukur mereka tidak sampai tau tentang penyakit sebenarnya yang dialami Ratu Bianca.
"Apa ada sesuatu hal aneh dari yang mulia?" tanya Oscar memulai investigasi.
Calius, yang selalu menemani sang ratu menggeleng mantap. " Yang mulia tidak menujukkan hal-hal aneh."
"Apa karena tidur panjangnya?" tebak Aaron secara random.
"Kalian tau, kan kalau dia sering mengalami tidur panjang."
"Tidur panjang?!" tanya Dokter Atkinson terkejut dengan kabar terbaru baginya.
"Iya. Akhir-akhir ini yang mulia sering tidur panjang."
Apa jangan-jangan penyakit yang mulia dimulai sering tidur panjang? batin Dokter Atkinson sambil menerka-nerka.
"Tapi apa hubungannya dengan tidur panjang yang dialami baginda ratu? Itu tidak masuk akal bagiku,' ucap Ivan membantah.
"Kenapa tidak masuk akal, Ivan?" tanya Kay penasaran.
__ADS_1
"Selama yang mulia tidur panjang, tidak ada terjadi hal-hal aneh di sekitar sini. Atau bahkan Ratu Bianca."
"Kita harus mencari yang mulia sekarang. Kalau kita terlambat menemukan atau tidak bisa menemukan beliau, para warga akan curiga keberadaan beliau."
"Apa kau sudah melacak yang mulia menggunakan anjing pelacak?" tanya Patrick kepada Oscar.
"Dari kemarin sampai sekarang mereka masih mencari terus."
Salah satu anak buah Oscar datang menghadap Oscar dan melapor kepada atasannya.
Oscar hanya bisa menghela nafas berat dan menyuruh dia untuk kembali bekerja. "Bagaimana?"
Oscar menggelengkan kepala lemah tanda pencarian menggunakan anjing pelacak tidak berhasil.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Calius sudah diambang frustasi.
"Calius... Kamu baik-baik saja?" tanya Greda khawatir.
"Tidak. Sejam lagi, Bangsawan dari Keluarga Estanol akan datang."
Semuanya dibuat terkejut mendengar kabar tersebut. " Kenapa kamu tidak ngomong dari awal, Calius??!!" ucap Ivan setengah teriak.
"Bagaimana mau ngasih tau dari awal, kalau mereka memberi tahuku 2 jam yang lalu."
"Aduh... Kita harus bagaimana ini?"
...****************...
"Hmm... Sangat aneh..."
"Aneh kenapa?" tanya seseorang secara tiba-tiba.
"Sejak kapan kamu datang, Chris?" pria dewasa bernama Chris berjalan menghampiri Allan.
"Memangnya aku tidak boleh datang ke sini, hah?"
Pria muda itu hanya memalingkan wajahnya ke arah lain. " Aku dengar, ratu salju kemarin tidak datang, bukan?"
"Kamu sudah mendengarnya begitu cepat, ya..."
Chris hanya bisa diam sambil memandang junior di depannya.
"Aku tau kalau ini privasimu, tetapi setiap hari aku selalu terganggu satu hal."
"Apa itu?"
Chris teediam beberapa detik, kemudian ia menjawab, " Apa ratu salju begitu spesial bagimu?"
Allan tidak menjawab pertanyaan Chris dan Chris sudah mengetahui sifat Allan itu.
"Aku tidak memaksa kamu untuk menjawab sekarang," ia hendak pergi meninggalkan Allan sendirian dan bertemu Veronica, rekan kelompoknya.
__ADS_1
"Apa kamu ingin bertemu dengan Allan. Dia sedang ingin sendirian."
"Tapi... Ini sangat penting."
"Apa dipanggil dari ketua?" Veronica mengangguk mantap.
Chris menghela nafas panjang dan melirik ke arah Allan yang sedang duduk sendirian di sana.
"Hei, Allan! Ketua memanggilmu!"
"Bisakah kamu sampaikan ke ketua kalau aku tidak ingin bertemu orang lain."
Chris dan Veronica saling pandang satu sama lain dan pria dewasa itu hanya dengan mengangkat kedua bahunya seraya berkata kalau perkataan dia benar kepada gadis muda itu.
Mau tidak mau Veronica harus pergi, sementara Chris menutup pintu ruangan dan meninggalkan Allan sendirian.
Allan menghela nafas panjang sambil menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.
Perkataan Chris tadi membuat dirinya kepikiran terus. 'Kenapa ratu salju selalu spesial bagimu?'
Benar. Kenapa dirinya selalu memikirkan Bianca. Ia kenal dengannya sekitar 2 tahun lebih.
Rekan kerja sama biasa dan pasti bagi kelompok kami dan ratu salju itu akan mendapat keuntungan masing-masing jika mereka menguasai dunia.
Apa jangan-jangan dirinya menyukai Ratu Bianca? Allan berusaha membuang pikiran aneh itu.
Tetapi, di sisi lain, entah kenapa perasaan dirinya tidak enak mengenai sang ratu. Melihat kabar dari hewan peliharaan kalau sang ratu tidak bisa ditemukan jejaknya.
Ia bangkit berdiri dan bergegas mencari sang ratu.
"Mau kemana kamu?" tanya Bella tiba-tiba bertemu.
"Mencari udara segar."
"Mencari udara segar kok sampai 5 hari?" Allan melirik ke arah Bella.
"Kamu mau apa?" tanyanya serius. Bella yang ditatap tajam oleh Allan dengan santainya menjawab, " Kamu tidak mau bertemu ketua, bukan? Ketua sampai ngomel-ngomel ke aku dan Veronica dan menyuruh kita membawamu ke sana."
"Bilang saja, aku lagi males bertemu dengan ketua," belum sempat Bella berkata, Allan sudah pergi dari dia.
"Astaga... Dia kaburnya cepat sekali," gumamnya kesal.
"Bagaimana, kak?" tanya Veronica berjalan menghampiri Bella.
"Anak itu... Dia masih keras kepala tidak mau bertemu dengan ketua," balas Bella sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal.
Veronica hanya bisa menghela nafas panjang. "Sebenarnya... Dia kenapa sih?"
"Tentu saja mencari jati dirinya yang sebenarnya," balas Veronica.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Bella melihat anggota termuda itu berjalan berlawanan arah.
"Pergi ke perpustakaan. Aku ingin baca-baca sesuatu."
__ADS_1
"Aku ikut deh..." mereka berdua berjalan bersama menuju ke perpustakaan.